ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 14 Agustus 2011

Sorga Shambala ataukah Kerajaan Dajjal Ya'juj wa Ma'juj

Shambala/ Shangri-La Sorga di Bumi
Dongeng tentang surga yang berada di bumi merupakan mitos paling abadi. Mulai dari epik bangsa Sumeria sampai kepulauan blest dalam literatur bangsa Celtic. Tema ini begitu melegenda dan berulang-ulang diangkat selama berabad-abad.

Maka tidak mengejutkan orang yang sudah modern pun memimpikan surga yang hilang dimana kesengsaraan hilang, manusia hidup dengan harmonis dengan alam dan ketika pengetahuan mengenai planet ini tersimpan secara abadi untuk generasi berikutnya. Dengan kata lain sampai ke Shangri-La.

Cerita tentang Shangri-La itu sendiri merupakan cerita modern yang diceritakan oleh seorang novelis terkenal dari Inggris, James Hilton dalam novelnya yang berjudul Lost Horizon pada tahun 1933. Di ceritakan dengan latar belakang Perang Dunia Kedua, buku ini memaparkan sebuah komunitas biara yang terdiri dari biksu Tibet (Lama) di lembah Tibet yang hilang yang disebut Shangri-La, memisahkan diri dari dunia dan waktu.

Semua pengetahuan manusia terkandung di tempat ini, barang-barang warisan budaya tersimpan secara rapi dan dalam benak orang-orang yang berkumpul ditempat ini siap untuk mengahadapi kiamat yang tak terelakkan.

Buku ini begitu sangat terkenal dan mendapatkan sukses besar karena penjualannya yang begitu meledak. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya manusia merindukan suatu tempat yang tenang seperti surga di bumi ini.

Sebenarnya James Hilton mendapatkan inspirasi menulis Shangri-La dari mitos yang Shambala yang berasal dari Tibet itu sendiri. Dalam tradisi Buddha Tibet, Shambala merupakan sebuah kerajaan rahasia yang tersembunyi yang berada dibalik puncak es pegunungan Himalaya.

Shambala disebut-sebut dalam berbagai teks kuno termasuk Kalachakra dan teks budaya kuno Zhang Zhung yang muncul sebelum Buddha Tibet berada di wilayah barat Tibet. Literatur suci Bon yang ditulis tangan oleh bangsa Tibet kuno juga menyebutkan tempat yang hampir serupa namun diberi nama Olmolungring.

Shambala diambil dari dua kata Sanksekerta yakni “swayam” dan “bhala” yang bila digabung berarti “pemberdayaan diri”. Shambala secara umum dianggap sebagai sebuah tempat dimana kedamaian, ketenangan, kebahagiaan bertahta. Terkadang juga dipercaya sebagai suatu komunitas yang telah mendapatkan pencerahan dalam tradisi umat Buddha. Dikatakan juga Shambala memiliki ibukota yang bernama Kalapa.

Kerajaan rahasia ini dipimpin oleh raja-raja yang dikenal dengan sebutan raja-raja Kulika atau Kalki. Pemimpin tampuk pemerintahan bertanggung jawab untuk tetap menjunjung tinggi ajaran Kalachakra Tantra, sebuah ajaran dengan konsep “kala”atau waktu dan “chakra” atau putaran.

Ajaran ini mengajarkan konsep siklus planet, siklus pernapasan, praktek kerja energi yang paling halus sehingga mampu mencapai pencerahan. Kerajaan ini digambarkan begitu indah, disana penduduknya tidak ada yang mengenal apa itu kejahatan dan peperangan.

Terdapat ramalan dalam Kalachakra Tantra yang mengatakan ketika saatnya tiba, dimana dunia telah jatuh kepada kehancuran, perang dan ketamakan, Kalki ke-25 akan turun ke bumi membawa pasukan yang besar untuk mengalahkan kejahatan yang merajalela dan membawa ke era baru, era perdamaian dan ketenangan.

Menurut konsep Vajrayana Buddha esensi Shambhala memiliki pengertian luar, dalam, dan arti yang rahasia. Pengertian luar menjelaskan bahwa Shambala merupakan sebuah tempat yang berada di suatu tempat secara fisik, walaupun demikian hanya beberapa orang yang memiliki karma sesuai yang dapat menemukannya. Pengertian dalam dan rahasa menjelaskan tentang pemahaman inti tentang apa sebenarnya yang diwakili oleh Shambala.

Lokasi Shambala tetap menjadi tanda tanya yang besar dan masih terus diperdebatkan, termasuk dengan pemahaman tentang Shambala merupakan tempat yang tidak memiliki fisik namun hanya bisa dicapai oleh pikiran yang suci. Menurut teks kuno Zhang Zhung tertulis letak Shambala berada di Lembah Sutlej Valley di wilayah Himachal Pradesh. Orang mongol mengatakan Shambala berada di lembah-lembah yang berada di bagian selatan Siberia.

