THE LAW OF RESONANCE, MANAJEMEN QALBU, & KEBERLIMPAHAN

Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh....

APLIKASI THE LAW OF RESONANCE & THE LAW OF ATTRACTION DALAM KEHIDUPAN SOSIAL, MANAJEMEN QALBU, & KEKAYAAN.

Ketika dua getaran gelombang bertemu, maka akan terjadi dua hal berikut ini :
  1. Interferensi Konstruktif atau Resonansi Harmonis [Selaras] yaitu terjadi pelipat gandaan kekuatan getaran.
  2. Interferensi destruktif atau Resonansi yang tdk harmonis dan bersifat saling menetralkan kekuatan getaran.
Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.

Jika pada suatu tempat bertemu dua buah gelombang, maka resultan gelombang di tempat tersebut sama dengan jumlah dari kedua gelombang tersebut. Peristwa ini di sebut sebagai prinsip superposisi linear. Gelombang-gelombang yang terpadu akan mempengaruhi medium. Nah, pengaruh yang ditimbulkan oleh gelombang-gelombang yang terpadu tersebut disebut interferensi gelombang.

Ketika mempelajari gelombang stasioner yang dihasilkan oleh superposisi antara gelombang datang dan gelombang pantul oleh ujung bebas atau ujung tetap, Anda dapatkan bahwa pada titik-titik tertentu, disebut perut, kedua gelombang saling memperkuat (interferensi konstruktif), dan dihasilkan amplitudo paling besar, yaitu dua kali amplitudo semuala. Sedangkan pada titik-titik tertentu, disebut simpul, kedua gelombang saling memperlemah atau meniadakan (interferensi destruktif), dan dihasilkan amplitudo nol.

Dengan menggunakan konsep fase, dapat kita katakan bahwa interferensi konstruktif (saling menguatkan) terjadi bila kedua gelombang yang berpadu memiliki fase yang sama. Amplitudo gelombang paduan sama dengan dua kali amplitudo tiap gelombang. Interferensi destruktif (saling meniadakan) terjadi bila kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase. Amplitudo gelombang paduan sama dengan nol. Interferensi konstruktif dan destruktif mudah dipahami dengan menggunakan ilustrasi pada Gambar Di bawah ini.



Nah, sebagaimana telah saya kupas dengan panjang kali lebar dalam TOPIK MATA KETIGA, INTUISI, & INDRA KE ENAM. Bahwa emosi manusia itu hakikatnya mengandung getaran gelombang bioelektromagnetik yang bisa bernilai Positif atau Negatif. Klik Di Sini.. [http://www.naqsdna.com/2011/09/strategi-mempertajam-intuisi.html]

Getaran Emosi yang dipancarkan oleh orang lain, hakikatnya itu hanyalah sekedar provokasi yang memancing emosi kita agar bergetar selaras dengan getaran emosi mereka. Nah, bila Fikiran dan hati kita sdh terlatih dengan Zikrullah. Maka kita punya kemampuan dan kehendak bebas untuk bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Dan tidak mudah terpancing oleh provokasi orang lain.....

Bila Getaran Emosi yang kita terima adalah Negatif, misalnya bernada kebencian, kemarahan, iri hati, dll. Maka kita bisa bereaksi dengan tidak melayaninya bergetar dalam frekwensi mereka. Namun kita bisa bebas untuk memilih untuk tidak selaras dengan mereka dan bereaksi dengan getaran frekwensi kita sendiri.

Tekhnisnya menghadapi kejadian seperti itu yaitu dengan beristighfar di dalam hati atau dengan lisan kita. Dan untuk sesaat kita memilih diam & tersenyum... untuk menenangkan gejolak hati kita yg sedang menerima pancaran energi negatif tersebut.......

Sehingga dengan demikian, ketika dua getaran yang bersifat dikotomi (bertolak belakang, positif bertemu negatif) tadi bertemu, maka akan bersifat saling menetralkan. Sehingga permasalahan menjadi cepat segera selesai tanpa berlarut-larut.......... ► Hati kita tetap terjaga stabilitas getarannya, dan getaran hati lawan bicara kita juga menjadi ternetralkan. Efeknya, Tidak ada masalah yg terjadi.

