ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 12 November 2011

Sukses Dengan Pura-Pura (Aura Modelling)

Assalamu 'alaikum..

Sahabat, ada yang mengatakan bhw dunia ini adalah panggung sandiwara. Dan ternyata utk menjadi pribadi yg sukses dpt dilakukan dg berpura-pura atau berandai-andai kita ber"akting" memerankan sosok ideal yg kita harapkan..

Contoh :
Andai kita adalah salesman biasa-biasa aja... Nah, agar karier kita meningkat. Beraktinglah sebagai seorang Salesman profesional yg sukses. Dan agar akting kita sempurna, maka hayatilah akting tsb dg mempelajari & memodel karakter dari para sales profesional yg telah sukses... Tekhnik ini bs juga diterapkan di bidang yg lain. Silahkan anda berakting menjadi karakter yg anda kehendaki.. Walau ini awalnya hanyalah berpura-pura saja, namun lambat laun. Karakter tsb akan menyatu dan menjadi karakter anda yg baru... Plus dengan embel-embel kesuksesan sesuai yg diharapkan tentunya. he..he..he....

Bila anda adalah orang yg terbiasa bicara di depan publik. Dan anda ingin meningkatkan performa penampilan anda, maka Anda dpt bergaya & berakting sebagaimana Mario Teguh bicara, atau anda dpt meniru figur lain yg menjadi idola anda. Seperti Bung Karno misalnya... Maka anda akan betul- betul dpt menguasai publik audiens sperti tokoh yg anda tiru..

Setelah anda mahir meniru, maka modifikasilah dg selera & gaya anda sendiri. Maka anda akan jd sosok yg tdk kalah dg para pembicara terkenal...

Rumusnya, ATM : AMATI, TIRU, & MODIFIKASI...

Tdk apa berpura-pura, asalkan utk kebaikan. Right.?

Ketika menerapkan LoA (The Law Of Attracton) kan kita harus berada dalam state layaknya kita sudah menerima hal tersebut. Inilah sebabnya jika ingin hidup berkelimpahan, maka kita harus melatih diri untuk selalu berada dalam state yang bekelimpahan, misalnya dengan memperbanyak memberi.

State itu adalah kondisi pikiran-perasaan. State dibentuk oleh pikiran-perasaan, begitu juga pikiran-perasaan membentuk state. Anda tentu pernah merasakan ketika melakukan sesuatu, yang rasanya “dapet” nih, dan hasilnya sempurna seperti keinginan Anda. Sementara pada kesempatan lain, Anda merasa “nggak dapet-dapet” nih, sehingga hasilnya pun kurang memuaskan. Nah, itulah fungsi state. Sebuah state memiliki daftar perilaku, belief, value, dll yang cocok dengannya. Ibarat sebuah kaset, state memiliki repertior lagu-lagu yang memang menjadi bagian dari album tersebut.

Nah, kalau dalam NLP kan state itu bisa kita ‘ambil’ dengan beberapa cara: pengalaman serupa di masa lalu, kreasi kita sendiri (as if frame), atau memodel orang lain.

Tekhnik ini lebih powerfull dari visualisasi, karena di sertai penghayatan dan pembelajaran terhadap karakter yg hendak diperankan. Karena akting yg di hayati dengan sepenuhnya itu tidak mudah lho... buktinya khan ada sekolah untuk akting bagi pemain film & sinetron. tul nggak...? he..he..he...

Tekhnik di atas dalam NLP di sebut sebagai Tekhnik Modelling. Ilmu memodel ini dikembangluaskan untuk memodel berbagai keunggulan manusia; antara lain untuk memodel keunggulan dari orang yang berprestasi unggul di bidang komunikator, olahraga / atlit, leadership, sales, pengajar, bisnisman, karyawan, penyanyi, meditasi, dan berbagai orang sukses lainnya.

Modelling dalam NLP memungkinkan untuk mempelajari dan menduplikasi keahlian seseorang. Aplikasi modelling ini sungguh tak terbatas, nyaris bisa dikatakan: “Bila ada seseorang pernah melakukan sesuatu hal, maka dengan modeling kita juga dapat menduplikasi agar bisa melakukannya juga”. Melalui NLP kita bisa melakukan suatu perilaku unggul manusia dan memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu. Pola-pola inilah yang kemudian disusun ulang dengan urutan dan kombinasi tertentu akan menjadi model of excellence yang dengan mudah untuk diduplikasikan kepada orang lain. Beberapa nama besar yang tercatat menggunakan ilmu NLP dalam meraih kesuksesannya adalah : Michael Gorbachev, Bill Clinton, Andre Agassi, Lady Di, dan Nelson Mandela.

