ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 06 Juni 2013

Hipnoterapi & Transformasi Diri

Anda tentu tahu, bahwa kualitas hidup seseorang sangat tergantung dengan kualitas pikirannya. Pikiran negatif menyebabkan kita pesimis, sedangkan pikiran positif memunculkan semangat dan optimis. Orang sukses punya pola pikir kesuksesan, sedangkan orang gagal punya pola pikir kegagalan.

Anda tentu telah pernah membaca dan mengetahui itu semua, entah dari buku, majalah, koran, ataupun dari internet. Namun setelah sekian banyak bahan bacaan yang anda baca, mengapa kehidupan anda tetap biasa-biasa saja dan tidak ada perubahan yang berarti dalam kehidupan anda..?

Demikian juga dengan kebiasaan-kebiasaan negatif serta sifat negatif diri yang menghambat kemajuan diri, anda tentu sudah tahu bahwa kebiasaan anda itu negatif dan tidak baik. Dan bahkan anda sudah mencoba berbagai cara yang anda ketahui untuk menghentikannya, tetapi anda merasa tidak berdaya dan tidak mampu mengalahkan serta mengendalikan diri sendiri bukan...?

Ya..
Meskipun Anda tahu bahwa pikiran menentukan kualitas hidup, Anda tidak bisa dengan mudah mengubah pikiran Anda sendiri. Mungkin Anda sadar bahwa sekarang ini Anda merasa perlu “membenahi” pikiran Anda. Namun Anda tidak tahu atau belum bertemu cara yang efektif.

FAKTA :

1. Sumber Masalah adalah dari diri sendiri
Para pakar dan dan peneliti perilaku manusia menyatakan bahwa 77% dari apa yang kita fikirkan bersifat negatif, kontraproduktif dan melawan diri kita. Sementara itu para peneliti di bidang medis menyatakan bahwa 75% dari penyakit yang di derita oleh manusia bersifat Self-induced (Penyakit yang timbul akibat kondisi pikiran/psikosomatis).

Hal ini juga telah di isyarohkan Allah swt di dalam Al-Quran :

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahanku), karena sesungguhnya nafsu (ammarah) itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS. Yusuf, 53)

“Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf, 179)

Nafsu ammarah disebut juga nafsu binatang atau SIFAT NALURIAH. Bahkan, Imam Ghazali dalam bukunya yang terkenal Ihya’ Ulumuddin menyebutnya dengan citraan yang lebih kontras: bahimiyyah dan sabu’iyyah (binatang ternak dan binatang buas).

Sifat binatang ternak dan binatang buas itu mengeram dalam diri manusia. Mulai dari jiwa sampai jasmaninya. Wujudnya dalam bentuk perilaku makan, minum, tidur, bersenggama, dan tempat yang serba berlebihan, tidak islami. Puncaknya: hubbud dun-ya wakarahatul maut (cinta dunia dan takut mati).

2. MANUSIA ITU SULIT BERUBAH
Setiap manusia memiliki mekanisme bertahan (“defense mechanism” ) apalagi jika berurusan dengan sesuatu perubahan. Bagi manusia berubah itu merupakan hal yang cukup “menantang & menakutkan” karena manusia cedendrung menyukai kenyamanan berada pada zona yang sudah terbentuk (Comfort Zone).

Hukum Pikiran menyatakan bahwa ketika suatu ide telah diterima oleh fikiran serta disetujui oleh hati, dan kemudian mengendap di dalam fikiran bawah sadar apalagi kemudian diperkuat oleh ide-ide lain yang mendukung pokok fikiran tersebut. Maka ide tersebut telah menjadi suatu Kerangka Berfikir baginya (Mind set/Pola Fikir/Program Fikiran). yang kemudian menentukan apa yang akan diterima dan ditolaknya secara bebas.

