ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 03 Februari 2011

Puasa NAQS & Pengembangan Diri

Hakikat Puasa di dalam KCQ NAQS methode adalah sebagai wahana untuk melatih dan meningkatkan Power Pengendalian Diri (The Power of Control) serta sebagai wahana untuk memurnikan energi. Puasa di dalam KCQ NAQS bukanlah berdasar atas tuntunan agama, oleh karena itu janganlah dikaitkan dengan hukum agama. Puasa di sini hanyalah sekedar methode pelatihan pengembangan diri untuk menggembleng lahir bathin manusia.

Avatar adalah seorang pengendali 5 elemen dunia (air, api, udara, tanah, & logam). Semua methode pengembangan Sukses di dunia ini, selalu memulai pelajarannya dari pengembangan diri terlebih dahulu. Karena dengan Belajar mengendalikan kekuatan yang ada di dalam diri, maka kita akan dapat mengendalikan kekuatan-kekuatan yang ada di dunia.  Kita adalah khalifatullah fil ardli, dan hal itu bukanlah pemberian / karunia cuma-cuma. Harus dibeli dengan laku. Uang tidak berlaku di sini.

Khalifatullah artinya Insan Ilahiah yang mampu merepresentasikan sifat-sifat Allah di dalam dirinya  dan mampu untuk mengaktualisasikannya dalam kehidupan sebagai rohmatan lil alamin. Ikhlas adalah kondisi hati nurani yang bersih dari selain Allah. Artinya seluruh sumber energinya dan seluruh jalur energinya dipenuhi oleh energi Allah semata.

Uang dan harta tidak berlaku dalam pengembangan diri berbasis spiritualisme dan agama. Hakikat zakat, infak, & sedekah adalah mengajarkan manusia agar tidak terlekat dengan harta benda duniawi dan terbebas dari racun dunia.

Saat ini banyak orang menawarkan berbagai paket ilmu batin, ilmu kesaktian, ilmu ghaib, pelatihan energi metafisika dan reiki yang bersifat instan dengan imbalan sejumlah uang. Bahkan dalam perkembangannya sudah menjadi trend bisnis yang cukup menggiurkan. Tidak kalah dengan trend Multi Level Marketing yang saat ini juga menjamur di dunia. Ketahuilah, itu hanyalah ilmu kulit. Sama sekali tidak menyentuh esensi hakikat kehidupan atau hakikat dari ilmu ghaib dan spiritualisme, spektrum energi yang dapat di akses bersifat terbatas. Perubahan dan peningkatan diri yang diperoleh juga hanyalah sampai pada aspek mental saja, tidak mampu menembus stratum yang jauh lebih ke dalam lagi. Atau kalau tidak demikian, mereka menggunakan jalan pintas yaitu menggunakan Power dari Jin, yang dalam hal ini sebenarnya berdampak sangat merugikan bagi perkembangan energi pribadi serta spiritualitas dari orang tersebut. Demikianlah bila uang dan motif ekonomi yang berbicara, maka kehidupan abadi di akherat sudah tidak dihiraukan lagi.


Ada 5 macam puasa dlm pelatihan NAQS :
  1. Puasa Siang Hari, seperti puasa romadlon. Ini di ajarkan dalam ilmu pembuka.
  2. Puasa Tidur, melekan semalam. Ini diajarkan dalam ilmu pembuka.
  3. Puasa Nafas, ini diajarkan dalam latihan pernafasan bioenergi N...AQS ALAM.
  4. Puasa bilaruh, tidak memakan daging atau makanan dan minuman yang berasal dari hewan atau makhluk yang bernyawa. Ini untuk level master tingkat 2 ke atas.
  5. Puasa Burung, hanya makan buah dan sayur. Tanpa bumbu & garam. Ini utk level master tingkat 3 ke atas.
Inti dari dari pelatihan puasa di atas adalah untuk meningkatkan derajat spiritualitas manusia. Dari manusia yg berkesadaran jasmani hewaniyah menuju kesadaran spiritual insan Ilahiyah dalam menggapai derajat kesempurnaan jiwa atau insan kamil.