Seperti halnya diterangkan dalam NLP, bahwa setiap orang memiliki preferensi tersendiri (audio, visual atau kinestethic), demikian juga modelling:

1. Self-Model (dari sukses kecil ke sukses besar)
Pernah juara kelas waktu SD, jadi juara kelas SMP, SMA, dan pada saat kuliah. Di tempat kerja juga tetap berprestasi. Apakah pernah menemukan orang seperti itu? Kalo ya, berarti terbukti bahwa self-model bisa dilaksanakan. Di NLP ini disebut Visual Remembered Images.

2. Self-Create (membayangkan sukses besar yang belum pernah terjadi)
Bagaimana Edison bisa menemukan lampu walaupun hal tersebut belum pernah ada, bagaimana manusia bisa terbang kalau tidak pernah ada manusia yang bisa membayangkan? Bagaimana bisa tercipta telpon bahkan handphone bilamana kita hanya membayangkan hal-hal yang sudah ada. Jelas ini juga terbukti bahwa Self-Create Image juga bisa diwujudkan. Di NLP ini disebut Visual Constructed Images.

3. Modelling Other People
Ini justru jurus utama NLP, modelling people excellent. Bagaimana memodel Virginia Satir, Milton Erickson dan Fritz Pels hingga berkembang menjadi NLP sebagaimana hari ini. Hasilnya ternyata luar biasa juga. Demikian juga bila kita memodel orang-orang sukses, kita bisa menjadi sukses. Bila kita memodel orang kaya, kita juga akan menjadi kaya.

Saya percaya bahwa dari 3 cara tersebut, masing-masing pasti punya pilihan yang lebih cocok untuk diri sendiri.

Yang lebih penting dalam LoA, kita tidak berhenti hingga di Visualisasi, tanpa pernah melakukan action apapun. Analoginya adalah: biji kecambah akan tetap jadi biji kecambah, tapi sekali diberi air sedikit saja, maka biji kecambah akan tumbuh menjadi taoge! Action sekecil apapun akan men-spiralisasi kita mencapai tujuan visualisasi kita. Atau mungkin pepatah lebih tepat menggambarkannya: ‘Perjalanan ribuan mil dimulai dari satu langkah kecil!’

AURA MODELLING
Pada kesempatan tulisan ini, saya ingin sharing mengenai pengalaman saya menggunakan NLP dalam kehidupan saya. Kali ini kisahnya mengenai State of Excellence, atau sering juga disebut Circle of Excellence.

Begini ceritanya . . . .
Salah seorang Guru saya bernama Ust. Muhammad Nasuha, panggilan beliau Ust Anas. Beliau saya temui sejak saya di bangku SMP, kelas 2 (dua), dimana waktu itu saya mengikuti pengajian dzikir dan shalawat yang beliau pimpin di setiap malam rabu ba’da ‘Isya. Saat itu, pengajian berjalan rutin sebagaimana biasa seminggu sekali. Suatu kali saat saya mau menghadapi ujian semester, saya bertanya ke Ust Anas, “Tadz, saya mau ujian semester minggu depan, apa yang Ust sarankan untuk saya ?” begitu tanya saya.

Beliau menceritakan mengenai “menggunakan aura orang yang diinginkan ketika ingin menghadapi suatu situasi tertentu”. Diawali dengan doa dan shalawat ditambah dengan mendoakan orang yang mau digunakan auranya. Lalu, memasukkan aura orang tersebut ke diri sendiri. “Ya, contohnya, kalo mau belajar dan lulus ujian, pinjem aja auranya orang yang cerdas, yang pinter gitu”lanjut Ust Anas. “Prof. Habibie, misalnya”kata Ust Anas. Dan lalu, “Yakin aja, kita udah memiliki aura orang tersebut sambil melakukan apa yang perlu kita lakukan !”

Demikian nasehat Ust Anas ke saya, disaat itu. Nasehat tersebut saya gunakan dalam proses belajar dan menghadapi ujian saya. It’s work ! Berhasil ! Saya berhasil belajar dengan percaya diri dan mendapat nilai yang memuaskan. Nah, sejak saat itu setiap kali saya mau belajar dan menghadapi situasi ujian, saya selalu menggunakan ‘teknik aura’ tersebut.

Lama waktu berlalu, hingga saya mengikuti Practitioner NLP dari NF NLP bersama Mas Abdul Aziez dari NLP Consult Indonesia. Ketika itu saya dikenalkan dan diajari mengenai State of Excellence atau Circle of Excellence. Ketika memahami ‘apa’ dan ‘bagaimana’ State of Excellence itu, saya jadi teringat kembali mengenai ‘menggunakan aura’ yang diajarkan Ust saya, Ust Anas, seperti yang sudah saya ceritakan diatas.

