ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 05 Mei 2011

Menguak Rahasia Kekuatan Jimat & Pusaka

by. Ahmad Fatahillah
[fatsheringilmiah.blogspot.com]

Apakah anda memiliki jimat berupa akik? Berupa mutiara, rajah atau berupa keris sakti. Kalo anda memiliki jimat seperti itu, saya ucapkan selamat!. Tetapi, bagi anda yang tidak memiliki jimat apapun, saya juga ucapkan selamat untuk anda karena sebentar lagi anda akan menemukan kekuatan jimat sejati. Anda akan mengetahui rahasia kekuatannya. Untuk itu, ikutilah pembahasan berikut ini !

Dewasa ini, masih dalam masyarakat kita banyak orang percaya pada jimat (azimah), termasuk anda. Dalam pengertian umum, kata Jimat banyak yang mengatakan dari kata Azimah; dari bahasa Arab yang artinya “ketentuan”. Istilah ini juga biasa digunakan dalam ilmu fiqih azimah yang berarti ketentuan dari Allah swt yang sudah tertulis di dalam Al-quran dan al-hadist. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dapat dipakai untuk kata jimat.? Hal ini karena, kata azimat mengalami integralisasi makna dari sebuah ketentuan yang mengikat secara syar’i berubah menjadi hal yang identik memiliki kekuatan megis. Laik halnya Al-Quran, sebagian orang muslim mengatakan sebuah Azimah, karena diyakini, yang disertai dengan keimanan kepada Allah SWT juga, memiliki kekuatan luar biasa, karena Al-quran menjadi mu’jizat Muhammad SAW untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Pada saat ini, Al-quran secara proporsional masih menempati urutan pertama yang memegang kekuatan megis, terlepas dari yang meyakini atau yang tidak, karena di dalam Al-quran sendiri disebutkan dalam beberapa ayat yang menjelaskan Al-quran memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh benda-benda yang lain. Dan dapat mengalahkan kesaktian model apapun yang pernah di miliki oleh manusia. Serta kelebihan lainya yang belum diketahui banyak orang.

Kembali pada pembahasan soal Azimah. Dalam diskursus modern, kata azimah disamakan dengan “jimat”, yaitu sebuah benda tertentu yang diyakini menyimpan energi megis yang mampu untuk membantu para pemiliknya dalam memenuhi segala macam keperluan. Dalam hal ini, azimat diyakini memiliki kekuatan-kekuatan tertentu yang dapat dijadikan sarana yang unik untuk mewujudkan keinginan manusia. Seperti dapat mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan, serta beberapa keampuhan magic lainnya misalkan mendatangkan jodoh, rezeki melimpah, pelaris, benteng rumah, dsb.

Dalam bentuknya, azimah biasanya berupa batu ajaib, keris, rajah (kolaborasi dari beberapa huruf dan angka arab), sabuk, cincin, gelang, dan banyak sekali macam lainnya. Berikut adalah sebagian contoh bentuk jimat ;

Gb. Macam-macam jimat/benda bertuah
Tidak dapat dipungkiri lagi, kepercayaan masyarakat akan kehadiran sebuah jimat dalam kehidupan kita ini adalah warisan dari nenek moyang bangsa kita sejak ribuan tahun yang lalu. Dahulu kala banyak orang sakti membuat keris yang kemudian diberi kekuatan megic mesterius dan mengerikan. Keris semacam ini pada umunya memiliki umur panjang dari pada pemiliknya (red-si pembuat) serta menjadi pembicaraan umum dari masa ke masa, contohnya adalah kerisnya empu Gandring dan keris-keris yang lain.

Semua jimat yang memiliki kekuatan megic tersebut yang menarik perhatian sekaligus mengundang banyak pertanyaan mendasar adalah bagaimana hakikat kekuatan jimat itu, dari mana asalnya kekuatan yang ada tersebut, bagaimana cara memasukkannya ke dalam jimat, bagaimana pada dasarnya kekuatan jimat itu ada, dan yang paling urgen adalah apakah kekuatannya akan tetap bertahan atau bisa hilang.

