ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 03 Mei 2011

Memasuki Zona Quantum Diri

Assalamu 'alaikum...
Sukses Power = Dzikir + Fikir = Heartware + Brainware.
Anda tahu Rudal Nuklir. Hardwarenya adalah Bom nuke-nya dan softwarenya adalah Chip Komputer..?
Nah, Energi Bom Nuklir yg ada di dalam diri kita adalah Power dari Hati Nurani. Sedangkan Remote Control/alat pengendalinya adalah otak/pikiran anda. Jadi bila kita hanya memperbesar power Nuklirnya saja, tanpa pernah mahir menggunakan alat pengendalinya, maka bisa di ibaratkan memberikan pisau pada anak kecil, yang akibatnya bisa membahayakan jiwanya sendiri nantinya..

Oleh karena itulah, bila dalam NAQS DNA level 1, katub Zona Quantum Energi Qolbu anda telah di aktivasi. Dan anda sudah mulai diperkenalkan kemampuan-kemampuan dasar yang diperlukan untuk mengakses Zona Quantum Qolbu anda. Maka di level 2, kami akan lebih banyak mengupas dan memberikan pemahaman kepada anda tentang mekanisme kinerja Brain Power (Kekuatan Pikiran). Yang menjadikan anda seorang yang ahli dalam mengendalikan kekuatan & potensi yang ada di dalam diri anda secara utuh, hingga  tercapailah keseimbangan antara Hati & Otak kita menuju Zona Quantum Diri secara holistik.

Dzikir dalam Fikir
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. 3 Ali Imram : 190-191).

Program Apa yang Mengendalikan Perilaku Seseorang?
[tranceformasi.blogspot.com] Perumpamaan yang paling memadai untuk pikiran anda adalah komputer. Dan kurang lebih memang demikian: Pikiran anda seperti komputer. Ia bekerja karena ada program-program yang anda instalkan ke dalamnya. Ada sekian banyak program dan masing-masing bekerja independen dengan perintah-perintah tersendiri.

Dan, sebagaimana semua program komputer, pikiran anda mengandung banyak perintah yang memiliki fungsi spesifik untuk menjalankan perilaku tertentu. Ketika sebuah perintah dijalankan, ia akan menjalankan fungsi tersendiri yang terpisah dan otonom dari program-program lain. Dengan kata lain, pikiran anda menjalankan disosiasi.

Kemampuan untuk melakukan disosiasi (pemisahan) itulah yang memungkinkan anda mengerjakan beberapa hal sekaligus. Anda bisa mengepel lantai dan sekaligus mendengarkan radio. Anda bisa menyeterika dan pada saat yang sama menikmati tayangan televisi. Anda bisa menyopir mobil sambil merencanakan apa yang akan anda lakukan besok pagi. Karena program-program itu bekerja terpisah dan otonom satu sama lain, anda tidak harus berpikir keras tentang apa yang harus anda lakukan saat mengepel lantai. Anda bisa melakukannya secara otomatis sembari menjalankan program lain.

Komputer bisa tersendat atau hang ketika anda menjalankan program terlalu banyak pada satu kesempatan. Begitupun pikiran bisa menjadi hang ketika orang menjalankan program terlalu banyak pada satu kesempatan. Kita punya istilah “terlalu banyak pikiran” untuk orang-orang yang kehilangan fokus atau tampak linglung.

Karena itu, agar otak selalu bekerja sempurna, anda perlu menjalankan program yang tepat untuk menghadapi situasi apa pun dalam kehidupan anda. Persoalannya, apa yang disebut program yang tepat?

Setiap orang menginstalkan program-program ke dalam pikirannya sepanjang perjalanan hidup. Ketika anda menghadapi situasi keseharian, anda memberlakukan perintah tertentu dalam pikiran anda yang memungkinkan anda menghadapi situasi keseharian anda dengan tindakan yang memadai. Banyak program telah terinstal ke dalam pikiran anda dan dengan itu semua anda menjalani kehidupan anda.

Program-program ini masih akan terus bertambah, sebab setiap kali menghadapi situasi baru, pikiran anda akan menciptakan prosedur baru pada saat itu juga untuk memudahkan anda berhadapan dengan situasi tersebut. Prosedur baru ini mungkin anda ciptakan dengan mengkopi elemen-elemen dari prosedur lama, atau itu sama sekali baru. Program baru ini bisa tepat bisa melenceng.

Ambil contoh bagaimana seorang anak mengembangkan keengganan terhadap pelajaran matematika. Di kelas satu sampai empat SD, ia mungkin baik-baik saja. Program-programnya berjalan beres. Mulai kelas lima dan seterusnya ia menjalankan program untuk membenci matematika. Usut punya usut, rupanya ada sebuah kejadian tidak menyenangkan yang ia alami dengan guru matematikanya di kelas lima. Sejak itu ia mengembangkan perasaan tidak suka kepada guru tersebut, dan ia merasa tidak nyaman oleh kehadiran si guru. Akibatnya, nilai matematikanya memburuk dan selanjutnya ia mengembangkan kebencian terhadap pelajaran matematika, tidak peduli siapa pun guru yang mengajarkannya.

Begitulah, sebuah program baru terinstal karena situasi tertentu, dan program tersebut pelan-pelan menyingkirkan program lama. Si anak, yang sebelumnya tidak memiliki masalah dengan pelajaran matematika, setelah menginstal program baru tersebut menjadi anak yang membenci matematika. Dan dengan itu, ia semakin mengembangkan kesulitan untuk berurusan dengan matematika.

Dengan analogi itu, kita bisa mengatakan bahwa memasuki Zona Quantum Diri adalah sebuah upaya untuk membereskan program-program bervirus dalam pikiran seseorang. Mungkin bahkan menyingkirkan program yang merusak sehingga program-program lain yang lebih produktif bisa dijalankan secara optimum.