ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 16 Mei 2013

Anodyne Awareness, Hypno anestesi.

Pernahkah kaki atau tangan Anda tergores sesuatu hingga berdarah, tetapi Anda tidak merasa sakit karena Anda tidak menyadarinya, dan Anda baru merasakan sakit setelah mengetahui adanya luka di tubuh Anda. Atau mungkin Anda pernah mengalami kejadian ini: Anda sedang fokus menonton film atau membaca buku, sehingga Anda tidak merasakan adanya nyamuk yang menggigit Anda. Tahu-tahu nyamuk tersebut sudah banyak menyedot darah Anda. Sebenarnya kedua peristiwa tersebut menunjukkan kemampuan alami manusia untuk "tidak merasakan sakit". Hanya saja umumnya kita belum tahu bagaimana cara memunculkan kemampuan itu dengan sengaja untuk tujuan yang serius.

Kemampuan alami manusia untuk tidak merasakan sakit - disebut Anestesi Mental - bisa dimunculkan dengan bantuan hipnotis. Jauh sebelum manusia menemukan anestesi, manusia sudah mengenal hipnotis yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Dalam dunia kedokteran dikenal James Esdaile (1808 - 1859), seorang Dokter Bedah Inggris yang menjadi pelopor penggunaan hipnotis dalam dunia medis. Dia mendokumentasikan 300 operasi besar dan ribuan operasi kecil tanpa rasa sakit tanpa anestesi kimia.

Anodyne Awareness
Salah satu aplikasi Hypnosis untuk Hypno anaesthesi.

Anodyne Awareness is a concise set of rapport, language, and imagery techniques used by physicians, murses, and other health care professional. It allows them with the "person" inside the patient instead of simply treating the body. It is extremely useful in establishing rela­xation, relieving pain and anxiety, and promoting wellness.

Anodyne Awareness merupakan salah satu aplikasi hipnosis yang memanfaatkan kekuatan komunikasi (verbal dan non verbal) dan tehnik imajinasi untuk berinteraksi dengan bawah sadar manusia sehingga tercipta keadaan relaksasi, mengatasi rasa sakit fisik dan kecemasan, serta mempercepat proses pemulihan.

Pengertian Anodyne Awareness, Berdasarkan Kamus Kedokteran DORLAND Edisi 29, Anodyne berasal dari bahasa Yunani (an- + odyne nyeri). Yang berarti :
  1. Menghilangkan rasa nyeri
  2. obat yang menghilangkan rasa nyeri; ano­dyne meliputi opium, morphine, codeine, aspirin, dan lain-lain. Disebut juga acesodyne.

Penerapan Anodyne Awareness sebenarnya telah ada sejak dulu. Namun istilah resmi Anodyne Awareness baru muncul pada tahun 1990 ketika seorang ahli Radiologi dan Hipnoterapist, Donna Hamilton, bersama ayahnya, Jesse Hamilton yang saat itu sedang menjalani terapi kanker membuat suatu metode terapi untuk menghilangkan nyeri dan kecemasan yang kemudian dinamakan Anodyne Awareness.

Saat itu Jesse Hamilton telah menjalani lobektomi paru-paru termasuk 3 tulang rusuknya. la mengalami nyeri yang sangat hebat hingga tidak ada obat (termasuk morfin) yang mampu mengatasinya. Jesse bersama dengan anaknya, Donna Hamilton, akhirnya berhasil mengatasi nyeri dan kecemasannya dengan menggunakan metode tersebut. Ano­dyne juga berhasil mengurangi perdarahan selama dan sesudah pembedahan dan mempercepat masa pemulihan.

Ada sebuah kebiasaan yang dilakukan turun menurun berdasarkan kepercayaan klasik di Indonesia untuk menghilangkan rasa sakit, yaitu jika seseorang mengalami sakit perut, rasa sakit perutnya itu akan hilang jika ia menggenggam atau mengantongi batu.

Kemudian diketahui bahwa metode tersebut sebenarnya merupakan salah satu bentuk penerapan Anodyne Awareness yang ternyata sudah digunakan sejak dulu. Orang-orang yang mengalami hal tersebut sebenarnya telah berhasil melakukan self hypnosis berupa Ano­dyne Awareness, dengan mensugesti pikiran bawah sadarnya dengan kepercayaan yang ia yakini turun menurun itu.

