ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 09 Maret 2011

The Ultimate Kundalini Presented by NAQS DNA

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiah; 13)

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (Q.S. 41:53)"

“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (Q.S. 48 : 23)”

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)."( QS. An Nisaa 4:174 )

"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."( QS. Al Maidah 5:16 )

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta."
[QS. Al- Fushshilat 41 ayat 30 & 31]

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS-Asy Syuura 42; 52)

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."(QS. An Nuur 24:35 )

" Dari Ibn Abbas ra berkata : Diantara Doa Nabi saw : "Wahai Allah jadikanlah pada hatiku cahaya, dan pada penglihatanku cahaya, dan pada pendengaranku cahaya, dan dikananku cahaya, dan dikiriku cahaya, dan diatasku cahaya, dan dibawahku cahaya, dan didepanku cahaya, dan dibelakangku cahaya, dan jadikan untukku cahaya". ( Shahih Al Bukhari )

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu."( QS. Al 'Ankabuut 29:43 )

CAHAYA
Dari ayat Al-Quran dan Hadits nabi di atas telah jelas sekali dengan apa yang dimaksud dengan CAHAYA, Cahaya adalah sebuah bentuk HAKIKI dari Kitab Al-Quran yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Cahaya ini Adalah Energi yang bersumber langsung dari Cahaya Ilahi Robbi.

Mengalirnya energi dari suatu sumber cahaya adalah dalam bentuk cahaya. Sebab itu cahaya disebut juga radiated energy. Dalam jargon fisika, cahaya-cahaya atau arus-arus energi dari seluruh sumber-sumber cahaya, dikatakan mengalir seperti 'jalannya' gelombang, dengan frekwensi tertentu masing-masing, melalui 'sungai-sungai' yang dalam konvensi ilmu fisika kesemua sungai-sungai ini disebut spektrum elektromagnetik.

Cahaya tertentu, tergantung dari mana cahaya itu bersumber, mengalir lewat 'sungai' tertentu yang diberi nama ‘frequency range’, sedangkan tinggi naik turunnya gelombang cahaya yang mengalir di sungai tersebut disebut 'frequency band'. Karena itu, electromagnetic spectrum didefinisikan sebagai jajaran cahaya (jajaran radiasi energi) yang urut-urutan jajarannya ditentukan oleh tingginya frekwensi (atau bisa juga, besarnya energi yang terkandung) dari masing-masing cahaya.

Cosmic Energy Neuro Atomic Quanta System Deo Nadi Adham (N-AQS DNA ) meliputi semua bidang energi di alam semesta yang berada pada level sub Atomic. Jika bola energi yang dapat diakses oleh metode Nur Atomic Quanta System (N-AQS) dihitung, maka akan mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.

Cosmic Energy Neuro Atomic Quanta System Deo Nadi Adham (N-AQS DNA ) adalah Kode Genetika Energi Ilahi Yang Diturunkan Allah di alam semesta sejak zaman Penciptaan alam semesta atau Blue Print Energi Ilahi di alam semesta. Allah berfirman, “Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. "(Q.S. 48 : 23)”

Kode Genetika Energi Ilahi adalah Cahaya/Nur Ilahi yang bisa di ibaratkan sebagai sebuah Software Program Kehidupan yang berisi kumpulan informasi dan instruksi untuk membentuk kehidupan manusia yang sempurna (Insan Kamil) atau Manusia Terang Cahaya. Sebagaimana Firman Allah, "(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, ".( QS. Al Hadiid 57:12 )

NAQS DNA adalah sebuah istilah yang saya cetuskan untuk menggambarkan dan mewakili Kode Energi yang saya warisi dari para guru sufi. Jadi kode energi ini hakikatnya sudah ada sejak zaman purba. Baik di alam semesta maupun berada di dalam DNA manusia. Hanya saja Kode DNA ini bersifat Dorman (Tidak Aktif). Untuk itulah diperlukan seorang Master Energi yang mewarisi Kunci Passwordnya untuk mengaktifkan Kode Energi ini. "Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki."( QS. An Nuur 24:35 )

Dan dalam hal Lineage Energi Cahaya Ilahi NAQS DNA ini, kami mewarisinya dari Rasulullah Muhammad SAW via para guru sufi.

