ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 28 Desember 2010

Mengatasi Kesurupan

Kesurupan, menurut sebagian masyarakat, bahkan sudah menjamur.. adalah dampak dari kemasukan roh halus, jin, setan dsb. Namun kenyataan dalam kajian saya selama 8 th belakangan ini bahwa 95% dari kasus ini adalah “dampak dari kesalahan manusia dalam berfikir”, atau katakanlah error thinking dimana telah terjadi salah sambung frekwensi pemikiran dan masuk ke dimensi lain. Lalu tampaklah halusinasi, melihat yang “tidak tampak”..

Maka solusi termudah adalah memulihkan atau mengembalikan frekwensi pemikiran ketimbang "menghancurkan atau mengusir halusinasi”. Bukan hanya tugas berat namun hal ini merupakan aktivitas fitnah dan mengkambinghitamkan fihak lain (jin). Peran serta fihak lain atau katakanlah jin, setan dan lelembut dalam hal ini cuman 5%, maka sangat mubazir apabila dijadikan acuan.
`
Bagaimana mengatasi kesurupan?
  1. Ciptakan sikap dan rasa tenang dalam diri, tanamkan pemahaman bahwa anda sedang menghadapi masalah pola fikir, berfikir tentang kesaktian dan kejahatan jin justru akan menambah beban fikiran kita.
  2. Sadari “jatidiri”, ini yang paling sering dilupakan dan merupakan kesalahan terbesar manusia yang tidak menyadari “misi kekhalifahan” manusia di alam semesta. Manusia lebih banyak hidup sebagai makhluk ego.
  3. Memahami diri sebagai khalifatullah akan menjadikan jiwa ini tenang, tenang dan tenang.. bahkan tak kurang dan tak takut suatu apapun, karena semua ada dalam “Genggaman Allah”
  4. Dan saatnya.. bagikan “rasa tenang” itu pada jiwa yang membutuhkan. Hal ini bisa disyareatkan melalui doa, tiupan atau layaknya praktisi tenaga dalam menyalurkan energinya. Untuk kasus kesurupan lebih simpelnya dengan menempelkan telapak tangan pada kening pasien atau menggunakan terapy energi dengan perpaduan terapi prana dan Quantum Touch.

METODE MENGATASI KESURUPAN :

CARA PERTAMA : TERAPI ENERGI NAQS
Untuk mengatasi masalah kesurupan, sebaiknya gunakan Bola Energi secara berurutan. Yaitu Alif Lam Mim, kemudian Ya Siin, dan terakhir Kaf Haa Yaa 'Ain Shod. Disalurkan keseluruh tubuh melalui Cakra Mahkota. Dan ingatlah untuk membuat proteksi diri lebih dulu dengan Do'a Payung Rasul dan Do'a Payung Allah. Serta proteksi orang-orang yang berada di lokasi kejadian, dengan membuat bola energi Kaf Haa Yaa 'Ain Shod. Perbesar ukuran bola energi sehingga melingkupi diri dan seluruh area.

Selain itu salurkan juga energi Ilahiah NAQS ke :
  1. Pusat Pikiran (Cakra Dahi, Ajna, & belakang kepala)
  2. Sistem Syaraf (Cukup dengan niat, salurkan via cakra mahkota)
  3. Tengkuk & Dasar Otak.
  4. Area dada
  5. Pusar

Bila diperlukan (berdasar tuntunan dari hati nurani), lakukan gerakan sapuan dan membuang pada area yang dicurigai sebagai tempat bersarangnya makhluk elemental tersebut.

Setelah sadar, minumkan Air Heksagonal NAQS. Dan perkuat & proteksi seluruh tubuh dan titik di atas tadi dengan energi Ilahiah NAQS.