Mulai saat itu, tidak peduli bagaimana dunia berjalan, pikiran rasional akan mengikuti aturan yang diciptakannya sendiri dan mencoba memaksa dunia mengikuti aturan itu.

Mengubah manusia itu sulit, utamanya karena mental map yang diikutinya selama ini. Mengubah manusia berarti mengubah mental map atau cara berpikir mereka. Kesulitan muncul karena manusia tidak mudah mengubah cara berpikir mereka, terutama jika cara berpikir itu terbukti berhasil di masa lampau dan mereka merasa nyaman dengan itu. Dengan kata lain, mental map yang sekarang dianut telah membawa manusia ke dalam zona nyaman (comfort zone). Siapa sih yang mau meninggalkan zona nyamannya?

Dalam bukunya Black dan Gregersen, Leading Strategic Change (FT Prentice-Hall, 2003). B&G membagi problem perubahan menjadi tiga bagian:
1) ketidakmampuan melihat kebutuhan untuk berubah,
2) ketidakmampuan untuk bergerak memulai proses perubahan, dan
3) ketidakmampuan untuk menyelesaikan proses perubahan.

Mengapa orang tidak mampu melihat perlunya dia berubah...?

Pertanyaan ini sering kali menghantui karena seharusnya kebutuhan untuk berubah itu bisa terlihat dengan jelas. Seorang perokok tentu saja paham apa bahayanya merokok. Seorang deadliner tentu tahu bahwa hasil kerjanya tidak akan maksimal jika dikerjakan secara mendadak seperti itu. Mereka tahu bahwa kebiasaan mereka itu tidak baik, tetapi mengapa mereka tidak ‘tergerak’ untuk meninggalkannya?

Kata B&G, manusia sering terpaku pada mental map yang dianutnya. Mengapa? Karena cara berpikir itu terbukti membawa keberhasilan/kesuksesan atau menempatkannya pada zona nyaman. Jadi meskipun di depan ada lubang yang bisa mencelakakan atau bahaya yang mengancam, tetap saja manusia berjalan secara business as usual. Tarikan untuk tetap bertahan ini luar biasa kuatnya, karena manusia selalu mengacu pada pengalaman yg pernah dijalaninya. Jadi meski orang tahu tentang bahaya merokok, dia akan berpikir, toh selama ini baik-baik saja. Seorang deadliner, meski tahu kebiasaannya itu jelek, tapi karena selama ini tidak pernah ada masalah, dia akan tetap menjalankannya.

Bahkan ketika seseorang bereaksi terhadap bahaya yg mengancamnya, reaksinya juga cenderung bertahan dalam zona nyamannya. Contoh: seorang penderita kolesterol tinggi pasti tahu kalau makanan berlemak itu tidak baik baginya. Tapi karena makanan jenis itu memang lezat, dia tidak kuasa untuk menghindarinya. Apa yang dilakukannya untuk mengurangi resiko bahayanya? Alih-alih menjauhinya, yang dia lakukan adalah minum obat penurun kolesterol. Reaksinya ternyata tidak cukup kuat untuk mebuatnya berubah. Dia tidak mau (dan tidak mampu) keluar dari zona nyamannya…

Lalu, bagaimana caranya untuk “memaksa” diri untuk berubah?

B&G mengusulkan dua strategi: contrast & confrontation. Kontras adalah usaha untuk membedakan secara jelas antara kondisi sekarang dan kondisi setelah berubah. Orang hanya akan mau berubah jika dia bisa melihat alasan (reason) mengapa dia harus berubah. Konfrontasi adalah cara untuk “memaksa” seseorang untuk melihat kondisi yang dihadapinya. Kadang manusia perlu digugah dengan cara “disentak”. Gambar paru-paru yang menghitam karena nikotin, jika ditunjukkan pada seorang perokok, bisa menimbulkan efek kejut yang besar. Efek kejut inilah yang harapannya dapat menumbuhkan kesadaran untuk berubah.