KUNDALINI dan Lafadz Asma ALLAH ( الله ) DI TUBUH MANUSIA
Ada tiga buah jalur Ida Pinggala dan Sushumna, bentuknya seperti trisula anda lihat itu tulisan Allah ditulis pakai tulisan arab alif disebelah lam pertama menandakan jalur pinggala atau jalur panas atau jalur matahari lam yang kedua bersanding dgn Huruf Ha menandakan jalur dingin atau jalur ida atau jalur bulan yin dan yang bersatu menimbulkan batas tengah atau sushumna itulah Lafadz Asma ALLAH yg tertulis di tubuh manusia sebagai jalur mengalirnya ruh atau energy kundalini.

6666 chakra yang ada di tubuh manusia menyebar di seluruh tubuh manusia itu adalah bentuk utuh manusia sama dengan 6666 waktu pembentukan alam semesta, lalu di ringkas lagi menjadi 114 chakr aminor tempatnya juga di tubuh manusia, lalu di ringkas lagi menjadi 30 sifat atau bagian-bagian tubuh manusia, lalu diringkas lagi menjadi 7 chakra mayor tempatnya juga ada di tubuh manusia, lalu di ringkas lagi menjadi huruf ALLAH, Alif Lam Lam HA adalah 4 unsur yang ada di tubuh manusia yang di ikat dalam ikatan ghaib membentuk jalur trisula kalau anda melihat dan memahaminya ada ilmu menulis kalimah ALLAH di tubuh dengan mengucapkan kalimat Laaillaha illallah dan di tulis dengan cara khusus, agar tiga buah jalur dapat terbentuk sempurna dan di aliri dengan energy, Alif dan Lam adalah perwujudan nadi pinggala atau jalurpanas bagian kanan, Lam dan Ha adalah perwujudan jalur kiri atau jalurdingin manusia, dan lihat lagi ada tanda dobel atau tanda trisula diatas kalimah Allah itu melambangkan pembentukan jalur kundalini yang telah menyembur, Kalimah Allah diringkas lagi menjadi Alif, alif adalah hidup anda pernyataan kesatuan antara jasmani dan rohani yang satu adanya.

Alif pertama unsurnya api lam pertama unsurnya angin lam kedua unsurnya air Ha unsurnya tanah, 4 unsur bersatu bangkitlah ruh atau kundalini. Lafadz Asma ALLAH membentuk sistem jalur energy kundalini atau Energy Ruh atau Energy Atomik di tubuh manusia. (suhandono8.blogspot.com)

Frekwensi Nama Tuhan
"Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa'ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" - (Q.S Al-Israa': 110)

"Allah memiliki nama-nama yang baik, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu..." - (QS. Al-A'raaf : 180)


Sebenarnya Nama Tuhan Yang Maha Esa amat banyak. Jumlahnya tidak terbatas kepada bilangan 99 saja. Ada ratusan, bahkan ribuan, atau mungkin total jenderalnya tak terhitung. Namun sifat segenap Nama Ilahi terkandung di dalam Kesembilan-Puluh-Sembilan Nama Allah yang Indah, atau Al-Asma ul-Husna. Kita mewarisi yang ke-99 tersebut melalui sebuah hadis Nabi Muhammad saw.

