ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 04 September 2011

Quantum Universal Awareness 2

Vibrasi, Resonasi dan Alam Semesta
Seluruh benda di alam semesta ini, termasuk pikiran dan perasaan kita, hanyalah lautan energi yang bergetar! Jika kita mem-breakdown benda apapun, kita akan menemukan bahwa benda tersebut memang tersusun dari bagian-bagian lebih kecil yang disebut molekul…molekul-molekul tersebut bergetar…molekul tersusun atas atom – atom …atom tersebut juga bergetar…Atom tersebut tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil lagi yang disebut partikel sub atomik, seperti elektron, proton, dan neutron….Dan tahukah Anda …?  mereka pun juga bergetar... Dan … partikel-partikel itu ternyata juga tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil disebut Quark yakni ‘pilinan energi’ yang bergetar…

Hal tersebut juga berlaku pada seluruh tubuh kita…Yang juga tersusun dari bahan yang sama, yakni molekul, atom, partikel sub atomik, dan ‘pilinan energi’ yang semuaya …. BERGETAR…Bervibrasi.

Jika, ditinjau dari fisika kuantum, semua benda di alam semesta ini tak lain hanyalah gumpalan energi yang bergetar dengan frekuensi yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menyebabkan ia dikenal sebagai benda padat, cair atau gas; memancarkan warna yang berbeda; menghasilkan aroma yang tak sama, suhu tinggi dan rendah, kasar dan halus, dan sebagainya. Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”.

Namun… Tahukah Anda…. ???
Akal manusia bisa mengintervensi frekuensi tersebut sehingga terjadi resonansi lewat panca indera, lalu diteruskan ke otak secara elektromagnetik, dan muncul sebagai gambar-gambar di layar persepsi otak kita.
Namun, selain itu… bukan cuma benda, perasaanpun adalah energi yang bergetar. Bedanya, getaran yang terjadi pada perasaan adalah getaran kompleks yang terkait dengan resonansi sekelompok benda yang bergetar bersama-sama. Dalam hal ini, hati (baca: jantung) adalah tempat terjadinya resonansi, karena ia adalah representasi pikiran dan perasaan kita… Jika dilihat pada alat pengukur getaran jantung yakni ECG (Electric Cardio Graph) akan nampak bahwa seseorang sedang marah, takut, rileks, sedih, gembira, dan sebagainya. Getaran pada jantung tersebut beresonansi dengan anggota tubuh yang lain, dan secara elektromagnetik terpancar dari tubuh kita kepada lingkungan sekitar. Sehingga jangan heran apabila orang lain bisa merasakan kondisi emosi Anda meskipun Anda tidak menunjukkan/mengatakannya.

Oleh karena itu…
Kalau pikiran dan perasaan kita memancarkan energi positif, maka seluruh lautan energi akan teresonansi (ikut bergetar) menjadi positif. Lautan energi yang menjadi positif itu lantas kita tangkap kembali pantulannya lewat radar kita sendiri sebagai energi positif. Begitu pula sebaliknya bila kita memancarkan energi negatif. Dan itulah sebuah hukum alam yang sudah menjadi sunatullah… dari Sang Maha Pengatur…

Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:
“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

RESONANSI dan PEMURNIAN DIRI (KULTIVASI/TAZKIYATUN NUFUS)
Manusia hidup dalam lautan energi dari beragam frekuensi yang saling berhubungan untuk menciptakan berbagai bentuk dan pola atau medan energi. Pemahaman ini sesuai dengan pendapat Einstein (dalam Prabowo, 2007) yang mengatakan bahwa keadaan (matter) dan energi adalah aspek yang dapat dipertukarkan dari realitas dasar yang sama. Segala sesuatu di alam semesta ini dapat direduksi dari energi menjadi medan-medan energi dan semuanya terkoneksi.

Getaran yang dihasilkan oleh diri kita pribadi akan membentuk sebuah medan energi pribadi yang melingkupi diri kita, demikian juga komunitas sosial kita akan membentuk sebuah medan energi komunitas, demikian juga alam semesta bumi keseluruhannya akan membentuk sebuah medan energi alam semesta bumi. Dan lebih luas lagi terdapat medan energi galaksi.

