ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 01 Mei 2011

Dahsyatnya Khasiat Minum Teh

Teh ditemukan 5.000 tahun lalu, saat seorang kaisar Cina sedang menikmati secangkir air putih hangat di tamannya. Betapa terkejutnya dia saat menemukan air yang hendak diminum kemasukan daun teh yang diterbangkan angin. Air itu menjadi terasa lebih nikmat dan menyegarkan.

Kaisar tersebut lalu menyuruh peneliti kerajaan untuk meneliti khasiat teh. Sejak itu, teh dikenal dunia sebagai minuman yang tidak hanya menyegarkan, tapi juga punya manfaat kesehatan.

Dan rupanya teh Indonesia berkhasiat lebih tinggi. "Karena kondisi cuaca dan alam Indonesia menjadikan teh yang ditanam di Indonesia mengandung polyphenol 30 persen lebih tinggi dibanding teh produksi lain," kata Alex Rumondor, GM Marketing Activation dan Public Relations PT Sinar Sosro, saat peresmian establishment teh dalam kemasan di Jakarta baru-baru ini.

Berdasarkan proses pembuatannya, teh dapat digolong­kan menjadi tiga jenis: teh hijau, teh oolong, dan teh hitam.

  1. Teh hijau adalah teh yang sama se­kali tidak melalui proses fermentasi. Setelah daunnya dipetik, ada 4 tahap­an yang dilewati, yaitu pelayuan, pen­dinginan, penggulangan daun, dan pengeringan. Hasilnya berupa gulung­an daun berbentuk bola-bola hijau ke­abu-abuan. Setelah diproses secara keseluruhan, enzim di dalam daun­nya tetap tersimpan dan tidak mengoksidasi. Bila diseduh, hasilnya menjadi hijau-kekuningan yang pucat dengan cita rasa yang khas. Teh hijau adalah teh yang paling popular di Cina dan Jepang.
  2. Teh oolong merupakan teh semi-fermentasi. Teh jenis ini a­dalah teh nomor satu di Taiwan. Setelah daunnya dipetik, dibiar­kan layu selama beberapa jam untuk menghilangkan kelembab­annya. Daunnya kemudian digiling dengan mesin untuk menge­luarkan airnya, diikuti proses fermentasi yang pendek sebelum dipanggang di oven. Setelah diproses, warna daunnya berubah menjadi seperti tembaga dan cita rasanya ringan, antara teh hijau dan teh hitam.
  3. Teh hitam adalah teh yang difermentasi. Teh jenis ini paling banyak diproduksi di India (jenis teh ini juga yang digemari di In­donesia). Daunnya dilayukan dan digulung seperti teh oolong. Tapi proses fermentasinya jauh lebih lama, sehingga enzimnya terbuang, dan menghasilkan minyak yang melapisi bagian luar daun. Lalu, daunnya dikeringkan. Kadang-kadang teh ini diberi lapisan gula, bahkan kadang ditambah warna, aroma dan cita rasa lain.

Manfaat Teh Bagi Kesehatan
Masyarakat pada umumnya belum banyak yang tahu fungsi teh itu apa aja bagi kesehatan tubuh kita, khasiat teh yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum adalah, minum teh ternyata juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membantu orang mengalahkan atau menjinakkan berbagai efek infeksi. Khasiat ini diketahui setelah sejumlah orang yang bukan peminum teh, disuguhi enam gelas teh hitam tiap hari. Setelah dua pekan, tubuh orang-orang tersebut terlihat lebih mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dari eksperimen di laboratorium diketahui, khasiat itu ada pada teh hitam, hijau, oolong dan pekoe, yang ternyata merangsang kemampuan sel sistem kekebalan untuk menjinakkan bakteri yang masuk ke tubuh. Dalam eksperimen itu sendiri digunakan ethylamine, yaitu zat yang dihasilkan oleh L-theanine, salah satu kandungan teh, saat L-theanine itu diurai dalam hati.

Menurut penelitian yang dilaporkan Proceedings of the National Academy of Science, ethylamine yang juga terdapat pada sayuran dan anggur diketahui pula menjinakkan patogen lain seperti parasit, virus, dan kemungkinan tumor.

Atas dasar temuan ini, Dr. Jack F. Bukowski dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School di Boston, Massachusetts, mengatakan akan banyak manfaatnya bagi orang yang ingin menyembuhkan penyakit untuk tidak lupa melengkapi menu mereka dengan minuman teh.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition melaporkan, teh bisa lebih meredam rasa haus dan memberi manfaat lain dibanding air putih. "Minum teh sebenarnya lebih baik dibanding minum air putih," kata Dr Carrie Ruxton, ahli gizi dan penulis utama studi tersebut, kepada BBC.

"Air pada dasarnya adalah menggantikan cairan. Teh menggantikan cairan dan mengandung antioksidan, sehingga punya dua hal yang terjadi untuk itu," kata Ruxton. Antioksidan--khususnya flavonoid--dapat mengurangi kerusakan pada sel-sel karena aktivitas sehari-hari. Karena itu, peneliti percaya senyawa tersebut dapat membantu menangkal serangan jantung dan beberapa jenis kanker.