Hakikat kekuatan mistic yang ada dalam segala macam jimat selama ini belum banyak yang mengetahuinya. Hanya sekedar meyakini bahwa benda-benda itu memiliki kekuatan megic dan mistic yang dapat membantu si pembuat dan pemiliknya untuk mendatangkan segala macam kebutuhan. Atau paling tidak, masyarakat percaya energi atau kekuatan mistik itu memang ada dalam sebuah benda hingga akhirnya dapat terlihat sakti dan sebagainya. Akan tetapi, masyarakat tidak pernah mencari informasi untuk mengetahui rahasia dasar dari kekuatan jimat-jimat itu. Misalkan, bagaimana ia bisa memiliki kekuatan gaib dan mistik seperti itu, kenapa bisa mendatangkan keberuntungan, mendatangkan jodoh, rezeki, menghindarkan dari balak, bahkan konon ada yang bisa menghilang dan muncul lagi. Bagaimana itu semua bisa terjadi? Rekayasakah atau memang benar ada dan patut dihargai.

Apabila kita bandingkan dengan pemahaman model islam yang berkembang selama ini, umat selalu diarahkan agar hanya meyakini bahwa di dalam beribadah, berdoa, menggapai cita-cita, mendatangkan kedamaian, keberuntungan dan menghindarkan dari balak, adalah Allah SWT. Dan apapun yang kita andalkan selain-Nya adalah kebohongan yang nyata. Meskipun itu pada beberapa kasus mengatakan bahwa dengan adanya sebuah jimat hanyalah dijadikan sarana untuk membantu, bukan untuk dipuja atau yang lain, akan tetapi tetap saja ia jimat yang dipercaya dapat menjadi perantara Allah swt untuk mendatangkan apa yang kita inginkan. Dan masyarakat kayaknya masih minim untuk memahami dasar seperti ini.

Di satu sisi yang lain, selama ini belum terdapat orang yang secara umum membeberkan rahasia kekuatannya. Para dukun tidak pernah memberitahukannya, (atau jangan-jangan mereka juga tidak tahu). Para Kyai dan ulama’ juga belum pernah memberitahukannya pula. Dan selama ini juga belum ada ilmuan atau tokoh intelektual yang menjelaskan. Jadi, mungkin Jawaban yang tepat untuk semua rahasianya adalah Wallahua’lam. Hanya Allah swt yang lebih mengetahui. Itu adalah jawaban yang benar dan singkat yang keluar dari mulut orang bodoh karena jauh dari mengkaji lebih jauh tentang semua rahasia yang terbentang di jagat ini. Jadi, singkatnya kita akan menelusuri jejak rahasia kekutan gaib dan mistik itu dengan akal kita. Kedengarannya mustahil tapi itulah yang akan kita lakukan saat ini. Ikuti pembahasannya dengan seksama!

Tulisan sederhana yang sedang anda baca ini akan mencoba menguraikan hakikat kekuatan jimat, namun sebelum dilanjutkan, seperti biasa kami hanyalah manusia yang jauh dari pengetahuan suci dan sejati, oleh karena itu tulisan yang menguraikan tentang rahasia kekuatan jimat ini belum tentu benar seratus persen, karena toh masih banyak rahasia yang terselubung dari jutaan lautan rahasia Ilahi yang maha luas ilmu-Nya. Disini, kami hanya mencoba membeberkannya sebatas yang kami ketahui dari pandangan ilmiah, psikologi, mistik dan tasawuf.

Tujuan dari penulisan ini adalah agar masyarakat dapat menghayati betul rahasia dari inti rahasia kekuatan jimat ini yang pada dasarnya adalah kembali pada Allah SWT. Dan, agar tidak mudah percaya dengan kekuatan-kekuatan jimat yang bakal malah menjerumuskan manusia ke lembah kemusyrikan, berdoa selain pada Allah SWT, percaya tidak pada Allah melainkan pada jimat yang merupakan makhluk lemah dan tidak memiliki kekuatan sama sekali, dsb.

