ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 26 November 2013

Juara Kejurda Taekwondo & TIPS : Membentuk Mental Juara


Mas Andre Permana adalah salah seorang alumni Training Quantum Mind Technology NAQS DNA bulan Maret 2013 di Surabaya.

Saat itu, saya bertanya padanya, apa impian yang menjadi salah satu Goal settingnya..? Dan dia menjawab ingin menjadi Juara dalam Kejuaraan Tekwondo.....

Namun sayang, dia mempunyai mental block yaitu RASA TIDAK PERCAYA DIRI.

Nah, setelah melakukan serangkaian tekhnik yang dia peroleh dari Training, dan juga konsultasi intensif dengan saya. Akhirnya mental block itu telah hilang. Dan Mental Juara kini sudah tumbuh di dalam dirinya...

Dan ketika Mental Juara serta mental pemenang sudah muncul di dalam dirinya, maka untuk menjadi juara di arena yang sebenarnya, itu hanyalah soal waktu saja...

Dan Alhamdulillah, salah satu target itu akhirnya telah tercapai... menjadi Juara di Kejurda Taekwondo se-Jatim
Dan sekarang, Saatnya untuk menaikkan level..... ke Tingkat Nasional... hehehehehe

SELAMAT BUAT MAS ANDRE...
MAJU TERUS BRO...

TIPS : Membentuk Mental Juara
Sering kali kita melihat sahabat yang tidak mempunyai semangat untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik atau mempunyai standar yang rendah bagi dirinya sendiri. Hal tersebut merupakan menjadi kendala kesukseksan diri pada kita terutama di masa dewasa atau dapat dikatakan tidak mempunyai mental juara. Mempunyai mental juara tanpa perlu menjadi ambisius bukanlah sesuatu yang instan. Ada proses pembiasaan yang perlu dilakukan sejak dari saat ini.

Bermental juara tidak hanya merujuk pada kita yang mampu memenangkan kompetisi atau lomba tertentu. kita bisa dikatakan bermental juara pada saat kita berhasil melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Seringkali makna juara yang seperti ini kurang disadari oleh kita.

Cara yang dapat ditempuh untuk memiliki mental juara ini adalah dengan mengajari diri kita untuk menghargai sekecil apapun prestasi yang kita miliki. Motivasi dan cita-cita dapat membantu kita untuk berhasil dalam setiap langkah atau apapun yang kita lakukan. Bermental juara juga dapat berarti kita yang tangguh menghadapi segala tantangan. kita perlu ditempa untuk siap menghadapi tantangan dan menjadi kita yang mandiri. kita perlu belajar bagaimana cara memecahkan masalh dengan tepat dan bijaksana.

Bermental juara dapat berarti juga kita yang mampu menghadapi kekalahan. Dalam hidup, seseorang tidak selalu menghadapi keberhasilan tetapi juga dalam saat-saat tertentu menghadapi kegagalan atau ketidakmulusan. Di sini kita perlu belajar bahwa diperlukan usaha untuk mengatasi ketidakberhasilan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pembentukan mental juara antara lain:
-menjadi mandiri, tidak tergantung pada orang lain.
-menjadi percaya diri dalam melakukan segala sesuatu.
-kita tidak cepat putus asa dan mau mencoba lagi apabila mengalami kegagalan.
-menjadi pribadi yang terbiasa memecahkan masalah.

Aspirasi vs Ambisi
Konsep membentuk mental juara bukanlah dengan menuntut kita untuk selalu menjadi juara. harus hati-hati agar saat memotivasi, tidak dilakukan dengan cara memaksa. Seringkali kita merasa bangga saat diri kita memenangkan sesuatu, sehingga yang dikejar adalah hasil, bukan proses. Hal tersebut yang bisa menciptakan kita ambisius, di mana kita hanya akan berorientasi pada pencapaian hasil. Apabila kita memahami pentingnya proses maka akan tercipta aspirasi di dalam diri kita. kita yang memiliki aspirasi akan terinspirasi dan termotivasi untuk senantiasa melakukan yang lebih baik lagi.

Pada diri kita yang ambisius, kita akan sangat keras berusaha mencapai sesuatu akan tetapi di lain pihak kita akan cepat puas dan bangga pada yang diperolehnya dan berhenti hanya sampai di situ. Berbeda dengan aspirasi yang bersifat jangka panjang dibanding ambisi. Hal terpenting bukanlah menjadi juaranya, tetapi bagaimana usaha kita untuk mencapainya. kita tidak harus selalu menjadi juara, tetapi menjadi lebih baik dari yang dia lakukan selama ini. Sehingga kita lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan.

