ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 27 Juni 2011

Kunci Quantum Success Power NAQS DNA (NIAT, BAIK SANGKA, SUGESTI)

"Barang siapa yang ingin mendapatkan dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin mendapatkan akhirat harus dengan ilmu dan barang siapa yang ingin mendapatkan kedua-duanya maka kuncinya harus dengan ilmu"
 Assalamu 'alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..
Sahabat Sukses dengan NAQS DNA, selama ini saya amati dari evaluasi perkembangan siswa NAQS. Ternyata masih banyak yang belum memahami filosofi dasar dari keilmuan NAQS DNA, sehingga keilmuan yang mereka peroleh kurang berkembang secara maksimal dan kurang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya. Hal itu terutama dikarenakan mereka masih terikat kuat dengan Pola Fikir [MINDSET]lama yang telah ada dan tertanam kuat di dalam pikiran mereka.

Siswa yang berlatar belakang Ilmu Hikmah Dan Kanuragan, maka masih terlihat sibuk mencari amalan-amalan yang bisa menambah power kesaktian mereka. Angan-angan mereka dipenuhi seribu satu khayalan tentang Karomah dan kesaktian orang-orang zaman dulu.

Siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual tradisional, maka akan suka bila di ajak mendongeng tentang alam-alam ghoib. Tiada hari tanpa membincangkan alam ghoib. Baik alam ghoib duniawi semacam alam jin, ratu kidul, dll. Ataupun alam ghoib langit, semacam alam makrifat, dll. Seakan mereka sudah tidak lagi suka makan nasi, dan lupa anak istri yang masih butuh perhatian mereka dan butuh nafkah dari mereka. Sedangkan siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual modern, akan suka menenggelamkan diri pada khayalan tentang aura serta pencapaian-pencapian akan terbukanya cakra-cakra yang lebih tinggi, kundalini, dll.

Sesungguhnya itu semua tidak selaras dengan filosofi dasar dari NAQS. Inti dasar dari ilmu NAQS adalah ilmu makrifat, atau ilmu untuk menjadi seorang hamba Allah yang baik, yang setiap denyut nadi kehidupannya selalu dia abdikan untuk Allah semata. Ibarat air sungai yang tidak pernah terpisah dengan sumber mata airnya, ibarat cahaya yang tidak pernah lepas dari sumber inti cahaya, dan ibarat planet-planet yang tidak pernah lelah mengorbit mengikuti matahari. Ibarat partikel atom yang tiada lelah thowaf berputar mengelilingi inti atom, ibarat kehidupan yang berputar mengikuti inti kehidupan. ibarat badan yang mengikuti nyawa. Yang artinya, ketika sang hamba telah di tinggalkan Tuannya. Maka berakhirlah kehidupan sang hamba.... Karena hakekat sumber kehidupan dan kekuatannya adalah berasal dari sumber kehidupan tersebut. Inilah hakikat makna LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH.

Seseorang yang telah konsisten menjadi hamba Allah, secara otomatis akan bisa seutuhnya menerima pancaran sifat-sifat terpuji [HAKIKAT MUHAMMADIYAH] dari Nur Allah yang tercermin dalam hidup kehidupannya. Secara vertikal dia berperan sebagai hamba, dan secara horisontal dia berperan sebagai Khalifatullah fil Ardl, Insan Ilahiah yang berjiwa pemimpin yang bisa memayu hayuning bawono atau Rahmatan lil 'alamin. Kehadirannya menjadi berkat dan rahmat bagi semesta alam.....

Nah, bila filosofi dasar ini difahami dengan baik. Maka kita tidak akan terlalu banyak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Hanya karena memperturutkan angan-angan kosong serta memperturutkan hawa nafsu. Karena bila pikiran kita setiap hari hanya memikirkan topik yang sama terus menerus, maka itu semua akan tertanam secara kuat ke dalam alam bawah sadar kita. Dan selanjutnya pokok pikiran itu menjadi PROGRAM KEHIDUPAN DI DALAM PIKIRAN yang akan mengendalikan arah dan gerak kehidupan kita untuk menuju ke arah itu.

Perlu di fahami, bahwa segala sesuatu itu ada waktu dan masanya, sebuah ilmu yang positif dan bermanfaat di masa lalu. Belumlah tentu bermanfaat di masa kini. Zaman sekarang adalah zaman ilmu pengetahuan dan tekhnologi, apalah jadinya nasib generasi muda bila semuanya tenggelam di alam mistik. Adakah itu bermanfaat bagi kemajuan diri, bangsa, negara, dan juga agama. Apalagi bila ilmu mistik yang digeluti hanya sekedar sebagai pemuas dari khayalan mereka akibat terpengaruh oleh kuatnya ambisi dan hawa nafsu belaka...

