ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 13 Februari 2011

Aktifkan DNA Tuhan

Dalam setiap training-training motivasi, sering kita mendengar tentang “positive thinking”, “energi positif” atau jika kita berpikir bisa, maka kita pasti bisa !. Jadi sebenarnya benarkah pikiran bisa mempengaruhi keberhasilan? Hm…ternyata …that’s right…hasil riset secara ilmiah menunjukkan bahwa pikiran positif mempengaruhi nyalanya gen-gen positif yang mungkin gen-gen tersebut awalnya dalam keadaan dorman atau tidak aktif, yang tentu saja akan mempengaruhi mekanisme kerja tubuh kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Penjelasan lebih detail tentang hal ini bisa dibaca di dalam buku “The Divine Message of the DNA” karya Kazuo Murakami, Ph.D (ahli genetika Jepang terkemuka, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996).

sebuah buku yang sangat mengagumkan, menjelaskan bagaimana peranan dan fungsi sebuah gen dengan materi-materi dalam tubuh manusia yang menunjukan kekuasaan yang maha dahsyat diluar kemampuan manusia berdasarkan sebuah riset yang panjang yang dilakukan sang penulis.

Buku ini mengupas banyak tentang sistem materi dalam tubuh manusia. namun uniknya buku ini, juga menjelaskan bagaimana peranan lingkungan diluar materi manusia yang dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kerja sistem materi manusia. dibagian awal penulis menjelaskan tentang gen, dna, enzim, dll.

selain itu juga, sang penulis memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalamannya untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara materi dalam tubuh manusia dengan potensi-potensi manusia untuk menjadi sosok yang sukses dalam kehidupan.

Kazuo Murokami, peneliti dari jepang yang dengan luar biasa mampu menjelaskan hal-hal tersebut diatas dengan buah karya tulisannya ini, sehingga mampu diserap dengan mudah oleh pembaca.

Dengan membaca buku karya nya ini, kita akan mengerti bagaimana kerja materi dalam tubuh kita memiliki hubungan erat dengan materi diluar tubuh kita, yaitu lingkungan selam kita menjalani kehidupan. dan kita juga akan tersadarkan bahwa dalam diri setiap manusia memiliki potensi-potensi yang sangat mengagumkan yang dapat kita aktifasi sehingga menjadi sesuatu yang berguna bagi diri kita maupun orang lain.

Hasil karya ini menceritakan bagaimana penulis berkutat di tengah-tengah eksperimennya sehingga berhasil mencapai kesuksesan, ia mengungkapkan segala kesan yang ditemui seperti ketakjuban meneliti DNA yang begitu luar biasa hingga membawanya menuju perenungan-perenungan filosofis.

Buku ini berbicara tentang pengalaman-pengalaman dan pelajaran terdalam dari kekuatan manusia yang kerap terabaikan, sangat sarat dengan makna dan mampu membangunkan potensi yang selama ini jauh dari pikiran.

Berdasarkan penelitiannya, Murakami berkali-kali menekankan kalau manusia dilahirkan untuk membuat keajaiban, tergantung dari keinginannya untuk mengaktifkan gen-gen yang positif dan memadamkan gen-gen negatif. Manusia bisa menjadi lebih superior selama ia mau memanfaatkan potensi-potensi yang tersembunyi didalam gennya sendiri.

Lalu ? Bagaimana caranya mengaktifkan dan memadamkan gen ?

Dipaparkan pendapat seperti terus berfikir positif, mengambil sisi-sisi kebaikan dari setiap kejadian, merasa tergerak dan terinspirasi secara mendalam, melatih memberi dan memberi serta membiarkan diri terdesak terbukti mampu menyalakan gen-gen manusia yang memiliki potensi besar.

