ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 19 Februari 2011

Meditasi ; Seni Mendengarkan Intuisi

Ketika sepuluh tahun lalu saya tertarik dengan meditasi, saya hanya berpikir bahwa dengan meditasi kita dapat memperoleh kemampuan linuwih. Dalam bayangan saya, mungkin saya bisa belajar terbang, atau kesaktian-kesaktian seperti di dongeng-dongeng pewayangan yang sering saya baca waktu itu.

Nyatanya, meditasi tidak semudah seperti yang ada didalam cerita pewayangan atau film-film kungfu. Pertama kali saya duduk diam, kaki saya sedemikian sakitnya sehingga saya tidak mampu untuk mempertahankan postur duduk meditasi untuk satu menit saja.

Tujuan pertama ingin kesaktian, tetapi yang didapat adalah kesakitan. Untungnya, waktu itu saya memiliki seorang guru yang menegur dan mengatakan 'kalau tidak bisa tenang berarti meditasi kamu salah'. Sejak saat itu saya mencoba untuk menahan rasa sakit duduk bersila dan berusaha untuk tetap tenang. Walaupun belum dapat duduk bermeditasi lama, cukup lumayan dapat menahan posisi meditasi selama 5 menit.

Kemudian, saya bertemu dengan seorang biksu dari Tibet yang mengajarkan pada saya untuk memperhatikan rasa sakit yang timbul dari posisi meditasi. Tanpa ada perlawanan dari diri untuk menghilangkan rasa sakit, pikiran saya menjadi tenang dan rasa sakit berangsur-angsur menghilang dengan sendirinya.

Melalui teknik yang diajarkan oleh biksu Tibet tersebut, saya mulai mengerti manfaat lain dari meditasi, yaitu melatih diri menjadi reseptif, menerima dan mendengarkan.

Dalam dunia bisnis, kemampuan mendengarkan dan merasakan sangat terasa efektifitasnya ketika kita sedang menghadapi calon pelanggan yang kita belum kenal sebelumnya. Dengan tenang dan waspada, kita mampu mendengarkan setiap kata yang terucap dari lawan bicara kita, menangkap maksudnya dan memberikan solusi yang tepat untuk dia.

Biasanya, seseorang tidak benar-benar mendengarkan lawan bicaranya, tetapi sibuk merencanakan apa yang akan dikatakan setelah lawan bicaranya selesai berbicara. Hal ini sangat disayangkan bukan, karena solusi yang ditawarkan bisa saja tidak tepat untuk calon pelanggan kita tersebut.

Bila para trainer yang ada mengajarkan bagaimana mengkomunikasikan pendapat dengan efektif dan tepat. Meditasi dapat menjadi latihan penyeimbang, sehingga apa yang dikomunikasikan dapat menjadi solusi yang tepat bagi calon pelanggan maupun lawan bicara.

Intinya, meditasi bukanlah sekedar duduk diam membisu, atau berkonsentrasi, tetapi merupakan latihan untuk membuat pikiran kita lebih reseptif dan mampu menyadari realitas. Singkat kata, meditasi adalah seni mendengarkan.

Mendengarkan Intuisi
Setiap orang bisa belajar bagaimana cara mengikuti intuisi, bahkan orang-orang terpelajar sekalipun. Dalam praktek penyembuhan saya, saya sering kali melatih pasien bagiamana menjadi lebih menyadari intuisinya. Pesan-pesan intuitif dapat datang dari berbagai sumber. Bisa saja datang dalam bentuk mengidam makanan tertentu, mereka bisa datang kepada kita melalui ucapan orang asing yang duduk di sebelah kita dalam bus kota, mereka bisa datang melalui mimpi kita, bisa merupakan gagasan yang muncul begitu saja dalam benak kita ketika sedang berdiri didepan bak cuci piring ketika sedang membersihkan perabotan masak, pesan juga bisa datang melalui bau tertentu yang terbawa angin. Pesan-pesan ini akan lebih sering datang kalau kita sudah belajar bagaimana mendengarkannya.

Ketika pertama kali seseorang menyadari pesan-pesan intuitif, rasanya malah terganggu karena tidak mengerti pentingnya atau bahkan tidak pentingnya pesan itu. Sejujurnya, kadang-kadang kita sekedar tidak memahami sepenuhnya apa arti pesan intuitif itu. Ini akan benar-benar membuat frustasi ketika kita menerima pesan, tetapi tidak memperoleh alasan yang logis yang menyertainya. Sangat penting bagi Anda mengetahui alasan di balik pesan yang Anda terima, berupayalah agar tidak terhambat oleh keingin tahuan. Biarkan dia berlalu. Pertimbangkan yang berikut ini, penjelasan akan datang bersamaan dengan pesan intuitif berdasarkan apa yang perlu Anda ketahui. Sebagai contoh; mungkin suara batin Anda mengatakan kalau sebaiknya anda makan alpukat. Anda mau memakannya, tetapi Anda bertanya-tanya “mengapa alpukat?”

