ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 31 Mei 2012

Rahasia Money Magnet

“Kaya dan miskin… adalah masalah mental”
Hentikan dunia ini.
Hentikan dunia ini dan kumpulkan semua uang yang ada di dunia.
Setelah semua terkumpul, bagikan semua uang itu secara rata kepada semua orang di seluruh dunia.
Hingga semua orang di seluruh dunia, punya uang dengan jumlah yang sama..
Berikan uang dengan jumlah yang sama hingga tidak ada lagi orang kaya dan miskin
Semua sama.
Jalankan kembali dunia.
Lalu tunggu sekitar 10 tahun lagi…
10 tahun kemudian, akan ada lagi orang kaya .. dan orang miskin…
Kaya dan miskin, bukan masalah siapa yang punya lebih banyak uang.
Kaya dan Miskin adalah masalah mental.
Kaya dan Miskin adalah masalah pola pikir.
Orang miskin bisa jadi kaya.
Orang kaya bisa jadi miskin.
“Kaya dan miskin… adalah masalah mental”

Harta benda merupakan bagian dari rizki yang telah ditetapkan oleh Allah swt bagi setiap hamba. Sebagian dilebihkan atas sebagian yang lain. Sehingga muncullah sebutan kaya dan miskin. Akan tetapi, siapakah sebenarnya orang yang disebut kaya atau miskin?

Rasulullah saw bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah ra)

Al-Hafizh Ibnu Hajar ra berkata dalam penjelasannya terhadap hadits ini:

“Alhasil, orang yang disifati dengan Ghina an-Nafs (kekayaan jiwa/MINDSET KAYA) adalah orang yang qana’ah terhadap apa yang Allah k rizkikan kepadanya. Dia tidak tamak untuk menumpuk-numpuk harta tanpa ada kebutuhan. Tidak pula dia meminta-minta kepada manusia dengan mendesak. Dia merasa ridha dengan apa yang diberikan Allah k kepadanya, seakan-akan ia terus-menerus merasa cukup.

Sedangkan orang yang disifati dengan Faqru an-Nafs (kefakiran jiwa/MINDSET MISKIN) adalah kebalikannya. Karena dia tidak qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya. Dia selalu rakus untuk menumpuk-numpuk harta, dari arah mana saja. Kemudian, bila dia tidak mendapatkan apa yang ia cari, ia akan merasa sedih dan menyesal. Seakan-akan dia adalah orang yang tidak memiliki harta. Karena dia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, sehingga seakan-akan dia bukan orang yang kaya.” (Fathul Bari, 2/277)

Demikian pula, Rasulullah n telah menyebutkan orang yang pada hakikatnya miskin, seperti dalam sabda beliau n:

لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ، وَلَكِنَّ الْمِسْكِينَ الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلاَ يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ وَلَا يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ

“Bukanlah orang yang miskin itu orang yang meminta-minta kepada manusia untuk diberi satu atau dua suap makanan, dan satu atau dua butir kurma. Akan tetapi orang yang miskin itu adalah orang yang tidak memiliki (rasa cukup dalam hatinya yang membuat dirinya tidak meminta-minta kepada orang lain) dan orang yang tidak menyembunyikan keadaannya, sehingga orang bersedekah kepadanya tanpa dia meminta-minta.” (HR. Al-Bukhari no. 1479 dan Muslim no. 1472 dari Abu Hurairah z)

Al-Hafizh Ibnu Hajar ra berkata:
“Kecukupan dalam hati akan tumbuh dengan keridhaan terhadap qadha Allah l dan berserah diri terhadap ketetapan-Nya, meyakini bahwa apa yang ada di sisi Allah l adalah lebih baik dan kekal, sehingga membawa dirinya berpaling dari tamak dan rakus serta meminta-minta kepada manusia.” (Fathul Bari, 2/277)

Wallahu a’lam bish-shawab.

WORKSHOP MERAIH KEKAYAAN YANG HAKIKI, KLIK DI SINI.....

Tester Mindset "Whats to be......."
Coba anda isi angka dengan skala 1 - 10
untuk pertanyaan dibawah ini.
1 adalah Sangat Tidak Setuju,
10 adalah Sangat Setuju.