Lingkungan juga digolongkan sebagai faktor yang berpengaruh kuat, disaat seseorang berada dalam lingkungan yang penuh dengan kompetisi, gen-gen didalam diri yang tadinya berorientasi pada sifat-sifat malas mau tidak mau mesti berubah sesuai komunitasnya bila tidak ingin tersingkir dalam persaingan.

Banyak pelajaran bisa diambil dari buku ini, terutama pengetahuan tentang kecerdasan, intuisi, bakat dan kemampuan dasar manusia untuk memotivasi hidup agar lebih bermakna.

Jika mengacu pada referensi yang lainnya, boleh dikatakan setali tiga uang jika dibaca bersambung dengan Quantum Learning dan RE-Code Your Change Dna nya Rhenald Kasali yang membahas lebih mendalam tentang perubahan gen manusia.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol nyala padam saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Bakteri E. coli pada umumnya mengkonsumsi glukosa. Dalam lingkungan yang memiliki baik laktosa maupun glukosa, bakteri ini hanya akan memilih glukosa. Dalam eksperimen tersebut,bakteri ini sama sekali tidak bereaksi terhadap laktosa saat zat tersebut diberikan bersamaan dengan glukosa. Dalam langkah berikutnya mereka hanya diberi laktosa. Pada awalnya bakteri-bakteri tersebut tidak makan apapun, namun dalam waktu singkat, mereka mulai mengkonsumsi laktosa dan mulai berkembang biak.

Bagi seorang awam hal ini mungkin wajar, namun bagi ilmuwan ini adalah pencerahan. Dari eksperimen tersebut, Jacob dan Monod berharap dapat menentukan apakah kemampuan mencerna laktosa baru didapat setelah bakteri-bakteri tersebut mulai menerima laktosa atau sudah ada sejak awal. Setelah penyelidikan yang mendalam, mereka menyimpulkan bahwa kemampuan tersebut telah ada sejak awal dan bukan didapat belakangan. Dengan kata lain, bakteri E.coli paa dasarnya telah memiliki kemampuan untuk memproduksi enzim pengurai laktosa (lactase). Bila glukosa ditemukan alam lingkungan itu, maka gen yang memproduksi enzim tersebut pun dipadamkan, namun saat hanya laktosa yang tersedia maka bakteri tersebut harus mencernanya agar dapat bertahan hidup, dan gen tersebut diaktifkan. Maka ini bukanlah sebuah kemampuan yang sebelumnya tidak ada lalu muncul secara spontan, melainkan sebuah kemampuan yang memang sudah ada tetapi dalam keadaan dorman (padam).

Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita adalah sebuah penemuan yang revolusioner. Untuk menjelaskan fenomena ini, Jacob dan Monod mengajukan sebuah hipotesis bahwa ada gen struktural yang membentuk protein dan gen regulator yang menyalakan atau memadamkan gen tersebut, yang kemudian dikenal dengan teori operon….untuk lebih jelasnya silakan baca bukunya.

Jadi jangan jadikan bakat sebagai alasan untuk tidak menjadi apa yang kita mau. Siapa bilang penulis berangkat dari bakat, siapa bilang bicara di depan umum berangkat dari bakat, siapa bilang jadi politisi berangkat dari bakat, siapa bilang jadi pengusaha berangkat dari bakat. Jika kita mau, ternyata kita punya kesempatan yang sama untuk mengaktifkan gen-gen yang mungkin masih dorman, dan hanya kita sendiri yang mampu mengaktifkannya. Ingat !!! Allah memberi modal berupa potensi dan waktu yang sama untuk kita, yang membuat beda hasilnya adalah bagaimana kita mengelola modal itu. Terlepas apapun kekurangan kita sebagai manusia, ternyata Allah juga menciptakan kelebihan tertentu untuk kita, dan seperti kata Harun Yahya, tak ada satupun yang kebetulan di dunia ini, termasuk ketika Allah menciptakan setiap kita dengan keunikannya masing-masing. Selamat berjuang untuk menunjukkan siapa dirimu di hadapan dunia.