Kebanyakan diri kita, biasanya, jika diberi jimat keberuntungan akan sangat senang sekali, tetapi tidak merasakan bahwa dibalik kesenangan kita itu terdapat benih-benih kemusyrikan yang samar dan jika tidak ditanggulangi segera dengan pemahaman yang memadai soal itu, maka bisa menjadikan percaya pada jimat yang akhirnya dapat menjebloskan manusia ke dalam kemusyrikan dan kekafiran. Na’udzubillah.

Ironisya, sekarang masih ada juga orang menjual jimat yang katanya dapat mendatangkan segala macam hajat, dan berhasil apa yang diimpikan. Dan kita sebagai orang awam, terkadang masih suka percaya. Padahal kalo boleh anda tahu, bahwa jimat yang dijual itu belum tentu sehebat yang kita pikirkan. Bisa saja Itu hanyalah bualan-bualan dari si penjual untuk meyakinkan pembeli agar dagangannya laku. Oleh karena itu, si penjual menggunakan trik yang dapat memicu psikologi pembeli agar percaya betul yang akhirnya terjadi transaksi.

Nah, dengan demikian untuk mengetahui rahasia ini lebih jauh, kita pikirkan bersama. Kekuatan jimat pada dasarnya dapat dilihat dari dua segi, pertama dari kekuatan yang ditimbulkan oleh pembuatnya dan yang kedua dari si pemiliknya (bukan pembuatnya). Dan satu-satunya faktor yang dapat merubah sebuah benda memiliki kekuatan magic adalah orangnya sendiri yang dapat dilihat dari pemilik sekaligus pembuatnya atau hanya sekedar dari pemiliknya tapi bukan si pembuatnya.

Kenapa orang (atau diri kita) merupakan faktor utama untuk menjadikan sebuah benda menjadi bertuah, hebat, ajaib, mistik dll. Ya, Karena memang dasar kekuatan jimat itu muncul dari jiwa manusia itu sendiri yang melalui proses transferisasi atau pemindahan kekuatan dari dalam diri manusia (dengan segenap kekuatan pikiran dan jiwanya) ke benda yang menjadi obyeknya yang kemudian banyak orang lain juga membuktikan keampuhannya yang akhirnya menjadilah apa yang dinamakan jimat. Dengan kata lain, kekuatan yang ada pada benda (jimat tsb) hanyalah imbas dari diri manusia itu sendiri. Lalu bagaimana dengan benda yang katanya ada penghuni jinnya itu? Seperti keris yang konon ada khadamnya atau akik yang juga begitu. Ini akan di bahas di bawah, untuk sementara kita bahas dasar-dasarnya terlebih dahulu. [Baca Seri Materi Pelajaran : Menguak Dunia Jin & Khodam]

Kembali pada pembahasan bahwa kekuatan jimat adalah imbas dari kekuatan yang berasal dari diri kita sendiri. Kenapa berfaham seperti ini, apakah ini Cuma ide-ide yang konyol, dan hanya bicara tanpa jluntrungnya? Saya katakan tidak akan tetapi Pemahaman seperti ini mudah saja untuk dijelaskan.

Pertama, kita ketahui dalam sains modern tentang pikiran dan otak, bahwa pikiran atau otak manusia memancaran gelombang energi dengan potensi tinggi dan terkuat di alam semesta. Gelombang energi ini yang akan membuahkan sistem kejiwaan seseorang yang juga merasuk serta menyatu dengan diri kita. Dari energi yang dimiliki manusia inilah pada dasarnya yang ditransfer ke obyek lain berupa apapun itu tanpa dibatasi ruang dan waktu; misalkan kepada orang juga, binatang, termasuk juga keris, rajah, akik, gelang, dll. Didukung pula dengan dasar kekuatan bathin dan pikiran seseorang, maka gelombang energi yang ditransfer juga akan tampak semakin besar.

Kedua, semua benda juga memiliki gelombang frekuensi energi tertentu yang dapat diketahui oleh kita baik secara langsung maupun tidak. Frekuensi energi ini biasanya disebut “aura”. Pada diri manusia juga memiliki aura bahkan jauh lebih besar kekuatannya bila dibandingkan dengan benda-benda lain di alam semesta. Dan kekuatannya juga bersifat aktif dapat dikontrol oleh pemiliknya, sedangkan benda lain, sifat energi (aura) yang dimilikinya bersifat pasif. Hal ini karena tingkat optimalisasi makhluk tertinggi adalah manusia, sedangkan banda-benda (red_makhluk) lain satu tingkat di bawah manusia dan seterusnya ke bawah.