Sekarang marilah kita meninjau Nama di atas secara lebih cermat. Menurut ajaran Sufi, pada ketika Yang Hak memutuskan untuk menciptakan alam semesta yang bersifat lahir dan kasatmata, maka Ia memulai dengan menunjukkan secara terpisah-pisah Sifat-Nya yang bertalian dengan Nama-Nama-Nya tersebut, ibarat berkas cahaya berpisah ke dalam sederetan bianglala bila menimpa kaca prisma. Saling interaksi warna bianglala itu menghasilkan berbagai-bagai rona baru, dan demikianlah proses penciptaan segala sesuatu—tiap makhluk atau bentuk merupakan titik fokus khusus, tempat berbagai nama dan Sifat Ilahi berkumpul-kumpul dan menyebabkan runtunan peristiwa yang menyebar sebagai akibat kodrati tindih-bertindihnya. Mungkin penjelasan proses ini oleh David Bohm, seorang ahli fisika ternama, dapat membuat rangkaian kejadian itu lebih mudah terpaham sebagai proses "penarikan dan penguraian simpul-simpul limpah-ruah yang menjejal memenuhi ruang dan waktu alam semesta."

Manusia merupakan makhluk yang paling inklusif. Dengan kata lain, manusia adalah makhluk yang serba komprehensif, yaitu ruang lingkupnya luas dan lengkap, sehingga ia mampu menjelmakan ke-99 Nama Ilahi, bukan hanya satu-dua. Tiap orang yang berhasil mewujudkan ke-99 Sifat Ilahi tersebut akan menjadi Kalifatullah di bumi.

Sehingga dengan demikian bisa dikatakan bahwa tiap nama punya Frekwensi Energinya masing-masing dan mempunyai karakternya masing-masing. Seseorang dapat mengkhususkan beresonansi diri kepada salah satu di antara nama Ilahi sebagai titik Fokus Meditasinya & Sumber Energi yang hendak di aksesnya. Tiap kali ia menyebutnya dalam berzikir/meditasi, Sifat nama itu akan lahir di dalam dirinya, karena pada titik itu Nama Ilahi sedang dikerahkan, dan Kekuatan-Nya terpusat di tempat itu juga.

Oleh karena itu, seseorang yang mengharapkan Kemurahan Tuhan akan menyebut berulang kali Nama Ar-Rahim, sedangkan dia yang mengharapkan Keadilan-Nya akan menyebut Nama Al-Adlu. Dengan demikian, Sifat Kerahiman atau Keadilan-Nya akan muncul di lokasi itu, tempat pezikir membaca berulang kali Nama yang bersangkuan. Itu bukan semacam magi atau sejenis itu, melainkan suatu proses penciptaan yang dikarenakan oleh sifat alam semesta sebagai sebuah Sunnatullah.

Segala isi alam semesta dapat dilihat sebagai proses penciptaan yang disusul oleh eksistensi selama periode tertentu dan kemudian berakhir dengan pemusnahannya. Bila Tuhan ber-Kehendak menciptakan sesuatu, maka mula-mula Ia mencetuskannya. Kemudian Dia merencanakan atau membentuknya ibarat seorang penemu ciptaan baru yang merancangnya dalam bentuk skema. Setelah dirancang, Ciptaan baru-Nya langsung dijadikan-Nya di alam kasatmata, dan kemudian, pada tiap tahap kejadiannya, produk baru itu dibentuk-Nya secara aktif sampai berjasad nyata. Jika produk baru itu bersifat Makhluk hidup, maka Ia menghidupkannya, melindunginya, memberi nafkah kepadanya seumur hidup, dan membantunya jika berkembang biak. Karena tiap awal juga mengandung akhirnya sendiri, maka Tuhan mengakhiri program kehidupan Makhluk-Nya tersebut kalau sudah sampai ajalnya.

Keistimewaan Nama Tuhan "Allah" ( الله  )
Kata "Allah" disebutkan lebih dari 2679 kali dalam Al-Qur'an.[1] Sedangkan kata "Tuhan" dalam bahasa Arab adalah Ilah (إله) disebut ulang sebanyak 111 kali dalam bentuk mufrod, ilahaini dalam bentuk tatsniyah 2 kali dan aalihah dalam bentuk jama' disebut ulang sebanyak 34 kali.

Beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata "Allah". Salah satunya mengatakan bahwa kata Allāh (الله) berasal dari gabungan dari kata al- (sang) dan ʾilāh (tuhan) sehingga berarti "Sang Tuhan". Namun teori ini menyalahi bahasa dan kaidah bahasa Arab. Bentuk ma'rifat (definitif) dari ilah adalah al-ilah, bukan Allah. Dengan demikian kata al-ilah dikenal dalam bahasa Arab. Penggunaan kata tersebut misalnya oleh Abul A'la al-Maududi dalam Mushthalahatul Arba'ah fil Qur'an (h. 13) dan Syaikh Abdul Qadir Syaibah Hamad dalam al-Adyan wal Furuq wal Dzahibul Mu'ashirah (h. 54).

Kedua penulis tersebut bukannya menggunakan kata Allah, melainkan al-ilah sebagai bentuk ma'rifat dari ilah. Dalam bahasa Arab pun dikenal kaidah, setiap isim (kata benda atau kata sifat) nakiroh (umum) yang mempunyai bentuk mutsanna (dua) dan jamak, maka isim ma'rifat kata itupun mempunyai bentuk mutsanna dan jamak. Hal ini tidak berlaku untuk kata Allah, kata ini tidak mempunyai bentuk ma'rifat mutsanna dan jamak. Sedangkan kata ilah mempunyai bentuk ma'rifat baik mutsanna (yaitu al-ilahani atau al-ilahaini) maupun jamak (yaitu al-alihah). Dengan demikian kata al-ilah dan Allah adalah dua kata yang berlainan.

Teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata bahasa Aram Alāhā. Cendekiawan muslim kadang-kadang menerjemahkan Allah menjadi "God" dalam bahasa Inggris. Namun demikian, sebagian yang lain mengatakan bahwa Allah tidak untuk diterjemahkan, dengan berargumen bahwa kata tersebut khusus dan agung sehingga mesti dijaga, tidak memiliki bentuk jamak dan gender (berbeda dengan God yang memiliki bentuk jamak Gods dan bentuk feminin Goddess dalam bahasa inggris). Isu ini menjadi penting dalam upaya penerjemahan Al Qur'an.

Dalam Islam, Allah adalah satu-satunya Tuhan (tanpa sekutu), Sang Pencipta, Hakim dari seluruh makhluk, Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Tuhan dari Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa, Dawud, Sulaiman, Isa dan Muhammad. Menurut F.E. Peters, " Al Qur'an menyatakan 29:46, Muslim mempercayai dan sejarawan menyetujui, bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan yang disembah Yahudi. Allah-nya Al Qur'an adalah Tuhan Sang Pencipta yang ada dalam kisah Ibrahim. Peters mengatakan bahwa Al Qur'an menggambarkan Allah lebih berkuasa dan jauh dibandingkan dengan Yahweh, dan juga merupakan Tuhan universal, tidak seperti Yahweh yang lebih dekat dengan bangsa Israel.

"katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".(QS. Al 'Ankabuut 29:46)

"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas : 1-4)

Berdasarkan keterangan : Allaahu ismun li dzaatil wajibul wujuud artinya : Allah itu adalah sebuah nama kepada yang pasti ada keberadaannya (eksistensi). Jadi jelaslah Allah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib untuk dilayani dengan sebenar-benarnya, karena berdasarkan keterangan: Allaahu ismun li dzaati ma'budi bi haqq artinya : Allaah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib dilayani (ma'budi) dengan sebenar-benarnya pelayanan (ibadah). (Source : id.wikipedia.org/wiki/Allah)

