ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 04 Juli 2012

Imagine, Believe, Achieve

"Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan.
Logika akan membawa Anda dari A ke B.
Imajinasi akan membawa Anda kemana-mana."
Albert Einstein

Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, sepeda harus terus berjalan. Demikian pula hidup ini.

Jangan lelah untuk mencari ilmu karena segala sesuatu di dunia ini perlu ilmu, jika tak ada ilmu maka kita sama saja dengan orang mati, tak akan bisa berbuat apa-apa.

Jangan berusaha/mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang kamu dapat juga hanya setengahnya.
Juga...
Jangan mengerjakan sesuatu dengan hati yang meluap (Ambisi), karena semua isi yang telah kau dapat akan tumpah....

Bercerminlah dari kesalahan orang lain, selain dari kesalahan diri kita sendiri,bercermin pada kesalahan diri sendiri supaya tidak terjatuh pada lubang yang sama, dan dengan bercermin dari kesalahan orang, maka akan lebih memacu kita agar kesalahan itu tidak menimpa kita.

THE DRIVER
Pikiran manusia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Secara sederhana, seperti misalnya sebuah computer, pikiran kita menghasilkan sesuatu sesuai dengan program yang dimasukan ke dalamnya. Kalau program yang dimasukkan ke dalamnya adalah program positif, maka hasilnya adalah positif, demikian juga kalau program negative yang dimasukkan ke dalamnya, maka hasil negative yang dapat dilihat. Kalau kita menginginkan hasil yang bagus (misal : sukses, sehat, bahagia) maka program bagus yang harus kita masukkan ke dalam pikiran bawah sadar kita, demikian juga sebaliknya. Semua itu ada dalam kendali masing-masing dari kita sebagai "THE DRIVER"

Afirmasi atau pengulangan pengukuhan perintah adalah cara untuk memberikan peneguhan atau instruksi yang kontinyu pada pikiran bawah sadar untuk dapat merangsang atau menciptakan sebuah keyakinan. Keyakinan sangat dibutuhkan karena ketika keyakinan dipadukan dengan pemikiran, pikiran bawah sadar seketika menangkap getaran tersebut dan mengirimkannya ke Semesta atau Intelegensi Tanpa Batas dan sesuai dengan Hukum The Law Of Attraction, kemudian akan mengembalikannya kepada yang bersangkutan dalam bentuk padanan fisiknya. Merupakan fakta yang sudah diketahui banyak orang bahwa akhirnya orang akan mempercayai apa yang diulang-ulang oleh orang tersebut. Rhonda Byrne (seorang penulis) dalam “The Secret” mengatakan bahwa tidak ada yang dapat datang ke pengalaman anda kecuali jika anda memanggilnya melalui pikiran yang terus menerus.

Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.

Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang supplier merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.

Sementara motivasi yang hadir karena rasa takut, misalnya seorang staf ditakut-takuti akan dipindahkan atau dipecat jika target yang dibebankan kepadanya tak tercapai, akhirnya karena takut tersebut ia bisa mencapai target itu. Atau juga seorang pebisnis kerap mengancam supplier-nya, jika gagal memenuhi target kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu maka ia akan diganti (akan mencari supplier baru). Ketakutan itu membuat supplier tersebut berusaha mati-matian memenuhi targetnya. Kehadiran motivasi karena rasa takut biasanya terjadi karena ingin menghindari denda, hukuman, atau kegagalan. Motivasi tersebut biasanya ditandakan dengan perasaan “Saya harus …”.

Menurut Brunkhorst, sebaiknya kita fokuskan diri pada ambisi kita setiap hari agar kesuksesan bisa diraih. Ia mengambil contoh Seorang kliennya mengeluhkan kalau ia mulai tak menyukai pekerjaannya setelah kurang mendapat apresiasi. Namun klien itu tak bisa berontak karena takut tak bisa mendapatkan pekerjaan baru. Akhirnya hidup berkecamuk anatara tak suka dengan pekerjaan itu dan desakan rasa takut yang mencoba meyakinkan bahwa sebenarnya dia bisa tahan dengan pekerjaan itu. Lalu si klien diminta menegaskan (afirmasi) apa sebenarnya yang menjadi keinginannya. Setelah itu ia diminta fokus pada keinginannya tersebut serta menelaah apa saja kemampuannya. Dalam jangka waktu beberapa bulan setelah itu, klien tersebut sudah pindah pada satu pekerjaan yang lebih baik di perusahaan lain yang lebih mengapresiasinya. Karena itu, kata Brunkhorst, jangan khawatir pada hasil yang akan didapat. Sepanjang kita fokus pada keinginan kita dan berpikiran positif terhadap bakat dan potensi yang dimiliki, maka keinginan itu akan tercapai. Akan selalu ada jalan menuju sukses bagi orang yang berpikiran positif. Nah, menurut dia, afirmasi itulah kuncinya.

