ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 13 November 2012

Test Ilmu & Membangun Kepercayaan

TEST ILMU

 "Pak, bagaimana bila ada orang yg mau ngetest ilmu kita.." Tanya seorang sahabat...

Maka saya jawab,"Tidak usah dilayani, Orang lain ndak percaya dengan ilmu kita yo biarin saja. yg penting kita yakin dengan ilmu Allah yg ditipkan pd diri kita.... dan bagi kita, ilmu yg telah kita miliki terasa betul manfaatnya dalam memudahkan hidup kita....

Jadi utamakan untuk mengambil segi manfaatnya ilmu, dan jangan jadikan ilmu sebagai mainan....

Lagian, rejeki kita itu sumbernya dari Allah swt. Orang lain itu hanya sebagai lantaran saja.... Jd jangan takut kita kehilangan sumber rejeki hanya karena kita tidak mau di test...

Tapi kalau mereka sungguh-sungguh minta tolong, maka tolonglah dia. dan kalau mereka sungguh-sungguh mau belajar, maka ajari mereka. Karena keyakinan yg hakiki itu tumbuh dari keteguhan dan kesabaran hati dalam menjalani dinamika kehidupan.

Sedangkan keyakinan yg tumbuh semata-mata karena melihat keajaiban, biasanya kurang kuat akarnya di hati. Mudah goyah dan mudah patah. Ketika ditimpa oleh ujian kehidupan... Karena yg menguji sudah bukan lagi manusia, tetapi ALLAH......"

"Lalu bagaimana agar orang lain percaya pada kita, bila kita tidak menunjukkan kebolehan kita di depannya...?" Tanyanya lagi....

Saya jawab,"Oo.. itu mudah saja... Jadilah orang yg bisa dipercaya, maka orang akan percaya pd kita..... "

TANAMKAN KEPERCAYAAN, AKAN TUMBUH KEAJAIBAN......

Karena Keajaiban itu ada....
HANYA....
Bagi orang Yang Percaya........

"Pak, kok bpk nulis statement mengenai test ilmu seperti tadi. Nanti kalau calon peserta jd tidak YAKIN. Gimana.?" tanyanya lagi

Saya jawab,"Lha... Memang dlm kurikulum saya. Test ilmu itu ndak ada kok... Yg ada adalah praktek ilmu. Dan bagaimana membangun kepercayaan diri, sehingga anda juga dipercaya orang lain."

KEPERCAYAAN
Pondasi dari setiap hubungan, entah itu bisnis, pasangan, orang tua, klien, ataupun teman, adalah kepercayaan. Kepercayaan bukan suatu hal yang dapat dibangun dengan sekejap mata, melainkan melalui sebuah kebiasaan yang konsisten dalam hubungan interaksi anda.

Dibawah ini adalah 11 bentuk kebiasaan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan dalam hubungan interaksi anda:

1. Transparan
Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dari orang lain. Jauhkan dari segala macam agenda/rencana tersembunyi. Anda mungkin berpikir anda dapat mengelabui mereka. Namun perlu anda ketahui, kebanyakan orang memiliki intuisi yang baik, dan meskipun mereka tidak mengetahui persis apa sebetulnya rencana tersembunyi anda, mereka setidaknya memiliki perasaan yang kurang enak berada di dekat anda. Biasanya orang-orang yang mempunyai rencana tersembunyi akan terlihat dari bahasa tubuhnya.

Jika mereka merasa tidak nyaman berada di dekat anda, mereka juga tidak akan bisa menaruh kepercayaan kepada anda.

2. Tulus
Hal ini mirip dengan poin nomor satu. Katakanlah sesuatu dengan jujur. Jangan coba-coba untuk mengelabui orang lain dengan kata-kata anda, seperti memberi pujian palsu atau pura-pura memberi dukungan. Sekali lagi, orang-orang mempunyai semacam detektor.

Ketika seseorang mengetahui bahwa anda betul-betul tulus, kepercayaan mereka akan meningkat kepada anda. Orang-orang menyukai kebenaran.

3. Fokus Pada Menambah Nilai & Manfaat
Dalam setiap hubungan, fokuskan pada tindakan-tindakan yang menyentuh hati seseorang. Bekerja keraslah untuk itu, karena ketika anda berhasil memberi nilai tambah pada kehidupan seseorang, mereka tidak hanya merasakan bahwa anda berada di pihaknya, mereka juga akan memiliki dorongan untuk melakukan hal yang sama kepada anda.

Contohnya, dalam hubungan bisnis adalah anda melakukan suatu hal lebih cepat dari yang dijanjikan. Dalam hubungan pribadi adalah anda fokus pada memenuhi keinginan pasangan anda daripada keinginan anda sendiri.

Jadilah orang yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Jadilah manusia yang berguna, sehingga anda menjadi manusia yang penuh dengan DAYA GUNA.

4. Attention Power, Hadirlah Dengan Seluruh Jiwa Raga Anda
Dimana saja anda berbicara dengan seseorang, buatlah ia menjadi fokus utama. Jangan berpikir tentang kerjaan di kantor ketika anda berada di rumah dan berbicara dengan pasangan anda. Sebaliknya, jangan berpikir tentang kondisi di rumah ketika anda sedang bersama klien. Hadir dengan seluruh jiwa raga anda berarti anda memberikan waktu yang berkualitas dan waktu yang berkualitas akan membangun kepercayaan.