Tidak hanya orang biasa yang berusaha mengidentifikasi dimana sebenarnya Shambala, bahkan tokoh seperti Adolf Hitler dan Josef Stalin penasaran dan melakukan ekspedisi ekslusif untuk menemukan dimana sebenarnya letak Shambala. Apakah Anda juga demikian?
sumber ; https://www.facebook.com/photo.php?fbid=204183952973039&set=at.192226580835443.49408.100001443088929.100000780833275&type=1&theater

Akhir Zaman
Munculnya Ya'juj wa Ma'juj dan al-Masih ad-Dajjal
(End of Time and the Appearance of Gog and Magog and anti-Christ)
Peringatan Terakhir Bagi Orang Beriman dan Manusia Pada Umumnya

Pendahuluan
Banyak hadits-hadits yang menerangkan tanda-tanda tibanya akhir zaman sebagai nubuwatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebelum terjadinya Hari Qiamat yang menjelaskan keprihatinan Nabi terhadap akibat yang akan menimpa umatnya dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam tulisan ini hanya akan disinggung beberapa hadits yang berkaitan dengan objek kajian, yaitu munculnya Ya'juj wa Ma'juj dan al-Masih ad-Dajjal serta akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam penglihatan kenabiannya telah memberikan peringatan bahwa dalam perjalan sejarahnya umat Islam akan melewati suatu periode yang disebut: Sa'ah yang artinya 'titik waktu' 1) yang dalam bahasa Inggris disebut moment. Akan tetapi bila kita renungkan hadits-hadits mengenai akhir zaman, ternyata kata sa'ah merupakan sebuah sinyalemen krusial berupa bencana. Bencana yang akan menimpa umat manusia pada umumnya, termasuk umat Islam sebelum terjadinya Hari Qiamat. Memang kata sa'ah juga disebutkan al-Qur'an dengan pengertian Qiamat. Pada masa Sa'ah itu terjadi hal-hal yang tingkat kegawatannya sangat serius. Kejadian itu menurut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah munculnya al-Masih ad-Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini:

"Sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini semenjak Allah menciptakan Adam sampai kedatangan masa Sa'ah yang lebih besar tingkat kegawatannya, yaitu fitnah Dajjal”.2)

Fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, Nabi pun mengajarkan kepada umatnya agar pada tiap shalat berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, yaitu: "Ya Allah, aku mohon perlindungan Engkau dari fitnahnya al-Masih ad-Dajjal". Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnah Dajjal. 3)

Dajjal disebutkan berulangkali dalam hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam hadits, tetapi juga di dalam al-Qur'an, kita temui dalam Surat al-Kahfi ayat 94 yang artinya

“ … sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi …”

dan dalam Surah al-Anbiya ayat 96 yang artinya:

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Kedua ayat al-Qur'an tersebut dengan sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa pada waktu al-Qur'an diturunkan sosok Ya'juj dan Ma'juj sudah ada, hanya saja mereka masih 'terpenjara' sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam sabdanya: "Laa ilaaha illa-llaah. Celakalah bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat. Pada hari ini dinding Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka sebesar ini". Beliau bersabda demikian sambil melingkarkan dua jari beliau: ibu jari dan telunjuk. Zainab bertanya, "Rasulullah, apakah kita akan binasa, padahal ditengah-tengah kita terdapat orang-orang shaleh?. "Ya, jika maksiat banyak dilakukan," jawab beliau. 4)

Definisi Ya'juj wa Ma'juj
Kata Ya'juj dan Ma'juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan. Nabi Sallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya Ya'juj wa Ma'uj adalah dari keturunan Adam. 5). Dalam bahasa Inggris disebut dengan Gog and Magog.

Dalam Bibel, Gog dan Magog disebut dengan jelas dan tidak perlu diragukan lagi apa yang menjadi ciri-cirinya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat berikut dari Bibel Inggris (Oxford Cambridge University Press, 1970).

"Inilah kata-kata Tuhan kepadaku: Hai, lihatlah ke arah Gog, Ratu dari Rosh, Meshech dan Tubal, di tanah Magog, dan meramalkan tentang dia. Katakan, semuanya ini adalah kata-kata Tuhan; Aku musuhmu Gog, Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal, Aku akan berpaling darimu, menempatkan sabit di rahangmu." (Ezekiel = Yehezkiel 38 : 1 - 4).

Di sini Gog disebut dengan jelas, dan Gog ini sama dengan yang tercantum dalam Al-Qur'an yang disebut Ya'juj. Dia disebut sebagai "Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal". Dan Magog (Ma'juj), hanya tanah air yang disebut dari Magog.

Definisi al-Masih ad-Dajjal
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Anti-Christ.