CARA KEDUA
  1. Baringkan orang kesurupan tersebut dengan terlentang
  2. minta bantuan 2 orang untuk memegang dengan erat kaki dan tangan + bahu jika meronta.
  3. bacalah istighfar 3 kali
  4. baca Syahadat 1 kali
  5. baca Ta'awuds 1 kali
  6. baca Bismillah 3 kali sambil menekan atau memencet kedua jempol ibu jari kaki sekuatnya (yang perlu anda perhatikan teknik menekan atau memencet tersebut adalah dengan cara dipencet oleh ibu jari dan telunjuk anda tepat di dua sisi pinggir jari jempol si penderita, bukan sisi atau yang ada kukunya!)
  7. saat dipencet tsb biasanya ghoib yang ada dalam tubuh penderita akan berontak dan menjerit kesakitan, namun hal ini tidak berlangsung lama dan si ghoib akan pergi meninggalkan penderita dan si penderita akan mengalami pingsan sejenak (tergantung daya tahan si penderita)

CARA KETIGA : RUQYAH

Ruqyah Syar'iyyah, Pengobatan Secara Islami
by. Abu Abdillah Dzahabi Isnen Azhar
www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=332


Pengertian Ruqyah
Ruqyah secara bahasa adalah jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar'i (ruqyah syar'iyyah) adalah jampi-jampi atau mantera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya, dengan hanya mengguna kan ayat-ayat Al-Qur`an dan atau do`a-do`a yang bersumber dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan atau do`a-do`a yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung unsur kesyirikan.

Ruqyah secara umum terbagi kepada dua macam;
  1. Pertama; Ruqyah yang diperbolehkan oleh syari'at Islam yaitu disebut ruqyah syar'iyyah.
  2. Ke dua; Ruqyah yang tidak dibolehkan oleh syari'at Islam, yaitu ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak dipahami maknanya atau ruqyah yang mengandung unsur-unsur kesyirikan. Rusulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak ada unsur syirik" (HR.Muslim)

Syarat Ruqyah Syar’iyyah

Para ulama sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat;
  1. Dengan mempergunakan firman Allah(ayat-ayat Al-Qur'an) atau mempergunakan nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
  2. Mempergunakan bahasa Arab atau bahasa yang bisa dipahami maknanya.
  3. Berkeyakinan bahwa zat ruqyah tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas izin Allah subhanahu wata’ala.

Ketentuan Meruqyah
Tatkala melakukan ruqyah hendaknya diperhatikan ketentuan berikut;
  1. Ruqyah tidak mengandung unsur kesyirikan.
  2. Ruqyah tidak mengandung unsur sihir.
  3. Ruqyah bukan berasal dari dukun, paranormal, orang pintar dan orang-orang yang segolongan dengan mereka, walaupun dia memakai sorban, peci dan lain sebagainya. Karena bukan penampilan yang menjamin seseorang itu terbebas dari perdukunan, sihir dan kesyirikan.
  4. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang tidak bermakna atau tidak dipahami maknanya, seperti tulisan abjad atau tulisan yang tidak karuan.
  5. Ruqyah tidak dengan cara yang diharamkan seperti dalam keadaan junub, di kuburan, di kamar mandi, dan lain sebagainya.
  6. Ruqyah tidak mempergunakan ungkapan yang diharamkan, seperti; celaan, cacian, laknat dan lain-lainnya.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah subhanahu wata’ala yang tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia menurunkan juga obat penawarnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Setiap penyakit ada obat penawarnya dan apabila suatu obat itu sesuai dengan jenis penyakitnya maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah" (HR.Muslim). Dan yakinlah bahwa tidak ada yang mampu menyembuhkan suatu penyakit melainkan hanya Allah subhanahu wata’ala. Maka di antara cara yang paling tepat, efektif, mujarab dan manjur untuk menghilangkan suatu penyakit dan menangkal mara bahaya adalah dengan memfungsikan Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai pengobatan. Al-Qur`an telah menjelaskan hal itu secara gamblang,

"Katakanlah, “Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan obat penawar" (QS.Fushshilat: 44).
"Dan kami turunkan dari Al-Qur`an (ada) sesuatu yang menjadi obat penawar dan menjadi rahmat bagi orang yang beriman" (QS.Al-Isrâ`: 82).

