ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 07 Agustus 2013

Terbebas dari Candu Spiritual

Agama adalah Candu 
Kritikan Marx terhadap agama telah memberikan kesadaran akan keberagamaan, tetapi dia gagal melihat agama secara menyeluruh. Menurut Marx, agama adalah ilusi. Dia mencoba menanggapi zamannya ketika agama tidak membantu kaum marginal dan agama hanya memberikan janji akan adanya kebahagiaan. Menjadi pertanyaan, apakah kritikan ini salah ketika agama membela diri bahwa agama adalah pengajar kebenaran? Kritikan Marx ini secara tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap religion study. Kontribusi nya adalah: mengingatkan agama akan apa yang menjadi esensi-nya, memberikan tantangan bagi orang beragama tentang bagaimana sebenarnya menjadi seorang yang memiliki agama, menyadarkan para scholar betapa pentingnya meninjau ulang hubungan antara agama dan negara. Namun, kritikan Marx ini memiliki kelemahan dalam hal cara pandangnya terhadap agama. Kehadiran Marx pada zamannya dapat memberikan pandangan bagi kita bahwa agama bisa juga diperalat sebagai legalisasi penindasan sehingga kita harus tetap waspada akan bahaya ini.

Karl Marx memberikan tanggapan terhadap agama karena dia melihat bagaimana para pemimpin agama tidak menghadirkan agama sebagaimana mestinya. Pada zamanya, ekonomi menjadi masalah utama karena banyaknya kaum proletar yang tertindas. Mereka tertindas karena kemiskinan. Dan penderitaan mereka semakin berat lagi ketika mereka harus berhadapan dengan para borjuis yang hanya mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memberikan imbalan yang layak. Kehadiran agama pun semakin memperburuk keadaan. Agama datang dengan berbagai janji-janji khayalan semu. Agama malah menjanjikan sebuah surga jika mereka tetap taat bekerja walau berada dalam situasi sulit. Dan ternyata Marx melihat, mengapa agama seperti itu. Dia melihat bahwa agama telah dikuasai oleh kaum kelas atas. Agama menjadi ciptaan manusia. Agama diatur oleh manusia untuk mendapatkan keuntungan duniawi bagi mereka walau itu harus dicapai dengan menyiksa kaum marjinal.

Ketamine for the people
Apa itu Ketamine? Ketamine atau yang sering disebut dengan special-K adalah salah satu jenis anti-depressant yang sering digunakan secara ilegal sebagai narkotik. Efek super-hallucinogen ini sangatlah unik, dia membuat penggunanya mengalami disasosiasi dengan dirinya sendiri. Ketika narkoba lain membuat orang merasa fly dan tenang maka special-K membuat penggunanya keluar dari tubuhnya dan menjadi orang yang baru. Pada dosis yang tinggi pengguna special-K akan memasuki fase K-Hole dimana mereka akan merasa menjadi manusia yang baru dan sama sekali tidak sadar atau bahkan ingat tentang dirinya yang lama. Tentunya efek ini hanya berlangsung singkat, tetapi konon cukup menyenangkan. Inilah yang membuat Special-K menjadi salah satu narkoba yang cukup mahal, konon dua kali lebih mahal dari Heroin.

Oke, enough with Special-K, sekarang langsung saja ke alasan kenapa tulisan ini saya tulis. Akhir-akhir ini telinga saya cukup risih dengan seringnya ayat-ayat Al-Quran dikumandangkan. Alasannya bukan karena saya tidak suka dengan ayat-ayat Al Quran, justru saya sangat merasa damai ketika mendengar murottal khususnya Surat Al-Anfal. Yang membuat saya risih adalah orang-orang yang sering mencomot al-Quran dan agama Islam di TV sebagian adalah orang yang memiliki masalah dengan moralnya. Mulai dari pedangdut yang mengalami Megalomania disorder, koruptor beserta pengacaranya, organisasi mas mas yang suka bertindak anarkis hingga Bupati berkelakuan minus.

