ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 04 September 2013

Hidup Mengalir

Bagaikan naik perahu, adakalanya kita mendayung dan ada kalanya kita mengalir. Semua tergantung cuaca dan juga tujuan. Bila cuaca dan juga arus air cukup mendukung pergerakan perahu, maka mengalir adalah pilihan yang bijaksana, namun bila kita tetap ngotot mendayung padahal cuaca cukup bagus bagi kemajuan. Tentu hal ini akan membuang tenaga dengan sia-sia saja. Sehingga ketika saatnya kita harus mendayung, kita bisa-bisa sudah kehabisan tenaga. Demikian juga bila hanya mengalir mengikuti arus dan angin tanpa pernah mendayung, tentu kita hanya akan dipermainkan oleh alam dan tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.

"Jalani Hidup Seperti Air Mengalir", sebuah kalimat mutiara yang terdengar indah dan berfilosofi tinggi. Hidup ini memang seperti air yang mengalir tetapi mengalirlah menuju tujuan. Hidup kita tidak ditentukan oleh orang lain juga tidak hanya mengikuti arus saja, tetapi harus menjadi orang yang bisa menentukan jalan hidup sendiri.

Jangan mudah terpengaruh dan terombang-ambing oleh keadaan yang ada. Kita harus menjadi orang yang memiliki pendirian dan juga tujuan hidup yang jelas. Sehingga dengan pendirian yang kuat itu maka seseorang akan lebih kuat dalam mensikapi kehidupan. Secara sadar dan kesadaran penuh dapat memilih dan juga memilah segala pengaruh eksternal demi kebaikan serta kemajuan internal diri. Dapat menghadapi pengaruh dan juga bisa melawan atau menolak pengaruh-pengaruh dari luar yang bisa memperburuk kehidupan kita. Namun juga harus bisa menerima pengaruh-pengaruh yang positif yang bisa menguatkan tekad kita untuk mewujudkan tujuan hidup yang kita inginkan.

Saya sering mendengar orang berkata, "Ah buat apa harus susah-susah menyusun goal. Prinsip saya, hidup yang penting mengalir."

Dulu saya hanya mengamini apa yang ia katakan karena berpikir orang ini pasti punya pemahaman mendalam akan esensi kehidupan sehingga ia bisa sampai pada prinsip ini.

Namun, seringkali saya bertemu klien yang punya prinsip hidup "hidup mengalir" ternyata hidupnya justru tidak ke mana-mana. Saya memutuskan untuk melakukan survei kecil-kecilan untuk mengamati hidup orang yang punya prinsip ini.

Ternyata ada empat kategori orang yang memegang prinsip "hidup mengalir" :
  1. Pertama, seseorang yang sama sekali tidak punya perencanaan hidup dan menjalani hidup tak tentu arah. Jadi, mengalir ke mana juga tidak jelas.
  2. Kedua, seseorang yang merencanakan hidup dengan matang dan hidupnya mengalir mengikuti rencananya.
  3. Ketiga, orang yang benar-benar dekat dengan Sang Hidup dan pasrah sepenuhnya kepadaNYA. Jika ini kondisinya maka hidupnya pasti sangat bahagia. Hidupnya mengalir sesuai dengan yang ditentukan oleh Sang Hidup.
  4. Keempat, ini yang paling sering saya jumpai, orang yang sebenarnya frustrasi, atau bahkan sudah putus asa, namun melakukan penyangkalan diri dan ingin terlihat spiritual dengan berkata hidupnya mengalir saja.
Nah, Anda masuk kategori yang mana?

Referensi : Adi W Gunawan Facebook Page.