Kini setelah mengikuti 2 (dua) kali Practitioner NLP, dari NF NLP dan dari The Society of NLPTM / Dr. Richard Bandler, yang mengajarkan State of Excellence atau Circle of Excellence, dan saya sebelumnya telah mendapatkan ‘teknik aura’ dari Ust saya, saya ingin ‘menggabungkan’ kesemua tool tersebut menjadi “Aura Modelling”.

Sebenarnya Aura Modelling ini adalah State of Excellence dengan menggunakan aura figur orang yang ingin dimodel. State of Excellence sendiri dapat diterapkan dengan menggunakan pengalaman sendiri atau meng-create figur orang lain yang diinginkan untuk dimodel.

Berikut ini langkah-langkah Aura Modelling :
  1. Tentukan figur orang yang kualitasnya ingin Anda model atau Anda akuisisi menjadi bagian diri Anda. Sambil Anda menentukan figur yang ingin Anda model itu, Anda dapat meniatkan di hati untuk memodel atau meminjam aura orang yang ingin Anda model dan mendoakan kebaikan-kebaikan bagi orang tersebut.
  2. Bayangkan atau rasakan sebuah lingkaran atau bentuk lain yang Anda inginkan, berada di depan Anda
  3. Letakkan figur dan aura orang yang ingin Anda model diatas lingkaran atau bentuk itu.
  4. Perkuat figur dan aura yang Anda bayangkan atau rasakan itu. Beberapa dari Anda mungkin bisa melihat bentuk dan warnanya, maka perjelas bentuk dan warnanya. Beberapa dari Anda mungkin bisa mendengar suara-suara dari figur dan aura model Anda, maka perjelas suara-suara yang terdengar. Beberapa dari Anda mungkin bisa merasakan figur dan aura model Anda, maka perkuat rasa yang timbul dari figur dan aura model Anda. Semakin Jelas, Semakin Nyata, dan Semakin Kuat bayangan atau rasa dari figur dan aura model yang Anda bayangkan atau rasakan, Semakin Bagus !
  5. Lakukan Anchoring atau Set The Anchor secara Visual dengan membayangkan sesuatu, secara Auditori dengan mendengar sesuatu atau secara Kinestetik dengan menekan satu titik di bagian tubuh Anda, Sambil Anda Mengasosiasikan dengan bayangan atau rasa Figur dan Aura Model yang Semakin Kuat
  6. Keluar sebentar dari lingkaran atau bentuk itu tadi, dis-associate dengan pengalaman sebelumnya. Break State. Gelengkan kepala, lihat dan sadari keadaan sekeling. Tarik nafas ringan, perlahan. Lalu, siap untuk mulai lagi.
  7. Siapkan diri Anda ! Lakukan kembali langkah kedua ? access
  8. Bayangkan atau rasakan di situasi lain apa Anda ingin menerapkan kualitas dari figur dan aura model yang telah Anda akuisisi tadi, bisa situasi di masa kini maupun di masa yang akan datang. Dan lakukan langkah ke empat ? amplify
  9. Masuk ke dalam lingkaran atau bentuk itu dan Fire The Anchor, picu Anchor yang tadi telah Anda buat (Set) sebelumnya. Jadikan satu antara pengalaman yang di-Anchor dengan situasi lain yang ingin diterapkan, bisa situasi di masa kini maupun di masa yang akan datang.
Demikianlah langkah-langkah Aura Modelling. dan bagi anda siswa NAQS yang sudah biasa berlatih "MEDITASI GERAK" maka menerapkan tekhnik aura modelling ini akan menjadi sangat mudah, hanya tinggal merubah affirmasinya saja.  Baca ulasan mengenai Meditasi Gerak di sini : http://www.naqsdna.com/2011/05/meditasi-gerak-pribadi-tarian-gerak.html

Sederhananya langkah-langkah diatas dapat disingkat menjadi 4 A, yaitu :
  1. Access : Akses
  2. Amplify : Perkuat
  3. Anchor : Menjangkar
  4. Apply : Test Anchor
  5. Appropriate : Terapkan pada situasi yang tepat/sesuai yang diinginkan
Aura Modelling ini, sebagaimana State of Excellence atau Circle of Excellence, dapat digunakan untuk situasi apapun, misalnya memulai belajar dan menghadapi ujian, melakukan deal dengan customer, persiapan sebelum melakukan negosiasi dengan calon klien, sesaat sebelum tampil maju ke depan atau di panggung – bagi guru, trainer atau fasilitator. Di samping itu, orang yang dimodel pun bisa siapa saja selama orang yang dimodel masih hidup dan memiliki kualitas-kualitas yang ingin Anda Model. Hal ini untuk memudahkan dan kebaikan Anda sendiri.

Demikian sharing saya kali ini. Semoga Bermanfaat !
Wassalamu’alaikum wr. wb
“Salam Empowering!”

Referensi :
Meditasi Gerak
Republik NLP
Purnomo 
Indonesian NLP