ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 07 Agustus 2013

Selamat Idul Fitri Buat Jam'iyah Blokiriyah

Sekedar untuk membuka hati kita semua, di bawah ini saya copaskan sebuah artikel dari situs intisari online, yang ternyata telah terbukti bahwa Hubungan Sosial di dunia Maya mempunyai dampak sosial juga dalam hubungan sosial di dunia nyata.  Yang artinya, persahabatan Virtual di dunia maya adalah suatu interaksi sosial yang riil... Seluruh aspek diri kita terlibat di dalamnya, termasuk aspek emosi kita. Dan tidak jarang hanya karena berbeda pendapat, suatu pertemanan diputuskan. Dan pemutusan ini tentu saja sama efeknya dengan pemutusan hubungan di dunia nyata, dan bila ditinjau dari sudut pandang agama ini adalah suatu pemutusan tali silaturahmi yang tentu saja dipandang kurang baik.

Oleh karena itu, dalam momen Hari raya Idul Fitri yang penuh berkah ini, izinkanlah saya mengucapkan :

Selamat Hari Raya idul fitri 1434 H.
Kepada Segenap Sahabat saya di dunia maya para pembaca blog ini dan terutama sahabat yang sering berinteraksi langsung dengan saya di jejaring sosial facebook, anggota Jam’iyah Blokiriyah (Yaitu sahabat-sahabat FB yang telah memblokir saya ataupun yang telah saya blokir), dan juga kepada semua sahabat yang mungkin tersinggung dengan Tulisan, status dan juga koment saya di website ataupun di Facebook, dan juga di media yang lain.

Saya EDI SUGIANTO, dengan setulus hati memohon maaf kepada anda semua dan bila saya merasa anda bersalah terhadap saya, maka saya juga dengan ikhlas hati telah memaafkan anda semua. Semoga di hari yang fitri ini kita semua dapat menemukan kembali Fitrah diri kita. Amin Ya Robbal ‘Alamin….

Nb.
Bila ada sahabat anda termasuk dalam kategori yang saya sebut di atas. dengan setulus hati saya mohon sampaikan permintaan maaf ini kepada mereka semua. Terima kasih.


Konsekuensi Memutuskan Hubungan Pertemanan di Facebook
Intisari-Online.com - Suatu penelitian menemukan 40 persen orang menyatakan mereka akan menghindari seseorang yang memutuskan hubungan pertemanan dengan mereka di Facebook, dengan 50 persen menyatakan mereka tidak akan menghindari orang yang memutuskan hubungan pertemanan tersebut. Wanita cenderung lebih suka untuk menghindari seseorang yang memutuskan hubungan pertemanan dengan mereka.

Orang berpikir bahwa jejaring sosial hanya untuk senang-senang, padahal faktanya apa yang dilakukan juga dapat memiliki konsekuensi di dunia nyata,” ujar penulis penelitian tersebut, Christopher Sibona yang juga mahasiswa program doktoral di University of Colorado Denver Business School.

Sibona menyatakan survei menunjukkan munculnya dampak-dampak seperti merasa dikucilkan, merasa rendah diri, merasa tidak terikat dan kehilangan kendali setelah seseorang diputuskan pertemannya di Facebook. Responden juga menyatakan mereka jadi memiliki suasana hati yang buruk.

Penelitian yang didasarkan pada 583 respon yang diperoleh melalui Twitter, juga menemukan adanya beberapa faktor yang dapat memprediksi apakah seseorang akan menghindari orang yang memutuskan hubungan pertemanan dengan dirinya. Faktor-faktor tersebut antara lain:
  • Jika seseorang mendiskusikan kejadian tersebut setelah itu terjadi.
  • Jika respon emosional dari pemutusan hubungan pertemanan tersebut sangatlah negatif.
  • Jika orang yang diputuskan pertemanannya percaya bahwa tindakan tersebut seiring dengan tindakan di dunia nyata.
  • Jarak geografis antara keduanya.
  • Jika hubungan yang bermasalah tersebut sudah dibahas sebelum terjadinya pemutusan hubungan pertemanan di Facebook.
  • Seberapa kuat seseorang menilai hubungan sebelum memutuskan pertemanan.
Orang yang hubungan pertemanannya diputuskan oleh orang lain mungkin memiliki efek psikologis yang sama … karena memutuskan pertemanan mungkin akan terlihat sebagai suatu bentuk pengucilan sosial,” jelas Sibona. Penelitian ini membuat jelas bahwa memutuskan hubungan pertemanan sangatlah berarti dan memiliki konsekuensi psikologis yang penting bagi mereka yang mengalaminya.

Dalam dunia nyata, Anda harus berbicara dengan orang, menjaga pandangan saat berbicara secara tatap muka. Saat daring, hal tersebut jarang sekali terjadi. Namun, tetap saja ada dampaknya di dunia nyata. Untuk itu, perlu suatu cara untuk memberi edukasi tentang etiket berhubungan di dunia sosial, yang berbeda dengan dunia nyata. (BusinessNewsDaily)