ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 18 Februari 2011

PRO KONTRA ISLAM DAN REIKI

Pro kontra apakah Reiki bertentangan dengan Islam atau tidak adalah hal wajar yang muncul ke permukaan kapan pun dan dimana pun. Dikotomi ini tak akan pernah hilang begitu saja. Yang jelas ketika manusia meyakini bahwa semua jalan menuju kebaikan tercipta atas ridho Allah, maka pada titik itu manusia bisa melihat bahwa Reiki tidak bertentangan dengan Islam, mengingat selama ini manfaat Reiki hanya untuk kebaikan.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Prof. DR. Dr. H.Asdie SpPD KEMD, guru besar Fakultas Kedokteran UGM yang aktif berdakwah, saat ditemui di rumahnya oleh tim buletin Waskita Reiki di kediamannya di bilangan Ring Road Utara Yogyakarta beberapa waktu lalu. "Bukankah selama ini manfaat Reiki hanya untuk kebaikan semata?" Pak Asdi mengakui jika selama ini masih ada pro dan kontra tentang Islam dan Reiki.

Itu adalah hal yang wajar. Dokter ahli penyakit dalam spesialisasi konsultan endokren metabolik dan diabetes yang juga saat ini menjadi Master Reiki di Yayasan Waskita Reiki mengatakan dengan merujuk Surat Yassin ayat 36 yang isinya, "Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan." Surat Yasin itu jelas menyuratkan bahwa di dunia ini semua hal serba berpasangan . Ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada laki-laki dan ada perempuan, ada pro dan tentu juga ada kotra. "Maka wajar jika masih ada pro kontra tentang metode penyembuhan ala Reiki dengan Islam," jelas Asdi lebih lanjut.

Yang layak dicermati adalah bukannya kita tenggelam ke dalam pro kontra itu sendiri, melainkan mencoba menelusuri kaitan positif antara Islam dan Reiki. Pria kelahiran Sumenep Madura tahun 1941 yang juga terus aktif berdakwah sebagai ustad di Yogjakarta menyatakan bahwa ada empat hal menuju kebaikan yang ada di jalan Allah. Pertama, Surat Muhammad Ayat 7 yang menyatakan bahwa barag siapa membantu Allah maka Allah membantu dan mengukuhkan. Kedua, Berdakwah dengan tujuan utama berdakwah adalah menghilangkan marah, iri, dengki. Dengan demikian orang mendapat ketenangan dalam hidup ini. Ketiga, Pasrah sebagaimana Surat Ali Imron ayat 159 yang mengajak manusia agar berserah diri kepada Allah. Keempat, adalah Sholawat sebagai satu-satunya jalan yang dapat membukakan pintu langit.

Jika satu hal itu saja dijalankan manusia Insya Allah dia akan mendapat kebaikan, ketenangan dan kedamaian di jalan Allah. Menurut Pak Asdi selama ini dalam praktek penyembuhan Reiki menjalankan tiga dari keempat hal di atas juga Bersholawat kepada Rasul Muhamad sebagai pelengkap doa sebelum melakukan penyaluran Reiki. Selanjutnya beliau juga menyatakan bahwa, "Penyembuhan massal adalah sebuah hikmah yang dikerjakan Reiki dalam menolong sesama. Di saat beaya pengobatan medis mahal, Reiki membantu sesama yang menderita sakit secara gratis. Bukankah ini berarti Reiki menjadi mitra Allah di bumi ini? Di saat meditasi pun ada tuntunan agar manusia menghilangkan sifat iri dengki dan sakit hati, dendam kesumat berkepanjangan di masa sebelumnya. Dengan menghilangkan sikap buruk itu berarti manusia berdakwah untuk memasuki jalan Allah yang penuh kedamaian."

Selanjutnya sikap pasrah saat menjalankan self healing maupun meditasi (muasabah) membawa manusia untuk selalu berserah diri kepada Allah kapan pun dalam hidup ini. Karena menurut Pak Asdi ini jika dihayati benar-benar tidak ada yang kontra antara Islam dan Reiki. Kendati sudah ada penjelasan bahwa Islam dan Reiki sedikitpun tidak memiliki kontradiksi, namun menurut Prof ini tetap memaklumi bahwa masih ada yang bersikap kontra bahkan melarang. "Mungkin saja kontradiksi ini muncul akibat perbedaan sudut pandang," jelasnya.

Menurut Prof. Asdi yang terus aktif berdakwah menyatakan bahwa beda antara Iman dan Musrik tipis sekali. "Sekedar contoh bahwa orang menjalankan Ibadah Sholat itu Iman. Tetapi kalau Sholat dikerjakan dengan hati dan pikiran tidak tertuju kepada Allah semata, bukankah itu syirik?" jelas Asdie lebih lanjut. Analogi lain adalah tindakan medis berupa tindakan operasi . Ketika orang tersebut meyakini bahwa dia sembuh berkat operasi , ini sama artinya dengan musrik. Yang benar dia sembuh oleh Allah melalui jalan operasi, apakah operasi cesar, bedah jantung dan sebagainya.

