ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 15 Desember 2010

Menguak Dunia Jin & Khodam seri 5 : Benteng Diri

Membentengi Diri dari Gangguan Jin

Bacaan ruqyah dapat digunakan sebagai sarana untuk membangun benteng perlindungan dari godaan jin, baik untuk pribadi maupun masyarakat dalam satu wilayah. Namun yang menjadi benteng perlindungan itu bukan bacaannya, melainkan ‘sirr’, atau rahasia bacaan yang disebut ‘warid’, sebagai buah ibadah yang dilakukan secara istiqomah dan ihlas. Untuk membangun benteng tersebut, baik bacaan maupun cara mengamalkannya sama, yang berbeda hanya niat dan pelaksanaan. Kalau untuk diri sendiri, berarti niatnya juga untuk diri sendiri dan dilaksanakan sendiri, kalau untuk orang banyak, niatnya juga untuk orang banyak dan dilaksanakan secara berjama’ah.


Seseorang dengan sendirian dapat membentengi suatu kaum secara komunitas asal dia mempunyai kemampuan baik ilmiyah maupun amaliyah, dengan istilah ‘istighotsah’ atau do’a bersama. Hal tersebut sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah saw. saat beliau sedang penghadapi perang Badar. Allah Ta’ala mengabadikan dengan firman-Nya yang artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan (beristighotsah) kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”. – Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan pertolongan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS:8/9-10.

Seseorang harus mampu membentengi dirinya terlebih dahulu sebelum membentengi orang lain, karena mustahil orang dapat membentengi orang lain sebelum mampu membentengi diri sendiri. Allah Ta’ala talah memberikan isyarat dengan firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا – التحريم:66/6

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. QS:66/6.

Sarana untuk membentengi diri dari ganguan jin itu dinyatakan juga oleh baginda Nabi saw. dalam sabdanya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Barang siapa membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya dia mendapat pahala sebagaimana orang memerdekakan sepuluh budak. Dia juga diampunkan seratus kejahatan, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari setan pada hari itu hingga petang hari. Tidak diganjarkan kepada orang lain lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan lebih banyak darinya. Manakala mereka yang berkata:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

dalam sehari sebanyak seratus kali niscaya terhapuslah segala dosanya sekalipun dosanya itu banyaknya seperti buih di lautan. HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ahmad Ibnu Hambal dan Malik. Rodhiallahu’anhum.

Melaksanakan ‘istighotsah’ dengan sendirian untuk membentengi komunitas manusia pada wilayah tertentu, hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh para ‘Ulama salafush-sholeh. Ruqyah seperti itu dilakukan sebelum mereka mengajak manusia untuk memeluk agama Islam. Manusia utama itu bagaikan seorang petani, sebelum menanam benih, tanah yang akan ditanami benih, digarap terlebih dahulu. Lahan yang tersedia dicangkul dan dialiri air, baru setelah tanah sudah siap tanam, bibit-bibit unggul ditanam di atasnya. Seperti itu pula yang dilakukan para ‘Ulama salafush-sholeh tersebut, namun tanah yang dimaksud bukan tanah di muka bumi melainkan tanah yang ada di dalam dada manusia. Maksudnya, sebelum mereka melaksanakan da’wah, komunitas manusia yang mau digarap itu terlebih dahulu dimujahadahi di jalan Allah, setelah hati mereka siap menerima hidayah Allah, baru ilmunya diajarkan.

Dengan cara seperti itu, banyak hati manusia mudah simpatik kepada mereka sehingga apa-apa yang mereka berikan, baik ilmu maupun amal, dapat diterima di tengah masyarakat dan membawa kemanfaatan yang hakiki. Ilmu dan amal yang mereka ajarkan tersebut mampu menjadikan manusia beriman dan bertakwa kepada Allah Ta’ala. Dalam kaitan pelaksanaan tugas mulia itu, membentengi umat dari gangguan jin merupakan hal yang mereka utamakan. Hal itu dilakukan, karena syaitan jin adalah musuh utama bagi manusia.

Adapun bacaannya, disamping dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an al-Karim dan do’a-do’a sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw., mereka juga menyusun wirid-wirid khusus, seperti hizib dan ratib. Dalam kaitan ini mereka itu bagaikan seorang dokter yang menerbitkan resep-resep obat, namun jika para dokter menerbitkan resep untuk mengobati penyakit jasad, para manusia pilihan itu menerbitkan resep-resep ruqyah untuk menyembuhkan penyakit secara umun, baik penyakit jasad, kesadaran maupun penyakit hati.