Mereka menemukan bukti bahwa minum 3-4 cangkir teh sehari dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung. Beberapa studi menyatakan bahwa peminum teh terlindung dari kanker, meskipun efek ini kurang jelas. Manfaat kesehatan lain termasuk perlindungan terhadap plak gigi dan kerusakan gigi, serta menguatkan tulang.

British Nutrition Foundation merekomendasikan minum teh 1,5-2 liter sehari. Dan penelitian menunjukkan bahwa minum teh 1-6 cangkir sehari, termasuk teh hitam, dapat meningkatkan asupan antioksidan. Namun ada beberapa bukti bahwa teh dapat mencegah penyerapan zat besi dari makanan sehingga mereka yang berisiko anemia harus menghindari minum teh setelah makan.

Ada beberapa unsur penting di dalam teh, yaitu kafein, teofilin, teobromin, tanin, dan sejumlah vitamin B kompleks. Kafein merangsang pusat sistem saraf dan pernafasan, proses metabolisme, serta memberikan efek hangat pada tubuh. Meskipun begitu, karena jumlah kafein dalam teh hanya sepertiga dari jumlah dalam kopi, diperlukan waktu beberapa menit untuk merasakan efek kafeinnya.

Teofilin dan teobromin mempu­nyai efek yang sama seperti kafein, tapi lebih ringan. Kedua unsur ini membantu menenangkan otot. Se­mentara itu, tanin memberikan cita rasa. Teh sendiri tidak mengandung kalori. Tapi, tentu saja, bila ditambah­kan gula dan susu, setiap cangkirnya menjadi mengandung 40-50 kalori.

Polyphenol adalah zat yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta bisa menurunkan risiko penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, Alzheimer, dan kanker.

Jika ingin mendapatkan manfaat teh, menurut Rina Purwadi, pakar aromaterapi yang juga pencinta teh, yang harus diminum adalah teh dengan unsur daun teh terbesar. "Jadi bukan herbal tea, yang biasanya unsur tehnya lebih sedikit dengan banyak campuran bahan lain, seperti chamomile, atau herbal tea lainnya," kata dia.

Yang dimaksud Rina dengan teh asli adalah tiga jenis teh yang sebenarnya sudah dikenal masyarakat, yaitu teh hijau, teh oolong dan teh hitam. Ketiga jenis teh ini, menurut dia, punya kadar antioksidan yang cukup tinggi untuk menahan radikal bebas dalam tubuh. "Juga baik untuk menurunkan kolesterol," Rina menambahkan.

Bukan hanya seduhan teh yang baik untuk kebugaran. Secara tradisional, teh juga bermanfaat menjaga kesegaran kulit wajah, setelah diangin-anginkan semalaman. "Bahkan teh dalam kemasan kantong juga bisa dimanfaatkan untuk menyegarkan mata sebagai alat pengompres," kata Rina.

Teh juga sangat berkhasiat menjaga alat pencernaan. "Tapi hati-hati, karena kita tahu bahwa, kalau terkena diare, pertolongan pertamanya adalah minum teh hangat yang kental, maka sebaliknya jangan minum teh terlalu kental untuk mencegah sembelit," kata Rina.

Namun, untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, harus diketahui cara menyajikan teh yang benar. Teh harus diseduh sekitar tiga menit dengan kekentalan yang disesuaikan dengan selera. "Tapi ada baiknya minum teh juga harus dinikmati perlahan-lahan. Hirup aroma kesegarannya saat masih hangat," kata Rina. "Kalau perlu, sajikan tiga kali sehari dengan cangkir yang cantik untuk menambah kenikmatan minumnya."

Selain itu, perhatikan apakah teh tersebut masih layak minum atau sudah kedaluwarsa. "Untuk mengetahui apakah teh itu sudah tidak layak minum adalah rasa dan aromanya sudah berubah, lebih asam, dan pahit," kata Alex.
Sebenarnya, sebelum dicicipi pun, teh yang tak layak dikonsumsi sudah terlihat. Biasanya teh itu berwarna lebih gelap, keruh, dan ada busa. "Ini berarti mikroorganisme seperti bakteri sudah berkoloni."

Melipatgandakan Khasiat Teh
Cukup tambahkan perasan air jeruk ke dalam teh maka kandungan antioksidan pelawan penyakit dalam teh akan naik dua kali lipat.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food itu, para ilmuwan menemukan bahwa dengan menambahkan 2-3 sendok teh jeruk sitrus (lemon, jeruk limau, atau grapefruit) ke dalam secangkir teh hijau bisa meningkatkan stabilitas catechins (jenis antioksidan pencegah kanker, stroke, dan penyakit jantung) dalam jumlah yang cukup untuk dicerna hingga lima kali lipat.

Cathecins terdapat dalam hampir semua jenis teh, tetapi karena komponen ini tidak stabil dalam lingkungan yang non-asam, seperti dalam pencernaan, biasanya yang bisa diserap tubuh kurang dari 20 persen.

Berminat untuk mencobanya? Masukkan satu kantong teh celup ke dalam secangkir air mendidih selama 3-5 menit sebelum ditambahkan perasan air jeruk untuk memastikan naiknya kadar antioksidan.

Source : berbagai sumber