ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Jumat, 29 November 2013

Islam & New Age Movement (NAM)

Islam & New Age Movement (NAM)
New Age Movement (NAM) atau gerakan spiritualitas tanpa Label. adalah gelombang gerakan spiritual yang saat ini sedang merebak di seluruh dunia... Dan bisa dikatakan bahwa hampir semua orang modern terkena pengaruh gerakan ini... Baik orang yang beragama ataupun tidak.... Muslim ataupun Non Muslim..

Secara umum, gerakan ini mencoba menemukan benang merah dari ajaran agama-agama dan spiritualisme yang telah lebih dahulu ada seperti Buddha, Hindu, Kristen, Islam, Yahudi, Taoisme, dll. Dan dipadukan  dengan ilmu pengetahuan terbaru seperti fisika kuantum, astrologi, metafisika, atau bahkan noetic science.

Di dalam artikel di Wikipedia disebutkan demikian :
"The New Age movement includes elements of older spiritual and religious traditions ranging from Monotheism through Pantheism, Pandeism, Panentheism, and Polytheism combined with Science and Gaia philosophy; particularly Archaeoastronomy, Astronomy, Ecology, Environmentalism, the Gaia hypothesis, UFO religions, Psychology, and Physics. New Age practices and philosophies sometimes draw inspiration from major world religions: Buddhism, Taoism, Chinese folk religion, Christianity, Hinduism, Sufi Islam, Judaism (especially Kabbalah), Sikhism; with strong influences from East Asian religions, Esotericism, Gnosticism, Hermeticism, Idealism, Neopaganism, New Thought, Spiritualism, Theosophy, Universalism, and Wisdom tradition."

Saya melihat banyak fihak yang merasa was-was dan bahkan kebakaran jenggot dengan adanya New Age Movement (NAM) ini. Bahkan ada pula yang mengait-ngaitkan dengan bangkitnya Dajjal, Zionisme, dll... Dan berbagai pandangan negatif  yang menurut saya terlalu Lebay... alias terlalu berlebihan. Santai ajalah bro.. hehehe.. :}

Menurut saya adanya NAM ini adalah fenomena yang memang sudah seharusnya terjadi, dan merupakan bagian dari sunnatullah dan perubahan zaman... Jadi biasa sajalah dalam mensikapi. Karena perubahan adalah seuatu yang biasa dan sudah sering kita alami. Lalu mengapa masih suka kaget dan tidak siap...?

Tidak ada yang aneh dan juga tidak ada yang salah dari gerakan ini. Kecuali bagi orang-orang yang memang sejak awal sudah sesat dan anti agama..... Maka dia akan memanfaatkan gerakan baru ini sebagai kuda tunggangan baginya untuk semakin menjauhi dan bahkan memusuhi agama... Ada New Age Movement (NAM) ataupun tidak, pasti ada sekelompok manusia yang akan mengizinkan dirinya memasuki zona Kuasa Kegelapan dan bersatu dengan Iblis.

Sedangkan Bagi orang yang beragama, maka agama dan keyakinan yang telah dimilikinya adalah sebagai media untuk memfilternya. Memilah dan memilih, mana yang selaras dengan agama dan mana yang tidak. Umat Islam sudah pada dewasa kok..

Karena pengetahuan akan terus berkembang, dan dengan hadirnya pengetahuan baru ini. Tentu akan mewarnai bagaimana kita dalam mengartikan, menafsirkan, serta memahami agama sesuai dengan konteks kekinian.

Karena bagaimana generasi muda dapat mengerti akan ajaran agama, bila pengetahuan serta nilai luhur yang terkandung di dalam agama dijelaskan serta dijabarkan dengan pengetahuan kuno yang sudah tidak lagi ada di dalam kurikulum di sekolah...??? Tentu generasi muda akan sulit mencerna bukan..?? Akibatnya, alih-alih generasi muda semakin dekat dengan agama. Tetapi malah membuat mereka semakin jauh dari agama, dan mencari solusi alternatif guna memuaskan dahaga spiritual mereka.