Resep ruqyah yang mereka ajarkan tersebut telah menunjukkan hasil yang luar biasa bahkan berhasil merubah karakter dan aqidah manusia di tanah Jawa, sejarah telah membuktikan dari tapaktilas perjuangan para Walisongo. Sebagain besar penduduk tanah Jawa yang asalnya beragama Hindu dan Budha, sekarang mayoritas menjadi Muslim yang taat. Bacaan Ratib (seperti ratibul hadad, ratibul ‘ath-thosy dll.) maupun hizib-hizib yang telah diajarkan oleh para ulama salafush-sholeh tersebut telah berhasil meruqyah penyakit manusia secara universal, baik secara individu maupun komunitas. Bahkan pembacaan Tahlil dan Yasin yang sudah dilakukan dan membudaya di masyarakat, sesungguhnya sudah mencukupi untuk kebutuhan ruqyah massal ini. Dalam mengamalkan ruqyah massal tersebut para manusia utama itu bahkan telah membimbing umatnya secara langsung dan bersama-sama mengamalkan secara berjama’ah. Ruqyah tersebut sesungguhnya telah diamalkan oleh umat islam secara berkesinambungan, sejak zaman shahabat, tabi’in dan tabii’it-tabi’in dan pengikutinya sampai sekarang, bahkan telah mengakar dan mentradisi di masyarakat terutama dari kalangan ahli sunnah wal jama’ah, hanya saja para pelaksananya tidak memahami bahwa yang diamalkan tersebut adalah Ruqyah Massal.

Demikianlah ‘Ulama dahulu berhasil memasukkan ajaran Islam kepada umatnya, baik faham maupun amalan dengan strategi yang santun dan jitu. Mereka tidak mengedepankan nama-nama dan atribut-atribut, juga tidak suka menganggap salah terhadap amaliah orang lain seperti yang banyak dilakukan oleh sebagian kalangan zaman sekarang. Yang penting bagaimana manusia mau minum obat dari resep yang mereka terbitkan tanpa harus menjadi terkotak-kotak akibat pengaruh nama dan atribut tersebut. Mereka tidak mengatasnamakan golongan dalam sekub kecil seperti NU atau Muhamadiyah misalnya, namun dalam golongan besar yang mampu menampung aspirasi umat islam secara keseluruhan dalam naungan panji-panji Ukhuwah Islamiyah.

Bacaan ruqyah tersebut disamping dapat digunakan untuk mengobati orang sakit baik lahir maupun batin, juga dapat dipergunakan untuk membentengi diri dari gangguan jin. Tetapi bukan ruqyah dalam arti orang yang asalnya sadar menjadi tidak sadar, akan tetapi orang yang tidak sadar menjadi sadar. Bukan orang yang asalnya sehat menjadi kesurupan jin tetapi yang kesurupan jin menjadi sehat. Bacaan ruqyah tersebut jika dilaksanakan secara istiqomah, terbimbing dan semata-mata sebagai bentuk ibadah yang ihlas, maka pembacanya akan mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala berupa penjagaan tentara malaikat yang diturunkan dari langit. Dengan penjagaan malaikat itu jin takut kepada manusia. Sungguh benar Allah dengan segala firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ(30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ – فصلت:41/30-31

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. – Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. QS:41/30-31.

Berikut ini bacaan do’a yang disusun oleh al ‘Arif billah, al Habib Ali Bin Muhammad bin Husen al Habsyi. r.a yang tertulis dalam kitab ‘Futuhatul Ilahiyat’. Beliau adalah penyusun kitab maulid ‘Situd Duror’ yang sangat terkenal dan sekarang ini telah diamalkan oleh banyak orang di seluruh belahan dunia. Dengan kitab Maulid tersebut, terbukti beliau mampu membangun komunitas Muslim yang berskala dunia dalam naungan panji-panji Ukhuwah Islamiyah. Semoga Allah memberi keridoan untuk beliau beserta anak cucunya dan keberkahan untuk kita semua. Bacaan do’a tersebut sebagai berikut:

اَللّهُمَّّ اجْعَلْنَا سَالِمًا فِى دِيْنِنَا وَجَسَدِنَا وَقَلْبِنَا وَفِعْلِنَا وَقَوْلِنَا وَنِيَّتِنَا وَوُجْهَتِنَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ِ . وَاقْصُرْهُ عَنَّا وَعَنْ مَنْ أَحَبَّنَا قَصْرًا لاَيَخْطُرُلَهُ عَلَى بَالٍ . وَأَدْخِلْنَا فِى دَائِرَةِ وِقَايَتِكَ مِنْهُ الشَّاهِدَةِ لَهَا آَيَةٌ ( إِنَّ عِبَادِىْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ) فَاجْعَلْنَا يَا رَبِّ مِنْ عِبَادِكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ , وَجَنِّبْنَا الْهَوَى الْمُرْدِى , وَاجْعَلْنَا نُفُوْسَنَا فِى النُّفُوْسِ الْمُطْمَئِنَّةِ الرَّاضِيَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْكَامِلَةِ . يَا مُجِيْبَ الدَّاعِى وَيَا مُغِيْثَ الْمُسْتَغِيْثِ وَيَا رَاحِمَ الضَّعِيْفِ أَجِبْ دَعْوَاتِنَا وَعَجِّلْ بِقَضَاءِ حَاجَاتِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

(malfiali, 17 Oktober 2008)
by. malfiali - ponpesalfithrahgp.wordpress.com

Materi Pelajaran Menguak Dunia Jin & Khodam :

  1. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 1
  2. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 2 : Penampakan 
  3. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 3 : Penyakit Akibat Jin
  4. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 4 : Hikmah Aqiqoh
  5. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 5 : Benteng Diri
  6. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 6 : Penanggulangan Kesurupan
  7. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 7 : Penanggulangan Kesurupan 2
  8. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 8 : Penanggulangan Kesurupan 3
  9. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 9 : KHODAM
  10. Menguak Dunia Jin & Khodam seri 10 : BERBURU KHODAM