Diantara medan energi tersebut terdapat hubungan yang timbal balik, saling beresonansi, berkomunikasi, dan saling mempengaruhi. Di dalam dunia Kuantum, segala batasan individu hanyalah sebuah ilusi. Kita bukanlah makhluk individual yang berdiri sendiri. Kita adalah makhluk semesta yang keberadaan diri kita terbentuk dari pengaruh medan-medan energi yang ada.

Sebuah contoh, dalam hal finansial. Saat ini sistem kapitalislah yang mendominasi. Pola Fikir Kapitalis manusia di seluruh dunia ini juga membentuk sebuah sistem Medan Energi Global yang berfrekwensi cinta harta atau kapitalis yang menyelimuti seluruh semesta bumi. Maka siapapun juga akan terpengaruh oleh medan energi finansial ini. bahkan sorang spiritualis dan relijius sekalipun tidak dapat terlepas dari sistem energi ini. Akhirnya dia harus mengikuti medan energi yang ada atau kalau tidak, maka medan energi pribadinya akan musnah. Karena tidak akan mampu bertahan melawan arus medan energi yang lebih besar. Maka, jangan heran bila ada tokoh agama tetapi sangat materialistik. he..he..he....

Begitu juga diri kita, di saat kita masih di dalam kandungan ibu. Interferensi gelombang energi dari kedua orang tua dan juga lingkungan keluarga kita sudah mulai mempengaruhi kita. Demikian juga setelah kita terlahir di dunia, sebagai seorang bayi yang terlahir fitrah, jiwa kita masih putih bersih bagaikan selembar kertas putih. Kita menangis, karena kita di bombardir dengan berbagai frekwensi dari lingkungan kita. Medan energi yang berasal dari komunitas keluarga dan lingkungan kita turut mewarnai medan energi pribadi kita. Demikian juga setelah kita menginjak dewasa, lingkungan medan energi baru tempat kita melakukan aktifitas sehari-hari akan juga turut mewarnai medan energi kita.

Alhasil, dunia kita (Medan Energi Pribadi Kita) bukanlah semata-mata terbentuk oleh kehendak kita sendiri. Tapi juga terbentuk oleh pengaruh medan energi komunitas dan semesta. Kualitas medan energi pribadi kita sangat ditentukan oleh lingkungan kita. Sedangkan kualitas medan energi kita, sangat erat kaitannya dengan Kondisi Nasib yang kita alami. Medan Energi yang berada di alam bawah sadar kita itulah yang merupakan sebuah Mekanisme Otomatis Kesuksesan dan Kegagalan kita. Itulah Program-program yang secara otomatis mengendalikan diri kita.

Wartawan Sains Tor Norrentranders dalam bukunya, The User Illusion; Cutting Consciousness Down to Size melukis sebuah gambar kesadaran. Ia menyebutkan kajian-kajian penelitian, terutama yang dilakukan Profesor Benjamin Libet dari University of California di San Francisco, yang memperlihatkan bahwa keputusan dibuat sebelum kesadaran membuatnya. Dalam eksperimennya Profesor Benjamin Libet menghubungkan orang-orang dengan mesin Electro Enchephalogram (EEG), yang memperlihatkan apa yang terjadi dalam otak mereka. Hal itu mengungkapkan bahwa sebuah aktivitas gelombang otak berlangsung sebelum orang itu melakukan keinginan sadar untuk melakukan sesuatu, yang membuktikan bahwa keinginan berasal dari bawah sadar baru kemudian memasuki pikiran sadar.

Profesor Benjamin Libet menemukan bahwa Niat untuk bergerak terlihat sekitar seperlima detik sebelum gerakan di mulai, tetapi sebuah aktivitas gelombang di dalam otak secara meyakinkan terlihat sepertiga detik sebelum niat. Eksperimen itu mengesankan bahwa pilihan-pilihan kita tidak dibentuk dalam sebuah sikap yang sadar, rasional. Sebaliknya muncul dari pikiran bawah sadar kita, dan ketika akhirnya mencapai permukaan kesadaran kita, pilihan-pilihan itu seolah-olah menjadi sebuah pemikiran yang kita bentuk di alam sadar.