Mental juara dapat dibentuk dan dilatih sejak saat ini, terutama begitu kita mulai berinteraksi dengan dunia sekitarnya.dalam hal ini lingkungan sosial amat berpengaruh. Berikut ini tahap perkembangan dalam melatih mental juara:

TRUST
Awal kehidupan kita ditandai dengan adanya trust (percaya) dan mistrust (ketidakpercayaan).
Trust atau rasa percaya menunjukkan adanya perasaan kenyamanan fisik dan sedikit rasa takut. Trust pada diri kita membentuk harapan dalam kehidupan bahwa dunia ini merupakan tempat yang nyaman. Jika kita tidak merasa nyaman dengan lingkungannya maka yang berkembang adalah rasa mistrust. Dalam membentuk mental juara dan memotivasi, kita harus mementingkan kenyamanan dan kebahagiaan jangan sampai kita merasa terpaksa dan tidak enjoy terhadap apa yang dilakukannya.

3 Sikap Mental Sang Juara Yang Perlu Anda Miliki

1. Berani Bertindak 
Setiap orang tentu memiliki tujuan yang hendak dicapai. Apakah itu untuk meraih pekerjaan tertentu, menciptakan sebuah alat, atau menulis sebuah buku. Ada kalanya tujuan yang hendak dicapai sudah bulat dan jelas. Namun tak jarang tujuan itu masih buram. Sebuah tujuan dapat dicapai dengan berbagai cara yang disebut dengan strategi. Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma. Demikian halnya untuk mencapai target dan tujuan Anda, ada banyak strategi yang bisa dipilih.

Namun sehebat apapun tujuan yang hendak dicapai, secanggih apapun strategi yang dipersiapkan, semuanya tidak akan berguna tanpa tindakan. Ya, sebuah tindakan akan menentukan apakah Anda berhasil atau tidak. Sebuah tindakan akan menguji apakah strategi yang Anda pakai sudah tepat atau tidak. Namun sayangnya, banyak orang hanya berhenti dengan sebuah cita-cita dan strategi saja. Ingat tanpa tindakan, tidak ada yang terjadi.

Jadi, setelah Anda merumuskan tujuan dan merancang strategi, selanjutnya kerjakan. Beranilah bertindak. TAKE ACTION to make it happen.

2. Menyikapi Kegagalan
Setiap tindakan akan membawa konsekuensi: berhasil atau gagal. Kita mengatakan sesuatu berhasil jika apa yang ditargetkan tercapai. Dan kita mengatakan gagal jika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. Karena itu, berhasil dan gagal merupakan bagian dari permainan kehidupan. Ada kalanya Anda berhasil dan ada kalanya pula gagal.

Dengan bertindak maka Anda membuka peluang 50% berhasil dan 50% gagal. Sedangkan jika Anda menunda-nunda dan tidak melakukan apapun, dan bahkan berhenti untuk mencoba. Di saat anda sudah menyerah itulah baru bisa dikatakan bahwa anda telah gagal.

There is no failure, only feedback. Feedback is simply information
Tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik berupa data dan informasi yang dapat kita gunakan untuk evaluasi dan perbaikan diri.

3. Menyikapi Keadaan
Pekerjaan paling gampang adalah mencari kesalahan dari pihak lain. Sayangnya, ini pula yang sering dilakukan banyak orang. Ketika target tidak tercapai, kita menyalahkan atasan yang tidak memberi dukungan, rekan kerja yang tidak kooperatif. Ketika hari hujan, kita menyalahkan pakaian yang basah dan jalanan yang macet.

Dunia dipenuhi oleh berbagai kejadian yang bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Dan ada begitu banyak kejadian yang tidak bisa kita atur keadaannya. Berita baiknya, kita bisa memilih respon apa yang ingin kita berikan. Respon inilah yang akhirnya menentukan hasil. Bukan keadaan atau situasi yang ada di sekitar kita. Dan kompetensi inilah yang anda dapatkan dengan mengikuti Quantum Mind Technology Training.

Mental juara pada kita dapat dibentuk atau dilatih oleh siapapun, Dan Ingat, jika ada seseorang yang dapat melakukan sesuatu. Maka orang lain juga dapat melakukannya.