Selain itu hal lain yang cukup mengusik saya adalah betapa seringnya para pemimpin daerah mengadakan salawatan dan lain sebagainya. Tentunya masalahnya bukan salawat untuk Nabi yang memang dianjurkan tetapi adalah kenyataan bahwa pemimpin daerah tersebut tidak menjalankan tugasnya dengan baik bahkan cenderung banyak masalah. Selain itu acara tabligh akbar salawatan sering kali memakan resource daerah dan yang lebih parah lagi adalah para hadirin di acara tersebut hampir selalu melanggar peraturan lalu lintas.

Saya pun lantas teringat dengan kata-kata Marx bahwa agama adalah candu masyarakat yang oleh Lenin ditambah menjadi agama adalah candu bagi masyarakat. Tetapi candu hanya membuat orang rilex dan melihat dunia lebih indah. Candu membuat orang melupakan masalah tetapi candu masih membuat orang ingat tentang dirinya sendiri, siapa dia dan kenapa dia memakai candu. Jika orang-orang tak bermoral menjadikan agama sebagai candu maka mereka belum tentu bisa cukup bernyali mendengungkan ayat-ayat al-Quran karena mereka masih ingat diri mereka sendiri. Paling banter ayat-ayat al-Quran hanya digunakan untuk menenangkan diri dan mengurangi rasa bersalah.

Tetapi yang kita lihat sehari-hari adalah orang-orang tersebut mengutarakan ayat-ayat Allah dengan percaya diri seakan dirinya adalah hanya satu tingkat di bawah Nabi, atau bahkan setara dengan Nabi. Hal ini membuat saya berfikir, di Indonesia ini agama khususnya Islam bukanlah opium, tetapi ketamine. Orang-orang yang sudah mendengungkan ayat-ayat Allah apalagi yang sudah haji sering merasa dosa-dosanya cepat luntur. Dia mendisasosiasikan kejahatan dan dosa yang dia lakukan dari dirinya. Dia merasa dirinya yang sudah mendengungkan ayat Al Quran adalah orang yang baru sama seperti pengguna special-K.

Kenapa hal ini terjadi? Saya menduga hal utama penyebab mudahnya ayat-ayat Allah menjadi ketamine adalah pendidikan agama kita yang dari kecil menekankan tentang surga dan neraka. Seakan-akan kita beragama hanya supaya terhindar dari neraka dan masuk surga. Apakah pernah anda diajarkan atau mengajarkan efek sosial yang diharapkan oleh Nabi melalui berbagai ajarannya. Paling banter ya cuma zakat dan idul adha. Islam sebagai rahmatan lil alamin hanya didengungkan ketika terjadi konflik beragama. Islam telah dirubah dari sebuah ajaran yang berusaha memberi manfaat sebesar-besarnya untuk semua mahkluk menjadi sebuah doktrin kaku tentang how to reach heaven for dummies.

Solusinya sebenernya sederhana, pelajaran agama Islam harusnya tanpa kurikulum dan lebih berbentuk sesi tanya jawab tentang kejadian sehari-hari. Guru agama Islam seharusnya dididik menjadi konsultan yang pada waktu pelajaran mampu menjawab pertanyaan muridnya tentang dunia dan akhirat. Hal ini tidak hanya berguna bagi murid tetapi juga bagi sang guru karena dia juga dipaksa untuk selalu belajar. Tentunya ini adalah tantangan yang sulit, tetapi bukankah kita harus percaya bahwa akan terdapat kemudahan setelah kesulitan?

CANDU SPIRITUAL.
Dua topik di atas yaitu Agama adalah Candu & Ketamine for the people adalah dua buah tulisan yang saya copaskan dari karya saudara Subandri Simbolon di sini http://filsafat.kompasiana.com/2013/02/11/agama-adalah-candu-532666.html dan topik kedua yaitu Ketamine For People ditulis oleh Blog Timurizers di sini http://timurizer.wordpress.com/2012/12/06/jika-agama-adalah-candu-di-indonesia-islam-adalah-ketamine-for-the-people/

Dan bila kedua topik di atas mensikapi perilaku beragama dalam level syari'at, maka saya juga akan mengupas sedikit mengenai kecanduan yang juga terjadi di level hakikat.