MANFAAT PUASA
Pengamat kesehatan Medan, dr Faisal Habib mengatakan, berpuasa dapat meremajakan sel-sel tubuh dan bagi orang yang melaksanakannya. “Pentingnya puasa bagi tubuh yakni dapat membantu badan dan mengatur metabolisme dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh,” katanya di Medan, Rabu.

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin atau racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menambahkan, puasa juga dapat mengontrol dan mengurangi kadar kolesterol serta menurunkan kerja jantung untuk pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.

Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Dia menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit, karena berpuasa dapat membantu untuk mengobati.

Ustad Zulfahmi Ibnu, dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, ketika memberikan keterangan secara terpisah mengatakan, dengan puasa dapat membuat tubuh sehat secara jasmani dan rohani. “Dalam Islam, puasa bulan Ramadhan maupun puasa sunah di luar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih takwa dan lebih sabar dalam melatih keimanan,” katanya.

PUASA NAFAS : Meningkatkan Kinerja Sel & Metabolisme
Dengan penahanan nafas sambil bergerak menyebabkan keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) pada paru, berlanjut ke darah dan berakhir pada seluruh sel jaringan tubuh, terutama pada sel-sel otot yang aktif. Dengan demikian akan melatih dan merangsang seluruh sel tubuh melalui mekanisme hipoksia agar tetap tegar dalam menghadapi kemiskinan akan oksigen, tidak hanya sel-sel ototnya saja. Sel adalah satuan terkecil dari tubuh manusia. Secara biologis, kehidupan manusia tergantung pada kehidupan sel, dan kesehatan manusia juga tergantung pada kesehatan sel-selnya. Dengan tetap dapat bertahan tegar dalam kemiskinan oksigen, maka tentu saja fungsi sel-sel akan menjadi semakin baik dalam keadaan oksigen normal.

Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan sampai 10 hari asalkan masih dapat minum, sedangkan puasa yang biasa dilakukan berkisar 14-18 jam. Demikian pula sel-sel tubuh manusia dapat bertahan tanpa oksigen sekitar 5-8 menit. Dalam latihan Senam Pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim, sel-sel itu dipuasakan dari oksigen selama melakukan jurus yaitu 30-45 detik. Dengan demikian dari sudut Ilmu Faal dapat dikemukakan bahwa manipulasi oksigen yakni membuat sel-sel tubuh kekurangan akan oksigen adalah cara yang sangat fisiologis untuk merangsang sel-sel tubuh meningkatkan dirinya.

Normalnya fungsi sel-sel tubuh dan ketegaran serta ketahanannya dalam menghadapi berbagai keadaan yang kurang menguntungkan merupakan wujud dari derajat kesehatan dan kemampuan fungsionalnya yang lebih tinggi dari tubuh secara keseluruhan. Dengan demikian maka ditinjau dari sudut Fisiologi, senam pernafasan Bioenergi NAQS Alif Lam Mim menghasilkan ketegaran, ketangguhan dan vitalitas sel-sel tubuh yang diperoleh melalui latihan hipoksia anaerobik. Latihan dengan mekanisme hipoksia anaerobik membuat sel-sel tubuh memjadi pandai dan efisien menggunakan oksigen, yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel, serta merupakan cara yang sangat fisiologis pula dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya. Pada olah raga kesehatan umumnya adalah latihan untuk membuat sel-sel tubuh mudah dan banyak dapat memperoleh oksigen. Bila kedua latihan tersebut digabungkan, maka manfaatnya bagi kesehatan dan kemampuan fungsional jelas sangat besar. Yang satu pandai mencari oksigen, yang satu lagi pintar dan efisien menggunakan oksigen.