... Lebih baik miskin bahagia, daripada kaya tidak bahagia ,
... Lebih baik miskinpanjang umur, daripada kaya mati muda,
... Lebih baik miskin dicintai banyak orang, daripada kaya dibenci banyak orang,
... Lebih baik miskin tapi sehat, daripada kaya tapi sakit- sakitan,
... Lebih baik miskin ber-Tuhan, daripada kaya tidak ber- Tuhan,
... Lebih baik miskin jujur, daripada kaya korupsi,
... Lebih baik miskin keluarga harmonis, daripada kaya keluarga bercerai-berai,
... Lebih baik miskin punya martabat, daripada kaya tidak punya harga diri,

Bila nilai anda adalah diatas 5 atau cenderung Sangat Setuju. Maka kita masih memiliki mindset orang miskin alias belum memiliki mindset orang kaya.

Penggunaan kata “dan” dan “atau”
Coba pilih mana, mau makan atau beli pulsa?
Manusia memang diciptakan dengan banyak pilihan antara yang baik dan yang buruk. Kita bebas memilih, mau yang baik atau yang buruk. Tetapi tidak ada salahnya untuk memilih baik atau baik, ( harus dipilih semua karena itu baik ). Berbeda dengan mindset orang miskin, orang miskin pasti selalu mempunyai pilihan yang mempersulit hidupnya, walau sama-sama baik, tapi hanya memilih salah satu, tidak keduanya. Kalau beli pulsa, ya dia tidak bisa makan. Orang sukses, bisa makan dan beli pulsa. he..he..he....

Faqru an-Nafs (kefakiran jiwa/MINDSET MISKIN) = Miskin Sebelum Miskin
Banyak orang yang berharap ingin kaya dalam kehidupannya, namun kekayaan itu tidak kunjung datang,, kenapa? secara tidak sadar mereka kadang kala terperangkap dalam mindset atau pola pikirnya sendiri yang menghambatnya dalam meraih kekayaan bahkan sebaliknya memiskin dirinya sebelum betul-betul jatuh miskin.

Mindset atau pola pikir ada kalanya terbentuknya disaat Anda merespon suatu keadaan atau menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari, mengeluh secara reflek mengucapkan kata-kata negatif atau mantra jahat terhadap diri sendiri, seperti ” mana mungkin saya bisa kaya, bapak & ibu saya miskin/aku bukan keturunan orang kaya, atau kadang kala lingkungan sekitar Anda mengatakan,” mana mungkin Anda bisa kaya, kamukan keturunan orang miskin.

Tidak disadari ucapan-ucapan itu secara perlahan akan masuk dan tertanam pada unconscious mind/ pikiran bawah sadar Anda. Dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama akan membentuk mind set atau pola pikir yang akan menjadi kenyakinan bahwa Anda betul-betul orang miskin.

Contoh, pada sebuah pameran berbagai jenis mobil keluaran terbaru, salah seorang SPG(Sale Promotion Girl) menyodorkan brochure lengkap dengan daftar harganya.

Bagaimanakah respon Anda ketika melihat daftar harga yang tercantum pada catalog tersebut?

Apakah, “Wah harganya mahal, atau wah harganya sangat mahal, bahkan ditambah dengan embel-embel sampai kapanpun saya tidak bisa membeli mobil baru.”

Secara tidak sadar respon spontan tersebut memposisikan Anda pada posisi yang tidak mampu/ tidak punya uang/memiskinkan diri sendiri. Dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama akan membentuk mind set atau pola pikir Anda.

Jadi sampai kapanpun Anda tidak akan bisa mempunyai mobil baru karena keinginan Anda bertentangan dengan mind set atau pola pikir yang telah terbentuk. Keinginan Anda ditolak oleh mind set atau pola pikir Anda sendiri.

Contoh lainnya dalam lingkungan keluarga, ketika anak -anak mendapat tugas dari sekolah atau pekerjaan rumah(PR), terutama untuk pelajaran matematika.

Bagaimanakah respon anak-anak ketika mendapat PR matematika. Secara spontan sering menyatakan ,” aduhh susah, sulit atau saya tidak bisa.”