Persoalannya, menumbuhkan kontras dan konfrontasi terhadap diri sendiri itu sulit, karena justru pikiran kita yang menjadi sasaran. Perlu kejernihan pikiran untuk bisa memunculkan kontras. Kontras bisa muncul jika ada obyektifitas dan kejujuran diri. Bandingkan antara kondisi yg akan dicapai (tujuan perubahan) dengan kondisi saat ini. Sekali lagi, syaratnya satu: jujur dan obyektif. Renungkanlah: bagus mana sih, bekerja secara deadliner, atau bekerja secara terencana? Kalau bisa bersikap jujur, rasanya jawabannya juga jelas.

Konfrontasi bisa dibangkitkan jika ada motivasi internal dengan momentum yang cukup besar untuk mampu membawa diri bisa melihat kenyataan dan mengalami apa yang disebut dengan “unescapable situation”. Kondisi yang tidak bisa dihindari ini yang kemudian bisa menumbuhkan kesadaran baru. Masalahnya, apakah berani membawa diri ke kondisi unescapable situation ini? Misalnya: untuk semua kuliah yg diikuti dalam semester berjalan, belajarnya hanya pada saat malam sebelum ujian saja. Bisa saja hasil akhirnya adalah IP yang nol koma sekian. Mungkin ini akan menjadi unescapable situation yang menggugah kesadaran, tetapi kembali pertanyaannya: beranikah melakukan hal ini?

Kalau tidak bisa menumbuhkan kontras dan konfrontasi secara mandiri, berarti harus mencari bantuan orang lain. Carilah orang yang bisa membantu memberikan kontras dan membawa kita mengalami konfrontasi yang berdampak munculnya kesadaran terhadap perubahan, misalnya dengan mendatangi seorang Coach dan Hypnotherapist. Dan menemukan orang seperti ini juga tidak mudah. Mengapa? Karena untuk bisa menumbuhkan kontras dan konfrontasi diperlukan komunikasi yang berkualitas. Selain skill yang bagus, komunikasi seperti ini juga perlu chemistry yang cocok antara pihak-pihak yang saling berkomunikasi.

Dengan menerapkan kontras dan konfrontasi, diharapkan muncul kesadaran yang cukup untuk meninggalkan pandangan lama dan bergeser ke pandangan baru. Jika ini terjadi, apakah lalu orang lantas mudah untuk berubah? Ternyata tidak. Black dan Gregersen (2003) menjelaskan bahwa meskipun orang sudah mau mengadopsi pandangan baru yang lebih benar dan meninggalkan pandangan lama yang keliru, tidak berarti dia serta merta mau berubah. Bahkan dalam banyak kasus, di sini banyak “jebakan batman” yang membuat orang terperangkap dan tidak bisa move on. Bukankah kita sering mendengar ungkapan-ungkapan berikut ini?

“Saya sebenarnya sudah berniat belajar secara teratur dan tidak mau lagi menggunakan cara SKS, tapi sulit sekali memulainya.”
“Saya sudah berniat berhenti merokok, tapi saya takut tidak kuat menahan godaan yang pasti akan muncul tiap harinya.”
Bagaimana mungkin saya lepas dari laptop dan gadget, dan meninggalkan kebiasaan langsung merespons setiap notifikasi yang muncul?”

Semua contoh di atas menunjukkan ekspresi ketidakberdayaan untuk melangkah, meski mereka sudah tahu bahwa mereka harus melangkah dan berubah. Apa yang membuat mereka ragu-ragu? Apakah mereka begitu bodohnya, karena sudah tahu bahwa mereka harus berubah, tetapi tidak mau move on?

B&G mengatakan, justru mereka tidak bodoh. Mereka gamang. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa dengan melangkah menjalani perubahan, mereka akan keluar dari zona nyaman dan masuk dalam zona gelap yang penuh dengan ketidaknyamanan. Dan mereka tidak pandai dalam menjalani zona tidak nyaman tersebut. Bayangan ketidaknyamanan dan ketidakmampuan dalam berada di zona gelap inilah yang menghantui mereka, dan akhirnya memunculkan pertanyaan: apa jadinya diriku nantinya?