Masih artinya Messiah, penyampai, pembawa, nama yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Isa a.s. sebagaimana tersebut dalam al-Qur'an. Dajjal melaksanakan tugas dan fungsinya atas nama Nabi Isa a.s., tapi dalam keadaan yang bertentangan sama sekali dengan ajaran agama Nashrani. 6) yang benar-benar merupakan messiah. Dalam Bibel. 7) dijelaskan bahwa "Ketahuilah (olehmu bahwa) waktu yang akan datang tentang persembahan kepada Tuhan, Tuhanmu, dan hanya Dia akan engkau layani." (Matius, 4 : 10).

Dajjal meletakkan Messiah dalam posisi sebagai Tuhan, padahal Messiah yang benar berpikir bahwa seluruh nabi Allah datang ke dunia tanpa dosa, melaksanakan tugas-tugasnya sampai mati tanpa dosa, sedangkan Dajjal akan mengatakan salah, semuanya ini sebagai yang nyata-nyata berdosa dalam khutbah-khutbahnya. Messiah yang benar juga berkhotbah bahwa setiap manusia akan berdiri di hadapan Tuhan, dan akan diganjar atau dihukum menurut apa yang telah mereka kerjakan. Tapi Dajjal akan berkhutbah bahwa anak Maryam menderita dengan disalib, karena untuk mencuci dosa-dosa manusia di seluruh dunia. Bahkan Maryam, wanita Suci ibu Jesus, tidak bebas dari umpatan kebohongan Dajjal dan inilah yang dimaksudkan dengan mengatakan Dajjal sebagai anti Kristus. 8)

Berdirinya Kekhalifahan Islam Kelima
Sebagai indikator bahwa Hari Qiamat belum segera akan tiba, artinya umat Islam dan umat manusia seluruhnya harus melewati periode sa'ah yaitu munculnya Ya'juj wa Ma'juj dan al-Masih ad-Dajjal, khusus untuk umat Islam periode ini merupakan ujian yang maha berat dan sekaligus kesempatan emas untuk memperoleh surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam kaitan ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberikan harapan dengan sabdanya:

“Adalah fase kepemimpinan nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia mengangkatnya” “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada raja yang menggigit, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“, “Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan diktator, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)“9).

Dari hadits tersebut tergambar periodisasi kepemimpinan umat manusia sampai menjelang hari Qiamat, pertama dalam masa kehidupan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di Madinah, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, setelah itu oleh raja-raja dan dilanjutkan oleh para diktator dunia. Setelah berakhirnya masa kediktatoran dunia maka kekhilafahan akan kembali berdiri tegak melaksanakan keadilan Islam. Inilah yang dimaksud dengan kesempatan emas bagi umat Islam karena masa seperti ini hanya dialami sekali dan puncaknya terjadipada waktu kita hidup dewasa ini. Oleh karena itu kita diundang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban Islam untuk melaksanakan perintah Allah Azza wa Jalla untuk menegakkan keadilan Islam dengan cara-cara damai, karena Islam adalah agama perdamaian dan sudah pasti menentang terorisme, karena tindakan teroris bukanlah jalan fii sabilillah, tapi fii sabilithaghut.

Yahudi, Nashrani dan Islam
Al-Qur'an menjelaskan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla telah menurunkan agama langit yang wajib diketahui yaitu agama Yahudi yang diturunkan kepada Bani Israel melalui Nabi Musa a.s. dan dengan kitab suci Taurat. Kemudian masih kepada Bani Israel yang meneruskan ajaran Nabi Musa a.s. berupa agama Nashrani melalui Nabi Isa a.s. dengan kitab suci Injil. Hal ini disebutkan dengan jelas dalam Matius 17-18 sbb:

"Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Terakhir kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berupa agama Islam sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya dan sebagai petunjuk yang lurus untuk umat manusia seluruhnya yang bersifat rahmatan lil 'alamin dengan kitab suci al-Qur'an, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Maidah ayat 3 " ... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu...". Disamping ketiga agama samawi tersebut, al-Qur'an juga menyebutkan agama budaya yang kita kenal dengan sebutan Sabi'in, kelompok penyembah bintang dan Majusi, kelompok penyembah api.

Dalam perjalanan sejarah umat manusia yang panjang, kelima agama tersebut di atas saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain sesuai kondisi zaman masing-masing yang mengakibatkan jumlahnya bertambah banyak serta mengalami distorsi. Menurut David Barrett et al, editor dari "World Christian Encyclopedia: A comparative survey of churches and religions - AD 30 to 2200," terdapat 19 agama utama dunia dan terbagi lagi menjadi 270 aliran agama.10).
sumber : http://www.akhirzaman.info/islam/la-syarkiyyah-la-gharbiyyah/35-munculnya-yajuj-wa-majuj-dan-al-masih-ad-dajjal.html