Lagi-lagi pernyataan-pernyataan secara spontan itu memposisikan anak-anak tidak mampu untuk mengerjakan PR matematikanya.

Nah, bagaimanakah sebaiknya kita bersikap, merespon suatu keadaan atau menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari seperti itu.

Ketika melihat daftar harga mobil yang disodorkan oleh SPG yang belum terjangkau oleh Anda saat ini, maka sebaiknya diam saja dengan tidak mengucapkan kata-kata atau mantra negatif terhadap diri Anda sendiri atau kalau terpaksa ucapkanlah dengan kata-kata yang neteral dan atau kata-kata yang positif, seperti harganya cukup bersaing/cukup murah, saatnya nanti saya pertimbangkan untuk di beli.

Kata-kata positif yang diucapkan tersebut menempatkan Anda pada posisi yang bertabat menghargai diri sendiri, mensyukuri apa yang telah dimiliki saat ini, tidak berkeluh kesah yang dapat membentuk pola pikir negatif.

Kemudian, apabila mendengar anak-anak Anda mengucapkan ,” aduhh susah, sulit atau saya tidak bisa” ketika mendapat PR matematika, maka bantulah anak-anak Anda untuk tidak mengucapkan kata-kata itu lagi yang dapat melemahkan posisi dirinya, seperti PR matematika tidaklah sesusah yang di bayangkan, kalaupun susah itu adalah sebuah tantangan, kamu’kan suka tantangan dan bisa mengerjakannya.” Walaupun kadang-kadang mengalami kendala untuk memberikan pemahaman ini.

Anda harus bisa menyakinkan bahwa sesulit apapun PRnya itu adalah suatu keadaan yang tidak perlu dipertegas lagi dengan sebuah pernyataan-pernyataan yang negatif, justru sebaliknya harus dinyatakan dengan pernyataan-pernyataan yang positif dengan mengucapkan bahwa itu adalah sebuah tantangan.

Kaya vs Miskin, Perbedaan Yang Membedakan
Marshall Silver dalam bukunya Passion, Profit & power mengatakan 1% orang kaya di dunia menguasai 50% uang yang beredar atau 5% orang menguasai 90% uang yang beredar. Jika uang yang ada di seluruh dunia ini dibagi rata, maka setiap orang akan mendapatkan 2,4 Juta USD atau sekitar 21,6 miliar (1 USD = Rp. 9000). Dan 5 tahun semenjak tiap orang mendapatkan uang tersebut, porsi penguasaan uang akan kembali seperti semula, 1% orang menguasai 50% uang yang beredar atau 5% orang menguasai 90% uang yang beredar.

Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan 1% orang bisa menguasai 50% kekayaan yang beredar atau kalau dihitung 5% orang maka kekayaan yang dikuasainya mencapai 90% ? Apa yang menyebabkan orang semakin kaya dan tetap menikmati kekayaannya tanpa bersusah payah, sedangkan saat yang sama banyak orang berjibaku dengan kerja keras, keringat diperas-peras dan tulang dibanting-banting tapi masih berkubang dalam kemiskinan ?

Intinya ada 2 penyebab kesenjangan tersebut :
  1. Sebab Struktural
  2. Sebab Kultural
Penyebab secara struktural berasal dari cengkraman kapitalisme global, atau yang dikatakan oleh Robert T Kiyosaki dalam salah satu bukunya sebagai Conspiracy of The Rich. Konspirasi yang dilakukan oleh orang-orang ultra kaya di dunia untuk merampok harta dan kekayaan suatu negara secara legal dengan cara kerjasama dengan pemerintahan di negara tersebut. Penjelasan bagian ini akan dipaparkan pada tulisan yang lain.

Penyebab yang kedua bersifat kultural, yaitu mindset yang membentuk budaya dan kebiasaan orang-orang. Terdapat perbedaan yang membedakan antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin dalam menyikapi uang dan kekayaan. Mindset yang berbeda tentang uang dan kekayaan inilah yang menjadikan orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin.

Jika tiba-tiba anda mendapatkan bonus uang 10 juta rupiah di tempat anda bekerja, apa yang ada di benak anda ? Ipad ? Iphone ? Blackberry Baru ? TV plasma terbaru atau barang-barang mewah lainnya ?

