ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 27 Agustus 2013

Theis, Atheis, Spiritual, & Makrifat

Rangkuman Status Facebook Selasa, 27 Agustus 2013 :


PENGALAMAN SPIRITUAL
Spiritualitas tanpa Baseline tuntunan agama hanya akan membawa para praktisinya untuk mengalami kekacauan dalam pengalaman spiritualnya...

Alam Gaib adalah samudera semesta yang berisi ribuan dimensi. Setiap Frekwensi getaran yang ada di alam semesta, berisi suatu dimensi alam kehidupan yang tersendiri... Hal ini disebabkan karena Desain Alam semesta yang bersifat Fractal. Artinya, di dalam setiap unit alam semesta, mempunyai pola dan juga sifat yang sama dengan unit yang lain. Baik dalam suatu Unit yang kompleks ataupun unit tunggal yang sederhana...

Oleh karena itulah, bagi prakstisi spiritual yang kurang berhati-hati. Akan mudah terjebak pada ilusi yang tampak dan terhijab dari esensi yang sebenarnya. Dan akhirnya, dia akan terombang-ambing pada dunia yang ada di dalam fikirannya sendiri.. Terjebak dari satu dimensi ke dimensi yang lain... dan tidak bisa menembus keluar dari itu semua..

Oleh karena itulah kita membutuhkan bimbingan dari seorang Master Spiritual yang telah senior dan mumpuni. Dan menurut saya, Rasulullah adalah Master Spiritual yang sangat mumpuni. Dan beliau telah meninggalkan catatan perjalanannya di dalam Al-Quran dan Hadits...

Jadi dalam hemat saya, setinggi dan seluas apapun pengalaman spiritual kita. Adalah lebih aman bila kita berpandu pada bimbingan Rasul ini...

Wallahu a'lam...

MAKRIFAT
Makrifat akan menjadi sempurna seiring dengan semakin lengkapnya Internal Map di dalam pikiran kita. Internal Map adalah Peta Dunia atau persepsi kita terhadap realitas yang ada di dunia ini....

Internal Map kita ini senantiasa akan terus menerus berkembang. Saat kita baru lahir, dunia yang kita ketahui hanyalah dunia yang ada di dalam rumah kita. Orang tua kita serta saudara-saudara kita. Dan seiring dengan kedewasaan kita, maka internal map kita akan semakin luas dan semakin lengkap..

Dan ketika Internal Map kita sudah hampir menyamai dengan Realitas Dunia yang sebenarnya, saat itulah kesempurnaan Makrifat akan tercapai...

Oleh karena itulah, tidak ada sifat Kefanatikan yang kaku (Jumud) bagi orang yang menempuh jalan hakikat Makrifat. Baginya, semuanya adalah suatu pengalaman yang berarti bagi pengembangan spiritualnya... Semua hal di hadapi dengan sifat Curiosity (rasa ingin tahu) yang besar dan spirit belajar yang kuat untuk menggali khasanah perbendaharaan ilmuNya......

Dan dari sanalah, peningkatan kesadaran serta akhlak yang mulia senantiasa akan terus meningkat. Hingga akhirnya menuju Maqom Nur Muhammad, atau Kesadaran Cahaya Muhammad. Suatu kondisi diri yang telah memancarkan getaran-getaran energi yang positif, produktif, dan membangun bagi alam semesta (Rahmatan lil 'alamin / Memayu Hayuning Bawono)...

Mengapa hanya sampai Nur Muhammad dan bukan Nur Allah, biasanya akan ada koment yg demikian.... hehehehehe.....

Nur Muhammad hakikatnya adalah Nur Allah juga, inilah Nur Ilahi yang ada di dalam sifat kemanusiaan kita...

Wallahu a'lam...

THEIS VS ATHEIS
Maslow menyatakan bahwa Manusia secara psikologis mempunyai kebutuhan dasar untuk di hormati dan dihargai...

Bagi orang beragama, Tuhan dan agama adalah merupakan bagian dari identitas diri atau Self Image bagi dirinya dan bahkan secara keseluruhan, diletakkan lebih tinggi daripada Ego pribadinya... Oleh karena itu, menghina Tuhan ataupun agama bagi orang yang beragama, tentu akan menyinggung perasaannya dan akan dianggap sebagai suatu tindakan provokasi atau serangan, sehingga akan menyulut instink pertahanan ataupun serangan balik...

Sedangkan bagi orang yang tidak beragama, kehormatan tertingginya adalah terletak pada Ego Pribadinya. Sehingga ketika ada orang yg menyerang kepribadiannya, sontak dia akan melakukan pertahanan diri ataupun serangan balik....

Jadi, Jangan heran kalau orang beragama menjadi marah ketika agamanya di hina, dan jangan heran pula kalau orang tidak beragama menjadi sangat marah ketika diserang kepribadiannya.....

KUNCI MENGHADAPI ORANG ATHEIS
Jadi kunci untuk menghadapi orang Atheis adalah Serang Self Image atau Citra Diri dan kepribadiannya... Pasti deh, elu ndak lama kemudian akan di blokir.... hehehehehe...

Kalau elu menyerang ide dan pendapatnya ataupun mengeluarkan hujjah untuk membela diri atas hinaannya.. itu adalah tindakan sia-sia.... ndak ada efeknya... Serang aja kepribadiannya... Mampus dah dia.... hehehehehe....

MENGHADAPI ORANG JUMUD
Yang paling sulit adalah mengadapi Orang Fanatik yang kaku (Jumud)...
Karena kosa kata pengetahuan & internal Mapnya sangat terbatas, yang dia tahu hanya pemahaman dari alirannya semata.... Apa yang dia peroleh dari alirannya itulah satu-satunya kebenaran bagi dia. di luar itu semua salah...

Menghadapi yang demikian, hindari saja... hehehehehe...