Dan bila Getaran Emosi Positif yang kita terima dari orang lain. semisal emosi kegembiraan, Rasa syukur, keceriaan, dll. Kitapun bisa bebas untuk bereaksi dengan cara sesuai pilihan kita. Bila kita memilih untuk bergetar selaras dengan mereka dengan turut serta bergembira atas kegembiraan dan kebahagiaan mereka. Maka Getaran Kebahagiaan tersebut akan mengalami pelipat gandaan efek. Sehingga terjadilah kebahagiaan berjamaah. he..he..he...

Efeknya pada hati kita yaitu getaran hati kita yg positif akan naik berlipat ganda frekwensinya. Demikian pula getaran orang lain tersebut.

Nah, dalam hubungannya dengan KEKAYAAN. Ketika kita ikut bergembira atas kegembiraan orang lain yang memperoleh nikmat dari Allah swt. Semisal baru beli MOBIL misalnya. Maka energi keberlimpahan yang mereka peroleh akan juga menular kepada kita. Sehingga ketika kita konsisten atau Jujur dengan perasaan itu. Maka hanya dengan turut bersyukur dan bergembira atas nikmat Allah yang diperoleh orang lain, kita menjadi selaras dengan getaran keberlimpahan orang tersebut dan efeknya kita akan ketularan memperoleh keberlimpahan rizki juga dari Allah swt. Inilah aplikasi dari Hukum THE LAW OF ATTRACTION.....

Pengendalian Pikiran
Sang Buddha bersabda:
“Dunia dikendalikan oleh pikiran, oleh pikiran dunia diganggu.
Pikiran itu sendirilah satu hal yang membawa semua yang lain ada di bawah kekuasaanya.” (Samyutta Nikaya I, 39)

Pikiran merupakan sumber segala malapetaka dan kebajikan di dunia ini.
Pikiran yang negatif akan menciptakan hal-hal yang negatif, sebaliknya pikiran yang positif akan menciptakan hal-hal yang positif pula. Adakalanya pikiran menjadi liar tak terkendali seperti monyet sakti Sun-Go-Kong yang senantiasa melompat dan bergerak tanpa henti. Mulut bisa dikendalikan kapan akan berbicara dan diam, tubuh bisa diatur untuk diam dan bergerak, tetapi pikiran adalah sesuatu hal yang paling sulit dikendalikan.

Pikiran yang sulit dikendalikan tersebut kemudian akan mempengaruhi mulut dan tubuh kita. Sehingga pikiran yang tidak terkendalikan akan menghasilkan berbagai perbuatan dari ucapan dan tindakan yang dapat menimbulkan penderitaan. Kebahagiaan dapat dicapai apabila kita sudah berhasil mengendalikan pikiran secara baik.

Sang Buddha Bersabda :
“Sukar dikendalikan pikiran yang binal dan senang mengembara sesuka hatinya. Adalah baik untuk mengendalikan pikiran, suatu pengendalian pikiran yang baik akan membawa kebahagiaan.” (Dhammapada , 35)

Jiwa Harmonis Bisa Mengubah Dunia
Depresi saat ini menjadi penyakit dunia modern, angka bunuh diri atau membunuh orang lain, sekarang meningkat pesat, dan menurut penelitian, perempuan lebih rentan mengalami depresi, mungkin ini terjadi di mana perempuan lebih bermain dengan perasaannya, dibandingkan dengan pria yang lebih mengandalkan logikanya dalam menghadapi, dan menjalani situasi-situasi yang datang dalam kehidupan.

Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama saat ini. Sebuah keluarga akan menanggung akibatnya, jika ada anggotanya yang depresi, demikian juga yang terjadi di kantor, di perusahaan, dan di lingkup luas sebuah negara.

Sebab, orang yang menderita depresi menurun daya kreativitasnya, juga produktivitas daya hidupnya, tentu hal ini sangat mengganggu dalam kemajuan masyarakat, sehingga jika angka penderitanya semakin banyak, tidak tertutup kemungkinan sebuah negara akan terus mundur dalam segala aspek.