Mungkin kemudian Anda mencari tahu apa manfaat alpukat sebagai nutrisi, tetapi alasan mengapa Anda diberi pesan agar memakan alpukat sama sekali tidak ada hubungannya dengan nutrisi. Ini untuk membuat Anda hari itu pergi ke pasar, ketika di sana, Anda bertabrakan dengan tetangga Anda dahulu, yang kemudian memperkenalkan seorang wanita kepada Anda, yang kemudian menjadi pasangan Anda! Anda lihat di sini tidak menjadi masalah Anda memakan alpukat atau tidak tetapi mungkin kemudian di pesta pernikahan, Anda akan menghidangkan jus alpukat sebagai kenangan romantis.

Ketika pertama kali belajar menerima pesan intuitif, Anda akan merasa seolah-olah mereka dikirimkan seperti kucing dalam karung, saya pikir, terus terang diperlukan evaluasi yang jujur.

Tetapi masalahnya adalah: dengan mengikuti firasat sehari-hari, Anda sebenarnya sedang melakukan “test drive”, sebenarnya Anda sedang mengasah kemampuan mendengar Anda.

Kemampuan ini akan benar-benar membantu ketika kelak pesan yang lebih besar dan lebih penting muncul kepermukaan, jadi perhatikanlah! Semua orang sebenarnya adalah penujum (psikik), tetapi beberapa di antaranya mempunyai otot psikik yang lemah. Belajar mendengarkan nada dialog batin Anda akan menguatkan otot ini. Ketika kita memilih untuk mengabaikan naluri mendasar kita, kita hanya akan menyakiti diri sendiri. Pengalaman saya menunjukkan bahwa semakin saya mengikuti alur intuisi saya, maka alur itu akan semakin jelas.

Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan
Mungkin Anda merasa saya membuat ini nampak demikian mudah dari pada yang sebenarnya, tetapi sesungguhnya sebagian besar dari kita merasa bahwa mendengarkan bimbingan batin kita lebih sulit dari yang sebenarnya, tak dapat dipungkiri, saya sendiri masih mengalami hal ini. Saya masih sering tergelincir pada pesan-pesan intuitif yang saya terima.

Bagaimana cara mendengarkan intuisi Anda?
Mungkin Anda berpikir bahwa mendengarkan intuisi lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan. Tetapi pada kenyataannya kebanyakan dari kita membuat ‘mendengarkan bimbingan’ lebih sulit dari yang sebenarnya. Di bawah ini adalah beberapa cara sederhana yang dapat Anda gunakan untuk dialog batin.

Inilah caranya:
  1. Matikan TV, radio, komputer ataupun tape Anda, ini akan mengistirahatkan pendengaran jasmani dan mengembangkan telinga batin Anda.
  2. Sediakan waktu setengah jam untuk hening dalam meditasi atau menenangkan diri.
  3. Sering-seringlah berada sendirian di alam.
  4. Perhatikan perubahan energi di dalam tubuh Anda, kalau ada rasa sakit, itu sebenarnya memberitahukan kalau ada yang tidak beres.
  5. Buat daftar mimpi.
  6. Setiap hari sediakan waktu untuk menjernihkan pikiran dari gangguan. Visualisasikan papan tulis di hapus, seringkali dengan melakukan latihan ini akan membantu.
  7. Pada sore hari selaraskan diri, dapatkah Anda “menerka” berapa banyak telpon yang akan Anda terima hari ini, Anda akan tercengang betapa akuratnya perkiraan Anda.
  8. Sediakan buku catatan khusus untuk menuliskan “kebetulan” yang Anda alami.
  9. Ikutilah suara hati Anda, bersiaplah untuk tercengang mengetahui ke mana dia membimbing kita.
  10. Perhatikan aroma di sekeliling Anda, emosi dan kenangan apa yang mereka campur adukkan?
  11. Mulailah memperhatikan “pertanda” yang memberikan sensasi tertentu pada tanggapan Anda.

TIPS:
  1. Berupayalah agar tidak terhambat oleh keingintahuan, pasrahlah…, pertimbangkan yang berikut ini, penjelasan akan datang dengan sendirinya bersamaan dengan pesan intuitif berdasarkan apa yang perlu Anda ketahui.
  2. Menggunakan indera keenam sama saja seperti melatih otot-otot, dia akan menjadi semakin kuat kalau Anda sering menggunakannya.
  3. Amatilah binatang piaraan Anda, mereka sangat sensitif pada energi psikik.