Bila itu yang ada di benak anda, maka anda memiliki mindset orang-orang miskin. Karena ternyata orang-orang miskin, ketika memiliki uang mereka berfokus pada life style. Mereka fokus pada pikiran barang apa ya yang harus saya beli supaya kelihatan keren, gaul dan mengikuti perkembangan zaman ? Fokus pada life style itulah yang menyebabkan mereka tetap miskin walaupun sudah bekerja keras.

Cirinya sangat mudah untuk melihat apakah seseorang mentalnya miskin atau kaya. Walaupun mungkin kelihatan keren dengan baju mahal, handphone mahal, kemana-mana bawa ipad. Tapi tiap awal bulan merasa tidak tenang dikejar-kejar untuk membayar cicilan kredit barang. Mendapatkan gaji bulanan hanya untuk membayar hutang kredit berbagai barang.

Gratifikasi sensual dalam sistem kapitalisme telah menggeser konsumsi dari sekedar need (kebutuhan) menjadi “want” dan “greedy”. Orang berlomba-lomba memenuhi selera gaya hidupnya (ingin dan rakus), walaupun harus dengan cara berhutang.

Inilah mindset yang berfokus pada life style sehingga orang terjebak dalam arus konsumerisme ekonomi kapitalistik.

Bagaimana dengan orang-orang kaya ? Jangan bayangkan orang-orang kaya itu adalah mereka yang berbaju mewahh, bermobil mewah dan rumah yang mentereng di kawasan elit. Itu adalah pandangan yang keliru tentang orang-orang kaya.

Dalam buku best seller, The Millionaire Next Door dari New York Times, Thomas J. Stanley mewawancarai 300 orang jutawan Amerika serikat untuk mengetahui, bagaimana mereka berfikir ? Bagaimana mereka mendapatkan kekayaan ? Bagaimana mereka membelanjakan uangnya? Akhirnya inilah jawaban yang ia temukan.

Berdasarkan temuan Thomas J. Stanley, orang kaya adalah :
  1. Mereka yang merupakan miliuner sesungguhnya (kekayaan bersih > 1 juta USD) hidup secara hemat, membelanjakan uang jauh di bawah pendapatan rata-rata mereka
  2. 80% dari mereka terlahir dari keluarga miskin atau menengah
  3. Tidak berpakaian mahal, tidak pernah membeli jam tangan mahal, mengendarai mobil bekas dan tidak pernah membeli mobil baru
  4. Menginvestasikan 20% pendapatan mereka dalam bisnis pribadi
Ternyata orang-orang kaya tersebut berfokus pada wealth style, alih-alih life style. Ketika mereka mendapatkan uang, yang ada di benak mereka adalaha uang ini saya apa kan ya supaya bisa bertambah banyak dan berkembang ? Orang-orang kaya berfokus pada wealth style, itulah yang menjadikan mereka semakin kaya. Dan itulah perbedaan yang membedakan antara orang-orang miskin dengan orang-orang kaya.

Bagaimana dengan mindset dan kultur seorang muslim dalam hal harta dan kekayaan?

Bila kita melihat Rasulullah saw dan para shahabat, sebagaimana diceritakan di dalam hadist dan berbagai atsar. Mereka memang terlihat miskin dari sisi pakaian, makanan, kendaraan, rumah dan bagaimana mereka menikmati berbagai kekayaan secara sederhana. Tapi itu tidak menunjukkan mereka itu miskin. Para shahabat radiallahu ‘anhum berfokus pada wealth style, bukan life style. Aset dan kekayaan mereka luar biasa tapi mereka hidup secara hemat. Apakah anda tahu bahwa penghasilan shahabat Utsman bin Affar ra setahun 2,8 triliun rupiah ? apalagi Abdurrahman bin Auf ra, penghasilannya lebih besar dari itu.

Islam mengajarkan ummatnya untuk berfokus pada wealth style bukan life style. Wealth style yang Islami adalah jalan memperoleh surga dengan pahala yang berlimpah.

Bagaimana Islamic Wealth style yang diajarkan oleh Rasulullah saw ? Silahkan Klik Di Sini...

