ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 10 November 2011

Level Kuantum Husada

Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...

Sahabat, sering saya ditanya mengenai jenjang pendidikan & pelatihan di NAQS DNA. Perlu sahabat ketahui, bahwa ilmu dasar di NAQS DNA adalah kami ajarkan dalam program Kuantum Husada. Walaupun terkesan hanya untuk untuk urusan penyembuhan penyakit. Namun hakikatnya itu adalah mengenai Ilmu PERUBAHAN HIDUP yang bermanfaat untuk pemulihan diri dari segala penyakit. Baik penyakit fisik & metafisik, penyakit hati, penyakit fikiran, Juga penyakit sosial & finansial (kerejekian). Jadi sebenarnya aplikasinya adalah luas untuk segala permasalahan hidup & kehidupan, dan tidak terbatas untuk persoalan sakit secara fisik semata.

LEVEL KUANTUM HUSADA :
  1. Level 1 : Penghusada (Ph.)
    ►Untuk pemulihan dan perubahan diri sendiri serta orang lain dalam jarak dekat.
  2. Level 2 : Master Penghusada (M.Ph.) 
    ►Untuk pemulihan dan perubahan diri sendiri serta orang lain dalam jarak dekat, jarak jauh, & massal. Serta untuk berbagai solusi hidup.
  3. Level 3 : Grand Master Penghusada ( GMPh )
    ► Spektrum energi dan tekhnik yang lebih luas dan lengkap, mulai Quantum Healing, Quantum Love, Reiki Sufi, Prana, Magnetisme, EFT, dll. Syarat : Telah Mengikuti Live Training (Pelatihan Langsung Quantum Tranceformation)
  4. Level 4 : Licensed Trainer Master Penghusada (CT.MPh.) atau Certified Trainer Master Penghusada.
    ► mampu menurunkan keilmuan Kuantum Husada hingga level 3 dan sudah memperoleh izin/lisensi untuk menyelenggarakan pelatihan Quantum Husada NAQS DNA.
Mengenai Biaya pelatihan :
  • LEVEL 1 : GRATIS, Materi Pelatihan bisa anda pelajari di website. Klik Di sini...
  • LEVEL 2 : Pelatihan jarak jauh & dekat, INVESTASI NORMAL Rp. 750.000,-  Bagi calon siswa dari golongan yang tidak mampu, dari wilayah Indonesia, kami berikan subsidi sehingga hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 300rb. Subsidi Periode tahun 2011 berlaku hingga tanggal 31 Desember 2011. Selengkapnya klik di sini...
  • LEVEL 3 & LEVEL 4 : Diberikan dalam pelatihan Langsung.
Level Grand Master Penghusada ( GMPh ) & Licensed Trainer Master Penghusada (CT.MPh.) kami berikan kepada  seseorang yang secara sendirian atau berkelompok mampu membangun komunitas NAQS DNA di daerahnya masing-masing. Jadi level ini terkait dengan tugas & kewajiban dalam memberikan kemanfaatan yang lebih besar & terorganisir dengan baik kepada lingkungan.

Ingat, Kebaikan yang tidak tertata dengan baik akan kalah bersaing dengan kejahatan yang tertata dan terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita memberikan manfaat positif kepada lingkungan dengan membentuk komunitas praktisi NAQS DNA di daerahnya masing-masing. Sehingga ilmu yang kita punyai ini dapat di amalkan dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Sahabat, jenjang level yang kami berikan ini tidaklah berorientasi kepada Pola Fikir Gelar dan sertifikat (Gradual Minded), atau belajar hanya untuk mengejar gelar dan sertifikat belaka. Apalagi sekedar hanya untuk menjadi kolektor ilmu. Namun lebih ke arah Kemahiran & ketrampilan (LIFE SKILL), serta tugas dan tanggung jawab. Semakin tinggi tingkat keilmuan, semakin besar tugas yang disandangnya untuk menjadi Kholifatullah & Manusia yang Rahmatan Lil 'Alamin. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya sendiri serta lingkungannya.