Jadi, bila nasib kita baik atau sukses. Itu karena kita dibesarkan di lingkungan yang membesarkan kita dengan energi yang cukup besar untuk meraih sukses. Yang membentuk Program Otomatis Kesuksesan di alam bawah sadar kita.  Sedangkan bila nasib kita buruk, selalu sial dan gagal, maka perlu kita telaah medan energi pribadi kita selama ini dibesarkan di lingkungan apa...?? Sehingga Mekanisme Otomatis di alam bawah sadar kita selalu mengarahkan diri kita untuk selalu mengalami kegagalan.

Tentu anda akan mempertanyakan kehendak bebas kita untuk memilih lingkungan...?? Ya, kita bebas menentukan lingkungan tempat kita berada. Tetapi jangan lupa, bahwa kemampuan kita berfikir itu belum tentu murni dari fikiran kita. Pola fikir kita ini adalah juga hasil dari menyerap pola fikir lingkungan kita. Jadi bukan murni fikiran kita, tetapi sudah terkontaminasi oleh pola fikir orang lain juga. Artinya, Pola fikir dari lingkungan telah terprogram di dalam pikiran bawah sadar kita dan menjadi bagian dari program di alam bawah sadar kita. Alhasil, apapun keputusan kita tetap tidak akan menjauhkan diri kita dari type lingkungan yang telah kita kenal dengan baik. Bila kita keluar dari lingkungan yang lama dan hendak mencari lingkungan baru, tentu kita akan mencari lingkungan yang sesuai dengan diri kita. Dan berusaha menjauhi sebuah lingkungan yang sama sekali asing bagi kita.

Nah, bila lingkungan kita adalah kondusif dan positif terhadap kemajuan pribadi kita. Tentu tidak mengapa, tetapi bila lingkungan kita negatif dan menghambat kemajuan diri kita. Maka tentu hal ini akan sangat berbahaya bagi kemajuan kita.

Tetapi anda jangan kuatir, bila medan energi diri anda dan juga lingkungan anda terbukti selama ini hanya membawa masalah yang membuat anda sering sakit dan juga sering mengalami kegagalan hidup. Anda bisa membersihkan efek destruktif dari resonansi energi negatif tersebut, yaitu dengan cara memurnikan diri anda. Masukilah Zona Kuantum Ikhlas. Kembalilah ke titik NOL. Sebuah titik di mana anda lepaskan semua ego dan ambisi anda. Sebuah titik tempat anda bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan mendengarkan Inspirasi dari Tuhan. Sebuah tempat dimana semua frekwensi dunia sudah tidak mampu menyentuh anda dan tidak mampu lagi mempengaruhi anda. Di sini anda berada pada kesadaran murni anda, di sini hanya ada anda dan Tuhan, tidak ada yang lain lagi.

Di Zona Kuantum Ikhlas, anda dimurnikan dan dibersihkan kembali. Murni sebagaimana fitrah anda sebagai manusia yang sempurna. Tentu ini bukanlah sebuah pekerjaan yang instan, ini adalah sebuah pekerjaan yang terus menerus harus anda lakukan dalam kehidupan anda. Anda perlu setiap hari mengunjungi Titik NOL yang berada di dalam diri anda. Maka anda tiap hari akan dibersihkan dan dimurnikan dari segala racun-racun dunia yang menghambat kesuksesan anda selama ini.

Bagi umat Islam sudah ada sebuah solusi untuk itu. Yaitu sebuah methode untuk membersihkan diri dan memurnikan dirinya.

Rasulullah saw bersabda:
“Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sebuah sungai tawar yang mengalir di sisi pintu rumah salah seorang di antara kalian yang setiap harinya ia mandi lima kali, maka tidak tertinggal sedikitpun kotoran (di badannya, artinya barangsiapa yang sehari semalam mendirikan shalat lima waktu juga maka ia akan terbebas dari kotoran-kotoran jiwa dan ruh).” [Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18931]

Namun sayanganya, betapa banyak orang yang sholat tetapi tidak memperoleh kemurnian diri. Dan jiwanya masih kotor dan penuh dengan kotoran nafsu, kyai jawa mengatakan keadaan itu sebagai masih berjunub.