Coba tanyakan ke seorang perokok yang insyaf dan akan memulai menghentikan merokoknya. Pertanyaan besarnya pastilah: bagaimana saya bisa menjalani hari-hari saya dengan penuh penderitaan? Bagaimana saya harus mengatasi godaan-godaan yang muncul? Dari situlah kemudian muncul keraguan, dan itulah yang kemudian membuat mereka berhenti melangkah.

Bagaimana cara mengatasi keraguan ini?

Pertama, harus disadari bahwa tiap perubahan memang selalu begitu. Selalu saja ada zona tidak nyaman yang harus dilalui. Selalu saja kita harus menjalani tahapan yang kita tahu pasti kita akan merasa bodoh, kedodoran, resah, awkward, dan berbagai rasa negatif lainnya. Coba tanya tiap penggila gadget saat dia jauh dari gadgetnya. Atau seorang mahasiswa yang mencoba mulai belajar utk UTS/UAS sejak sebulan sebelumnya. Berat sekali…

Dengan demikian, kata kunci untuk melaluinya dengan baik adalah: keyakinan. Keyakinan bahwa setelah menjalani tahap kegelapan tadi, suatu saat kita akan sampai pada terang. Saat di mana kita sudah bisa menyesuaikan diri dengan tujuan perubahan. Saat di mana kita sudah nyaman dengan hal yang baru. Hal yang kini kita anggap benar.

Setelah keyakinan tumbuh, berikutnya tumbuhkan pula motivasi internal untuk benar-benar memulai perubahan. Nah, tiap individu bisa berbeda dalam hal ini. Ada seseorang yang dengan mudah menumbuhkan motivasi internalnya, tapi ada juga yang sulit sekali melakukannya. Untuk yang sulit menumbuhkan motivasi internal, carilah dukungan dari luar. Carilah, misalnya, orang lain yang bisa memotivasi dan membuat kita tetap on the track.

Begitu motivasi tumbuh, langsunglah bergerak, memulai perubahan. Jangan tunda-tunda lagi. Kalau ada gaya kelembaman bekerja, kalahkan dengan keyakinan dan motivasi. Pikirkanlah tujuan di depan, bahwa hari baru yang lebih cerah dan lebih baik daripada hari-hari lama sudah menunggu untuk diraih. Janganlah sibuk dengan berbagai ketidaknyamanan yang dialami saat menjalani perubahan.

Menjalani perubahan juga bisa dibantu dengan membangun kondisi dan atmosfer yang kondusif. Jauhkan diri dari hal-hal yang terkait dengan pandangan dan kebiasaan lama yang akan ditinggalkan. Jangan dekat-dekat dengan rokok jika ingin meninggalkan kebiasaan merokok. Gantilah smartphone dengan HP jadul yang hanya bisa untuk menelpon dan SMS jika ingin menghilangkan kebiasaan “notif-sensitive”.

Sulit ya? Memang. Ini sebabnya tidak banyak orang yang mau berubah dengan kesadaran sendiri. Tapi saya yakin, perubahan yang didasari oleh kesadaran sendiri akan membawa hasil yang lebih baik, karena perubahan itu akan punya daya dorong yang lebih kuat, lebih terencana, dan lebih jelas tujuannya.

Bagaimana, sudah siapkah kita untuk berubah?

Prinsip Perubahan :

Untuk berubah diperlukan pergeseran kesadaran dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran anda yang terlalu keras lah yang membuat anda terus terjebak dalam masalah yang ingin anda selesaikan. ( Paul T Scheele, M.A., Founder, Learning Strategies Inc. )

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Oleh karena itu, suatu Transformasi Diri Yang permanen haruslah di awali di Pikiran dan terjadi di pikiran, lebih tepatnya di Pikiran Bawah Sadar. Sebab di Pikiran Bawah Sadarlah terletak Program-Program Pikiran yang selama ini mengontrol tindakan dan pemikiran kita tanpa disadari. Mengontrol kebiasaan-kebiasaan kita, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi kehidupan yang kita alami dan kita rasakan saat ini.