Berdasarkan penelitian singkat di lingkungan penulis, dewasa ini seiring dengan perkembangan zaman, kepercayaan pada kebiasaan itu sudah mulai pudar, tidak banyak lagi orang yang mengetahui dan atau meyakininya. Hal ini dapat disebabkan oleh dunia sekarang ini yang lebih berorientasi pada otak kiri, dimana kata-kata dan logika dihargai sementara otak kanan yang imajinatif sering kali ditaklukkan. Perkem­bangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, pendidikan yang semakin tinggi, dan kemajuan zaman lainnya, secara tidak langsung membuat manusia lebih banyak menggunakan otak kiri. Logika dan alasan yang jelas sangat dibutuhkan untuk bisa menerima dan meyakini kebenaran maupun keberadaan sesuatu. Walaupun kita semua menggunakan kedua sisi otak kita, namun salah satu sisi otak (kanan atau kiri) cenderung lebih dominan pada masing-masing orang.

Oleh karena itulah saya merasa perlu untuk memberikan Tekhnik ini kepada peserta dalam workshop yang saya adakan, sehingga kemampuan alami mereka untuk mengendalikan Rasa sakit dan nyeri yang sebenarnya sangat bermanfaat ini dapat dimanfaatkan kembali demi kebaikan dan kesehatan diri dan keluarganya. Dan dalam aspek yang lebih jauh dapat di manfaatkan juga untuk membantu orang lain mengatasi Rasa sakit yang mereka rasakan, contohnya, saat Proses melahirkan, Khitan, saat terluka, Operasi Pencabutan Gigi (Hypnodontics), dll.

Manajemen Nyeri Melalui Hypnosis
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang-orang di India yang mampu berjalan di bara panas tanpa merasakan sakit? Jawabannya sederhana HIPNOSIS.

Hypnosis (baik dipandu oleh orang lain atau menggunakan metode self-hypnosis) telah digunakan selama berabad-abad tahun yang lalu sebagai cara untuk mengontrol nyeri. Cara mengontrol nyeri ini sering terkait dengan praktik keagamaan yang telah diaplikasikan di seluruh dunia dan telah bertahan dalam berbagai budaya sampai sekarang. Ada suatu ritual untuk menahan rasa sakit yang seharusnya sangat menyakitkan, tapi karena pikiran mereka begitu terfokus pada elemen spiritual, maka mereka tidak sedikitpun merasakan sakit. Sama halnya dengan praktik meditasi, mereka mampu mencapai tingkat kondisi hipnosis yang paling dalam di mana otak mereka mampu untuk mengabaikan atau "mematikan" reseptor nyeri yang seharusnya mereka rasakan.

Adanya reaksi nyeri yang Anda rasakan sebenarnya itu terjadi bukan berada pada lokasi tubuh tepat Anda mengalami cedera, melainkan berada di dalam kekuatan pikiran Anda. Sinyal rasa sakit yang Anda rasakan yang telah dikirim oleh reseptor nyeri akan di respon oleh otak sehingga menghasilkan rasa nyeri pada bagian tubuh Anda yang mengalami cedera dan itu berpuasat pada otak yang kemudian memicu sensasi rasa nyeri pada tubuh Anda.

Para bhikkhu juga menggunakan teknik hipnosis yang bukan hanya untuk mengontrol sensasi tidak menyenangkan, tapi juga untuk mengobati orang-orang yang minta bantuan kepadanya. Sebelum adanya anestesi yang tersedia, orang-orang sering menggunakan teknik hipnosis sebagai sarana untuk mengontrol rasa sakit dan tidaknyaman selama proses operasi.

Hipnosis merupakan sebuah alat yang sangat baik untuk mengelola rasa sakit karena kondisi kronis seperti: fibromyalgia, arthritis, sakit kepala migrain, kram dan menstruasi. Hipnosis ini juga dapat digunakan untuk meringankan efek samping setelah melakukan kemoterapi. Selain itu, tren yang berkembang saat ini bahwa perempuan sering menggunakan metode hipnoterapi untuk membantu meringankan proses kelahirannya, dan juga untuk menghilangkan kebiasaan negatif mereka seperti kecanduan merokok atau konsumsi obat-obatan keras. Manfaat dari teknik hipnosis ini dapat digunakan untuk meringankan semua jenis rasa sakit dan ketidaknyamanan terkait dengan masalah fisik.

INFO TRAINING NAQS DNA, KLIK DI SINI.... Atau Klik http://www.naqsdna.com/2013/05/jakarta-juni-training-hipnotis-quantum.html