ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Kamis, 03 Oktober 2013

Berdamai dengan Mental Block

Dalam pengalaman klinis saya sebagai seorang Hipnotherapist, saya ketemukan ternyata tidak semua mental block itu harus dihancurkan atau dimusnahkan. Cukup diberikan sudut pandang baru dalam memaknai mental block yang ada. Atau dilakukan Reframing, maka klien dapat hidup dengan nyaman dan dapat hidup berdampingan dan berdamai dengan mental blocknya.

Apa sih mental block itu...???
Mental block itu semacam Virus Software bila dalam komputer. Yaitu berupa suatu program yang dapat menghambat dan bahkan merusak kinerja dari program-program yang lain dari komputer tersebut. Jadi, mental block itu sebenarnya adalah sebuah program pikiran yang bersifat kontra produktif terhadap kinerja dari program-program pikiran yang lain.

Lalu program pikiran itu apaan sih....?
Secara sederhana, Program pikiran adalah serangkaian pola standard bagi kita dalam berfikir, bersikap, berkata-kata, dan berperilaku. Program pikiran inilah yang menentukan bagaimana kita mengekspresikan diri serta mengaktualisasikan diri kita dalam kehidupan kita.

Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan kita lakukan. Pola pikir kita ini akan mempengaruhi karakter, kebiasan (habits), perilaku dan sikap kita. Pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh sistim kepercayaan atau sistim nilai yang kita miliki, nilai-nilai keluarga, pendidikan, dan lingkungan. Karena itu kita harus memastikan agar pola pikir kita hanya dibentuk dan dipengaruhi dengan nilai-nilai yang baik dan benar.

Sebuah transformasi (perubahan) pola pikir harus terjadi, jika kita ingin mengembangkan hidup yang berkualitas. Perubahan ini dimaksudkan supaya semua potensi, bakat, dan talenta kita bisa dikembangkan secara optimal, dan menghasilkan sebuah keluaran (output) dengan kualitas terbaik.

Ketika Mindset kita tidak berkembang, maka pola hidup dan kehidupan kita juga tidak akan berkembang. Kondisi kehidupan atau nasib kita akan tetap begitu-begitu saja. Karena cara yang sama, akan selalu menghasilkan hasil yang sama pula. Bila kita ingin memperoleh hasil yang berbeda, kita harus merubah cara kerja kita. Merubah Pola Fikir kita, MeReprogram Program Pikiran yang ada di alam bawah sadar kita.

Sebuah contoh, seseorang yang mengalami hambatan di dalam pergaulannya. Merasa minder, rendah diri, dll. Itu artinya dalam aspek sosialnya dia mempunyai hambatan. Yang mana sumber hambatan itu adalah berasal dari Kondisi mentalnya yang memunculkan sikap seperti itu. Mental Block yang ada di alam bawah sadarnya-lah yang memunculkan Pola Sikap minder dan rendah diri itu. Dan bila mental block ini tidak di tata ulang, maka selamanya dia akan mengalami hambatan dalam aspek pergaulan sosialnya.

Demikianlah sekilas mengenai Mental Block dan mengapa harus dilakukan Restrukturisasi terhadap Program pikiran yang terkena mental block.

Namun, walaupun mental block bersifat sebagai penghambat. Keberadaannya dalam kasus-kasus tertentu ternyata sangat diperlukan. Karena keberadaan mental block ini bagaikan keberadaan REM pada kendaraan kita. Memang Rem menghambat laju kendaraan kita, namun tanpa rem. Anda bisa membayangkan sendiri akibatnya khan....???

Contoh, suatu Value atau prinsip mengenai sumber penghasilan yang haram. Value ini bila dilihat dalam sudut pandang Kapitalisme. Tentu akan dianggap menghambat aliran rejeki. Tetapi walau di anggap sebagai hambatan, tetapi value ini tentu saja tidak boleh dibuang. Karena ini terkait dengan Rule dari permainan hidup yang diyakininya.

Oleh karena itulah terkadang keberadaan mental block itu tidak perlu di buang. Tetapi cukup di reframe saja. Jadi dipertahankan namun dijaga agar tidak terlalu berlebihan. Bukankah, kalau kita tekan rem terus menerus. Kendaraan kita ndak bisa jalan khan....???

Salah satu prinsip dalam Reprogramming pikiran bawah sadar adalah EKOLOGIS. Sebuah nilai baru yang di instal haruslah ekologis dan terintegrasi seutuhnya dengan seluruh believe system serta program pikiran yang lain. Kalau tidak, justru nilai baru tadi akan menumbuhkan suatu Mental block baru.

Contohnya, Saat kita melakukan terapi pada seseorang yang mempunyai Hambatan Mental berupa rasa malu atau kurang percaya diri dalam pergaulan. Nah, bila kita tidak hati-hati. Klien yang tadinya pemalu ini, setelah di terapi jadinya malah malu-maluin.... hehehehehe....

Jadi soal mental block ini, kita jangan asal main sikat saja.... Perhatikan prinsip ekologis tadi sebelum menentukan suatu strategi terapi untuk klien.

Sedangkan untuk Langkah berdamai dengan mental block adalah sebagai berikut :
  1. Kenali Mental Block anda.
  2. Putuskan nilai positif mental block itu bagi anda bila dibandingkan dengan nilai negatifnya.
  3. Bila anda anggap itu sebagai hambatan yang perlu dibuang, maka lakukanlah Reprogramming.
  4. Namun bila itu diperlukan, maka lakukanlah reframing. Yaitu ikhlas menerima keberadaan mental block tersebut. Serta ikhlas menerima segala resiko dan efek samping dari keberadaan mental block tersebut.
  5. Kemudian yakinkan diri mengenai adanya sumber-sumber alternatif pilihan yang lain.
  6. Fokuskan diri pada Outcome. Fokuskan upaya dalam merumuskan Strategi dan tindakan yang tepat terkait dengan pilihan alternatif tadi dalam meraih Outcome anda.
Nah, selamat mencoba ... Semoga bermanfaat....