ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 10 September 2011

Jurus Rahasia Sukses 'Ala Rasulullah

“Barangsiapa yang ingin hidup bahagia di dunia maka hendaklah dia memiliki ilmu, dan barangsiapa yang ingin hidup bahagia di akhirat mestilah memiliki ilmu, dan barangsiapa yang ingin hidup bahagia pada keduanya maka mesti juga dengan ilmu”. (Imam Syafi’i Rahimahullah)

“ Barangsiapa yang (peduli) terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah ( peduli ) pada hajatnya ”. ( Shahih Al Bukhari )

Jurus Rahasia Sukses 'Ala Rasulullah
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: 
  1. “Barangsiapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia maka Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat. 
  2. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. 
  3. Dan barangsiapa memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat, 
  4. dan Allah akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya. 
  5. Barangsiapa meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga, 
  6. dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan mempelajarinya dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya. 
  7. Dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR Ahmad No 7118)
KESIMPULAN HADITS DI ATAS
ADALAH
INTI JURUS SUKSES 
adalah
 Ketrampilan dan Kemampuan Mengolah Dua Kekuatan Ini Yaitu :
THE POWER OF GIVING 
THE POWER OF ILMU

Mengenai The Power Of Giving, sudah saya kupas dalam beberapa hari ini, silahkan baca The Power Of Giving & Giving = Receiving. Kini akan saya coba mengupas THE POWER OF ILMU.

ILMU ADALAH CAHAYA ► CAHAYA ADALAH MANIFESTASI DARI ENERGI

Imam Malik bin Anas r.a. berkata,
Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.” (Imam Malik bin Anas r.a.)

Imam Syafi`i berkata,
“Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, Imam Waki’ bin Jarrah. Guruku lalu berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku juga berkata, ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang suka berbuat maksiat.’”

Ibn Al-Qayyim menulis bahwa,
“Sesungguhnya ilmu adalah sinar yang diletakkan oleh Allah di dalam hati, sedangkan maksiat memadamkan sinar tersebut”
(dikutip dari e-magazine mizan.com edisi 1 januari 2009)

Hmm... Apakah masih ada yang membantah bila saya katakan bahwa ilmu itu adalah energi informasi dari Allah yang dihantarkan dalam gelombang energi cahaya...??

Apakah ini berarti ilmu itu selalu terkait dengan ilmu mistik...?? ah... ndak juga lah.... itu ilmiah kok.... Lha wong kita sendiri tiap hari juga sudah tahu, hanya pura-pura bego aja.... he..he..he... Gak percaya..?? Nah, tulisan dan huruf yang anda baca ini di hantarkan oleh apa sehingga sampai ke otak anda...???

Nih mekanismenya.....
pertama. Allah mengirim informasi ke dalam diri saya yang kemudian di terima oleh Ruh Al Quds sebagai Departemen tertinggi di dalam organisasi yang ada di dalam diri kita, kemudian di teruskan ke departemen Jiwa (Personil departemen ini di antaranya, hati nurani, Nafsu, emosi, perasaan, dll).

Di dalam departemen jiwa ini, bila manajemennya cukup bersih dan bagus Alias jujur & konsisten. Maka informasi tersebut akan di olah dan dilanjutkan ke departemen selanjutnya dengan keakuratan data yang mendekati sempurna. Namun bila, departemen ini kurang bersih, maka sistem pengolahan informasinya akan menjadi tidak bagus. Sehingga file data informasi yang hendak ditransfer akan terjangkiti virus dan sudah tidak murni lagi isinya.

Okey, lanjut. Dari Departemen jiwa File Data informasi ditransfer ke departemen Kesadaran. Data pertama masuk ke bagian Pikiran bawah sadar, bagian yang bertanggung jawab atas sistem Kendali otomatis diri kita. Di sini data tersebut di olah, di edit, di filter, dll. untuk di selaraskan dengan program-program yang sudah beroperasi di dalam kesadaran. Baru kemudian data di transfer ke otak Sadar. Maka munculah ide di dalam pikiran saya untuk menulis artikel ini.

Energi Informasi (Makna) yang ada di dalam hati dan pikiran saya tersebut kemudian saya tuangkan dalam simbol-simbol yang bisa difahami oleh saya dan komunitas saya, yaitu berupa huruf-huruf yang membentuk kata & kalimat. Dan di susun dalam bahasa indonesia.

Nah, akhirnya tulisan ini saya terbitkan. Maka terkirimlah tulisan saya ini melalui gelombang Internet ke pusat Server Google yang menghosting website saya ini. Di sini Energi Informasi (Makna) dari saya tersimpan dalam bentuk file internet. Yang kemudian di akses oleh pesawat komputer anda melalui jaringan internet. dan akhirnya tampil di hadapan anda.

Nah, ini belum selesai ndongengnya ya....
Tulisan saya ini dengan perantaraan gelombang cahaya masuk ke dalam pikiran sadar anda melaui mata anda, untuk kemudian anda olah di dalam fikiran anda. Untuk kemudian diteruskan ke bagian Pikiran bawah sadar, diteruskan lagi ke departemen jiwa. Nah, di sinilah huruf dan kalimat yang anda baca di ubah kembali menjadi energi makna menjadi Energi Cahaya.

So... Begitulah perjalanan THE POWER OF ILMU. Bukankah semua itu melalui Gelombang...?? yang dimulai dari gelombang tak tampak dan gaib (Metafisika), kemudian di lanjutkan dihantarkan oleh gelombang tak tampak yang berada di spektrum energi level lebih bawahnya lagi yaitu gelombang elektromagnetik (Fisika). Dan ketika sampai ke dalam diri anda, maka gelombang tersebut di ubah kembali dari gelombang yang ada di dalam wilayah Fisika (Panca Indra, sistem syaraf, & Otak) hingga naik ke wilayah metafisika (Jiwa).

Nah, kembali ke definisi ILMU ADALAH CAHAYA, Ketika energi informasi tersebut hanya bersemayam di otak yang berupa memory. Tetapi terganjal mandeg di departemen jiwa. Karena personil departemen jiwa banyak yang mbolos, umpamanya....he...he.... Maka Energi Makna tersebut belum sepenuhnya terproses dengan sempurna hingga menjadi Energi Cahaya. Sehingga dikatakan oleh Imam malik bahwa Ilmu orang tersebut menjadi tidak berguna bagi Dirinya, karena tidak bisa menjadi cahaya yang menerangi Jiwanya. Maka tiada gunalah buku satu lemari itu.....Karena tidak mampu menjadi sarana untuk mengenal dan mendekat kepada Allah swt...

Okey, sobat. Cukup sekian dulu corat-coret saya di pagi ini, kita sambung kembali di lain kesempatan. semoga bermanfaat untuk kita semua. Bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan bagi anda, silahkan di buang aja ke tong sampah sekalian dengan laptop dan komputer anda. he...he..he.. Namun bila dirasa tulisan saya kali ini cukup ada artinya bagi anda, maka jangan lupa, mari kita bersedekah doa kepada Guru-guru kita sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada mereka semua. Al fatehah........

Salam...