ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 07 Maret 2013

Resep Mendidik Anak Sejenius Albert Einstein

Mengapa anak ibu atau bahkan setiap anak cepat bosan dengan mainan yang dimainkannya..?

Hal ini terjadi karena menurut penelitian setiap anak sejak lahir dilengkapi dengan program berpikir tingkat tinggi 6 level, setingkat Albert Einstein.

Program ini juga disebut sebagai Program Berpikir Tingkat Tinggi atau Highly Order Thinking. Cara bekerja sistem berpikir tingkat tinggi ini seperti anak tangga naik satu demi satu dengan susunan yang dimulai dari :
  1. To Know (Rasa Ingin Tahu hal-hal baru),
  2. To Do (Ingin memegang apa saja yang menarik)
  3. To Understand (Memperhatikan dengan seksama segala hal baru),
  4. To Test (membuang, membanting, membongkar)
  5. To Analyze (memperhatikan efek aksi-reaksi dari membuang, membanting atau membongkar),
  6. To Conclude (Menyimpulkan masing-masing sifat dan cara kerja benda),
  7. Develop New Theory (Membuat Teori dan Rumus-rumus baru bagi kehidupan)
Untuk membuktikan apakah sistem ini masih bekerja dengan baik dalam diri seorang anak untuk mengembangkan sistem kecerdasannya maka coba ibu perhatikan prilaku anak ibu dengan seksama:
  1. Apakah anak ibu selalu ingin mengetahui benda-benda yang ibu pegang ?
    Jika YA maka selamat..! karena syaraf nya sedang mulai bertumbuh.
  2. Apakah anak ibu ingin selalu memegang benda yang sedang ibu pegang?
    jika ya itu artinya sistem kecerdasannya sedang terus bertumbuh ke level 2.
  3. Apakah ia memperhatikan dengan penuhantusias benda yang dipegangnya..?
    jika ya berbahagialah syaraf kecerdasannya terus bertumbuh ke level 3.
  4. Apakah setelah itu ia membuang, membanting atau membongkar benda yang sedang dipegangnya?
    Jika ya dan jika ibu mengijinkannya maka berbahagialah kerena syarafnya telah berkembang mencapai level 4
  5. Apakah ia melakukannya berulang-ulang hingga ia puas..?
    jika iya dan jika ibu mengijinkan ia untuk melakukannya maka bersyukurlah karena perkembangan syaraf kecerdasannya sudah mencapai level 5 dari 6 level.
  6. Apakah setelah puas ia segera meninggalkannya dan mencari benda baru untuk dijadikan objek baru penelitiannya..?
    jika ya maka bersyukurlah karena ia sudah dekat untuk kelak Menciptakan Teori Baru sebagaimana yang dilakukan oleh Albert Einstein dan para ilmuan lainnya.
Jadi secara alami setiap anak akan terus dan terus melakukan eksplorasi semacam ini untuk mengembangkan sistem syaraf kecerdasannya secara alami. Semakin anak beralih ke benda lain maka semakin cepat syarat-syarafnya belajar hal baru, dan menurut penelitian, anak yang sukses dan jenius biasanya memiliki syaraf yang bertumbuh lebat yang disebabkan pada masa kecil hingga remaja ia terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan eksplorasi pada hal-hal yang menarik perhatiannya. Oleh karena itu sangat di anjurkan pada para orang tua untuk tidak menempatkan benda-benda berbahaya yang bisa di jangkau anak-anak selama masa aktif eksplorasi tersebut.

Namun sayangnya tidak banyak dari kita para guru dan orang tua yang mengetahui mekanisme alami tumbuh kembang kecerdasan anak secara alami ini, jadi yang kerap terjadi adalah pemikiran keliru untuk melarang anak kita mengeksplorasi benda-benda disekitarnya atau juga rasa khawatir jika anaknya cepat bosan atau rumahnya terlihat berantakan yang berdampak pada terhambatnya tumbuh kembang syaraf-syaraf kecerdasan anak dimasa emas pertumbuhannya..

Source : Paitun