ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 08 Mei 2011

PERANAN SUBCONCIOUS MIND DALAM MEKANISME SEDEKAH

by sekolahfundraising
[sekolahfundraising.wordpress.com]

Kadang-kadang kita baru menyadarai betapa hebatnya cara bekrja seorang sopir angkutan umum atau angkot, dalam satu waktu yang bersamaan dia mampu melakukan tidak tanggung-tanggung, yaitu empat kegiatan sekaligus, pertama dia mengemudikan mobil atau menyetir, tanpa harus berfikir panjang kapan dia harus menginjak gas, kapan menginjak rem, kapan harus menginjak kopling, dilain pihak si sopir juga melakukan aktifitas yang lain yaitu mencari penumpang, sambil merokok, kalau perlu kedua tangannya sambil menghitung uang setoran yang telah dia kumpulkan. Semua berjalan begitu saja tanpa sedikitpun mengalami kesulitan.

Kenapa bisa seperti itu ?? tidak ubahnya sebuah program yang telah di install dalam computer, semua yang dilakukan oleh sopir tadi sudah terekam atau ter “install”secara kuat difikiran bawah sadarnya, sehingga semua bisa berjalan secara otomatis, tanpa harus memikirkan kapan dia harus melihat dimana posisi pedal, rem, kopling dan sebagainya. Begitulah gambaran sederhana bagaimana otak bawah sadar manusia bekerja, komponen yang sangat vital pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup seorang manusia.

Otak bawah sadar yang biasa disebut dengan Subconscious mind ada juga yang menyebut Unconscious mind berperan sangat penting sekali dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh tubuh seorang manusia, dalam satu hari saja, jutaan kegiatan dilaksanakan, dan semua itu melibatkan otak bawah sadar manusia, karena disitulah program-program kegiatan tersebut di “instal”. Misalnya saja pada waktu pagi hari, baru saja mata terbuka ketika bangun dari tidur, tanpa harus berpikir panjang ada yg langsung menuju kamar mandi, ada yang langsung minum air putih, ada yang langsung membuat kopi dan sebagainya, yang masing-masing kegiatan tersebut juga dilakukan secara otomatis, maka sungguh betapa hebatnya bagian kecil dari ciptaan Alloh ini bekerja.

A. Tugas Pikiran bawah sadar
Dibandingkan dengan pikiran sadar ( conscious mind ) kapasitas pikiran bawah sadar ( sub conscious mind ) mempunyai “space” yang teramat sangat jauh lebih besar, jika pikiran sadar atau conscious mind diumpamakan anak gunung Krakatau yang mencul di permukaan air selat Sunda, maka subconscious mind bagaikan induk gunung dibawahnya yang menghujam sampai ke dasar tanah dibawah laut, kalau dibuat perbandingan 88% adalah subconscious, sedangkan 12% sisanya adalah conscious mind atau otak sadar.

Perbedaan tugas kedua bagian otak ini adalah dalam sifat dan cara kerjanya, dimana keduanya mempunya cirri-ciri yang saling berbeda, kalau pikiran sadar atau conscious mind dengan sifatnya yang cenderung dinamis, subconscious mind cenderung statis, dia hanya melaksanakan kegiatan yang sudah terprogram didalamnya, kalau diibaratkan sebuah komputer, maka pikiran bawah sadar seperti office yang diinstall didalam computer, sementara pikiran sadar seperti tulisan yang sedang diketik atau gambar-gambar yang sedang diolah, maka keduanya saling berkaitan antara satu sama yang lain.

Sifat yang lain adalah pikiran bawah sadar yang sangat sugestif, apapun informasi yang diterima akan dia kerjakan, sementara pikiran sadar tidak analitis dan tidak bersifat sugestif.

B. Mekanisme giving dalam pola pikiran bawah sadar
Seperti halnya seorang yang sedang sakit kepala, dia akan sembuh kalau sudah minum bodrek, atau ada yang sembuh setelah minum Oskadon, atau Paramek, atau ponstan atau Paracetamol hal ini tergantung pada “file” yang tersimpan di memori bawah sadar orang tersebut, padahal kalau dianalisa kandungan masing-masing obat adalah sama yaitu Paracetamol.

Dalam dunia fundraising juga terjadi proses yang hampir sama, dimana program atau proposal yang disetujui oleh donatur adalah proposal program yang datang dari lembaga-lembaga yang sudah “terekam” di memori bawah sadar dari penentu kebijakan atau key person yang meng ACC proposal program yang masuk. Yang harus menjadi catatan bagi para fundraiser, terutama yang sedang memprospek donatur yang baru adalah bagaimana informasi yang disampaikan tersebut bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar donatur, sehingga bisa langsung direspon.

Ilustrasi sederhana yang lain adalah tindakan yang diambil oleh seseorang ketika dia sedang membaca buku diteras rumahnya, tiba-tiba saja tanpa disadari muncul seekor ular king kobra yang besar dengan badan tegak, cendok dilehernya mengembang, mulutnya terbuka dengan taring yang tajam mengkilat menandakan ular king kobra tersebut sedang dalam keaadaan yang lapar dan siap mematuk mangsa didepannya. Kira-kira apakah tindakan yang akan diambil oleh orang yang sedang santai dan membaca buku tersebut ?? Lari, memanggil pertolongan, berdoa supaya diselamatkan, atau memikirkan jalan keluarnya?? Tentusaja tindakan orang tersebut akan beragam sesuai dengan program yang bekerja pada memori bawah sadarnya. Kalau dia seorang yang phobia ular… mungkin dia akan langsung pingsan tanpa digigit, mungkin dia akan lari secepat kilat, mungkin juga dia akan mengambil apapun yang ada disekitarnya untuk melawan ular, atau mungkinj juga dia akan ketawa dan tersenyum lebar.. karena dia adalah seorang pawang dan penjual ular kobra, begitu tiba-tiba ada ular kobra king yang besar menyeringai didepan matanya..yang terpikir olehnya adalah Rejeki dating tanpa diduga-duga.

Demikianlah mekanisme kerja pikiran bawah sadar, sekali lagi dalam proses fundraising juga tidak jauh berbeda, tindakan apa yang akan diambil oleh donatur tehadap proposal program maupun presentasi program yang diajukan oleh seorang fundraiser, tergantung pada program bawah sadar yang terinstall, jadi inti konsep mekanisme giving dalam kegiatan fundraising adalah :

C. Brain Wave ( gelombang otak )
Pikiran bawah sadar yang cenderung sugestif terhadap informasi yang masuk, berada di level Alpha atau Theta, sementara pikiran sadar berada di level Betha, sedangkan level delta adalah kondisi dimana gelombang otak sedang dalam posisi yang cenderung renggang, kondisi ini juga kondisi yang non sugestif. Pada level Alpha otak cenderung sugestif dan mudah menerima informasi, sementara pada level Theta otak sangat sugestif dan sangat mudah menerima informasi, tantangan bagi para fundraiser adalah membuat donatur yang sedang di prospek bisa masuk kedalam kondisi sugestif ini, sehingga informasi program dan proposal yang diajukan masuk sebagai “sugesti” yang akan direspon oleh pikiran bawah sadar donatur.

Baca Juga Artikel :
Apa itu Hipnotis..?? 
10 Kekuatan Manusia
Ciptakan Talentamu
Memasuki Zona Quantum Diri
Meditasi ; Seni Mendengarkan Intuisi
Sekilas Mengenai NAQS DNA