ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 01 Agustus 2013

DEEPENING METAFISIKA

Ada dua jalur dalam pendalaman Ilmu Metafisika :
1. Supranatural.
2. Spiritual.

Dalam prakteknya, masih banyak praktisi yang tidak memahami akan hal ini. Dan mereka menjadi rancu akan jalan yang mereka tempuh. Karena menggunakan bacaan-bacaan dari kitab agama, mereka mengira apa yang mereka lakukan adalah bersifat spiritual. Padahal sesungguhnya tidak demikian. Masih banyak kegiatan supranatural yang terlihat seolah-olah spiritual karena terkamuflase oleh agama.

Sekedar contoh, bukankah masih banyak yang melakukan amalan-amalan Ritual yang bermotifkan duniawi semata...? Rajin berwirid di mesjid untuk meraih kejayaan dunia, rajin berziarah ke kuburan para wali untuk meraih kejayaan dunia. Jadi mereka ini tidak hanya memikirkan dunia saat di pasar saja, tetapi bahkan ketika di mesjid dan kuburanpun yang menjadi Pokok Fikirannya adalah duniawi.

Dan karena menggunakan Ritual yang merupakan atribut agama, maka mereka mengira apa yang dilakukan itu sudah termasuk kegiatan amal ibadah yang menunjang pertumbuhan keruhaniannya. Dan menganggap itu sebagai suatu kegiatan Spiritual... benarkah demikian..? Sekali-kali tidak sahabat.. itu bukan kegiatan spiritual, tetapi masih di aspek supranatural saja. Bukankah segala Amal itu nilainya tergantung pada niatnya....??

Tujuan utama dari pendalaman Ilmu Suprantural adalah untuk menghimpun dan menguasai segala aspek dari ilmu dan energi yang ada di alam semesta dunia ini. Dalam rangka memperoleh keselamatan serta kejayaan di Dunia. Hasil akhirnya adalah SHAKTI.

Sedangkan pendalaman aspek Spiritual adalah untuk melepaskan kemelekatan terhadap segala aspek duniawi. Berkultivasi dan memurnikan diri untuk menuju Kasampurnan sejati. Hasil akhirnya adalah SUCI.

Jalan supranatural dan spiritual sesungguhnya saling bertolak belakang, siapa yang melakukan pendalaman di aspek supranatural, maka dia akan kehilangan sisi spiritualnya. dan demikian juga sebaliknya.

Oleh karena itulah, dalam Materi workshop Quantum Mind Technology saya berikan Dasar-dasar bagi keduanya. Dan untuk pendalamannya, saya serahkan sepenuhnya kepada masing-masing peserta.

Sedangkan saya sendiri lebih memilih, pendalaman di bidang Spiritual. Karena bagi saya, untuk menyelesaikan permasalahan duniawi ternyata cukup dengan menguasai Ilmu dasar itu saja ditambah dengan meluaskan wawasan dan kesadaran. Jadi buat apa memberati diri dengan bekal yang tidak saya perlukan untuk kehidupan ukhrowi saya nanti... dan tentu saja, ini adalah pilihan saya pribadi.

Dengan adanya tulisan ini tidak berarti saya berniat menonjolkan diri dan merendahkan yang lain, sekali-kali tidak sahabat.... Artikel ini bertujuan untuk sekedar berbagi wawasan. Karena mengetahui itu lebih baik daripada tidak mengetahui. Dan tentu perjalanan kita akan menjadi lebih baik bila kita telah mengetahui di titik mana saat ini kita berdiri dan berada, sehingga dengan demikian kita dapat merencanakan ke titik mana kita akan menuju.

Dan tentu saja, dalam perjalanan awal. Kita akan masih bermain di dua sisi dengan suatu komposisi tertentu namun di perjalanan selanjutnya kita harus memutuskan untuk memilih salah satunya. Apakah berfokus untuk mengembangkan dimensi supranatural ataukah spiritual.

So.. Up To You.. dan jangan rancu, itu dua hal yang berbeda...

YA ALLAH, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. AMIN...

Footnote :

AMAL ITU TERGANTUNG NIATNYA

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه “- متفق عليه –

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Hadits ini adalah Hadits shahih yang telah disepakati keshahihannya, ketinggian derajatnya dan didalamnya banyak mengandung manfaat. Imam Bukhari telah meriwayatkannya pada beberapa bab pada kitab shahihnya, juga Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini pada akhir bab Jihad.