5. Perlakukanlah Selalu Orang Dengan Hormat
Semenjak kecil kita selalu diajarkan oleh orang tua dan guru kita untuk berlaku hormat pada orang lain. Namun, karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai tersebut mulai luntur, kita malah terbawa pada kebiasaan buruk meremehkan orang lain. Hal ini termasuk perilaku membicarakan hal-hal yang kurang baik di belakang seseorang. Ingatlah, martabat orang lain sebagai manusia, mereka berhak diperlakukan dengan hormat. Ketika orang-orang mengetahui bahwa anda selalu memperlakukan mereka dengan hormat, maka orang-orang pun akan menaruh banyak kepercayaan pada anda.

6. Ambillah Tanggung Jawab
Ketika diri anda sedang berantakan, segeralah bereskan diri anda tanpa terkecuali. Orang lain tidak akan mengerti dan mungkin tidak akan peduli dengan permasalahan yang anda alami. Lupakan mencari-cari alasan, dan ambillah saja tanggung jawab yang diberikan pada anda, tidak perlu banyak berpikir. Pembenaran dan membuat alasan mungkin membantu anda dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang, justru akan menurunkan tingkat kepercayaan orang terhadap anda.

Dewasa ini, berani bertanggung jawab merupakan karakter yang sulit ditemukan dimana kebanyakan orang lebih sering menghindari konsekuensi negatif akibat perbuatan mereka. Beranilah untuk membuat perbedaan maka anda akan merebut kepercayaan dari orang lain.

TANGGUNG JAWAB
Status FB ini (https://www.facebook.com/haryopanuntun/posts/359448467480495) merupakan hasil diskusi saya dg mbak Ambar Belgie (siswa NAQS), semalam dlm sesi Personal TeleCoaching dg beliau..

Ada 3 kunci Rahasia utk mewujudkan impian, goal setting, dan merubah nasib menjadi lebih baik :
  1. Ambil Tanggung Jawab nasib kita di atas pundak kita sendiri.
  2. Lakukan dg sepenuh hati (FB programming).
  3. Fokuskan pikiran selama 3 hari (Mind Power Programming)..
Pola inilah yg berhasil saya ungkap dari Pola Sukses beliau yg tersimpan di alam bwh sadarnya. Dan yg selama ini dia gunakan secara alami. Dan ketika pola sukses ini sdh kita kenali. Maka pola ini dpt kita gunakan secara sadar di masa mendatang.. Semoga diskusi saya dg beliau juga bermanfaat utk anda.


7. Fokus Pada Umpan Balik
Kecuali anda adalah seorang pembaca pikiran, satu-satunya cara anda dapat mengetahui seberapa baik hubungan anda dengan seseorang adalah dengan cara meminta umpan balik (feedback) dari orang tersebut. Jangan hanya pasif menunggu orang memberi umpan balik pada anda, namun anda harus aktif memintanya. Kebanyakan orang takut untuk memberikan umpan balik kepada anda, apalagi jika mengandung hal negatif. Mintalah dengan tulus kepada seseorang dan berilah respon yang baik, maka orang tersebut akan rela untuk memberikan umpan balik kepada anda. Terimalah semua umpan balik, baik yang positif maupun negatif, dan sebisa mungkin rubahlah kebiasaan anda yang kurang baik berdasarkan umpan balik tersebut.

8. Terimalah Kritikan Dengan Baik
Belajarlah untuk mengatasi kritik dengan rasa syukur. Dibanding anda bertahan (defensive), pertimbangkan apa yang orang lain katakan, mungkin ada benarnya. Menutup diri anda dari segala kritik mempunyai dampak menutup segala komunikasi. Dalam beberapa kasus, kritik mungkin ada tidak benarnya. Untuk contoh ini, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan empati. Cobalah mengerti permasalahan seseorang dari sudut pandangnya. Mungkin kritik hanyalah sekedar luapan emosi dari kekesalan yang mereka miliki pada anda. Kerelaan anda untuk tidak mengambil sikap bertahan justru akan meningkatkan rasa kepercayaan dalam hubungan anda dan orang tersebut.

9. Berbudi Bahasa yang Baik
Berbudi bahasa yang baik harus dapat anda pegang teguh. Hanya ucapkan kata-kata yang baik kepada orang-orang, meskipun orang tersebut tidak berkata baik kepada anda. Cepatlah meminta maaf ketika anda mengetahui bahwa anda salah.

Mengapa anda harus melakukan ini? Pertama, bayangkan apa yang anda rasakan jika orang-orang mendapatkan pengalaman yang baik bersama anda. Kedua, bayangkan tingkah laku orang-orang yang akan ikut terbawa menjadi lebih baik karena mereka berada dekat terus dengan anda. Orang-orang akan menaruh kepercayaan besar kepada anda.

10. Memegang Janji
Janji adalah sesuatu yang memiliki dampak yang sangat kuat. Tepatilah semua janji yang telah anda buat. Buatlah kata-kata anda jauh lebih kuat dibanding kontrak tertulis apapun, dan jangan sekali-kali membuat janji kosong. Alhasil orang-orang akan menghargai anda dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada anda.

11. Konsisten
Yang tidak kalah penting, konsistenlah dengan perilaku-perilaku diatas. Jangan hanya sesekali saja anda melakukannya. Konsistensi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada anda.