Believe Power, Instant Healing

Setelah saya amati dan saya perhatikan. Sebenarnya satu-satunya pelatihan Quantum, metafisika, dan esoteris yang jujur mengatakan bahwa di dalam jurus-jurus atau tools yang diperkenalkan itu mengandung tekhnik-tekhnik Hypnotherapy dan NLPTherapy kayaknya hanya ada di sini : www.keajaibanhati.com

Sehingga dengan demikian kami mempersembahkan sebuah tools yang transparan dan konsep yang dapat diterapkan oleh peserta secara universal. Serta dapat memperkaya believe system setiap peserta tanpa perlu mereka menjadi PINDAH KEYAKINAN. Atau kehilangan akidah.

Metaphora serta konsep dasar yang melatarbelakangi setiap tekhnik yang saya berikan dalam Workshop NAQS DNA bersifat bebas dan tidak mengikat. Metafora hanya dipergunakan sekedar sebagai pengantar untuk membuka pemahaman semata....dan bukan sebagai Fondasi bagi bangunan tekhnik yang didirikan di atasnya...

Fondasi utama yang kami jadikan pijakan tekhnik bersifat fitrah, berlandaskan hukum alam yang telah diakui, di alami, dan dirasakan oleh semua orang. Sehingga inti konsepnya walau berasal dari tradisi filsafat Islam, namun dalam aplikasi tekhniknya bersifat universal untuk siapapun saja....karena selaras dengan Sunnatullah/Hukum alam, Hypnotherapy, dan NLPTherapy yang juga bersifat netral & bebas nilai....

JAGA HATI, JAGA IMAN...
DAN KAMI MENGHORMATI SERTA MENGHARGAI IMAN DAN KEYAKINAN ANDA.....

The Spontaneous Healing Of Belief
Kutipan dari: The Spontaneous Healing Of Belief oleh Greg Bradden

Kita menjalani hidup kita berdasarkan pada apa yang kita percayai.
Ketika kita berpikir tentang kebenaran dari pernyataan ini, kita segera menyadari suatu kenyataan yang mengejutkan: Diluar hal lain yang kita mungkin dapat lakukan dalam kehidupan kita, keyakinan yang mendahului tindakan kita adalah dasar dari semua yang kita hargai, impikan, ciptakan, dan capai.

Mulai dari ritual pagi hari saat kita pergi menyapa dunia setiap hari, hingga penemuan-penemuan yang kita gunakan untuk membuat hidup kita lebih baik, hingga teknologi yang merusak kehidupan kita melalui perang – rutinitas pribadi, komunitas adat, upacara keagamaan, dan seluruh peradaban juga didasarkan pada keyakinan kita. Bukan hanya keyakinan kita yang memberikan struktur bagi cara kita menjalani hidup kita, saat ini berdasarkan penelitian terlihat bahwa pengalaman batin kita di masa lalu menunjukkan kepada kita bahwa cara kita merasa tentang dunia di sekitar kita adalah kekuatan yang mewujudkan dunia ini.

Dengan cara ini, ilmu pengetahuan sejalan dengan tradisi spiritual kita yang paling dihargai, yang selalu mengatakan kepada kita bahwa dunia kita tidak lebih dari sebuah refleksi dari apa yang kita hadirkan dalam keyakinan kita. Dengan akses pada kekuatan yang sudah ada di dalam diri kita, untuk mengatakan bahwa keyakinan kita adalah penting bagi kehidupan. Keyakinan adalah kehidupan! Itu adalah di mana ia memulai dan bagaimana ia menopang dirinya sendiri. Mulai dari respon kekebalan tubuh kita dan hormon-hormon yang mengatur dan keseimbangan tubuh kita. . . . .hingga kemampuan kita untuk menyembuhkan tulang, organ, dan kulit-dan bahkan menciptakan kehidupan-peran dari keyakinan manusia secara cepat mengambil peran utama di perbatasan baru dari ilmu biologi dan fisika kuantum.

Jika keyakinan kita memegang kekuasaan begitu banyak, dan jika kita menjalani hidup kita berdasarkan pada apa yang kita percaya/yakini, maka pertanyaannya adalah: Dari mana keyakinan kita datang? Jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda. Dengan sedikit pengecualian, mereka sesungguhnya berasal dari apa yang ilmu pengetahuan, sejarah, agama, budaya, dan keluarga kita memberi tahu kita. Dengan kata lain, esensi dari kemampuan dan batas kita juga didasarkan pada apa yang orang lain beritahukan kepada kita. Realisasi ini mengarah ke pertanyaan berikutnya yang kita harus tanyakan kepada diri sendiri:

Jika hidup kita didasarkan pada apa yang kita percayai, 
maka bagaimana jika keyakinan-keyakinan tersebut salah?

Kita menjalani hidup kita berdasarkan pada apa yang kita percayai tentang dunia kita, diri kita, kemampuan kita, dan batas-batas kita. Bagaimana jika kita menjalani kehidupan kita ternyata diselimuti keterbatasan palsu dan asumsi yang salah yang dibentuk oleh orang lain dari generasi ke generasi, berabad-abad, atau bahkan ribuan tahun?

