ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 05 Desember 2012

SMITH (Somatic Mind Intelligence Therapeutic Healing)

Saat berada di Hongkong kemarin, saat sedang bertafakur. Sebuah ilham tentang sebuah tekhnik baru untuk penyembuhan muncul di hati dan fikiran saya. Tekhnik ini saya beri nama S.M.I.T.H. kepanjangan dari "Somatic Mind Intuition Therapeutic Healing" atau "Somatic Mind Intelligence Therapeutic Healing" . Aktivasi DNA Self  Healing untuk mengaktifkan kecerdasan tubuh dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Serta dapat diaplikasikan untuk melakukan terapi massal kepada puluhan hingga ratusan orang sekaligus.

Insya Allah dalam workshop di jakarta (8 & 9 Desember 2012) nanti akan saya persembahkan tekhnik terapi massal SMITH ini. Tekhnik ini mirip dengan tekhnik terapi yang digunakan oleh Ustadz Haryono, hanya saja dengan tekhnik ini anda dapat memberikan terapi secara sekaligus untuk puluhan orang..... LANGSUNG PRAKTEK.

Tubuh sebetulnya punya kemampuan untuk melakukan penyembuhan terhadap dirinya sendiri. Dr. Kazua Murakami dalam bukunya: The Divine Message of The DNA menyebutkan bahwa ternyata konsep penyembuhan diri sendiri sudah muncul sejak jaman dulu, bahwa tubuh memang punya kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Lebih lanjut menurut Murakami (pada halaman 64), bahwa gen-lah yang sebetulnya memerintahkan tubuh untuk sembuh. Di dalam gen ternyata sudah ada program untuk penyembuhan tersebut hanya saja tersembunyi (dorman). Gen dorman tersebut ternyata dapat diaktifkan, kalau saja kita mau menyalakannya dengan tekhnik-tekhnik tertentu.

KEMAMPUAN SELF HEALING
Ada sebuah buku menarik yang mengisahkan bagaimana tubuh mempunyai potensi tidak terbatas dalam proses penyembuhan, Miracle of Cell Healing, karya Joyce Whiteley Hawkes.

Joyce adalah seseorang dokter bidang biofisika di Universitas Pannsylvania tahun 1971. Ia banyak meneliti biologi sel. Joyce sangat disibukkan dengan berbagai penelitian yang menggunakan mikroskop electron untuk merekam pergerakan sel-sel yang dicemari polutan. Sebagai ilmuwan, Joyce berorientasi pada kebenaran dari sudut pandang keilmuan. Agama dan Tuhan bukanlah bagian dari kepercayaan yang ia anut.

Suatu saat, ia mendapat suatu musibah, kecelakaan yang menyebabkan kepalanya mengalami cedera berat akibat kejatuhan pecahan jendela. Ia mati suri. Dalam keadaan mati suri, Joyce mengalami suatu peristiwa penting yang kelak mengubah hidupnya, Ia merasakan kebahagiaan dari momen itu yang mampu menghentikan dan melampaui keberadaan seluruh ruang dan waktu. Ia merasakan suatu kesadaran lain yang ternyata jauh lebih berharga ketimbang karir dan posisi. Setelah peristiwa mati surinya , akhirnya Joyce meninggalkan segala atribut yang pernah disandangnya dan beralih profesi menjadi penyembuh, guru, dan penulis spiritual. Joyce sangat yakin bahwa kesehatan fisik bermula dari sel-sel kita. Demikian pula penyembuhan harus melibatkan sel-sel ini, karena penyakit bermula dari sel. Joyce meyakini ada jembatan antara jiwa dan sel.

Dalam bukunya, Joyce menuliskan puisi meditasi dan penyembuhan sel.
Semoga siklus pembaharuan sel diimbangi kondisi terbaik tubuh. 
Semoga produksi seluruh enzim, protein, dan hormone dapat menunjang kesehatan tubuh saya. 
Semoga sel-sel mati dapat dipengaruhi segera setelah saya memanggil fagosit untuk menjalankan tugasnya dengan efisien. 
Semoga sel-sel yang mengenali dan membersihkan bakteri, senyawa-senyawa racun, dan virus selalu ditopang sepenuhnya oleh system imun saya Semoga seluruh system, didalam atas kesehatan tubuh optimal selalu mendapatkan suplai energy dan luar sel, yang bertanggung jawab atas kesehatan tubuh optimal selalu mendapatkan suplai energy untuk menjalankan fungsi terbaiknya.

Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Hipocrates, Bapak ilmu kedokteran, mengatakan kepada muridnya di yunani bahwa Penyakit bukanlah hanya penderitaan tetapi juga perlawanan, yaitu perlawanan badan untuk menyembuhkan dirinya menjadi normal. Tubuh sudah dilengkapi dengan serangkaian system yang bekerja secara otomatis ketika tubuh diganggu oleh benda asing yang berasal dari luar. Sayangnya, kekuatan ini tidak selalu diSadari si pemilik Tubuh.

Para pasien sering mengabaikan dan tidak menyadari betapa tubuh mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dan menyembuhkan dirinya sendiri atau self healing. Mari kita lihat contoh sederhana. Betapa sering kita sakit flu-yang ditandai demam, batuk, pilek dan nyeri sendi- namun tanpa pengobatan flu akan segera hilang dengan sendirinya. Mengapa? Karena system kekebalan tubuhlah yang menghalau virus penyebab flu. Ternyata betapa dahsyatnya kekuatan tubuh dalam mereparasi dirinya sendiri. Yang dilakukan oleh dokter dalam pengobatan adalah Membantu tubuh agar perlawanan terhadap stressor didalam stressor didalam tubuh menguat.

Robertson, dalam bukunya Misteri Pikiran Manusia, menceritakan kisah Sheila yang menderita penyakit Herpes sejak usia 10 tahun. Penyakit herpes ini bagi Sheila sungguh menggangu hidupnya. Obat antivirus kadang memang dapat menyembuhkan sementara, namun kemudian kambuh lagi. Jika konsumsi obat anti virus dihentiikan, penyakitnya kumat lagi. Jika ia stress, herpes itu juga menyerbu. Dokter-dokter yang ia datangi mengatakan bahwa hal itu terjadi karena antibody yang memerangi virus dalam darahnya, yaitu limfosit dan sel-sel pembunuh alami (Natural Killer Cell), mengalami penurunan saat stress. Kemudian seseorang datang melatihnya menciptakan imajinasi dalam mata pikirannya untuk memerangi virus herpes tersebut. Sheila dilatih untuk memasuki kondisi Bawah sadar dan memvisualisasikan ikan paus dan lumba-lumba meluncur di sepanjang aliran darahnya memburu virus-virus herpes yang ia derita. Setelah beberapa minggu dokter mengukur system kekebalan tubuhnya, sel limfosit dan sel-sel pembunuh alami dalam aliran darahnya telah bereaksi kembali. Hasilnya herpes tersebut tidak lagi sering muncul.

Penulis buku The Secret, Rhonda Byrne, menceritakan pengalaman Cathy Goodman, seorang penderita kanker payudara. Berikut testimony Cathy, “saya didagnosis mengidap kanker payudara. Dalam hati, dengan iman yang kuat, saya sungguh percaya bahwa saya sudah sembuh. Setiap hari saya berkata, “Terima kasih untuk penyembuhan saya.’ Saya mengucapkannya berulang-ulang. Saya memandang diri seakan-akan kanker tidak pernah ada dalam tubuh saya. Salah satu hal yang saya lakukan untuk penyembuhan diri adalah menonton semua film komedi. Dan kami akan tertawa dan tertawa. Kami tidak akan menambah stress kedalam hidup saya karena kami tau bahwa stress adalah salah satu hal terburuk yang dapat anda lakukan ketika anda sedang berusaha menyembuhkan diri. Dari saat diagnosis sampai saat saya sembuh, waktunya sekitar 3 bulan. Dan itu sama sekali tanpa radiasi atau kemoterapi.”

Anda Berminat menambah ketrampilan terapi anda...?
Silahkan bergabung dalam workshop NAS DNA, tgl. 8 & 9 Desember 2012 di Jakarta...
Klik INFO : http://www.naqsdna.com/2012/11/meta-state-of-mind-control-workshop.html