Dalam pengamatan saya mengenai masyarakat timur, banyak orang yang melarikan diri dari himpitan ekonomi dengan memasuki ranah supranatural dan spiritual. Mereka berharap menemukan kedamaian tanpa batas dan juga berharap meraih kehidupan yang lebih baik dengan meninggalkan aspek pengembangan duniawi mereka.

Model Kecanduan yang pertama adalah kecanduan terhadap hal-hal yang berbau mistis dan supra atau segala sesuatu yang di anggap sakti dan di luar normal. Dalam Kecanduan model ini, para pecandu akan dibuat terlarut di dalam dunia mistis mereka.

Ada yang melakukan ritual amalan kesaktian dari satu ilmu ke ilmu yang lain tanpa ada putus-putusnya, baik itu ilmu yang bermanfaat ataupun sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu belaka. Mereka juga akan dihadapkan dalam suatu permainan dimana keilmuan mereka tertantang dan ditantang untuk selalu ditingkatkan.

Sebuah contoh, yang model kependekaran Pemburu Hantu. Yaitu ketika seseorang dengan sebuah ilmu berhasil mengalahkan sekelompok jin di suatu tempat. Maka mereka akan merasa sangat puas dan membanggakan ilmunya, Namun suatu ketika dalam pertarungan yang lain mereka ternyata kalah, hal ini akan membuat mereka penasaran dan akhirnya kembali berguru untuk mencari Ilmu yang lebih tinggi lagi.

Contoh lain adalah Model Pemburu Benda Bertuah, baik benda bertuah alamiah semacam Pring Pethuk, Galih Kelor, Batu Mustika, dll. Ataupun pemburu benda bertuah dari para guru sakti. Dalam model yang ini, mereka akan menjadi keranjingan untuk berburu benda bertuah, tidak perduli betapa Waktu yang banyak , tenaga, dan juga biaya besar telah mereka habiskan. Umur dan harta mereka telah mereka habiskan untuk berburu benda bertuah ini.

Contoh lain adalah Pemburu Kekayaan. Mereka ini sangat keranjingan berburu solusi instan untuk kaya. Sehingga tidak jarang mereka tertipu berkali-kali oleh dukun palsu yang mengaku bisa melipat gandakan uang ataupun yang mengaku bisa mendatangkan harta gaib, dll. Dan anehnya, walaupun sudah sering tertipu, mereka terkadang tidak kapok juga untuk tertipu oleh dukun lain yang mengaku mempunyai metode yang berbeda dan jauh lebih sakti dari metode sebelumnya.

Model Kecanduan Kedua adalah Kecanduan Spiritual.
Dalam model ini mereka terlarut dalam dunia spiritual yang tiada putusnya. Mereka terjebak di dalam semesta spiritual yang sesungguhnya sangat luas tiada bertepi. Berkelana dari satu alam gaib ke alam gaib lainnya. Dari suatu metode ke metode yang lainnya.

Pengamat & Gosiper'z Spiritual adalah juga salah satu model dalam kecanduan spiritual ini. Mereka terlarut dalam diskusi studi banding agama dan spiritualisme, sangat ahli dalam menyampaikan berbagai teori spiritual dan agama seolah-olah mereka adalah betul-betul spiritualis tulen. Spiritualitas yang seharusnya adalah ranah pengalaman pribadi akan mereka jadikan sebagai bahan untuk ajang perdebatan yang seru diberbagai forum

HARMONY
Lalu dengan tulisan ini apakah saya mengatakan bahwa terlibat dalam kegiatan Supranatural ataupun spiritualism adalah jelek.. Tentu saja saya tidak bermaksud demikian, akan tetali melalui tulisan ini saya mengajak kepada para sahabat semua untuk mempunyai kehidupan yang lebih seimbang. Sehingga tidak berlebih-lebihan di dalam satu aspek dan melalaikan aspek lainnya. Dengan demikian kesuksesan yang sejati baik di dunia ataupun di akherat nanti akan dapat tercapai.