Ketiga, adanya resonansi yang terjadi antara energi benda dengan energi yang dipancarkan dari pikiran seseorang, yang akhirnya membuahkan energi baru yang memiliki efek nyata. Pandangan semacam ini berawal dari bukti ilmiah bahwa semua materi yang ada di alam semesta ini dapat terpengaruh oleh daya energi yang ditimbulkan dari pikiran dan persaan seseorang. Misalkan air, air merupakan materi di alam semseta yang memiliki kapasitas paling tinggi yang mudah dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan manusia. Anda pernah tahu penelitian yang dilakukan orang Jepang? Dr. Imoto yang menemukan mutiara air dalam ukuran mikro, di mana air tersebut setelah diberikan sugesti berupa doa-doa atau kata-kata positif. Akhirnya air tersebut sangat berbeda sebelum dan sesudah diberi kata-kata positif. Hal ini telah menunjukkan dengan sangat kuat bahwa air adalah benda yang sangat responsif kepada apapun yang terjadi pada lingkungannya. Jika lingkungannya jelek maka komposisi dan zat yang dikandungnya akan mengikuti jelek. Sebaliknya, apabila lingkungannya baik maka kondisi zat dan komposisinya berubah seperti itu pula. Gambar di bawah ini adalah air yang molekulnya telah berubah bentuk dari molekul air biasa ke molekul mutiara air yang sangat indah. Coba anda perhatikan dengan seksama !!!

Ini bukanlah rekayasa. Gambar di atas merupakan eksperiment air yang dilakukan Dr. Imoto dari Jepang, tampak molekul air yang berubah menjadi seperti mutiara yang berkilauan dengan berbagai macam bentuknya sesuai dengan sugeti atau kata-kata positif yang dilontarkannya seperti kata “cinta, sayang, damai, kasih, terhormat dan doa-doa”. Pemberian sugesti atau kata-kata positif yang Imota lakukan dengan membisikkan langsung ke air, dengan memberikan tulisan dan ditempel ke botol airnya, atau hanya dengan perasaan yang positif saja. Disamping itu, Imota juga mencoba memberikan kata-kata negatif dan ternyata molekul airnya juga berubah drastis sangat tidak beraturan (tapi sayangnya di sini saya tidak mempunyai gambarnya). Percaya atau tidak ini adalah kenyataan ilmiah yang membuktikan kebenaran agama sekaligus. Coba anda telusuri lebih jauh pada bukunya “the power of water” atau bisa searching di google dengan kata kunci keajaiban air. Silahkan.

Pada dasarnya, dengan melihat bukti mencengangkan dari penelitian ilmiah ini jika kita memperluas pengkajian, yakni benda-benda yang responsif terhadap lingkungan terutama pada manusia, pada dasarnya bukan Cuma air tapi juga seluruh benda-benda yang ada di alam semesta. Kenapa begitu? Ya, karena seluruh benda atau materi di seluruh semesta ini dalam tataran Kuantum adalah energi yang bergerak-gerak. Begitupula dengan manusia, tubuhnya dalam tataran kuantum juga energi yang bergerak. Apalagi pikiran dan perasaan kita adalah sumber energi kuantum yang paling aktif dan terkuat di jagat semesta ini. Sebagai konsekwensinya pikiran dan perasaan kita sebagai manusia dapat mempengarui energi lain yang ada di semesta ini dengan leluasanya yang melalui proses resonansi frekuensi energi yang dilakukan pikiran manusia ke benda-benda lain. Hal ini sangat terkait dengan ayat berikut (artinya).