PENGENDALIAN ,  KESUKSESAN, & KESADARAN DIRI.
Dalam serial animasi televisi berjudul Avatar: The Legend of Aang, Pengendalian unsur merupakan suatu bentuk ilmu magic fiktif, dimana orang tertentu mampu mengendalikan dan memanipulasi suatu unsur. Dalam cerita, empat unsur yang mampu dikendalikan adalah air, tanah, api, dan udara. Setiap elemen dihubungkan dengan jenis pengendalian tertentu: Pengendalian air, Pengendalian tanah, Pengendalian api, dan Pengendalian udara. Selain itu, setiap jurus pengendalian berdasarkan pada jenis ilmu bela diri yang berbeda-beda, dan setiap jenis pengendalian memiliki budayanya sendiri.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa usaha pengendalian diri dapat memperkuat kekuatan diri. “ Dalam satu sisi, ia bagaikan otot, yang semakin dilatih maka akan semakin kuat,” ujar Dr. Segerstrom. Kekuatan diri mempunyai nilai yang hampir sama dengan kekuatan otot dan sebagian orang memiliki kekuatan diri yang lebih besar dibandingkan yang lain. Dan walaupun kita dilahirkan dengan kemampuan pengendalian diri alami, kita mungkin dapat melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan diri, demikian yang dikatakan oleh Dr. Suzanne C. Segerstrom.

Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Yaa, Anda memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% pada diri Anda! Semakin Anda merasa mengendalikan setiap bagian hidup Anda, maka Anda menjadi semakin positif dan optimis. Semakin Anda menjadi positif dan optimis, maka Anda semakin mengaktifkan semua hukum dan prinsip mental dalam hidup Anda (yaitu apa yang Anda pikirkan dengan segenap perasaan emosi dan keyakinan penuh, pasti akan menjadi nyata), dan semakin banyak keberuntungan hidup yang akan Anda alami.

Prinsip Pengendalian adalah faktor penentu keberuntungan yang vital bagi kehidupan Anda. Prinsip ini berdasarkan penelitian psikologi bertahun-tahun, yang mengatakan bahwa Anda merasa positif tentang diri Anda sampai pada tingkatan dimana Anda merasa mengendalikan kehidupan Anda sendiri; Anda merasa negatif tentang diri sendiri sampai pada tingkatan dimana Anda merasa tidak mengendalikan atau Anda dikendalikan oleh kekuatan eksternal atau orang lain.

Semakin Anda merasa bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri Anda, maka semakin besar kekuatan pribadi yang Anda rasakan, dan Anda menjadi semakin bahagia, semakin positif, energik, dan penuh dengan sasaran tujuan hidup Anda. Anda menjadi tuan rumah atas takdir Anda sendiri.

Namun jika Anda merasa bahwa hidup Anda dikendalikan oleh faktor eksternal seperti Bos Anda, hutang-piutang, kesehatan, persahabatan, pendidikan dan semacamnya, maka Anda akan merasa lepas kendali, merasa cemas, marah, dan faktor negatif lainnya. Pada gilrannya, Anda akan menyerang dan menyalahkan orang lain untuk masalah Anda. Anda bisa menyalahkan orang-orang sukses dan iri dengan siapa pun yang lebih baik dari Anda.

Oleh karena itu, ingatlah selalu bahwa Titik Awal Sukses dan Kebahagiaan adalah saat Anda memegang kendali atas hidup Anda! Mulailah dari yang paling mendasar, yaitu meningkatkan kualitas Qalbu (Heartwave) dan Pola Fikir (Mind Set/Brainwave) anda. Mulailah dari dalam dan semakin bergerak keluar.

Sebenarnya kita akan kelihatan tolol bila terus menerus berusaha untuk menaklukkan dunia. Sebaliknya, kita akan terlihat lebih bijaksana apabila kita mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri atau penguasaan diri.

Dalam Hal ini ada dua buah cerita yang bisa saya sharingkan kepada anda semua tentang pentingnya kemampuan Pengendalian Diri ini.
Pertama, Anda tahu dengan Jenghis Khan? Ya, tentu Anda sudah tidak asing dengan sang panglima besar Mongolia pada jaman perang dahulu kala yang tersohor karena kemampuan perangnya.

Bayangkan, seorang panglima perang yang mampu mengalahkan ribuan musuh dan menjadi sangat terkenal, namun pada kenyataannya ia dikalahkan oleh musuh terbesar yang tidak terlihat kasat mata yaitu dirinya sendiri.

