ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Senin, 11 November 2013

Menangis Itu Sehat

Dalam sebuah pelatihan Tingkat Internasional, seorang peserta berkata, "Saya kan sudah Master NLP, jadi saya harus menjaga state (mood) saya, saya nggak boleh nangis, saya harus kuat, harus senantiasa tegak, semangat.."

"Waduh..", saya yang juga saat itu sebagai peserta berkata dalam hati.. Trainer pelatihan tersebut juga sedikit kaget.. Namun dengan empati dia bertanya pada ibu tersebut, "Bu, apakah ibu mengizinkan diri ibu sendiri untuk melepaskan beban-beban itu sekarang ? Do you allow yourself to feel your feelings, to cry ?"

Ruangan terdiam, dan ibu tersebut sontak menangis sejadi-jadinya.. Itu menjadi pengalaman yang membuat saya semakin yakin, Menjadi diri yang berkembang dan teraktualisasi bukan berarti terhindar dari emosi.. Masak ya nggak boleh nangis, marah, sedih.. Wahh boleh banget lah.. Justru itulah seni.. Justru itulah indahnya.. Menjadi manusia.. To feel your feelings..

Emosi adalah sebuah sistem peringatan, itu keren ! Michael Hall pernah berkata, "Marah adalah sistem peringatan bahwa sesuatu sedang melanggar (violate) nilai-nilai yang Anda punya.. jadi Anda perlu bertindak, atau mungkin me-revisi nilai-nilai Anda.." Lalu tentang sedih ia berkata, "Sedih adalah sistem peringatan bahwa sesuatu telah meninggalkan kita..", dan seterusnya.. Semuanya adalah sistem peringatan..

Jadi para sobat disini, atau alumni saya, mari mengingat lagi.. Pengertian menjaga state menurut kami (Saya dan Rekan Pengajar Saya di Platinum Class NLP, Pak Harsono Subroto), bukan nggak boleh sedih, marah, dan mengalami emosi.. bukan hidup dalam topeng "kuat" padahal hati di dalam remuk redam..

Menjaga state adalah tentang menerima semuanya itu, semua emosi itu sebagai nature (fitrah) dari manusia.. dan dengan menerima itu.. justru kita dapat melakukan perubahan.. Tools-tools yang diajarkan dikelas menjadi efektif ketika kita menyadari hal tersebut.. Menerima.. Menyadari.. dan tidak terhanyut lama-lama dalam emosi negatif tersebut..

Kita bisa memberi tenggat waktu, mau 1 hari, 1 minggu, 1 bulan.. jangan lama-lama.. Contoh yang baik dari tradisi Islami, ada "Masa Idah" / "Masa Berkabung", jadi buat para sobat yang lagi galau hari minggu.. Kasi tenggat waktu ya.. 1 hari cukuplah sebetulnya.. Kalau masih kurang lama ya 1 minggu.. Kasian juga tubuhnya kalau lama-lama.. hehehe.. Tapi ingat juga.. boleh ya untuk mengalami emosi.. indah itu.. terima saja.. seru sekali lho menjadi manusia, ada yang mau coba ?

Penulis : Andreas Anaya Pasolympia [ www.SangPemenang.com ]