Secara historis, misalnya, kita telah diajarkan bahwa kita menjalani hidup yang tidak signifikan melewati waktu yang singkat, dibatasi oleh “hukum” ruang, atom, dan DNA. Pandangan ini menunjukkan bahwa kita hanya akan memiliki sedikit efek terhadap segala sesuatu saat kita tinggal di dunia ini, dan ketika kita pergi, alam semesta tidak akan menyadarinya adanya kita.

Meskipun kata-kata untuk deskripsi ini mungkin terdengar agak kasar, ide umum tidak begitu jauh dari apa yang banyak kita hari ini telah kondisikan sebagai kebenaran. Justru keyakinan-keyakinan inilah yang sering membuat kita merasa kecil dan tak berdaya dalam menghadapi tantangan hidup yang lebih besar.

Bagaimana jika sesungguhnya kita sesunguhnya lebih dari itu? Mungkinkah bahwa kita benar-benar makhluk yang sangat kuat yang sedang menyamar? Bagaimana jika kita adalah delegasi dari potensi ajaib, yang lahir ke dunia ini dengan kemampuan di luar mimpi terliar kita – sesuatu yang kita hanya lupa di bawah pengkondisian yang telah membelenggu kita, lalu kita masuk ke dalam keadaan mimpi menjadi tak berdaya?

Bagaimana jika hidup kita berubah, misalnya, jika kita menemukan bahwa kita dilahirkan dengan kekuatan untuk menyembuhkan penyakit? Atau bagaimana jika kita bisa memilih kedamaian di dunia kita, kelimpahan dalam hidup kita, dan berapa lama kita hidup? Bagaimana jika kita menemukan bahwa alam semesta itu sendiri secara langsung dipengaruhi oleh kekuatan yang kita sembunyikan dari dalam diri kita sendiri begitu lama bahkan kita sudah melupakannya?

Penemuan radikal seperti ini akan mengubah segalanya. Ini akan mengubah apa yang kita percayai tentang diri kita, alam semesta, dan peran kita di dalamnya. Ini juga justru apa yang ditunjukkan oleh penemuan kita yang terdepan saat ini.

Selama berabad-abad, ada orang-orang yang menolak untuk menerima keterbatasan yang secara tradisional mendefinisikan apa artinya hidup di dunia ini. Mereka menolak untuk percaya bahwa kita muncul melalui kelahiran misterius yang menolak penjelasan. Mereka menolak gagasan bahwa munculnya keajaiban seperti itu adalah tujuan untuk menjalani hidup dalam penderitaan, sakit, dan kesepian sampai kita meninggalkan dunia ini yang sama misteriusnya seperti saat kita datang.

Untuk menjawab kerinduan mereka untuk kebenaran yang lebih besar, mereka harus mau melampaui batas-batas pengkondisian mereka. Mereka telah di isolasi pandangannya terhadap realitas itu sendiri-oleh teman, keluarga, dan masyarakat-dan benar-benar berpikir di luar kotak, terhadap apa yang mereka telah dipelajari tentang dunia. Dan ketika mereka melakukan itu, sesuatu yang berharga dan indah terjadi dalam hidup mereka: Mereka menemukan kebebasan baru untuk diri mereka sendiri yang membuka pintu kemungkinan bagi orang lain. Semuanya dimulai dengan mengajukan pertanyaan yang sama seperti waktu pertama kali sebelum kita diisolasi : Bagaimana jika keyakinan kita yang salah?

Seperti yang kita lihat dalam cerita tentang seorang yogi yang mengatakan, dalam penyerahan mutlak kita pada sebuah kemungkinan, kita akan menemukan kebebasan yang memberitahu kita siapa kita sesungguhnya. Keyakinan pribadi saya, bagaimanapun, adalah bahwa kita tidak harus tinggal di sebuah gua, yang dingin dan basah untuk menemukannya. Saya juga merasa bahwa pembebasan pribadi dimulai dengan komitmen individu untuk mengetahui siapa diri kita di alam semesta. Ketika kita membuat suatu komitmen seperti itu, segala sesuatu mulai dari cara kita berpikir tentang diri kita hingga cara kita mencintai akan berubah. Kita harus melakukannya, karena kita akan berubah dalam kehadiran pemahaman yang lebih dalam.

Itu semua tergantung kembali kepada apa yang kita percayai.
Walaupun mungkin terdengar terlalu sederhana untuk menjadi kenyataan, saya yakin bahwa alam semesta justru bekerja dengan cara ini.

Kutipan dari The Spontaneous Healing Of Belief: Shattering The Paradigm Of False Limits The Spontaneous Healing
Believe Power, Instant Healing Believe Power, Instant Healing Reviewed by Edi Sugianto on 03.14 Rating: 5

Tidak ada komentar:


kelas Gendam Online
Diberdayakan oleh Blogger.