ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 07 Maret 2011

Perisai Hati

Radar Perbuatan
Pernahkah kita sejenak merenung…bahwa didalam diri ini terdapat sesuatu yang selalu memberi tahu pada kita bahwa yang kita perbuat itu benar atau salah ??? Pernahakah kita mencoba berpikir tiba-tiba kita merasakan perasaan gelisah, resah, senang, bahagia dalam hidup ini ???

Ternyata semua itu dikerjakan oleh ‘hati‘. Sebuah maha karya Sang Pencipta..yang menciptakan manusia begitu sempurna. Selain melengkapinya dengan akal pikiran, manusia diciptakan Allah dengan perlengkapan ‘tempur’ yang memiliki fungsi memindai, menscan setiap amal perbuatan…, ya itulah qolbu atau hati.

Hati bagai sebuah perlengkapan ‘tempur’, ia akan memberitahukan pada pemiliknya bahwa apa yang ia lakukan itu salah dengan memberikan sinyal rasa kegelisahan, keresahan, kegalauan…sehingga sang pemilik hati itu waspada dan segera merubah strategi agar memperbaiki sehingga rasa itu teratasi. Ia akan akan memberikan sinyal rasa senang, bahagia, tentram dan damai pada pemiliknya sehingga pemiliknya itu tahu bahwa strateginya sudah tepat.

Teringat sabda Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalallam, “Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging, yang apabila daging itu baik maka baik pula seluruh anggota badannya, sebaliknya apabila daging itu rusak maka kotor dan rusak pula anggota badannya. Dan daging yang dimaksud adalah hati

Hati itu radar yang ajaib, ia akan memberi sinyal positif dan negatif, baik dan buruk. Apabila kita berbuat tidak baik atau dosa, apa yang kita rasakan ??? Kegelisahan, cemas, tertekan dan berdebar2 kan ???

Bersyukurlah jika demikian. Berarti hati kita belum mati, sehingga kita lebih waspada dan berhati-hati. Sinyal itu hadir dengan tujuan agar kita segera kembali pada Allah ketika kita berbuat dosa. Ingatlah karena Allah selalu memperhatikan dan tidak pernah meninggalkan kita. Allahu Akbar.

Radar Semesta
Perasaan-perasaan kita adalah suatu mekanisme umpan balik bagi kita mengenai apakah kita sedang berada di jalan yang benar atau tidak, apakah kita sedang berada di dalam jalur atau di luar jalur.

Ingatlah bahwa pikiran-pikiran Anda adalah penyebab utama dari segala sesuatu. Jadi, ketika Anda memikirkan sebuah pikiran secara terus-menerus, pikiran tersebut segera dikirim ke Semesta. Pikiran itu secara magnetis akan merekatkan diri ke frekuensi serupa, dan kemudian dalam hitungan detik mengirim nilai frekuensi itu kembali ke Anda melalui perasaan-perasaan Anda. Dengan kata lain, perasaan-perasaan Anda adalah komunikasi yang dikirim kembali ke Anda oleh Semesta, yang memberitahu frekuensi di mana Anda saat ini berada. Perasaan Anda adalah mekanisme umpan balik frekuensi Anda!

Ketika Anda merasakan perasaan-perasaan yang baik, perasaan itu adalah pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang baik”. Begitu pula ketika Anda merasa buruk, Anda menerima pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang buruk.”

Jadi, ketika Anda merasa buruk, ini adalah komunikasi dari Semesta yang berkata,
Peringatan! Ubah pikiran sekarang juga. Tercatat frekuensi negatif. Ubah frekuensi. Mulai menghitung mundur untuk perwujudan. Peringatan!

Lain kali, ketika Anda merasa buruk atau merasakan emosi negatif, dengarkan sinyal yang Anda terima dari Semesta. Pada saat itu juga Anda akan menghalangi kebaikan mendekati Anda karena Anda sedang berada di suatu frekuensi negatif. Ubahlah pikiran Anda dan pikirkan sesuatu yang baik. Ketika perasaan-perasaan yang baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya karena Anda sudah memindahkan diri ke suatu frekuensi yang baru, dan Semesta telah mengukuhkannya dengan perasaan yang lebih baik.

Ketika suatu permasalahan muncul, maka secara otomatis radar emosi atau fungsi otak limbik, otak emosional atau amydala akan merespon, tetapi respon itu seringkali tidak terkendali. Respon bisa bersifat positif atau bisa juga bersifat negatif. Tujuan dari pengendalian diri adalah menjaga agar posisi emosi selalu dalam posisi nol, atau pada posisi stabil. Hukum yang berlaku disini adalah rumus “aksi min reaksi”. Artinya, apabila rangsangan luar memberi energi +3, maka radar hati akan memberi respon (tanggapan) sebesar -3. Begitu juga sebaliknya, apabila ada tekanan (tarikan) sebesar -3, maka radar hati akan menanggapi sebesar +3. Tujuan mekanisme ini, agar radar emosi selalu tetap berada pada posisi netral, sehingga IQ dan SQ bisa bekerja secara optimal. Nol adalah lambing sebuah keadaan yang seimbang atau sebagai unsur keseimbangan.

SQ bekerja normal ketika emosi pada amygdale berada dalam pada posisi netral atau nol, ketika emosi berada pada posisi stabil (netral) atau nol, maka God Spot akan bekerja dengan baik. Jadi, ketika rangsangan terjadi, kita harus bekerja untuk membantu radar emosi agar tetap stabil suhunya. Karena pada umumnya, apabila ada rangsangan luar yang sebenarnya hanya -1, seringkali energi yang kita berikan tidak +1, dan besaran angkanya berlebihan (missal +10). Akibatnya, kelebihan energi -9. Kelebihan energi inilah yang kemudian merembet pada amygdale, sehingga menimbulkan kemarahan. Kemudian jika amygdale di tambah -9 lagi sehingga menjadi -18, maka energi negatif sebesar -18 ini langsung mendominasi dan membelenggu God Spot. Maka “sang minus 18” inilah yang kemudian memonopoli untuk mengambil alih komando. Ia, “si energi negatif ini”, memerintah otak untuk bertindak dengan tindakan yang negatif. Inilah mekanisme setan dalam keprofesionalannya bekerja mengganggu dan merusak spiritual manusia, agar senantiasa bertindak negatif dan membuat kerusakan di muka bumi, dengan cara yang paling efektif yaitu dengan “membutakan hati”.

Untuk mengatasi rangsangan agar kita senantiasa pada posisi normal, maka kita perlu mengidentifikasi jenis-jenis rangsangan emosi kita sekaligus obat penawarnya.

Inilah 6 Tablet Ampuh Pengubah Frekwensi Hati & Fikiran kembali ke Frekwensi Ilahi, 
antara lain :
  1. Marah, ucapkanlah Istigfhar, Astagfirullah.
  2. Kehilangan dan sedih, ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raa’jiuun.
  3. Bahagia, ucapkan Alhamdulillah.
  4. Kagum, ucapkan subhanallah.
  5. Takut, ucapkan Allahu Akbar.