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan”. (QS. Luqman: 20)

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jatsiah: 13)

Sekarang bagaimana, anda percaya bahwa seluruh materi atau benda-benda di alam semesta ini dapat dipengaruhi oleh manusia. Dalam ayat di atas memakai kata tunduk dan menundukkan, pada dasarnya adalah apa yang di langit dan di bumi diserahkan kepada manusia. Dan manusia di dalam mengelola alam ini dengan kekuatannya baik secara fisik maupun dengan fikirannya yang dapat mempengarui alam semesta yang kita huni ini.

Bukti terkait dengan ini adalah praktek telekinesis. Anda tahu istilah ini? Telekinesis adalah suatu kekuatan menggerakkan benda tanpa tangan tapi murni dengan kekuatan konsentrasi pikiran yang ditujukan pada suatu benda. Prosenya amat mudah tapi sulit dilakukan karena membutuhkan latihan yang serius dan waktu terntentu untuk menguasai ilmu ini. Tetapi pada dasarnya memiliki pemahaman yang sederhana yaitu pikiran dan perasaan manusia memainkan peran utama dengan cara memancarkan gelombang energi yang sangat kuat, lalu gelombang energi ini, berhubung dikonsentrasikan pada satu benda maka, energinya akan terpusat pada satu objek dan akhirnya meresonansi atau mempengaruhi energi dari objek tersebut dan bergerak.

Anda sering mendengar istilah ini? Atau baru sekarang?. Itu tidak jadi masalah. nah, di dalam pembahasan mengenai rahasia jimat, kalimat ini juga menjadi bagian dari pembicaraan kita yakni “kita adalah apa yang kita pikirkan”. Kalimat ini sering dikupas dan dijadikan bahan motifator bagi para mentor inspirasi untuk membangkitkan gairah hidup manusia dalam beraktifitas apa saja untuk memperoleh apa yang menjadi impiannya. Hubungannya dengan jimat juga sangat signifikan, yakni kita sebagai manusia hidup dengan segala macam aspek kondisi yang kita alami adalah dampak dari pemikiran kita sendiri. Contohnya, apabila kita berpikir untuk sehat maka kita menjadi sehat, apabila berpkiran sakit maka bisa menjadi sakit, kita berpikiran kaya maka akan kaya.

Masalah seperti ini adalah wajar bagi manusia, kata orang jaman dulu “manungso mandi marang ucape dewe”. Artinya manusia itu sesuai dengan ucapannya sendiri, dan ucapan itu sendiri munculnya adalah dari pikiran. Ya meskipun toh ini semua tidak bisa lepas dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT, tetapi segala kendalinya manusia juga diberi kebebasan oleh-Nya.

Kembali masalah kesaktian jimat dilihat dari sudut pandang pengertian ini. Kita mestinya tahu bahwa segala aspek kehidupan kita pusat utamanya adalah di dalam otak kita masing-masing. Dan otak, memegang kendali utama untuk mengadakan segalam macam aktifitas. Di dalam sistem kerja otak, terdapat bagian-bagian yang sungguh fantastik di mana bagian ini memiliki peran-peran penting yang bertanggung jawab pada masalah ketenangan, keharmonisan, perasaan, kesembuhan. Begitu pula dalam masalah kaya miskin, beruntung, sial, pada dasarnya dibentuk dari otak kita sendiri. Nah dari mana cara membentuknya, yaitu dari cara kita berpikir mengenai suatu obyek atau masalah.

Oleh sebab itu, jika percaya pada jimat sakti yang dapat mendtangkan kekayaan, ketenangan dsb, maka pada dasarnya yang berperan utama adalah dalam pikiran kita sendiri. Bukan pada benda (red-jimat) itu. Akan tetapi, benda itu, secara mendasar, adalah sebagai penguat pikiran dan perasaan kita untuk percaya bahwa saya akan sembuh, sehat, kaya, sukses, disukai orang dll. Secara mendasar pula, jimat yang anda katakan sakti itu hanyalah bentuk dari adanya kekuatan pikiran dan perasaan masing-masing orang yang memiliki benda itu. Jika demikian, konsekuensinya ialah kita dapat kaya meskipun tanpa jimat keberuntungan, kita dapat sehat tanpa jimat kesembuhan, kita dapat cepat jodoh tanpa jimat penarik lawan jenis, dsb.