Ya…Sang panglima ini harus dikalahkan oleh dirinya sendiri karena telah membunuh sang rajawali setianya hanya karena sang rajawali menyambar pundi air minum secara tiba-tiba saat sang panglima sedang ingin minum dari air sungai yang diambil menggunakan pundi air minum tersebut. Karena hal ini dilakukan berulangkali oleh sang rajawali, akhirnya sang panglima pun tidak mampu mengendalikan kemarahannya lalu dibunuhnya sang rajawali setianya itu dengan sebilah pedang. Matilah sang rajawali itu dihadapannya.

Namun apa yang terjadi kemudian? Sesaat setelah membunuh sang rajawalinya, sang panglima pun berjalan menyusuri sungai hingga akhirnya sampai di mata air sungai tersebut. Betapa terkejutnya saat ingin mengambil air minum di mata air tersebut ternyata ada bangkai manusia yang telah membusuk. Akhirnya dia menjadi sadar bahwa rajawalinya tadi berusaha memberitahukan bahwa air sungai yang akan diminumnya telah tercemar oleh bangkai manusia.

Kedua, ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Amerika.
Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tersebut tenang kembali, dia baru sadar telah melukai anaknya sendiri dan dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.

Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Pengendalian diri atau Penguasaan diri ( Self Regulation ) merupakan satu aspek penting dalam kecerdasan emosi ( Emotional Quotient ). Aspek ini penting sekali dalam kehidupan manusia sebab musuh terbesar manusia bukan berada di luar dirinya, namun justru berada di dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, kemana pun seseorang pergi, maka orang tersebut selalu diikuti oleh “Musuh” nya.

Sekalipun terkadang banyak orang berdalih bahwa lingkungannyalah yang membuat tidak bisa berkembang atau lingkungannya pula yang membuat dia stress, namun jika dicermati lebih lanjut, kemungkinan besar aspek penguasaan diri inilah yang belum berkembang secara optimal. Itulah sebabnya, Jack Paar pernah bertutur bijak tentang dirinya sendiri, “Kalau menoleh ke belakang, kehidupan saya rupanya seperti jalan panjang penuh rintangan, dengan diri saya sebagai rintangan utamanya”.

Pengendalian diri atau penguasaan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Bahkan dalam sebuah kata bijak tertulis, “Siapa yang menguasai diri ibarat mengalahkan sebuah kota”. Diri yang kita bawa-bawa sekarang ini dapat menguasai kita atau kita yang menguasainya, dapat menjadi sahabat atau malah menjadi lawan. Tergantung pilihan kita menjalani hidup ini.

Saya yakin, tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa usaha, kerja keras, dan disiplin diri yang tinggi. Dan tidak ada kesuksesan yang bertahan lama tanpa dedikasi, profesionalisme dan integritas yang tinggi. Tapi percaya atau tidak percaya, penentu akhir dari semua kesuksesan ataupun setiap keputusan yang akan menghasilkan kesuksesan tersebut, bukanlah semua hal di atas. Penentu akhir dari kesuksesan adalah kemampuan untuk mengendalikan diri. Terdengar sederhana, terkesan mudah, tapi coba lakukan dengan refleks penuh, maka saya yakin kita semua sependapat, mengendalikan diri adalah hal tersulit.

Mengendalikan diri termasuk mengendalikan ego, mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan emosi, mengendalikan rasa iri, mengendalikan kemalasan, mengendalikan rasio, dan banyak lagi lainnya.

Mengendalikan diri juga termasuk tidak memikirkan keuntungan diri sendiri, tidak membeli sesuatu hanya karena kesenangan dan keinginan semata, tidak mengeluh dan marah – marah tak jelas saat segalanya berjalan buruk, tidak takut salah dan kalah, tidak mengundur – undur segala hal yang harus diselesaikan sekarang, tidak terlambat saat janji, tidak moody, dan lainnya.

