ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 16 Desember 2012

Quantum Virtual Empowerment

Pemberdayaan Diri dengan Metode Quantum Virtual
by. Ikhwan Sopa

Bersama Pak Yan Nurindra dan teman-teman, kemarin saya belajar banyak tentang VAP (virtual assistant program) dan ego state.

Di antaranya adalah bahwa dalam satu minggu kehidupan kita ada sekitar 5-15 ego state yang aktif dan maju ke depan secara bergantian. Itu, belum termasuk underlying ego states (ego-ego yang tidak termasuk lingkar dalam di istana hidup kita alias ego-ego yang terbenam jauh di bawah sadar).

Sampaii di rumah dan menjelang tidur pun, saya terus mengolah, menarik, dan mengekstraksi pelajaran-pelajaran yang berharga tentang ego. Bahkan pagi ini, saya jadi penasaran... terkait status ini saja entah berapa ego yang terlibat.

Berbicara ego memang menarixs dan salah satu sudut pandang yang rasional tentang ego state dan kaitannya dengan VAP itu mungkin begini.

Kita akan cenderung powerful alias berdaya jika kita dapat menselaraskan pikiran dan perasaan terkait sebuah fenomena, keadaan, atau kejadian. Sebaliknya, kita akan cenderung powerless alias tidak berdaya jika pikiran dan perasaan kita berkonflik, bergesekan, atau bertentangan. Dalam bahasa ego, jika ego-ego saling mensabotase, saling tidak memberdayakan, atau saling membatalkan keberdayaan. Contoh klasik tentang hal ini adalah "iya sih... tapi." Ego dapat menjadikan kita tdak merdeka dan tidak berdaya dan sebaliknya ego juga dapat menjadikan kita merdeka dan berdaya.

Yuk latihan.

Misalnya kita berhadapan dengan sebuah situasi A. Lalu, kita mengatakan (secara implisit atau eksplisit), "Duh... sepertinya ini memang sulit dilakukan, sebab saya memang tidak terlalu banyak tahu tentang keadaan ini." Ego kita sedang menjadikan kita tidak berdaya.

Bayangkan ini. Seseorang berhadapan dengan situasi yang sama yaitu situasi A. Kemudian, ia mengeluhkan situasi itu dengan keluhan yang sama seperti di atas kepada anda.

Jika ANDA di mata orang itu:
1. Disegani dan dihormati.
2. Layak didengar pendapatnya.
3. Dipercaya pendapatnya bijaksana.

Kira-kira, apa yang ANDA nasehatkan?

Mungkin begini. "Ah enggak kok. Nggak terlalu sulit. Informasinya gampang dicari loh. Keep trying aja. Entar juga pasti ada progressnya. Gue percaya dah, lu pasti bisa." Ego ANDA sedang bekerja memberhasilkan orang lain.

Maka kapanpun anda merasa tidak berdaya, anda merasa powerless, anda merasa bahwa situasi, keadaan, atau kejadian yang datang kepada anda sulit dibenahi, diselesaikan, atau diatasi, ANDA tahu toh harus bagaimana?

Gampang-gampang susah, tapi anda memang patut selalu mempercayai diri ANDA sendiri.