ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 14 April 2011

Fisika Kuantum

Pengertian Energy Quantum
Definisi Quantum, menurut Stephen Hawking, ahli fisika adalah suatu unit terkecil yang gelombangnya bisa memancarkan atau menyerap energi.

Pengertian bagi orang awam pada umumnya adalah kata Quantum berarti sebuah blok pembangun. Misalnya cahaya dibentuk oleh foton, listrik dari pelepasan elektron, dan gravitasi dari graviton dan semua bentuk energi lain, semua itu dibentuk dari quantum dan tidak bisa lagi diuraikan menjadi lebih kecil (quanta).

Benda-> Molekul->Atom-> Partikel->Quanta-> Energi Vibrasi.

Semua yang tampak dari sesuatu yangtidak tampak, semua yang bisa dilihat bersal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.
  • "Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar atom di bumi ataupun dilangit" (QS Tunus:61)
  • "Dialah Allah, yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dial ah Allah yang membuatnya menjadi tidak tampak" (Jalaluddin Rumi)

Di masa lalu ada seorang guru bijak yang selalu menyelenggarakan kuliahnya di bawah sebuah pohon yang tinggi dan besar menjulang ke langit. Dan suatu hari ketika kelas sepi, anak laki-laki dari guru itu bertanya pada ayahnya dari manakah langit, bumi, dan seluruh isinya berasal. Kemudian sang ayah memintanya mengambil satu buah yang sudah kering dan banyak terserak di bawah pohon besar itu, memintanya untuk membelahnya dan melihat isinya. Ketika anak itu menemukan sebuah biji kering di dalamnya, sang ayah memintanya untuk terus membelahnya hingga ia akhirnya menemukan bahwa bijinitu ternyata kosong, hampa, tidak berisi apa-apa. Sang ayah kemudian menjelaskan kepada anaknya bahwa seperti pohon raksasa yang sudah berusia ratusan tahun itu, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bermula dari sesuatu yang tidak ada, kosong, dan hampa.

“Semua yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tanpak. Semua yang bisa dilihat berawal dari sesuatu yang tidak bisa dilihat.”

Di dalam dunia ilmu fisika secara umum terdapat dua pandangan yaitu fisika klasik dan fisika kuantum. Ilmu fisika klasik atau sering disebut “Newtonian” yang memulai observasinya dari benda solid yang “bisa dilihat” sehari-hari, seperti jatuhnya buah apel hingga pergerakan planet. Kepastian hukum mekanisme “bola biliar” yang diadopsi ke dalam cara kerja mesin industri yang sudah berlaku selama beberapa ratus tahun ini berhasil mengantarkan Revolusi Industri. Namun, di akhir abad 19 ketika para ilmuwan mulai membuat peralatan untuk menginvestigasi benda-benda atau sangat kecil, mereka menemukan sesuatu yang membingungkan dimana ilmu fisika Newton tidak lagi mampu menjelaskan atau memprediksikan apa yang mereka temukan di laboratorium. Sejak itu, hingga kurun waktu seratus tahun ini, suatu penjelasan ilmiah yang baru lahir untuk menjelaskan tingkah laku benda atom yang sangat kecil dan “tidak bisa dilihat”itu. Dan penelitian ilmiah tersebut membuka tabir adanya kenyataan dunia yang benar-benar baru dikenal sebagai “mekanika kuantum, fisika kuantum, atau teori kuantum.” Ilmu fisika baru ini tidak hadir untuk menggeser ilmu fisika Newton yang masih berjalan baik untuk menjelaskan benda-benda yang cukup besar dan “terlihat”. Ilmu fisika kuantum justru sengaja dimaksudkan untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah kebendaan yang sangat kecil dan tidak mampu lagi digapai oleh “mata” fisika Newton yaitu dunia sub-atomic yang begitu kecil.

Para ahli fisika kuantum (quantum physics), yang paling popular diantaranya adalah Albert Einstein dan beberapa nama lain seperti Richard Feynman, Werner Heisenberg, Niels Bohr, David Bohm, Erwin Schrodinger, hingga Fred Alan Wolf, Amit Goswani, David Albert, dan banyak lagi. Para ilmuwan kuantum ini meneliti apa sebenarnya yang terjadi ketika sebuah benda dibelah terus-menerus hingga ke tingkat materi yang sangat kecil. Dan materi terkecil itu pun terus dibelah lagi dengan alat pemecah atom particle accelerator sampai tak terlihat hingga berubah menjadi energi yang terhalus. Dan selama bisa dilakukan, energi terhalus itu pun diusahakan untuk terus-menerus dibelah hingga akhirnya – seolah – lenyap menghilang.