Demikian pula dengan Reiki. Ketika orang menyatakan diri sembuh karena Reiki, ini sama artinya dengan musrik. Orang harus sadar bahwa yang berhak menyembuhkan sakitnya adalah Allah melalui jalan Reiki. Karena beda antara iman dan musrik tipis maka di sinilah sering muncul keraguan orang terhadap Reiki. Demikian pula orang yang menyangka bahwa keyakinan tentang Islam akan goyah ketika mengikuti Reiki itu adalah salah besar. "Orang bisa saja menyangka bahwa Reki adalah sebuah agama, padahal kenyataan bukan." jelasnya lebih lanjut.

Pak Asdi lebih lanjut menegaskan agama dan ilmu agama itu sangat beda. Karena itu ia menekankan bahwa orang harus sadar bahwa Reiki bukan agama baru, tetapi dia ( Reiki ) adalah ilmu agama yang dilewatkan orang Tibet di Pegunungan Himalaya dan disebarluaskan oleh Reiki Master. Ilmu Agama itu bisa dipelajari oleh siapa saja sama seperti halnya ilmu-ilmu lain di dunia pendidikan. Sementara simbol Reiki sendiri yang biasa digunakan dalam Reiki bukanlah jimat, tetapi sebuah cara yang digunakan atas izin Allah.

Terakhir yang penting adalah Reiki memberikan manfaat yang positif. Dalam mendapatkan manfaat ini, paling penting adalah pasrah atau berserah diri kepada Allah dengan menghilangkan segala macam dengki dan sakit hati demi kedamaian diri dan orang lain. "Bukankah di mana Islam berada ditempat itu kedamaian tercipta?" ujarnya mengakhiri pembicaraan ini.

"Sekali lagi ditegaskan bahwa Reiki pada dasarnya adalah kegiatan mengakses energi alam semesta atau energi Ilahi (Reiki) untuk disalurkan kepada diri sendiri atau orang lain ( pasien ) yang membutuhkan, yang semua itu harus dilakukan dengan penuh kepasrahan...pasrah...pasrah. Pasrah yang diajarkan dalam Reiki juga sama seperti kepasrahan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang safatnya kepasrahan total," timpal Ustadz M. Maktub Wachkis dari Magelang yang juga menjadi praktisi Reiki setelah dirinya sembuh atas pertolongan Allah melalui Reiki. Pak Ustad ini sebelumnya sakit vertigo, maag akut, bronchitis asmatis dan rasa linu di kedua kaki yang membuat dia harus keluar masuk rumah sakit. Setelah mencoba terapi Reiki ada perubahan dalam fisiknya menuju kesembuhan, lalu beliau memutuskan untuk menjadi Praktisi Reiki. Saat ini beliau di samping berdakwah juga membantu sesama dalam penyembuhan metode Reiki. Nah, alangkah indahnya hidup ini bila kita saling menyayangi satu sama lain tanpa pamrih dan bersedia membantu sesama tanpa diminta.

Sumber tulisan: Teknik Penyembuhan Reiki Dalam Berbagai Pandangan.
Yang bersumber dari terang tak akan takut akan kegelapan. Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami.

Nb. 
Melihat dan menyadari tentang adanya pro kontra di atas. Maka Reiki Energi Kultivasi NAQS hadir untuk memberikan solusi bagi umat Islam, karena Essensi Reiki NAQS adalah bersumber dari Islam. Formulasi Reiki NAQS di rumuskan oleh Mas Edi Sugianto (Founder NAQS DNA) berumber dari tradisi spiritualisme Islam (Tasawuf & Tarekat). Dan lineage energinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan tradisi reiki jepang.

Selama ini Khasanah Islam sudah banyak mempunyai tradisi esoterisme semacam itu. Namun banyak yang masih ekslusive untuk kalangan terbatas atau hanya untuk umat Islam sendiri. Sedangkan Reiki NAQS bisa juga digunakan oleh semua golongan, tanpa memandang suku, agama, dan ras. Karena Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, dan reiki bukanlah agama juga bukan bagian dari pelajaran agama. Sehingga Reiki NAQS walaupun bersumber dari tradisi islam namun bisa dimanfaatkan dan diberikan kepada seluruh umat manusia.

Semoga dengan hadirnya Reiki NAQS, bisa memberikan sumbangsih yang besar untuk Kebahagiaan & Perdamaian umat manusia. Terima Kasih...
Semoga Seluruh Umat Manusia Damai & Berbahagia...