Allah berfirman :
”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS Al-Maa’uun ayat 4-5)

Sholat merupakan bentuk formal dzikrullah atau mengingat Allah ta’aala. Dan karena sholat menjadi sebuah kewajiban, maka yang banyak terjadi adalah sholat yang dilakukan tanpa ruh dzikrullah di dalamnya. Sholatnya hanya sekedar sebuah rutinitas untuk menggugurkan kewajiban saja. Inilah yang disebut oleh Allah swt sebagai Sholatnya orang yang lalai dari mengingat Allah swt. Maka celakalah bagi orang yang sholat tanpa ruh.

Itulah sebabnya para ulama Tasawuf  yang memang spesialisasinya adalah mengenai urusan hati manusia, merangkaikan berbagai amalan-amalan sunnah dalam sebuah formulasi tertentu yang fungsi utamanya adalah untuk menghidupkan hati manusia agar senantiasa ingat kepada Allah swt. Agar manusia dapat melakukan sholat dengan khusyu' disertai hadirnya hati di hadirat Allah swt.

Dzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang diperintahkan agar dilakukan juga diluar sholat baik ketika berdiri , duduk dan berbaring sebagaimana disebutkan dalam surat An Nisa ayat 103

Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring….(An Nisa 103).

Memperhatikan firman Allah diatas berarti kegiatan dzikir merupakan kegiatan yang harus kita lakukan setiap saat dimanapun kita berada. Namun pada kenyataannya sedikit sekali diantara kita yang melaksanakan kegiatan dzikir terus menerus seperti disebutkan diatas. Sebagian besar kita baru ingat Allah ketika mau sholat ,dalam keadaan sehari hari kepala kita hanya dipenuhi oleh berbagai urusan duniawi . Dalam sholat yang kita lakukan hanya kurang lebih selama lima menit itupun pada kenyataannya kepala kita masih dipenuhi oleh berbagai urusan duniawi. Lantas kapan fikiran dan hati kita akan betul betul tunduk dan ingat pada Allah??

Bernapas adalah kegiatan sehari hari yang kita lakukan setiap saat, sekalipun sedang tidur kita tetap bernapas. Manusia tidak pernah berhenti bernapas, berhenti bernapas berarti berhenti hidup. Badan yang hidup tidak pernah berhenti bernapas, demikian pula jiwa yang hidup tidak pernah berhenti berdzikir. Bernapas dan dzikir mengingat Allah adalah kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh badan dan jiwa yang hidup. Badan yang tidak bernapas adalah badan (jasmani) yang telah mati demikian pula jiwa (qolbu) yang berhenti dari dzikrullah adalah jiwa yang mati pula.

Olah napas adalah ilmu yang berkembang luas didunia dewasa ini. Tehnik olah napas yang tepat dan benar telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Di negara barat dewasa ini menjamur pusat pelatihan pernapasan seperti Yoga, Thaici, Chikung dan lain sebagainya demikian pula dikota besar di Indonesia. Sebagian besar pelatihan pernapasan yang ada dewasa ini hanya fokus untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh, disamping ada pula yang digunakan untuk membangkitkan tenaga dalam. Sedangkan di NAQS DNA, kami tidak menjadikan olah nafas sebagai sarana untuk mengembangkan tenaga dalam. Namun sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran diri, menelusuri perjalanan kesadaran meraih kebahagiaan sejati.

Kami menawarkan kepada siswa NAQS DNA berbagai tekhnik pengembangan kesadaran diri serta tekhnik-tekhnik untuk memasuki Zona Kuantum Ikhlas, yang bisa di ikuti oleh siapa saja, karena metode kami berdasarkan hukum-hukum universal (Sunnatullah). Sedangkan bagi kaum muslimin, akan kami lengkapi dengan amalan-amalan sunah dzikrullah yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas kesadaran dirinya.

Bagi pembaca yang berminat untuk meningkatkan kwalitas sholat dan kwalitas hidupnya , mari ikuti pelatihan yang kami adakan melalaui pelatihan Quantum Universal Awareness. Metode ini membantu membersihkan racun-racun energi yang tidak disadari, tempat hambatan terletak. Hal itu membantu melarutkan program-program tersembunyi serta efek negatif dari interferensi medan energi dari luar diri anda yang menghalangi Anda mencapai keinginan-keinginan Anda, baik kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, dan lainnya. SALAM NAQS.