ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 09 Februari 2011

S3 & 7 Level Kecerdasan

Kali ini saya hadirkan sebuah artikel dari S3 atau Spiritual Sinergi Semesta. Mereka adalah senior kita dalam pelatihan Human Development. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

S3 , atau Spiritual Sinergi Semesta, adalah sebuah konsep pelatihan motivasi kesadaran, yang disarikan dari ayat-ayat qouliyah (firman Allah tersurat) dan ayat-ayat kauniyah (firman Allah tersirat di alam), yakni hukum-hukum yang berlaku di alam semesta, agar Anda semakin dekat dengan kesuksesan. Agar sukses yang Anda raih selalu bersama ridho Allah, maka kata “Spiritual” akan banyak mengajak Anda merenungi dengan bahagia beberapa ayat yang diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah.Penggunaan kata “Sinergi” dan “Semesta” pada S3 dimaknai bahwa seseorang akan bahagia hidupnya jika kita selalu sinergis bersama alam semesta yang ada di sekitar kita. Bersinergi dengan alam semesta berarti sebenarnya kita bersinergi pula dengan diri sendiri dan dengan Zat Dahsyat yang telah menciptakan alam semesta.

7 Level Kecerdasan
Menurut hemat saya, dalam alam semesta ini ada 7 level kecerdasan. Pertama kecerdasan Ilahi; kedua kecerdasan ruh; ketiga kecerdasan alam Semesta; keempat kecerdasan pikiran bawah sadar; kelima kecerdasan critical area ; keenam kecerdasan pikiran sadar; ketujuh kecerdasan ego. Dan ketujuh kecerdasan ini berpotensi dimiliki oleh manusia.

Manusia yang paling bertaqwa maka ia diberikan anugerah kecerdasan Ilahi oleh Allah Swt, sedangkan manusia yang paling kafir diberikan kecerdasan ego oleh Allah Swt, lebih buruk dari kecerdasan yang dimiliki oleh binatang ternak. Nah Sahabat Aktif, Kira-kira dimanakah kecerdasan Anda hari ini berada?

Pertama, apa yang dimaksud dengan kecerdasan Ilahi? Secara sederhana, kecerdasan Ilahi ini adalah ketika seorang hamba tidak lagi sedikitpun menuntut sesuatu dari Tuhannya kecuali hanya Ridho dari-Nya. Dia tidak lagi bermain di titik hasrat dan keinginan. Ia pun tidak bermain di pikiran sadar ataupun pikiran bawah sadar. Ia pun tidak menggunakan teknik alam semesta (sunnatullah) untuk berdekat-dekatan dengan Allah SWT atau untuk memenuhi berbagai hasratnya yang tersembunyi. Ia hanya membutuhkan Allah, dan ia mampu menatap wajah Allah SWT dalam masa hidupnya. Dan keberadaan kecerdasan Ilahi ini telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Saw ketika peristiwa Isro’ Mi’rajnya. Dimana malaikat pun tak sanggup menemani Nabi Saw untuk bertemu langsung dengan Allah Swt. Wah, menurut hemat saya, kecerdasan Ilahi ini hanya bisa dimiliki oleh para Nabi yang khusus, contohnya baginda Rasulullah SAW. Tapi mungkin Anda berpendapat lain? Ya silakan saja.

Kedua, apa yang dimaksud dengan kecerdasan ruh? Kecerdasan ruh adalah kecerdasan Ilahi yang diberikan kepada manusia selain Rasulullah SAW. Kecerdasan ruh bisa diberikan kepada wali-wali-Nya atau diberikan kepada orang-orang yang beriman yang mencintai amalan-amalan yang sunnah karena Allah SWT.

“Dari Abu Hurairah radhiAllohu ‘anhu ia berkata: telah bersabda Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya All a h telah berfirman: Barangsiapa yang memusuhi Waliku maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya, dan tidaklah seorang hamba - Ku mendekatkan diri kepada - Ku dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hamba - Ku mendekatkan diri kepada - Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya jadilah aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, dan sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan sebagai tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta (sesuatu) kepada-Ku pasti Aku akan memberinya, dan jika ia memohon perlindungan dari-Ku pasti Aku akan melindunginya”. (Hadist Qudsi Riwayat Imam Bukhori)

Inilah sebuah kecerdasan yang langsung ditupkan oleh Allah Swt kepada para hamba-Nya yang beriman mantap. Dan Kecerdasan ini tak mungkin didapat oleh orang yang sekedar ahli fikir dan ahli metafisik tanpa pernah mengikuti jejak Rasulullah Saw yang telah memberikan berbagai contoh amalan wajib dan sunnah. Kecerdasan ruh ini tidak mungkin diberikan oleh Allah kepada orang yang ahli meditasi tapi tidak mencintai amalan-amalan sunnah. Pun termasuk bukan sekedar melaksanakan amalan-amalan sunnah tapi hingga mencintai amalan-amalan sunnah yang ia kerjakan itu karena Allah Swt.

Ketiga, apa yang dimaksud dengan kecerdasan alam semesta? Kecerdasan alam semesta ini berpijak pada konsep S unnatullah dimana hukum-hukum alam yang universal berlaku untuk semua individu yang ada di alam semesta ini. Bagi siapa pun yang dapat memahami rahasia hukum alam ini, maka insya Allah hidupnya akan mencapai kesuksesan di dunia. Contoh penggunaan hukum alam adalah pada Hukum Kekekalan Energi (HKE), yang menghasilkan istilah Epos (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif). Untuk masalah hukum alam ini, Anda dapat membacanya lebih lanjut di buku “Kubik Leadership”, “Quantum Ikhlas”, “Spiritual Sinergi Semesta”, “The Secret” atau yang lainnya.