Oleh karena itu, pelajarilah ilmu metafisika yang bernuansa duniawi ala kadarnya saja. Dan janganlah terlalu berlebihan, sehingga menghabiskan umur untuk tirakat dan riyadloh demi ilmu duniawi semata dan melupakan kehidupan akhiratnya.

Oleh karena itulah NAQS DNA Methode hadir memberikan solusi, agar kita tetap bisa memanfaatkan ilmu metafisika. Namun tetap tidak ketinggalan zaman serta menjadi pelopor dan trendsetter pembangunan di manapun kita berada. Rajin berkarya untuk alam semesta sebagai wujud dari rasa syukur dan pengabdian kita kepada sang MAHA PENCIPTA.

Langkah pertama dari methode NAQS DNA, adalah membuka kesadaran manusia akan adanya alam vibrasi energi [ENERGY AWARENES]. Dan kemudian memberikan AL-WASILAH yaitu sinyal transmitter di dalam Qalbu manusia agar pancaran gelombang FREKWENSI HATI NURANI DAN FIKIRAN manusia dapat langsung terhubung dengan pusat alam semesta yaitu Tuhan Semesta Alam. Sedangkan langkah selanjutnya yang menjadi tugas siswa adalah menjaga koneksinya [taqorrub] dengan Tuhan tetap terjaga dengan baik selama 24 jam penuh. Dengan senantiasa berdzikrullah dan menyadari keberadaan Nur Ilahi yang selalu beserta dia. Itulah makna kalimat BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. BESERTA ASMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG. Itulah maqom kehambaan yang sebenar-benarnya...

Maka untuk selanjutnya berlakukah hukum Allah yang tertuang dalam hadits ini bagi dirinya....
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya.” (HR al-Bukhari)

Ketika seorang manusia yang hati dan fikirannya sudah terhubung dengan baik dengan ALLAH, maka untuk selanjutnya dia haruslah sangat berhati-hati dalam menjaga gerak hati, fikiran, kata-kata, dan perbuatannya. Karena apa yang ada di fikirannya, lambat atau cepat segera akan menjadi realita di dalam kehidupannya. Oleh karena itu fahamilah potensi kekuatan-kekuatan yang di anugerahkan Tuhan di dalam diri kita. Sehingga tidak terjebak pada kehidupan yang sia-sia, namun hidup menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan alam semesta.

Manajemen INNER POWER meliputi ;

MENGOLAH KEKUATAN PRASANGKA DAN NIAT[KEKUATAN HATI DAN FIKIRAN]
Niat menurut istilah syar'i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan. Jika bermaksud kepada sesuatu tetapi tidak disertai perbuatan maka ini dinamakan azzam.

Di dalam shahih Muslim disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Rasulullah shallahu a’lahi wa sallam bersabda :
“Tiada suatu amalanpun yang mendekat kesurga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan keneraka kecuali telah aku larang kalian darinya. Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rezekinya, Sesungguhnya jibril telah menyampaikan kepada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rezkinya. Maka bertakwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat , maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim)

MENGOLAH KEKUATAN KATA-KATA DAN PERBUATAN
Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

SUGESTI

Sugesti berasal dari bahasa inggris yaitu suggest yang berarti menasehati, membayangkan, menyarankan, mempengaruhi. Auto sugesti secara bahasa dapat diartikan mempengaruhi diri sendiri.

Auto sugesti adalah kemampuan diri kita dalam memberi pengaruh terhadap diri untuk memiliki keyakinan kuat atas keputusan atau pilihan-pilihan yang kita ambil. Auto sugesti sangat dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar yang kita miliki. Umumnya kita mengenal dua macam pikiran. Yaitu “pikiran sadar” dan “pikiran bawah sadar”.

Pikiran bawah sadar yang kita miliki dapat menjadi mekanisme pencapaian kesuksesan maupun mekanisme kegagalan. Apabila kita mengangankan sesuatu dan optimis untuk melakukan proses pencapaiannya maka secara otomatis pikiran bawah sadar yang kita miliki menjadi mekanisme kesuksesan. Sebaliknya ketika apa yang kita inginkan dihantui kekhawatiran, pesimis dan was-was akan gagal maka secara otomatis pikiran bawah sadar kita akan berfungsi sebagai mekanisme kegagalan.

Pikiran bawah sadar dalam diri kita merupakan bagian terpenting dalam memberikan sugesti sukses maupun sugesti gagal. Sebagai ilustrasi yang akan membantu kita mendapatkan gambaran tentang pikiran bawah sadar;
“Sepotong besi baja tidak akan mampu menarik dan mengangkat sepotong jarumpun tanpa diberi daya magnet. Namun ketika baja tersebut diberikan daya magnet maka baja tersbut akan mampu menarik dan mengangkat besi lain yang beratnya beberapa kali lipat besi baja tersebut. Pikiran bawah sadar itulah daya magnet yang harus kita asah dan kita latih agar mampu memberikan suplai energi positip untuk pencapaian tujuan yang kita miliki.

