ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 29 Juni 2011

QUANTUM SUCCESS POWER

Rahasia sukses sesungguhnya sederhana.
sukses adalah tindakan.
Karena sukses adalah perjalanan
bukanlah tempat tujuan.

Jadi sukses adalah sebuah ACTION.
Apa yang memicu TINDAKAN ?
Jawabannya adalah PIKIRAN.
Ya .. 
Pikiran memicu PERKATAAN dan 
pikiran memicu TINDAKAN.

Bagaimana untuk bisa sukses jangka panjang?
Rahasianya adalah KEBIASAAN.

Jika anda memikirkan yang buruk dan negatif apa yang terjadi?
Tindakan saya akan buruk dan negatif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan terbentuk kebiasaan. Kebiasaan apa yang dihasilkan oleh mengulang tindakan buruk?
Ya betul… Kebiasaan BURUK yang akan menghasilkan kegagalan.

Bagaimana jika saya memikirkan pikiran baik dan positif?
Tindakan saya akan baik dan positif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan membentuk kebiasaan apa?
Ya .. kebiasaan BAIK yang akan menciptakan kesuksesan.

Jadi sederhananya sukses dan gagal adalah buah dari kebiasaan.
Dan kebiasaan adalah buah dari tindakan.
Tindakan adalah buah dari pikiran.

"BENANG MERAH KEHIDUPAN"
Coba bayangkan ada seutas benang merah yang menjuntai dan ujung-ujungnya terikat satu pada pohon beringin dan satunya lagi ke pohon kamboja.

Benang itu bisa saja terikat dengan tegang, sedikit menjuntai seperti kabel listrik dijalan-jalan, atau bahkan semerawut mengulung disana sini.

Tetapi yang pasti kedua ujungnya tetap dan pasti. Itulah kehidupan kita, kedua ujungnya pasti.

Lahir dan Mati.
Kelahiran dan kematian.
Tapi menjalankan hal diantaranya itulah yang membedakan satu orang dengan orang lain.

"Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower"
-Hans Christian Andersen

“Manusia biasa tidak akan berubah dari tabiatnya. Dia tidak akan meninggalkan berbagai kebiasaan yang disukai kecuali dengan latihan yang keras dan pengobatan yang terus-menerus. Maka barangsiapa yang tidak membiasakan jiwanya untuk menerima kebenaran, dia membutuhkan latihan dan pendidikan sehingga jiwanya mencintai al-haq (kebenaran) dan tunduk kepadanya.” (Al-Imam Al-Khaththabi : A’lamul Hadits, 1/218)