Herbert Spencer mengatakan : “Yang menjadi tujuan besar pendidikan bukanlah pengetahuan, melainkan tindakan”. Maka saya mengajak para sahabat untuk selalu yakin bahwa yang terpenting adalah tindakan nyata bukan hanya sekedar teori dan ide saja. Karena pendidikan dan latihan MIND POWER dan HEART POWER yang saya berikan via metode QUANTUM TRANCEFORMATION NAQS DNA adalah ilmu praktek, maka ilmu ini akan kurang bermanfaat bila tidak pernah dipraktekkan dan dibuktikan dalam kehidupan nyata di alam realita.

Asy-Syathibi rahimahullah membawakan banyak dalil yang menunjukkan akan hal itu. Beliau berkata: “Sesungguhnya ruh ilmu adalah amal. Jika ada ilmu tanpa amal maka ilmu tersebut kosong dan tidak bermanfaat.

Abu Hurairoh radhiyallohu anhu berkata : “Perumpamaan ilmu yang tidak diamalkan bagaikan harta simpanan yang tidak dinfakkan di jalan Alloh Ta’ala”.

Abu Qilabah berkata : “Jika Alloh menjadikanmu berilmu maka jadikanlah ilmu itu sebagai ibadah kepada Alloh, dan janganlah kamu hanya berorientasi untuk menyampaikannya kepada orang lain (tanpa mengamalkannya)”.

Tujuan ilmu adalah amal, sebagaimana tujuan amal adalah keselamatan. Jika ilmu kosong dari amal maka ilmu itu akan menjadi beban (bumerang) bagi pemiliknya. Kita berlindung kepada Allah dari ilmu yang menjadi beban (bumerang) dan mendatangkan kehinaan, dan akhirnya menjadi belenggu di leher pemiliknya.

Sebagian ahli bijak berkata, “Ilmu adalah pembantu bagi amal, dan amal adalah puncak dari ilmu.” (Iqtidhaul Ilmi Al-’Amal 14-15)

Rasulullah SAW bersabda "...Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia..." [HR. Thabrani dalam Al-Ausath]

Bahkan jika kita mentadabburi Al-Qur'an, kita akan mendapatkan sebuah ayat yang menjadi permisalan bagi eksistensi sesuatu yang ditentukan oleh kemanfaatannya bagi manusia. Allah SWT berfirman :

"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan [770]."( QS. Ar Ra'd : 17 )

[770]. Allah mengumpamakan yang benar dan yang bathil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. Yang benar sama dengan air atau logam murni yang bathil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia. (SOURCE ; ABATASA )

Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah tertentu kepada orang lain.

Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Bahkan, seseorang yang memiliki ilmu agama kemudian diajarkannya kepada orang lain dan membawa kemanfaatan bagi orang tersebut dengan datangnya hidayah kepada-Nya, maka ini adalah keberuntungan yang sangat besar; lebih besar dari unta merah yang menjadi simbol kekayaan orang Arab.

"Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada satu orang melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah" [HR. Bukhari]

Ilmu umum yang diajarkan kepada orang lain juga merupakan bentuk kemanfaatan tersendiri. Terlebih jika dengan ilmu itu orang lain mendapatkan life skill (keterampilan hidup), lalu dengan life skill itu ia mendapatkan nafkah untuk sarana ibadah dan menafkahi keluarganya, lalu nafkah itu juga anaknya bisa sekolah, dari sekolahnya si anak bisa bekerja, menghidupi keluarganya, dan seterusnya, maka ilmu itu menjadi pahala jariyah baginya.

"Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya" [HR. Muslim]

Ilmu yang bermanfaat dalam hadits di atas bukan sekedar ilmu agama, tetapi juga bisa ilmu umum dan Life Skill sebagaimana yang dipelajari di NAQS DNA.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai Program Pendidikan & Pelatihan di NAQS DNA. semoga bermanfaat.

SALAM PERUBAHAN & SALAM SUKSES...