Banyak kasus diantara sahabat kita yang katanya pernah memiliki jimat-jimat tertentu, tetapi pada kenyataannya jimat-jimat itu ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Atau bisa jadi imbas dari jimat itu sangat kecil, nah ini semua juga karena pengaruh dari kuatnya pikiran dan perasaan kita saja. Kalau kita kuat, yakin dengan penuh kesadaran pikiran dan perasaan maka hal apa saja bisa terjadi dalam hidup kita, tetapi sebaliknya jika tidak sepenuhnya yakin maka apa yang menjadi harapan hidup kita hanyalah impian kosong belaka meskipun itu memegang jimat keberuntungan.

Hukum ketertarikan di alam semesta (the Law of Attraction)
Untuk melengkapi pemahaman kita soal rahasia kekuatan jimat, saya cuplikkan kepada anda mengenai hukum ketertarikan di alam semesta (law of attaction) yang saya ambil dari buku “the secret” karya Ronda Berny dari Australia. Buku tersebut asik dibaca dan memberikan wawasan baru bagi kita dalam memahami rahasia kehidupan yang lebih mendalam dan luas baik secara psikologi maupun ilmiah sainsnya.

Inti dari buku tersebut memberikan pemahaman bahwa apapun yang dialami oleh diri kita saat ini ataupun masa kapanpun adalah karena kita sendiri yang menariknya. Dan Ini karena adanya hukum ketertarikan yang bekerja di alam semesta. Misalkan kita sehat, sakit, kaya, kita miskin, bahagia, sengsara, beruntung, sial, dan apa saja nasib yang kita alami adalah adanya keterkaitan yang sangat urgen dari diri kita sendiri yang melalui proses pembentukan sebuah pola-pola khusus yang mempengaruhi segala macam aspek dan faktor-faktor penyebab yang menjadikan diri kita seperti apa yang kita pikirkan.

Pemahaman ini sederhana, Cuma kita harus memahaminya dari sudut pandang sains ilmiah, terutama yaitu alam quantum. Secara ilmiah alam quantum yaitu bagian sub atomik yang paling kecil yang menyusun seluruh realitas yang ada. Seperti batu, pohon, laut, manusia, mobil, rumah, harta, kesehatan, dan seluruh isi alam, pada level quantum adalah sama yaitu sama-sama terdiri dari energi. Dan, energi itu sifatnya bergerak-gerak.

Akan tetapi, energi yang menyusun pada diri manusia disamping energi yang sama dengan energi di alam semesta, manusia memiliki tingkat energi tertinggi yakni pikiran dan perasaannya. Nah, pikiran dan perasaannya inilah yang akan mempengaruhi energi lain yang ada di alam semesta dengan cara merosanansinya dan akhirnya akan menariknya.

Secara lebih eksplisit, energi di alam semesta ini dapat terpengaruh sekaligus akan tertarik kepada diri kita jika pikiran dan perasaan kita terfokus pada keinginan itu. Misalkan kita ingin mobil, mobil adalah materi yang tersusun dari energi. Pikiran dan perasaan kita terfokus pada keinginan mendapatkan mobil. Maka, energi dari pikiran dan perasaan kita akan terpancar bergelombang ke alam semesta yang akhirnya menggerakkan segala macam faktor untuk mendatangkan mobil yang kita inginkan itu dengan caranya sendiri yang kita tidak memahaminya. Biasanya kita dapat hadiah secara tiba-tiba, dapat rezeki atas usaha kita kemudian dibelikan mobil itu, dll. Pokoknya apa saja yang terjadi pada diri kita apapun itu bentuknya adalah kita sendiri yang menariknya.

Begitu pula dengan kesehatan, kepercayaan, keberuntungan, dll. Semuanya, apapun yang kita inginkan akan terdapatkan jika kita mau fokus pikiran dan perasaan (bisa dengan cara usaha dan doa_merupakan bentuk dari fokus). Inilah hukum ketertarikan di jagat semesta. Semuanya berawal dari pikiran kita sendiri dan berakhir pada pikiran kita sendiri pula. Lantas di mana perannya jimat yang konon katanya dapat mendatangkan keberuntungan itu...???