ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 16 September 2013

Con Artist & Vicky Language Pattern

Kasus Vicky yang saat ini lagi marak beredar seharusnya dapat membuka mata kita, bahwa di sekitar kita banyak Con Artist yang berkeliaran mengintai Konspirasi Kemakmuran kita. Namun nampaknya masyarakat lebih terbius oleh Pola Bahasa Vickisasi dan juga motif psikologi yang melatar belakangi perilaku Vicky ketimbang melihat The Big Case behind the story yang ada. Yaitu adanya Con Artist di sekitar kita.

Apa sih Con artist itu..?
The "con" in the phrase "con artist" is short for confidence. They earn your trust and before you know it, your life savings are gone with the wind. Since con artists are experts at gaining your confidence. (wikihow.com)

Con artist adalah orang yang sangat ahli memanipulasi kepercayaan orang lain demi kepentingan & statusisasi Kemakmurannya sendiri dengan merugikan orang lain, bahasa sederhananya adalah Penipu.

Penampilan yang memukau dengan polesan Gaya serta perilaku Yang sok High Class adalah salah satu ciri utama seseorang Con artist. Itu adalah Modus dasar dari Gendam Hipnosis yang mereka gunakan untuk menghipnotis para calon korbannya. Ya, intinya adalah untuk memperoleh kepercayaan dengan penampilan yang meyakinkan. Walaupun itu semua hanya kamuflase belaka.

Dan yang membuat saya prihatin adalah, ternyata masyarakat kita banyak yang mudah tertipu oleh trick murahan yang semacam. Mudah tertipu oleh penampilan. Ya, banyak korban kasus penipuan berkedok gendam hipnotis yang tertipu hanya gara-gara melihat penampilannya. Hanya karena memakai pakaian ala Arab saja sudah membuat orang langsung percaya. Hanya karena melihat dia memakai jas berdasi sudah langsung yakin. Hanya karena mengguanakan Gaya Bahasa yang sok ke inggris-inggrisan ataupun ke Arab-araban sudah langsung percaya. Demikian juga gelar-gelar palsu semacam Ustadz, S3 dari Amerika, dll..

Kosa kata Vicky Language Pattern
Statusisasi, 29 my age, harmonisisasi, basicly, kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, harmonisisasi hal terkecil, kudeta, statusisasi, mempertakut, mempersuram, labil ekonomi”. dll.. Ini adalah kosa kata yang sebenarnya sangatlah Ngawurisasi dan sangat mengganggu Harmonisasi kita dalam berbahasa. Namun nampaknya Pola Bahasa yang ngawur ini sudah cukup ampuh untuk memperdaya sebagian masyarakat kita.

Dan itulah Indonesia, apa adanya... hahahahaha....

STATUSISASI FACEBOOK

Sahabat...
Terkadang kita tanpa sadar mengKUDETA Statusisasi Kemakmuran that we hope.... basicly ini adalah Suatu Self Sabotage dalam menuju Konspirasi Kemakmuran kita...

Kontroversi hati ini terjadi sebagai akibat pemaknaan yang negatif terhadap pengalaman kehidupan yang di alami...

Sahabat... Setiap peristwa hakikatnya adalah Netral adanya, baik dan buruknya sangat tergantung dari harmonisasi persepsi kita terhadapnya...

Negativisasi hati dalam memaknai pengalaman hidup akan memicu kontroversi hati yang dapat mengkudeta diri kita sendiri.... dan mempersuram serta mempertakut masa depan itu sendiri.. sehingga labilisasi ekonomi akan menjadi nasib yang tiada terelakkan lagi....

Sahabat..
untuk sementara sekian dulu statusisasi kemakmuran ala Vicky Language Pattern (VLP)... Semoga dapat memperindah hari-harimu.... SALAM..