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya telah mencontohkan pengobatan dengan mempergunakan Al-Qur`an dan do'a-do'a untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik yang disebabkan oleh tukang sihir seperti guna-guna dan lain-lainnya atau disebabkan oleh gangguan jin seperti kesurupan dan penyakit-penyakit aneh lainnya atau terkena gigitan binatang berbisa seperti kalajengking, ular dan lain sebagainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mempergunakan ayat-ayat Al-Qur`an dan do'a-do'a untuk penjagaan dan perlindungan diri.

Beberapa Alasan Ruqyah Berdasarkan Hadits-hadits yang Shahih.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyah dirinya sendiri tatkala mau tidur dengan membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas lalu beliau tiupkan pada kedua telapak tangannya, kemudian beliau usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau oleh kedua tangannya. (HR.al-Bukhari).

Jabir Bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seseorang di antara kami disengat kalajengking, kemudian Jabir berkata, “Wahai Rasulullah apakah saya boleh meruqyahnya? Maka beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang sanggup memberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah" (HR.Muslim).

'Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh 'ain (mata yang dengki).” (HR.Muslim).

Dari Abu Sa'îd al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, “Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril (meruqyahnya), "Bismillahi arqîka, min kulli syai`in yu`dzîka, min syarri kulli nafsin au 'aini hâsidin, Allahu yasyfîka, bismillahi arqîka" (“Dengan nama Allah saya meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuh kanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”) (HR.Muslim).

'Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila ada seorang yang mengeluh rasa sakit, beliau usap orang tersebut dengan tangan kanannya, kemudian berdo'a, “Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah karena Engkaulah sang penyembuh, tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tiada meninggalkan penyakit.” (HR.Muslim).

Utsman Bin Abil 'Ash radhiyallahu ‘anhu datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan rasa sakit pada tubuhnya yang dia rasakan semenjak masuk Islam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Letakkanlah tanganmu pada tempat yang terasa sakit, kemudian bacalah; "Bismillahi"(dengan menyebut nama Allah) tiga kali, dan bacalah; "A'ûdzu billahi wa qudrotihi min syarri mâ ajidu wa uhâdziru"(aku berlindung dengan Allah dan dengan qudrat-Nya dari kejahatan yang aku dapati dan yang aku hindari) tujuh kali.” (HR.Muslim).

Cara Mengatasi Kesurupan dengan Ruqyah.

I. Sebelum terjadi kesurupan, maka hendaknya melakukan tindakan preventif, caranya adalah sebagai berikut;
  1. Menjaga kemurnian tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah saja serta menjauhi perbuatan syirik dan pelakunya.
  2. Menjaga seluruh kewajiban yang telah dibebankan pada diri seorang muslim, dan menjauhi seluruh larangan Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya, serta bertaubat atas segala dosa dan kemaksiatan.
  3. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, dan hendaklah diwiridkan setiap hari terutama surat Al-Baqarah, karena syaithan lari dari rumah yang dibacakan surat tersebut.
  4. Membentengi diri dengan bermacam-macam do'a & ta'awwudz yang disyari'atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti wirid selesai shalat, wirid pagi hari dan sore hari dan ibadah-ibadah yang lainnya yang disyari'atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
  5. Jauhilah ibadah-ibadah bid'ah dan ritual-ritual klenik yang tidak punya dasar hukum dalam Islam, karena hal itu merupakan jalan syaithan untuk mengelabui orang yang beriman ke jurang neraka.

II. Setelah terjadi kesurupan, maka lakukanlah tindakan berikut ini;
  1. Hendaknya dicari seorang muslim yang bertauhid dan aqidahnya shahih tidak terkotori oleh kesyirikan serta ibadahnya tidak terkotori oleh riya` dan bid'ah.
  2. Mintalah dia meruqyah orang yang kesurupan tersebut dengan membacakan surat al-Fatihah, ayat kursi, 2 ayat terakhir al-Baqarah, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas dan surat-surat atau ayat-ayat yang lainnya karena pada dasarnya semua ayat al-Qur'an adalah obat, disertai dengan tiupan pada orang yang kesurupan tersebut, dan hendaklah diulang-ulangi hingga 3 X atau lebih.
  3. Kemudian setelah itu bacakan do'a-do'a yang disyari'atkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya yang shahih.


Semoga bermanfaat