ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 02 November 2011

Merasa Pintar dan Pintar Merasa

Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh....

Sahabat, Sering kita berjumpa dengan Manusia yang Pintar, Cerdas, Hebat, Shakti, atau punya banyak kelebihan di atas orang lainlah pokoknya. Tetapi jarang kita bersua dengan manusia yang betul-betul Arif & bijaksana......

Banyak Yang Merasa Pintar, tetapi Jarang yang Pintar Merasa.
Hmm.. kenapa ya...???

Penyakit merasa pintar akan berjangkit bilamana kita selalu fokus pada diri sendiri dan kurang mempunyai Rasa Empati Pada Orang Lain. Fokus yang begitu berlebihan pada kelebihan diri sendiri akan menumbuhkan rasa percaya diri yang berlebihan yang menjurus kepada Kesombongan. Dalam situasi seperti ini kita menjadi mudah melupakan keberadaan teman yang ada di sekitar kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kapan kita keluar dari zona "Merasa Pintar" ini...?
Manakala kita berani jujur melihat siapa kita dalam koordinat sosial yang ada dan dengan parameter yang orang lain punya. Menjadi jujur dalam konteks atau dalam konstelasi sosial bukanlah perkara mudah. Setidaknya ini seperti apa yang sering kita rasakan dan jalani. Karena dalam posisi ini berarti kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Atau bisa jadi justru kita lebih baik menjadi rendah hati dengan memberikan penghormatan setulusnya kepada lingkungan sosial sekitar dimana kita berinteraksi.

Jika saja kita mau membuka mata dan telinga lebih lebar…
Jika saja kita belajar untuk lebih banyak mendengarkan ketimbang bicara… 
Seandainya saja kita menajamkan kemampuan akal kita untuk berpikir dan hati kita untuk merasa… 
Dan seandainya saja kita dapat meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama… 
Maka niscaya dunia ini akan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk dihuni. 
Dengan cara inilah kita menjadi pintar merasa. 
Dan bukan merasa pintar! 
Semoga penyakit ini dijauhkan dari dalam hati kita. 
Amien.