Dengan Fakta dan dasar pemikiran inilah kami memperkenalkan Quantum Mind Technology yang dikembangkan dari Hypnotherapy, Neuro Linguistic Programming, Quantum Tranceformation, serta sotskill praktis dari berbagai genre Timur & Barat. Dan Dari sekian banyak metode Transformasi Diri, Quantum Mind Technology merupakan metode yang sangat efektif dan sangat mudah dilakukan oleh siapapun.

Pengertian Dan Manfaat Hypnotherapy
Pengertian hypnotherapy yang bisa disederhanakan dan mudah dicerna secara umum adalah terapi dengan menggunakan hypnosis.

Definisi hypnosis

“Hypnosisis the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by theestablishment of acceptable selective thinking”
Hypnosis adalah penembusan faktor kritispikiran sadardiikuti denganditerimanya suatupemikiran atausugesti”.
[U.S. Department of Education, HumanServices Division]

Untuk berubah diperlukan pergeseran kesadaran dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran anda yang terlalu keras lah yang membuat anda terus terjebak dalam masalah yang ingin anda selesaikan. ( Paul T Scheele, M.A., Founder, Learning Strategies Inc. )

Hypnotherapy saat ini berkembang dengan cepat, dan banyak dibutuhkan oleh semua orang dari anak-anak sampai dewasa, karena cakupan terapinya yang semakin luas dan berbagai penelitian dan percobaan yang terus dilakukan tentang kemampuan otak dan pikiran manusia dalam mengatasi segala permasalahan yang muncul dari penyakit fisik maupun non fisik. Teknik hypnosis yang digunakan tidak sama sepenuhnya dengan yang Anda pernah saksikan di acara televisi, karena itu adalah penggunaan hypnosis untuk entertainment atau hiburan, sedangkan jika untuk terapi maka hypnotherapist menggunakan hypnosis untuk masuk ke dalam pikiran bawah sadar klien, agar dapat ditemukan akar masalah dari symptom/gejala yang muncul. Penggunaan hypnosis untuk memasuki pikiran ‘bawah sadar’ klien harus dengan seijin klien itu sendiri, sehingga lebih mudah dan tidak terjadi blocking pikiran secara tidak disadari.

Setelah mengetahui secara sederhana pengertian hypnotherapy, lalu apakah manfaat hypnotherapy itu?

Saat ini hypnotherapy tidak hanya untuk mengatasi masalah mental atau kejiwaan seperti stres, depresi, phobia, trauma, anxiety (kecemasan), halusinasi negatif, kesedihan, sakit hati, kemarahan, patah hati, panik, endapan emosi dan lain sebagainya, tetapi sudah berkembang untuk pengembangan diri seseorang untuk menjadi semakin lebih baik seperti membangkitkan percaya diri, menghancurkan mental block, meningkatkan konsentrasi, keberanian dalam berbicara di depan umum atau presentasi, meningkatkan kekreatifan dan ide-ide segar serta lain sebagainya. Dan saat ini pun pemanfaatan hypnotherapy semakin luas kepada penyakit-penyakit fisik yang diderita oleh seseorang seperti sulit kencing, sembelit, maag, migrain, vertigo, asma, sakit di ulu hati, pegal-pegal, alergi, darah tinggi, kolesterol dan lain-lain, penyakit-penyakit tersebut muncul karena kreasi atau persepsi dari pikiran negatif, yang dinamakan psikosomatik, bisa terdeteksi oleh medis bisa juga tidak, bahkan saat ini juga dikembangkan pemanfaatan hypnotherapy untuk kanker, manfaat minimal agar stadiumnya tidak meningkat dan nantinya diturunkan stadiumnya dan akhirnya disembuhkan.