Menurut motivator terkenal, Zig Ziglar, sukses sejati mencakup delapan bidang kehidupan, yakni:
  1. Kebahagiaan,
  2. Kesehatan, 
  3. Keuangan (kemakmuran),
  4. Keamanan,
  5. Kualitas persahabatan (mempunyai banyak sahabat),
  6. Hubungan keluarga yang baik,
  7. Pengharapan akan masa depan, dan
  8. Kedamaian pikiran (Spiritualisme).
Hadis Rasulullah SAW ada menyebutkan:
“Kebaikan itu adalah bukan orang yang mengambil dunia tapi meninggalkan Akhirat dan yang mengambil Akhirat meninggalkan dunianya.”

Hadis lain menyebut:
“Tidak dianggap orang yang meninggalkan dunianya karena Akhirat, dan tidak juga orang yang meninggalkan Akhirat yang karena dunianya sehingga sekaligus mendapatkan kedua-duanya.” (Riwayat Ibnu Asakir)

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Rasulullah saw. bersabda, 'Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan (melampaui batas)..!' Beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim (2670).

Setidaknya ada 6 aktivitas (paling sedikit) yang perlu kita lakukan agar hidup kita menjadi seimbang. Aktivitas tersebut antara lain adalah,
  1. Aktivitas Spiritual: Aktivitas pencarian makna hidup dan mendekatkan diri dengan sang Pencipta, seperti mengaji, berdoa, beribadah secara khusus, dan lain sebagainya.
  2. Aktivitas Intelektual: Aktivitas untuk meningkatkan kapasitas berpikir, menganalisis, dan bertindak. Seperti belajar untuk meningkatkan expertise (apa expertise Anda?), membaca buku, ikut kursus atau kuliah, belajar ilmu bisnis, menciptakan karya, dan lain sebagainya.
  3. Aktivitas Sosial: Aktivitas untuk meningkatkan rasa kebersamaan hidup dengan lingkunan dan orang lain, seperti berorganisasi, bergaul, mengikuti aktivitas networking, menghadiri undangan atau acara tertentu dan beramal (menolong orang lain)
  4. Aktivitas Fisik: adalah aktivitas untuk meningkatkan kesehatan, daya tahan, dan produktivitas tubuh, seperti berolahraga, makan-makanan yang sehat, minum multivitamin, dan lain sebagainya.
  5. Aktivitas Keluarga: adalah aktivitas untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan keluarga, seperti silaturahim, berlibur bersama, bercengkrama, dan sebagainya.
  6. Aktivitas Keuangan: adalah aktivitas untuk menyehatkan kondisi keuangan Anda, seperti berbisnis atau bekerja.
Sahabat...
Semoga dengan tulisan yang saya buat di Malam Hari Raya Idul Fitri 1434 H tahun 2013 ini, dapat menambah wawasan dan pencerahan untuk diri saya sendiri khususnya dan untuk sahabat semua pada umumnya. Dan semoga takbir yg kita kumandangkan dalam rangka menyambut hari yang fitri ini. Betul-betul merupakan pekik kemerdekaan serta kemenangan ruhani kita atas penjara dan belenggu tipuan duniawi.... Amin...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H.

Taqobalallahu Minnaa wa Minkum,
Shiyamana wa shiyamakum,
Ja’alanallaahu Minal ‘Aidin wal Faizin,
Mohon Maaf Lahir Batin.

"Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan dari kami dan dari kalian. Dan semoga juga puasaku dan kalian diterima. Dan Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah)."

Amin Ya Robbal 'Alamin..