ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Minggu, 03 November 2013

Bocah Tua Nakal

Bocah Tua Nakal, Pernah dengar nama itu...??
Bagi yang pernah nonton film kungfu Kwee Ceng atau Serial Pendekar Pemanah Rajawali, pasti tahu dengan si Bocah Tua Nakal yang juga merupakan salah satu guru dari Kwee Ceng...

Tapi kali ini saya tidak sedang bicara ilmu kungfu ataupun film...

Kemarin ada salah satu siswa yang mengeluhkan kelakuan mbahnya yang sudah tua, tetapi cerewetnya minta ampun, dan sukanya cari perhatian.... Ya seperti kelakuan si Bocah Tua Nakal.

Maka saya bilang padanya untuk memaklumi kelakuan mbahnya tersebut..
Karena itu adalah media bagi dia untuk mengeluarkan sampah batin serta keruwetan yang ada di fikirannya... Kapasitas prosesor yang ada di otak orang yang sudah tua itu sudah mengalami banyak degradasi dan juga penurunan, sehinggga tidak dapat menampung beban yang berat. Ada beban sedikit saja langsung bocor dan keluar, salah satunya adalah dalam bentuk kecerewetannya itu....

Contoh dalam kasus di atas..

Sebenarnya orang tua tersebut merasa kesepian, dan juga biasanya orang yang sudah tua seperti itu mulai mengalami halusinasi. atau penampakan, sering melihat sosok gaib, hantu, dan bahkan sering melihat hadirnya orang-orang atau anggota keluarga yang sudah meninggal... Dan tentu saja ini adalah beban bagi psikologisnya, dan karena dia tidak kuat, maka teriak-teriaklah dia mencari anak cucunya... hehehehe...

Orang yang sudah tua seperti ini, secara psikologis. dia kembali seperti anak kecil. Saat kecil, kita cerewetnya minta ampun. Kita bicara hal-hal yang tidak penting, suka mengulang-ulang apa yang sudah dikatakan atau ditanyakan. Namun, karena saat itu kita masih kecil, masih baru belajar bicara, cerewetnya kita dianggap lucu dan menyenangkan. Saat seseorang menjadi tua, suka atau tidak suka ia akan kembali seperti anak kecil. Namun, karena sekarang tubuhnya sudah tua, renta, dan keriput, cerewetnya tidak lagi lucu dan menggemaskan, malah terkesan menjengkelkan.

Sebagai anak kita perlu bijak memahami kondisi dan situasi orangtua kita. Selama orangtua masih mau bicara, mengeluarkan pikiran dan terutama perasaannya dalam bentuk verbal, ini tentu sangat bagus, daripada mereka hanya diam saja. Semakin mereka diam, tidak ada komunikasi, maka akan semakin tidak baik bagi diri mereka.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya dengan cerewet, suka cerita, ngomel, dll, ini sebenarnya bentuk verbal catharsis, yaitu orangtua mengeluarkan unek-uneknya sehingga setelahnya hatinya akan menjadi lega dan nyaman.

Sayangilah orangtua apa adanya, dengan segala keluguan dan kekurangan mereka, selama mereka masih ada bersama kita. Suatu saat nanti, saat suara mereka sudah tidak lagi terdengar, kita pasti akan kangen dan merasa kehilangan.

Ingat, nanti kita juga akan menjadi tua, renta, keriput, dan cerewet seperti orangtua kita. Dan kita tentu tidak mau diperlakukan dengan tidak baik oleh anak cucu kita bukan...??

Ingat Juga...
Apapun perlakuan kita pada orang tua kita, adalah contoh bagi anak-anak kita dalam memperlakukan kita ketika sudah tua nanti.... Inilah Hukum Karma....

Maka, tanamlah Karma yang baik...
Agar kita menuai karma yang baik pula....

SALAM...

Inspired by Adi W Gunawan