80% penyakit disebabkan dari pikiran, bahkan beberapa penelitian berpendapat bahwa 90% penyakit disebabkan dari pikiran.

Selain itu pemanfaatan hypnotherapy semakin berkembang digunakan di kehidupan sehari-hari, bisa hanya untuk menciptakan ketenangan, kebahagiaan dan relaksasi pikiran, sampai kepada pemeliharaan tubuh untuk menaikkan atau menurunkan berat badan agar lebih proporsional, menyeimbangkan hormon-hormon dalam tubuh, banyak juga digunakan untuk terapi berhenti dari kecanduan seperti games pada anak-anak, narkoba, pornografi/pornoaksi dan kecanduan lainnya. Pemanfaatan lainnya yang sudah dikembangkan untuk wanita adalah di bidang kecantikan untuk anti aging, membangkitkan inner beauty, mencerahkan wajah, dan juga untuk memudahkan melahirkan, memprogram janin dalam kandungan, meredam mual-mual, sampai pada melancarkan ASI bagi ibu menyusui, dan lain sebagainya.

Bagi karyawan, pemanfaatan hypnotherapy bisa untuk meningkatkan semangat, antusiasme, goal setting, mereduksi stres secara cepat, meningkatakan hormon endorfin dan atau adrenalin, memunculkan ide-ide baru dan inovatif, menempatkan diri dalam keadaan nyaman dan enjoy dalam bekerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja dari karyawan tersebut.

Dan tentunya masih banyak lagi manfaat hypnotherapy dan pemanfaatan hypnotherapy lainnya bagi kehidupan seseorang, karena selama orang tersebut menggunakan pikiran maka hypnotherapy sangat dibutuhkan.

SUGESTI TERAPI

Sugesti Terapi bukanlah inti ilmu hypnosis dan bukan satu-satunya tekhnik terapi...

Ya..
Ada beberapa sahabat yg bertanya pd saya mengenai script sugesti utk beberapa kasus... Maka dlm kesempatan ini saya katakan bhw sugesti terapi bukanlah satu-satunya tekhnik terapi.

Sugesti terapi adalah tekhnik terapi paling dasar dari ilmu hypnotherapy, dan manfaat utamanya adalah untuk memberikan motivasi atau empowering.. Dan utk kasus-kasus yg lebih kompleks. Terapi sugesti saja masihlah belum cukup. Kita harus mengenali keunikan klien beserta permasalahannya. Dan bila diperlukan, kita bahkan perlu menggali akar masalahnya dan menyelam jauh ke dalam pikiran bwh sadar klien utk menemukan sumber masalahnya. Meremove akar masalah, Dan kemudian memberikan sesi Rewriting History di alam bwh sadarnya utk membangun fondasi trance logic yg baru bagi klien agar dpt menikmati kehidupan dg lebih baik lagi..

Ada ratusan strategi terapi hypnosis. dan sugesti terapi hanyalah salah satu tekhniknya saja.

Menurut Charles Tebbets untuk melakukan terapi yang baik ada 4 hal yang harus dilakukan :
1. Memberikan sugesti
2. Release emosi negatif
3. Re-learning atau rewriting history
4. Find the root cause (Membongkar akar masalah).

4 teknik terapi, menurut Master Adi W Gunawan :
1. Sugesti dan imajinasi pascahipnosis (posthypnotic suggestion and imagery)
2. Menemukan akar masalah (discovering the root cause)
3. Melepaskan (release) akar masalah.
4. Pemahaman baru / relearning (new understanding)

Quantum Husada NAQS DNA mempunyai hal itu semua dan ini yang menyebabkan kenapa Quantum Husada termasuk metode terapi yang cukup lengkap.