Belum disebut semua saja, saya sudah menahan nafas karena rasanya di kepala saya terdengar suara..”itu semua kekurangan yg disebutin…., gue banget…” :)

Mengendalikan diri saya katakan sebagai hal tersulit, karena lawan yang dihadapi adalah diri sendiri. Apakah kita akan mampu mengalahkan semua ego dan sifat buruk yang mendegradasi kemampuan kita, atau justru terbawa arus yang akhirnya akan menghancurkan semua sikap positif yang telah di bangun bertahun – tahun.

Sebagaimana kita ketahui, memandang gajah di seberang sangatlah mudah, tapi memandang semut di pelupuk mata sangatlah sulit. Maka begitu juga yang terjadi, saat memandang dan mencari kesalahan orang lain adalah mudah, tapi melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri adalah sulit. Tanpa pengenalan kemampuan serta kekurangan diri yang benar, saya yakin kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri.

Biasanya pengendalian diri yang tersulit justru saat posisi kita sedang nyaman. Segalanya ada di tangan, dan semuanya hampir tercapai. Ibaratnya tinggal satu sentuhan terakhir. Mengapa? Karena cenderungnya saat segalanya berada dalam kendali kita, maka kita merasa berkuasa dan merasa semua yang kita putuskan akan menjadi benar. Dan ibaratnya sedang bermain Uno Sticko (betul tidak ya tulisannya?), satu langkah salah, maka semua susunan akan rubuh tak bersisa.

Tanpa pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada keputusan akhir yang bijaksana, taktis, dan sukses. Mungkin untuk lebih pastinya, tanpa membiasakan diri dengan pengendalian diri yang kuat, tidak akan ada refleks untuk membuat keputusan dan bertindak penuh kebijaksanaan, taktis, dan sukses.

Mengapa saya menggunakan kata ‘membiasakan diri’ sebelum ‘pengendalian diri’?
Karena sangat perlu untuk membiasakan diri untuk menciptakan refleks tersebut pada saat – saat yang menentukan. Sebagaimana kita ketahui, 90% saat yang menentukan, datang tiba – tiba dan tanpa aba – aba. Hanya satu kali, dan setelah itu berlalu, maka lewat dan selesailah sudah. Kita sukses atau gagal.

Kita semua juga tahu, tidak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Maka jauh lebih penting untuk mempersiapkan apa yang belum dan akan terjadi. Itulah di mana fungsi membiasakan untuk menciptakan refleks itu diperlukan.

Pengendalian diri tanpa membiasakan diri adalah sama seperti orang sakit flu yang pantang makan ice cream. Begitu sakitnya hilang, ia lupa, dan makan ice cream lagi banyak – banyak. Kesalahan yang sama memiliki tingkat persentase yang lebih tinggi untuk terulang kembali. Begitu juga dengan ketidaksuksesan dan kegagalan.

Sedangkan orang yang terbiasa mengendalikan diri adalah orang yang mengetahui takaran secara refleks kapan, di mana, dan seberapa banyak ice cream yang bolek ia nikmati. (Ia nikmati, bukan ia makan)Kesalahan dan ketidaksuksesan memiliki persentase yang sangat kecil hingga tidak mungkin, untuk bisa terulang lagi.

Dan satu yang pasti, percaya atau tidak percaya, dengan membiasakan untuk mengendalikan diri, maka kita telah mengerjakan separuh dari usaha, kerja keras, disiplin diri, dedikasi, profesionalisme, dan integritas diri yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan.

Tentu saja kesuksesan yang saya maksud adalah sukses dalam segala bidang termasuk usaha dan pekerjaan, hubungan antar manusia, dan yang paling berarti, yaitu: hidup.


“Orang yang tahu takkan lebih baik dari orang yang mengerti.
Orang yang mengerti takkan lebih baik dari orang menghayati.
Orang yang menghayati takkan lebih baik dari orang yang terbiasa.
Bisa karena terbiasa.
Dan terbiasa karena bisa.”

“Dengan terbiasa untuk mengendalikan diri, kamu ibarat seseorang yang terbiasa mengendarai kendaraan. Hanya perlu memikirkan hendak pergi ke mana, bukan sibuk memikirkan bagaimana cara mengendarai kendaraan yang kamu naiki.”