Dari berbagai penelitian itu, ilmu fisika kuantum membawa berita baru seperti ini: bahwa di dunia energi terhalus yang “tak tampak” wujudnya berlaku hukum yang berbeda dengan dunia benda yang “tampak”. Yaitu hukum fisika kuantum yang unik dan agak “sulit dipercaya”, yang diantaranya:
  1. Di dunia kuantum sebenarnya tidak ada benda yang padat kecuali ruang hampa.
  2. Tingkah laku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya tergantung dari “niat” penelitinya.
  3. Berlakunya Hukum Ketidakpastian/Kesaling-tergantungan (uncertainty principle), hingga,.
  4. Hukum Non-Lokalitas yang menyatakan bahwa unsure terkecil dari semua benda itu sebenarnya ada disini dan di mana-mana sekaligus.

Lalu apa hubungannya semua hal itu dengan usaha kita untuk meraih sukses dan kebahagiaan? Sangat erat. Oleh karena untuk meraih kesuksesan lahir-batin dengan Teknologi Quantum Ikhlas kita akan menggunakan kekuatan pikiran dan perasaan yang merupakan “benda tak terlihat”, sehingga hukum fisika kuantum lah yang lebih pas untuk kita gunakan.

Seperti terigu yang menjadi bahan dasar semua jenis roti atau air yang menjadi bahan dasar semua jenis minuman. Ilmuwan fisika kuantum juga menjelaskan bahwa getaran-getaran energi terhalus yang dinamakan ‘quark, string, atau biasa disebut quanta’ yang “tak tampak” perwujudannya ternyata merupakan bahan baku dasar dari semua benda yang “tampak” wujudnya. Energi ‘quanta’ ini secara menyeluruh dan ‘built-in’ menyelimuti dan merasuki semua benda yang tampak maupun tak tampak. Quanta adalah “bahan baku” semua benda di alam semesta. Dan luar biasanya, ‘quanta’ bukanlah sebarang benda tetapi lebih merupakan vibrasi energi yang memiliki kecerdasan dan kesadaran hidup

Benda ->Molekul->Atom->Partikel-> Quanta->Energi Vibrasi
( Tampak / Fisika Newton ) (Tak Tampak/F.Kunatum)

Semua‘benda’ terbuat dari unsur quanta.

Benda padat merupakan kumpulan darimolekul. Sementara molekul itu berasal dari semua atom dan partikelnya. Dan partikel subatom yang sangat kecil berasal dari suatu energi alam vibrasiquanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel adalah “benda yang bisa dilihat”. Sementara quanta yang terdapat di alam energi adalah “vibrasi kuantum yang tak terlihat.” Kenyataan kuantum ini mengatakan: Anda bisa “mengatur” quanta suatu benda untuk mengubah benda itu dengan lebih cepat. Otomatis!

Segala sesuatu di seluruh semesta inimerupakan bagian dari energi quanta yang luar biasa cerdas ini. Semua orang, semua binatang, semua tumbuhan, semua bintang, semua planet, dan semuamikroorganisme, betapapun kecil ataupun besarnya terbuat dari energi ini. Semua benda yang anda lihat di sekitar anda seperti rumah, mobil, televisi, dan lain-lain, sebenarnya hanyalah merupakan susunan energi quanta yang tercipta oleh kerjanya (baca: keterbatasan) pikiran. Sebab, jika semua benda itu diinvestigasi dari dekat – dengan mikroskop nuklir misalnya – maka tampak jelas bahwa mereka tidaklah padat sama sekali, melainkan terdiri dari rongga-rongga yang berisigetaran energi quanta yang bergerak sedemikian cepatnya sehingga “terlihat” padat oleh indra penglihatan kita dan “terasa” padat oleh indra peraba kita.

Di level quanta semua benda sebenarnya menyatu dan tidak terpisah. Seperti terpisahnya udara di ruang tamu anda dengan udara di ruang makan atau kamar tidur anda. Masing-masing ruang “terlihat” berbeda tetapi sebenarnya terbuat dari udara yang sama. Seperti film yangtampak bergerak di layar sinema padahal sebenarnya merupakan kumpulan gambar tak bergerak yang dipaparkan secara cepat (24frame/detik) sehingga terlihat hidup. Inilah yang disebut ilusi atau kefanaan.

Seperti kata Einstein ini:
“Semua kenyataan yang terlihat sesungguhnya hanyalah ilusi, sebuah tipuan matayang sangat kuat dan sulit dihapuskan.”

by. ERBE SENTANU (QUANTUM IKHLAS)