METODE HYPNOTHERAPY TELAH DIAKUI DUNIA

Berdasarkan penelitian ilmiah dan jurnal-jurnal medis dan psikologi terkini, metode Hypnotheray ini telah diakui oleh Wolrd Heath Organization (WHO), BMA (British Medical Association), AMA (American Medical Association), APA (American Psychological Association) sebagai bagian yang terintegrasi dalam dunia medis dan psikologi modern sebagai terapi yang aman, dan berdampak positif. Di negara-negara maju di Eropa, Amerika, Australia, Jepang, dan lainnya, metode ini (khususnya hipnoterapi) bersama Anti-Aging termasuk di bawah naungan Department of Preventive Medicine. Di Indonesia, hipnoterapi merupakan bidang kajian di bawah IDI (Ikatan Dokter Indonesia) melalui PHMI (Persatuan Hipnoterapi Medis Indonesia).

Bila anda berminat untuk memanfaatkan Hipnoterapi untuk menyelesaikan permasalahan anda, silahkan Hub. kami di : 081 231 649 477

APA KECENDERUNGAN ANDA…?

Apakah anda cenderung untuk selalu beruntung ?
Apakah anda cenderung untuk selalu sial ?
Apakah anda cenderung untuk mudah sakit ?
Apakah anda cenderung untuk punya hutang ?
Apakah anda cenderung untuk mudah memperoleh sahabat baru ?
Apakah anda cenderung untuk bersabar ?
Apakah anda cenderung untuk marah ?
Apakah anda cenderung bertemu dengan orang-orang yang tidak menyenangkan ?
Apakah anda cenderung mudah untuk bertemu dengan peluang bisnis ?
Apakah anda cenderung untuk terlambat ?
Apakah anda cenderung untuk tepat waktu ?
Apakah anda cenderung untuk mudah memperoleh bantuan ?
Apakah anda cenderung mudah mendapatkan pinjaman uang ?
Apakah anda cenderung menjadi tempat orang lain untuk berkeluh-kesah ?

Kita semua hidup dalam suatu “kecenderungan-kecenderungan” dominan tertentu, kecenderungan untuk mudah memperoleh teman, memperoleh musuh, mudah berhutang, mudah berpihutang, mudah gembira, mudah depressi, dan berbagai kecenderungan lain yang lebih abstrak (kecenderungan mudah beroleh rizki, bahkan kecenderungan untuk beroleh “sial”).

Harus disadari bahwa “kecenderungan-kecenderungan” ini bukanlah sesuatu yang kebetulan atau muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan ekspresi dari program kompleks di dalam diri, secara mudahnya dapat kita sebut sebagai “kompetensi“, lebih tepatnya kompetensi yang sudah terprogram di pikiran bawah sadar (Unconscious Competence). Jadi, hal “baik” atau hal “buruk” merupakan ekspresi dari sesuatu yang bersifat “Unconscious Competence”.

Jika kita sering mengalami hal-hal negatif yang tidak kita inginkan dalam kehidupan kita, dimana hal ini selalu berlangsung dengan mudahnya, maka waspadalah, mungkin kita telah menjadi seorang Master untuk hal-hal semacam ini !

Berita baiknya, kini kitapun dapat mencapai apapun juga yang kita inginkan dalam kehidupan ini, karena sesungguhnya ini adalah persoalan kompetensi, dan kompetensi adalah sesuatu yang dapat diperjuangkan dan diraih, seperti halnya “menyetir mobil”.

KITA DAPAT MENGINTERVENSI DAN MENGARAHKAN KECENDERUNGAN TERSEBUT SESUAI DENGAN KEMAUAN KITA….

Bergabunglah dalam Quantum Mind Technology Workshop untuk menyelami dunia kesadaran dan menemukan kebahagiaan yang hakiki. Dan dapatkan Rahasianya.. Info workshop : http://www.naqsdna.org/training

Ref. Kang Lukito