Dan kalau itu yang terjadi, siapakah yang salah...? Generasi Muda ataukah Para Ulama yang sudah malas untuk belajar dan memilih untuk tetap mempertahankan metode kuno mereka...??

Pembelajaran yang bernuansakan Islamiah di Era modern ini, sesunggguhnya Materi dan Substansinya adalah tetap sama dengan yang dibawakan oleh Rasulullah, Hanya delivery materinya saja yang berubah. Karena disesuaikan dengan zaman, sesuai konteks terkini dari perkembangan pengetahuan dan tekhnologi.

Sahabat..
Kehidupan ini memang tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri... Dan dalam mensikapi perubahan, Pasti ada orang yang anti perubahan dan pasti pula ada orang yang turut aktif mewarnai perubahan dan bahkan menjadi trendsetter yang mengarahkan arah perubahan.

Islam adalah agama akhir zaman, metodologinya sudah disetting sedemikian rupa oleh Allah swt, agar mampu dan tahan dalam menghadapi segala perubahan dan perkembangan zaman hingga akhir zaman nanti..... Yang artinya, sejauh manapun hasil penelitian yang dihasilkan oleh pengetahuan Modern, bagi orang yang beriman, ujung akhirnya adalah tetap sebagai penguat Nubuwah yang dibawakan oleh para Nabi. Ilmu Pengetahuan & Tekhnologi terbaru justru menjadi Hujjah untuk memperkuat Iman.

Oleh karena itu menurut saya, bila kita anti dengan perubahan. Kita malah akan tergerus oleh zaman. Karena perubahan zaman ini sudah menjadi sunnatullah dan kehendak Allah swt.....

Jadi... daripada anti dengan perubahan, mengapa kita tidak ikut berperan aktif mewarnai perubahan dan bahkan menjadi trendsetter bagi perubahan yang ada...??? Memberikan nuansa Islami yang sesuai dengan perkembangan zaman... Dan mengubah NAM menjadi NIM (Neo Islamic Movement).

Sekedar renungan....
Agama Islam sudah pasti mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman....
Namun umat Islam, belum tentu mampu... Apalagi Bila sedari awal hanya menjadi penonton, komentator, serta kritikus belaka... Jadilah pemain, dan buktikan bahwa Islam adalah agama akhir zaman....

PERUBAHAN....???
SIAPA TAKUT....??? hehehehe....

USTADZ VS MOTIVATOR
Saat ini saya juga banyak melihat para ustadz yang getol menyerang metode yang dikembangkan oleh motivator.... dengan berbagai tuduhan, mulai tuduhan syirik, sesat, menuhankan pikiran, bahkan kafir, dll...

Padahal Menurut saya ini hanyalah persaingan bisnis semata...
Para ustadz itu takut kesaingan....

Dan ini manusiawi kok,
namanya aja manusia yang masih punya nafsu...
Masih Punya ambisi dan juga ketakutan....

Benarkah keberadaan para motivator itu akan menggeser peranan ustadz....???

Tentu saja tidak...
Para motivator pada umumnya lebih fokus pada aspek pelajaran yang bersifat universal. Berdasarkan kajian psikologi dan psikoterapi terkini...

Dan bila sudah mengarah pada area belief ataupun agama...
Maka para motivator tidak akan turut campur....
Dan mengembalikan itu semua kepada masing-masing individu....

Karena dalam kode etik psikoterapi modern...
Terapist wajib menghormati dan menghargai Believe system dari klien...
Apapun saja keyakinan klien....
Bahkan seandainya klien itu yakin dan percaya bahwa Tai Kebo itu keramat dan sakti....
Terapist akan menghormati dan menghargainya....

Jadi, darimana ketakutan para ustadz itu muncul.....???

Tauk ah... gelap bangetz.... hahahahahahaha........