Depresi terselubung (masked depression) merupakan penyakit dunia modern yang saat ini, sangat banyak penderitanya, yaitu gejala yang muncul ke permukaan berupa keluhan-keluhan fisik (somatic), maka para dokter banyak dibanjiri pasien yang tidak diketahui penyakitnya, diketahui dalam pemeriksaan laboratorium didapat hasil yang normal, di sinilah diharapkan kepekaan para dokter, untuk mengarahkan pasien-pasien ini ke terapi kejiwaan, karena kemungkinan mereka penderita awal dari depresi yang akan terus bertambah parah.

Kasih Sayang
Seorang yang kuat dan sehat jiwanya, bisa saja dia jatuh dalam alam depresi jika tidak bisa mengatasi stressor (pemicu ketegangan) yang datang dalam derap kehidupannya. Perasaan gagal memenuhi rasa aman untuk diri sendiri dan orang yang dicintai. Perasaan gagal mendapatkan dan memenuhi kasih sayang. Didera perasaan bersalah pada diri sendiri.

Ambisi atau keinginan kuat, obsesi-obsesi yang tak terpenuhi. Perasaan minder atau sebaliknya, yaitu perasaan 'super' sama-sama sebagai bentuk pemicu depresi. Akibat terburuk dari depresi, biasanya terjadi dalam bentuk agresi, yaitu suatu reaksi terhadap frustrasi atau ketidakmampuan memuaskan kebutuhan psikologisnya.

Agresi hiper salah satu contohnya menjadi sosok penyerang, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, agresi hipo salah satu contohnya, sikap yang selalu mengalah, dan menarik diri.

Stres berkepanjangan membuat emosi labil, jantung berdenyut lebih cepat karena darah harus dipompa lebih aktif dan otot di seluruh tubuh menjadi tegang, inilah awal keluhan-keluhan fisik, yang jika dibiarkan berkepanjangan, bisa menyebabkan depresi.

Pada penderita depresi pemula, gejala umum yang sering terlihat, adalah menjadi pemurung. Orang itu selalu merasa tidak bahagia, pesimistis terhadap masa depan atau terhadap orang yang diharapkan, mudah tersinggung, sering melamun, mengerutu, serta kehilangan kepercayaan diri. Mulai menarik diri dari lingkungan, bersikap masa bodoh terhadap lingkungan, serba cemas, berpikir negatif terhadap orang lain, (paranoid), mulai malas bicara, bisa juga mudah tegang, dan emosi sangat mudah terpancing untuk meledak dalam bentuk ekspresi marah menangis, atau berteriak.

Jika kita mengalami beberapa keluhan perasaan di atas, dan merasakan fisik selalu tidak nyaman, ada saja keluhan sakit yang tidak jelas. Cobalah membuat gerakan untuk keluar dari gejala depresi ini, yaitu dengan menyadari keadaan mental sendiri, menerima diri apa adanya, jauhkan sikap selalu membandingkan diri dengan orang lain, mulai menyadari/menyelidiki trauma yang menjadi pemicu/ penyebab terjadinya gangguan perasaan ini, mulailah mengerahkan kecenderungan alamiah pada nilai yang positif dan pikiran yang membangun. Jika tidak mampu mengatasi sendiri, carilah pertolongan psikolog atau psikiater

Jelas sekali setiap orang membutuhkan keharmonisan jiwa, tapi pertanyaannya bagaimana bisa meraihnya? Carilah teman yang membangun, milikilah sahabat tempat berbagi. Sahabat adalah tempat berbagi suka atau duka, dengan saling menjaga dan percaya akan keajaiban kasih sayang, dengan keterbukaan merupakan awal pemulihan.

Nah, cukup sekian dulu ya... Wallahu a'lam......
THE LAW OF RESONANCE, MANAJEMEN QALBU, & KEBERLIMPAHAN THE LAW OF RESONANCE, MANAJEMEN QALBU, & KEBERLIMPAHAN Reviewed by Edi Sugianto on 10.18 Rating: 5

Tidak ada komentar:


kelas Gendam Online
Diberdayakan oleh Blogger.