ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 04 November 2013

Kandungan Omega 3 Ikan Bandeng Lebih Tinggi dari Ikan Salmon

Anda tahu tidak, Kandungan Omega 3 Ikan Bandeng dari Indonesia ternyata 6 kali lebih tinggi dari ikan Salmon. Ini Fakta lho.. Makanya jangan sok luar negeri deh... Dikit-dikit luar negeri... dikit-dikit dari luar negeri... Dengan Produk sendiri aja ndak tahu....

Dan kebetulan nih ya, Gresik termasuk penghasil Bandeng. Jadi Bandeng adalah menu sehari-hari wong Gresik. Dan bila melihat fakta bahwa Kandungan Omega 3 Ikan Bandeng Lebih Tinggi dari Ikan Salmon, jadi pantesan saja bila gue ini cerdas, lha wong makan bandeng tiap hari sih.... hahahahahaha....

Bicara mengenai Cita Rasa ikan Bandeng, anda harus dengar cerita saya dan harus percaya dengan cerita saya. Karena saya ini Wong Gresik, pusatnya Bandeng. hehehe...

Ada dua tekhnik budi daya ikan bandeng, yaitu di Tambak Air Asin dan Tambak Air Tawar. Nah, bila anda menginginkan Ikan Bandeng yang punya Cita Rasa Yang Mak nyuss.. Pilihlah Ikan bandeng yang dibudi dayakan dari Tambak Air Asin. Biasanya kolam tambak air asin ini ada di daerah yang dekat dengan laut yang merupakan sumber air dari Tambak Air asin. Nah, Rumah saya termasuk dekat laut nih... Siapa mau mampir ke rumah saya.. Atau mau Bakar Bandeng langsung dari Kolam Bandeng.... hehehehe...

Lalu bagaimana membedakan Ikan Bandeng Yang di budidayakan di Tambak Air Asin dengan di tambak air tawar...?? Ciri khasnya adalah ketika anda mencium atau membaui ikan tersebut. Ikan Bandeng hasil budi daya air tawar, mempunyai ciri khas bau tanah. Orang Gresik bilang Bau bekuko....

Nah, ketika anda beli bandeng dan menciun aroma tanah dari bandeng tersebut, walau penjualnya ngotot itu bandeng dari Tambak Air Asin. Maka tinggalkan saja deh penjual tersebut... Jelas-jelas dia mau bohongin anda...

Dan bila anda membutuhkan Ikan Bandeng dalam jumlah besar, ngomong aja ke saya.. Kebetulan adik saya juga punya Kolam Bandeng beberapa hektar di daerah Sedayu Gresik. Saya bisa membantu untuk menyuplai kebutuhan bandeng anda, asal saja harganya cocok lho... hahahaha....

Okey, kembali kita bicara mengenai Kandungan Omega 3 Ikan Bandeng Lebih Tinggi dari Ikan Salmon.


Ikan Bandeng (Latin: Chanos chanos atau Inggris: Milkfish) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri. Menurut penelitian Balai Pengembangan dan Penelitian Mutu Perikanan (1996), kandungan omega-3 Bandeng sebesar 14.2% melebihi kandungan omega-3 pada ikan salmon (2.6%), ikan tuna (0.2%) dan ikan sardines/ mackerel (3.9%). Kandungan gizi Bandeng secara lebih lengkap dapat dilihat pada komposisi kimia yang terdapat pada Bandeng.

Tabel Komposisi Kimia Bandeng
JenisJumlah
Fat0.06%
Protein20.38 %
Phosphorus53 mg %
Manganese19.19 mg %
Sodium12.0 mg %
Calcium4.89 mg %
Pottassium0.38 mg %
Omega-314.2 %
Lioleic Acid1.25 %
Eicosapentanoic Acid (EPA)3.39 %
Decosahexanoic Acid (DHA)9.48 %
Energy820.60 cal
Sumber: Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, 1996

Sebagaimana kita ketahui selama ini ikan Salmon dianggap memiliki kandung Omega-3 tertinggi. Sebaliknya, ikan Bandeng dianggap sebagai ikan biasa–biasa saja. Tak sehebat ikan Salmon yang begitu banyak diperbincangkan perihal keunggulannya.

Akibatnya harga ikan Salmon harganya menjadi sangat mahal (lebih dari Rp. 400.000,- per kilogramnya) dan hanya dijual di supermarket besar dan untuk segmen pasar menengah atas. Sementara, ikan Bandeng dianggap sebagai ikan murahan yang dijajakan di pasar-pasar tradisional kelas bawah.

Lalu bila Kandungan Omega 3 Ikan Bandeng Lebih Tinggi dari Ikan Salmon mengapa Ikan Bandeng kalah pamor..??

Jawabnya ternyata sederhana, yaitu promosi dan kepintaran menggarap pasar. Alias Marketing & Branding.  Negara-negara produsen ikan Salmon dengan sengaja menggarap ‘brand’ ikan Salmon sebagai ikan berkualitas, mahal dan mewah. Berbagai media dipergunakan untuk mengangkat ‘derajat’ ikan tersebut dengan cara mencitrakan sebagai ikan yang luar biasa.

Bahkan, mereka membangun mitos, cerita dan analisis ilmiah untuk mendongkrak citra ikan Salmon menjadi ‘selangit.’ Hasilnya, memang sungguh luar biasa. Hampir semua orang di seluruh penjuru dunia mengenal ikan yang banyak terdapat diperairan Amerika tersebut sebagai ikan berkelas atas.

Cerita sebaliknya, justru terjadi pada ikan Bandeng. Meskipun potensi gizinya lebih baik dan budidaya produksinya lebih mudah. Ternyata, citra ikan Bandeng justru terpuruk dan berada di bawah. Ikan Bandeng justru dikenal sebagai ikan murahan yang dikesankan sebagai ikan ‘berbahaya’ kalau dimakan karena banyak durinya.

Indonesia sebagai salah satu negara produsen terbesar ikan Bandeng. Selama ini hanya dikenal sebagai eksportir ikan Bandeng untuk umpan pemancingan ikan Tuna yang harganya tentu murah. Tidak lebih dari itu. Mengenaskan memang!

Padahal, kalau mau serius menggarap citra ikan Bandeng sebagai ikan berkualitas yang murah (tapi tidak murahan), kita bisa menjadi penguasa dunia ikan konsumsi. Produksi ikan Bandeng yang melimpah tentu bisa menjadi andalan ekspor produk ikan budidaya.

Soal duri yang selama ini menjadi faktor negatif ikan Bandeng sebenarnya bukan lagi menjadi hambatan. Karena sudah bisa diproduksi ikan Bandeng tanpa duri atau bandeng cabut duri. Kita juga memiliki aneka cara dan teknik memasak ikan Bandeng. Yang selama ini telah melahirkan menu-menu bandeng bercita rasa tinggi, misalnya: Bandeng Presto, Otak-otak Bandeng, Bandeng Asap dan berbagai menu lainnya yang cukup menggiurkan selera.

Jadi, cerita lucu dan mengejutkan tentang ikan Bandeng ini hanyalah salah satu contoh betapa potensi perikanan, pertanian dan agribisnis lain yang demikian besar akhirnya tersisih dalam persaingan pasar dunia. Satu hal, hanya karena ketidakmampuan kita berpromosi dan menggarap pasar.

Sekali Lagi MARKETING & BRANDING....