Dari penjelasan di atas, maka bila kita menempuh sebuah jalan spiritual untuk mencari eksistensi diri. Maka Frekwensi yang tepat untuk di gunakan adalah Nama Tuhan "ALLAH". Di dalamnya sudah terkandung Kode Genetika Energi Ilahi untuk meningkatkan spiritualitas manusia, dan termasuk di dalamnya menyempurnakan Kundalini manusia. Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu, Siapa yang mengenal JATI dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Namun beresonansi dengan Asma Allah dengan tujuan untuk  meningkatkan spiritualitas manusia tanpa menggunakan sebuah metode yang diwarisi dari Rasulullah via Guru Mursyid, maka hasil pencapaian Ruhaninya akan berbeda. Dalam sebuah hadits Nabi menyebutkan bahwa, "Al Ulama'u Warotsatul Anbiya'", Ulama' adalah pewaris para Nabi. Ini artinya bahwa para ulama' yang selama ini kita kenal adalah orang - orang yang telah mendapatkan kepercayaan Atau semacam lisensi dari Nabi untuk meneruskan ajaran Rasul. Dan dalam hal ini para ulama yang telah matang berkecimpung di dunia spiritual adalah para ulama Imam Tasawuf Tharekat yang biasa di sebut sebagai Guru Mursyid. Para guru Mursyid inilah para spesialis yang mewarisi Kitab Hakikat (Cahaya Nuurun 'Ala Nuurin) dari Rasulullah.

Berlatih saja terus dengan latihan Kultivasi anda, suatu saat pasti akan sampai pada Makrifatullah, karena anda berasal dari Tuhan maka akan kembali pada Tuhan, spiritual bukanlah sesuatu hal yang sia-sia, sekali saja anda terhubung dengan Tuhan, maka kapanpun juga anda akan tetap terhubung. Bangunlah sudah waktunya anda di bangunkan dari tidur anda yang terlalu panjang. Rasa tidak percaya anda yang jadi pendinding antara anda dan Tuhan anda, jadi hubungi Tuhan anda kapanpun juga, Tuhan anda menanti hubungan dari anda dan jangan menanti untuk dihubungi. Berinisiatiflah untuk menghubungiTuhan anda. Spiritual adalah sarana penghubung yang terbaik. Tinggikan pemancar anda agar gelombang yang diterima semakin baik. Murnikan dan sucikan vibrasi energi anda secara terus menerus dalam latihan kultivasi yang benar melalui seorang guru yang mewarisi Cahaya Ilahi dari Rasulullah. Perbagus energy anda secara kualitas dan kuantitas maka anda akan mengerti dengan sendirinya.

Metode spiritual yang diajarkan Islam adalah metode terbaru dan merupakan penyempurna dari metode sebelumnya. Oleh karena itu sangat disayangkan bila anda masih fanatik menggunakan sebuah software lama ketika sudah diterbitkan software terbaru dengan fitur yang lebih lengkap, lebih canggih, dan lebih mudah. Bukankah sejarah perkembangan komputer bisa dijadikan sebuah iktibar yang baik di dalam hal ini. Bagaimana bentuk komputer zaman dulu dibandingkan komputer zaman sekarang. Tingkat kenyamanan seperti apa yang anda harapkan ketika menggunakan komputer kuno untuk browsing internet umpamanya....... Ingatlah, umur manusia modern adalah sangat pendek. Apakah cukup waktu anda untuk menyempurnakan jiwa anda sebelum ajal menjemput....??

Demikianlah sekedar wacana dari kami, bukan niat kami menggurui maupun sok pintar. Niat kami hanyalah sekedar sharing berbagi ilmu pengetahuan dan pemahaman bagi kita semua. Semoga bermanfaat adanya... Terima kasih untuk anda yang telah meluangkan waktu membaca artikel saya ini. Semoga Allah meridloi kita semua...

Ilahi Anta Maqsudi Wa Ridloka Mathlubi...
Wassalamu 'alaikum wr. wb.

Mas Eddy Sugianto

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah "Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta." [QS. Al- Fushshilat 41 ayat 30 & 31]

"Orang-orang yang mengingati "ALLAH" sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata) : 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (Ali - Imran : 191)

"Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu dari kitab, dan dirikanlah solat kerana sesungguhnya solat itu dapat menghalangi manusia daripada keburukan dan kemungkaran dan sesungguhnya mengingati ALLAH (berzikir) lebih besar, dan ALLAH mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al - Ankabut : 45)