Keempat, apa yang dimaksud dengan kecerdasan bawah sadar? Kecerdasan bawah sadar adalah kecerdasan yang lahir melalui pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah gudang informasi yang tersusun secara otomatis rapi sebagai karunia-Nya yang mana informasi ini berasal dari lingkungannya. Pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan yang luar biasa, karena ia mampu menampung semua informasi, kenangan dan memori yang pernah diserapnya sejak lahir dahulu hingga hari ini. Ketika pikiran sadar telah melupakan kenangan itu, tapi pikiran bawah sadar masih mampu mengingatnya dan mengenangnya. Maka saya suka menyebut pikiran bawah sadar ini sebagai “gudang kenangan”. Ketika Anda tidur dan Anda bermimpi, maka kemungkinan besar mimpi itu berasal dari kenangan yang timbul kembali melalui pikiran bawah sadar Anda. Kenangan ini bisa menjadi penolong tapi lebih sering menjadi perusak. Mengapa demikian? Karena kenangan yang dominan mudah muncul melalui pikiran bawah sadar adalah kenangan yang berisi emosi yang tinggi, dan biasanya emosi yang tinggi identik dengan emosi negatif, sehingga orang yang menggunakan kecerdasan bawah sadar akan mudah terperangkap dengan berbagai emosi negatif lainnya. Sebetulnya, yang Anda butuhkan adalah kenangan yang beremosi rendah, atau kalau perlu kenangan yang beremosi netral, tidak menyakitkan dan tidak pula membanggakan, sehingga keputusan yang Anda ambil kelak akan lebih mudah berada dalam bimbingan-Nya.

Kelima, apakah yang dimaksud dengan kecerdasan critical area? Critical area atau juga sering disebut sebagai SAR (Sistem Aktivasi Retikular) adalah sebuah pintu masuknya informasi baru dari pikiran sadar menuju pikiran bawah sadar, atau masuknya informasi lama (kenangan) dari pikiran bawah sadar menuju pikiran sadar. Jika pintunya terbuka maka akan mudah masuknya, dan jika pintunya tertutup maka akan susah masuknya. Dan terbuka atau tertutupnya pintu SAR sangat tergantung dari rasa keberterimaan atau rasa berserah dari jiwa orang yang diamanahi SAR tersebut. Allah Swt adalah Zat yang paling berhak membuka dan menutup pintu SAR. Jika seorang hamba berserah pada Allah Swt sepenuhnya, maka pintu SARnya akan dibuka-tutupkan oleh Allah sesuai dengan keperluan. SAR yang selalu tertutup ibarat kita memiliki Qolbu yang mati, dan SAR yang selalu terbuka pun akan membuat hidup kita menjadi tidak memiliki pendirian yang jelas, hilanglah ketegasan. Itu sebabnya, kecerdasan Critical Area ini sangat bergantung dari tingkat keberserahan diri seseorang dan kepada siapa dia menyerahkan dirinya, dengan kata lain, kepada siapakah dia ber-Tuhan.

Keenam, apakah yang dimaksud dengan kecerdasan pikiran sadar? Kecerdasan pikiran sadar adalah kecerdasan manusia ketika menggunakan otaknya secara lebih utuh dengan memarjinalkan fungsi hatinya atau bawah sadarnya. Kecerdasan pikiran sadar identik dengan kecerdasan logika. Pikiran sadar ini memang kadang agak lancang, hampir saja ia mengambil alih semua keputusan yang ada dari setiap masalah. Pikiran sadar ibarat s triker dalam tim sepak bola. Pikiran sadar mengambil keputusan akhir dari semua informasi yang diterimanya. Namun demikian, sebagai striker , dia sering mengalami stress jika tidak ditopang oleh suplai bola informasi yang tepat. Dia seringkali gagal mencetak gol, padahal kesempatannya begitu banyak. Dia bingung harus berada di posisi yang mana agar ia pas positioning -nya tatkala menerima umpan, sehingga ia cukup tinggal bergerak sedikit saja untuk menggolkan bola ke jala gawang lawan. Pikiran sadar yang berprofesi sebagai s triker tunggal ini, seringkali turun ke belakang untuk menjemput bola. Alih-alih mencetak gol, eh dia malah merecoki pikiran bawah sadar. Wah, tidak mudah ya. Itu sebabnya, kecerdasan pikiran sadar ini sangatlah minimal jika tidak ditopang oleh berbagai kecerdasan yang ada di belakangnya, tapi yang mengherankan adalah ia begitu mudah untuk sombong ketika berhasil mencetak gol, walaupun baru satu gol saja. “Untung ada saya”, begitu katanya.

Ketujuh, apakah yang dimaksud dengan kecerdasan ego? Kecerdasan ego adalah kecerdasan level terendah bahkan lebih rendah dari binatang ternak. Kecerdasan ego hadir ketika ia sudah mulai mengabaikan kecerdasan tertinggi, yakni kecerdasan Ilahi hingga kecerdasan pikiran sadar. Ia hanya berimam kepada egonya yang disupiri oleh iblis laknatullah.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. M ereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. 7:179)

Wallahu alam
by. cahaya-semesta.com