Aktivitas yang pernah kita lakukan, pengalaman yang kita lalui, maupun pekerjaan kita adalah merupakan reaksi pikiran bawah sadar. Seorang pengendara motor akan tahu seberapa cepat dia menarik gas untuk melampui beberapa kendaraan didepannya, seorang sopir tahu lebih cepat arah jalan yang harus ia pilih untuk mencapai target tujuan sebelum mobilnya melalui jalan yang ada dalam pikirannya. Seorang pasien akan merasa nyaman jika dihadapkan pada dokter spesialis “manjur” pilihannya atas dasar informasi pihak lain dibanding jika berhadapan pada dokter yang sama tanpa informasi ke”manjuran” pada tahap sebelumnya.

Mekanisme bawah sadar sangat memberikan pengaruh pada sugesti-sugesti yang kita ambil, karena itulah apapun yang kita inginkan tanpa adanya keinginan kuat yang diiringi dengan prasangka positip kepada diri, kepada orang lain dan kepada Allah SWT maka keinginan itu hanya akan menjadi awal kekecewaan kita, karena setiap kegagalan pada dasarnya selalu diawali oleh gagalanya perencanaan. Gagal merencanakan berarti juga merencanakan kegagalan.

Sejauh mana anda mampu membayangkan apa yang anda inginkan maka sejauh itu pula anda mampu menerjemahkan dalam kenyataan. Apa yang anda bayangkan tentang kesuksesan maka seperti itulah pada kenyataannya sukses bagi anda. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak mampu menerjemahkan kesuksesan seperti apakah yang anda inginkan, maka kesuksesanpun hanyalah angan kosong. Bila kita tidak tahu tujuan hidup kita, maka kehidupan kita menjadi tidak terarah.

Tujuan membuat Anda tetap FOKUS.
Tujuan memberi Anda sesuatu untuk DIRAIH.
Tujuan membuat ide-ide dan SOLUSI terus mengalir.
Tujuan membuat Anda ANTUSIAS.
Tujuan memberikan gambaran RUTE dalam kehidupan.
Tujuan memberikan ARTI dalam hidup Anda.
Tujuan membantu Anda untuk tetap PRODUKTIF.
Tujuan memberikan KEJELASAN dalam pembuatan keputusan.
Tujuan menyediakan ALAT UKUR dalam mempertimbangkan suatu ide.
Tujuan membantu Anda untuk tetap TERORGANISIR.
Tujuan membantu Anda untuk MEMPROMOSIKAN diri Anda kepada orang lain.
Tujuan membantu Anda MENILAI produktifitas dan efektifitas Anda.

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)

Allaahummanfa’nii bimaa ‘allamtanii, wa’allimnii maayanfa’unii, wazidnii ilman, walhamdu lillaahi ‘alaa kulli haal, wa a’uudzu billaahi min ‘adzaabin naar

Artinya ;
“Ya Allah, berikanlah kemanfaatan ilmu untukku dari apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku ilmu yang dapat memberi manfaat bagiku serta tambahkanlah ilmu untukku, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan dan saya berlindung kepadaMu dari siksa api neraka.”

Amin ya robbal 'alamin.....

Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

PUSTAKA ;
  • sedekah.net/web/artikel/146-berbaik-sangka-kepada-allah
  • sugestipower.com/artikel.php?id_berita=189
NB.
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarilah aku hal-hal yang akan bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah untukku ilmu.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t)

اللَّهُمَّ إِنِّـي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يـَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah puas/cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i dari Zaid bin Arqam z)

Dalam sebuah Hadis Qudsy Allah berfirman, “Ana ‘inda dzonni ‘abdi bi (Aku menuruti saja persangkaan hamba-Ku).” = KALAU TIDAK MERASA SEBAGAI HAMBA ALLAH ALIAS INGKAR ALIAS KAFIR, BERARTI PERSANGKAANNYA TIDAK AKAN DITURUTI ALLAH SWT, JADI SEKEDAR ANGAN-ANGAN KOSONG BELAKA YANG TIDAK AKAN ADA REALISASINYA.

► Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti perSANGKAan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ( QS. Al An'am 6:116 )

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali perSANGKAan saja. Sesungguhnya perSANGKAan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran [690]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

[690] Sesuatu yang diperoleh dengan praSANGKAan sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan.
( QS. Yunus 10:36 )

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali praSANGKA belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
( QS. Yunus 10:66 )