Afirmasi atau “affirmation” berasal dari kata “affirm” yang menurut kamus Merriam-Webster berarti “to make firm”, atau membuat sesuatu menjadi kokoh atau kuat. Afirmasi adalah pernyataan yang diulang-ulang baik secara verbal atau dalam hati, merupakan pernyataan emosional yang akan membawa seseorang untuk berpikir dan beraksi. Afirmasi merupakan suatu teknik yang bisa memperkuat pikiran bawah sadar kita. Jika kita terus melakukan afirmasi positif (menyampaikan hal-hal positif) pada diri kita, maka pikiran bawah sadar kita akan terbiasa oleh afirmasi positif tersebut. Setelah kita benar-benar percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata. Dengan melakukan afirmasi positif, maka kita dapat menjadi seseorang yang percaya diri, dan kita juga akan dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Jadi afirmasi itu sangat efektif untuk mengembangkan dan memperkuat cara pikir dan bertindak efektif untuk mencapai tujuan atau kebutuhan.

Afirmasi akan efektif ketika dikombinasikan dengan Emosi yang kuat dan Bayangan yang menyenangkan mengenai penglihatan, suara, bau, rasa, atau sentuhan. Afirmasi yang efektif adalah yang menyebutkan apa yang kita inginkan. Lalu pada saat yang sama kita membayangkan bagaimana rasanya dan bagaimana puasnya jika itu didapat. Keyakinan akan sesuatu yang bisa dicapai, bayangan sesuatu yang menyenangkan, dan emosi yang menyertainya merupakan elemen penting afirmasi yang efektif. Dengan banyak latihan kita akan mudah menghadirkan ketiga elemen itu dengan cepat. Contoh latihannya, misalnya, bayangkan bagaimana rasanya saat kita berhasil melakukan sesuatu. Perasaan ini bisa terus dihidupkan dengan mengingat kesuksesan-kesuksesan lainnya. Bayangkan bagaimana rasanya saat kita merasa bebas, penuh percaya diri, dan kreatif dan sebagainya.

SKILL SUKSES :
1. IMPIAN
2. INTUISI

TOOLS :
1. PETA
2. KENDARAAN
3. BEKAL/ILMU

Menggunakan kemampuan alami manusia dalam memasuki Zona Alpha Theta untuk ber-imajinasi menciptakan Impian atau Goal sehingga sudah menjadi NYATA sebelum terjadi. Sudah kedengaran sebelum terdengar. Sudah terasa sebelum ada. Sudah ada sebelum ada.

Menggunakan INTUISI dan meninggalkan sejenak fungsi Logika & Emosi agar didapat ide-ide baru, ide kreatif, ide antisipatif, ide unik, ide aneh atau ide edan hehehe… dalam merancang PETA JALAN di masa depan (Future State) yang belum terjadi.

Catatan:
Intuisi digunakan saat kemampuan Logika manusia menjadi terbatas & emosi yang belum terkelola dengan baik. Khususnya, merancang masa depan yang belum terjadi.

Membuat PETA JALAN yang sangat TERINCI dalam menuju ke tempat Sukses yang ingin dicapai atau diwujudkan dengan metode LANGKAH AJAIB. PETA JALAN hanya bisa bisa dibuat dengan sangat presisi, jika menggunakan INTUISI.

MENTAL SUKSES (KAYA JIWA) :
  • Pertama, senantiasa bersyukur dengan apa yang ada.
  • Kedua, tidak pernah mengeluh.
  • Ketiga, suka memberi.
  • Keempat, merasa cukup dan tidak mengharapkan apa yang ada pada orang lain.

Imam Syafii pernah berpesan :
“In Kunta dza qalbin qanu’in, fa anta wa malikuddun-ya sawa’u”
"Bila engkau memiliki hati yang penuh rasa Qana’ah (ridha dan puas dengan karunia Allah swt) maka engkau dan raja dunia itu sama saja.”

Wallahu a’lam bissawaab.