Perbedaan MINDSET orang KAYA dan orang MISKIN!!
  1. Orang kaya MEMBUAT NILAI TAMBAH sedang orang miskin TIDAK MEMBUAT/SEDIKIT NILAI TAMBAH.
  2. Orang kaya MEMPUNYAI FAKTOR KALI sedang orang miskin TIDAK PUNYA FAKTOR KALI.
  3. Orang kaya MEMASTIKAN ORANG LAIN WIN, baru dia WIN sedang orang miskin MEMASTIKAN WIN DULU orang lain baru WIN (atau yang lebih jelek lagi dia WIN orang lain LOSE).
  4. Orang kaya PENUH DAYA UPAYA (selalu berdaya/resourcesfulnes) sedang orang miskin PENUH ALASAN.
  5. Orang kaya BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRINYA sedang orang miskin selalu MENYALAHKAN situasi,lingkungan,orang lain dan nasib (MENCARI KAMBING HITAM).
  6. Orang kaya BERMAIN DENGAN UANG UNTUK MENANG sedang orang miskin BERMAIN DENGAN UANG UNTUK TIDAK KALAH.
  7. Orang kaya BERKOMITMEN UNTUK MENJADI KAYA sedang orang miskin INGIN MENJADI KAYA.
  8. Orang kaya BERPIKIR BESAR sedang orang miskin BERPIKIR KECIL.
  9. Orang kaya fokus pada KESEMPATAN sedang orang miskin fokus pada HAMBATAN.
  10. Orang kaya MENGAGUMI orang kaya dan sukses lainya sedang orang miskin IRI/DENGKI pada orang kaya dan sukses.
  11. Orang kaya BERGAUL DENGAN ORANG POSITIF DAN SUKSES sedang orang miskin BERGAUL DENGAN ORANG NEGATIF DAN TIDAK SUKSES.
  12. Orang kaya bersedia untuk MEMPROMOSIKAN DIRI MEREKA dan nilai-nilai mereka sedang orang miskin BERPIKIR NEGATIF tentang penjualan dan promosi.
  13. Orang kaya LEBIH BESAR DARIPADA MASALAH MEREKA sedang orang miskin LEBIH KECIL DARIPADA MASALAH MEREKA.
  14. Orang kaya adalah PENERIMA YANG LUAR BIASA sedang orang miskin adalah PENERIMA YANG BURUK.
  15. Orang kaya memilih DIBAYAR BERDASARKAN HASIL sedang orang miskin memilih DIBAYAR BERDASARKAN WAKTU.
  16. Orang kaya berpikir “DUA-DUANYA” sedang orang miskin berpikir “SALAH SATU/ATAU” .
  17. Orang kaya FOKUS PADA WEALTH STYLE (MASSIVE & PASIF INCOME) mereka sedang orang miskin FOKUS PADA LIFE STYLE (GAYA HIDUP) mereka.
  18. Orang kaya MEMANAGE UANG mereka dengan BAIK sedang orang miskin TIDAK MEMANAGE UANG mereka dengan baik.
  19. Orang kaya membuat UANG BEKERJA KERAS UNTUK MEREKA sedang orang miskin membuat diri mereka BEKERJA KERAS UNTUK UANG.
  20. Orang kaya bertindak MELAWAN KETAKUTAN MEREKA sedang orang miskin membiarkan ketakutan MENGHENTIKAN MEREKA.
  21. Orang kaya TERUS MENERUS BELAJAR DAN BERTUMBUH sedang orang miskin BERPIKIR MEREKA SUDAH TAHU.
  22. Orang kaya mau MELIHAT PELUANG, orang miskin selalu bilang “SAYA TIDAK BISA DAN TIDAK MAU TAHU”.
  23. Orang kaya selalu bilang ‘’OK SAYA MAU TAHU’’, orang miskin selalu bilang “AH..SAYA SUDAH TAHU”.
SEMUA ORANG BERHAK KAYA, TERMASUK SAYA & ANDA..!!
INSTAL MINDSET KAYA & MONEY MAGNET SEKARANG JUGA, KLIK DI SINI...
REFERENSI : BERBAGAI SUMBER