ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 04 Desember 2013

A'a Gym, Arifin Ilham, & Poligami

Balada Ustadz A'a Gym, Arifin Ilham, dan Poligami

Mengapa A'a Gym yang dulu begitu populer, langsung menghilang dari peredaran hanya gara-gara Poligami...? Apakah ada yg salah dengan itu...??

Menurut saya tidak ada yang salah dengan poligaminya, juga tidak ada yang salah dengan jamaah yang meninggalkannya....

Yang salah adalah Pencitraan Diri yang selama ini dia bangun di mata jamaahnya. Dimana dia mencitrakan diri sebagai suami yang setia dan hanya cinta pada teh Nini...

Dan ketika citra tersebut dia rusak sendiri dengan poligami, maka jamaahpun meninggalkan dia...

Lain cerita dengan ustadz Arifin Ilham, yg sedari awal sudah bersikap permisif terhadap Poligami... Maka, ketika ada berita beliau berpoligami. Maka jamaahpun adem ayem saja....

Pada suatu kesempatan ustadz Arifin Ilham menyerukan Di depan ribuan anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), agar anggota MMI tidak segan-segan berpoligami, sebab itu bagian dari dakwah.

“Masa mujahidin istrinya satu? Nggak pantas! (Bicara) jihad, “Allahu akbar”, tapi istrinya satu. Kecuali sudah uzur. Seorang mujahid dakwah ahli ibadah, penyayang dia. Maka itulah istrinya banyak,” ujarnya bernada guyon, disambut senyuman para hadirin.

“Negeri ini membuka waktu untuk ibadah. Nggak dilarang kita untuk kawin lagi, boleh di negeri ini, pintunya terbuka. Terang-terangan nikah, nggak pake sembunyi-sembunyi,” ungkapnya.

Ciri-ciri seorang mujahid, menurut Arifin Ilham, mulutnya tidak lepas dari berzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dengan berzikir, hati akan menjadi bersih.

Mujahid yang berhati bersih, lanjutnya, firasatnya akan tajam. Doanya pun akan mustajab, pikirannya tenang, sifat-sifat mulia hadir dalam dirinya.

“Zikir dan jihad tidak dapat dipisahkan, walaupun dapat dibedakan,” imbuh Arifin Ilham yang tampil dengan busana putih-putih khasnya.

Seorang mujahid juga gemar beribadah dan beramal shaleh. Orientasi hidupnya adalah akhirat, sehingga dunianya menjadi enteng. Hidup bukanlah untuk hidup, hidup bukan untuk mati, hidup untuk Yang Maha Hidup (Allah. Red), paparnya.

“Kesufian dalam Islam itu adalah puncaknya jihad,” ujarnya.

Arifin juga mengatakan, seorang mujahid harus selalu berpikir positif. Ketika bertemu dengan non-Muslim pun jangan langsung berpikiran negatif. Didoakan semoga orang kafir tersebut diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Sabar dan silaturrahim adalah ciri mujahidin lainnya, ujar dia. Kesabaran yang tinggi dan silaturrahim yang rajin, bukan sebatas pada acara besar seperti KM IV.

“Terakhirnya, kesibukan orang berzikir, berjihad itu sibuk memperbaiki dirinya. Dakwah pada dirinya sebelum dia memperbaiki orang lain. Berjihad pada dirinya sebelum berjihad pada orang lain,” tandasnya pada acara yang digelar sebelum Shalat Jumat itu.

Ustad kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 itu dalam tausiyahnya pernah menyampaikan 4 syarat jika berniat memiliki istri lagi. Ia juga menghimbau jangan terburu-buru.

“Empat syarat itu harus dipenuhi,” kata Ustad Arifin Ilham dikutip detikRamadan dan beberapa sahabatnya di sebuah saung dekat rumahnya, kompleks pemukiman muslim Bukit Az-Zikra, Sentul Selatan, Jawa Barat, Jumat (11/9/2009).

Syarat pertama, jelas Arifin, Muslim yang hendak berpoligami harus sukses membina rumah tangga pertamanya. Dia harus sudah teruji berhasil mendidik dan menjadi memimpin rumah tangga. Kedua, yang bersangkutan harus memiliki fisik prima. Ketiga, dia harus mempunyai harta kekayaan yang cukup. Dan keempat, dia mengetahui manajemen poligami.

Manajemen poligami yang dimaksud Arifin adalah pelaku poligami harus bisa berlaku adil. Adil dalam hal ini bukanlah sama rata, melainkan proporsional.

“Ada orang yang istri tua anaknya lima, istri muda anaknya satu, itu uangnya harus lebih banyak kepada istri yang pertama. Tapi biologis harus banyak ke istri yang kedua,” canda suami Wahyuniwati ini.

Menurut dia, poligami adalah takdir dan fitrah bagi umat Islam. Ia tidak dapat ditolak apabila masanya telah tiba. “Kita nggak bisa bilang nggak. Kalau kita sudah digerakkan, mau apa kita?” tuturnya.

"Sebaliknya jika melanggar fitrah poligami seorang muslim bisa menderita karena gelisah setiap waktu. Dia juga akan cenderung berzina dan menuruti hawa nafsu setan. Selain itu, kehidupannya tidak akan normal lagi." Tutur Ustadz Arifin Ilham.

Footnote :

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdulah bin Baz ketika ditanya, “Apakah poligami dalam Islam hukumya mubah (boleh) atau dianjurkan?” Beliau menjawab, “Poligami (hukumnya) disunnahkan (dianjurkan) bagi yang mampu, karena firman Allah Ta’ala (beliau menyabutkan ayat tersebut di atas), dan karena perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi sembilan orang wanita, Allah memberi manfaat (besar) bagi umat ini dengan (keberadaan) para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, dan ini (menikahi sembilan orang wanita) termasuk kekhususan bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh menikahi lebih dari empat orang wanita. Karena dalam poligami banyak terdapat kemslahatan/kebaikan yang agung bagi kaum laki-laki maupun permpuan, bahkan bagi seluruh umat Islam. Sebab dengan poligami akan memudahkan bagi laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan (kesucian), memperbanyak (jumlah) keturunan, dan (memudahkan) bagi laki-laki untuk memimpin beberapa orang wanita dan membimbing mereka kepada kebaikan, serta menjaga mereka dari sebab-sebab keburukan dan penyimpangan. Adapun bagi yang tidak mampu melakukan itu dan khawatir berbuat tidak adil, maka cukuplah dia menikahi seorang wanita (saja), karena Allah Ta’ala berfirman,

{فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا}

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3).

PENGEN KAYA..??? MENIKAHLAH
“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik.” (QS. An Nahl [16]:72).

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba- hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An Nuur [24]:32).

Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab ra berkomentar,“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya.”

Nabi Saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau, Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).

“Carilah rezeki dengan menikah”. (HR. Ad-Dailami)

Sabda beliau yang lain:“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka.”

"Siapa yang merasa miskin, hendaknya dia menikah." (Umar bin Khatthab). Para Ulama' berpendapat; "Pernikahan merupakan sebuah pembuka berbagai kebaikan.." (Dr. Aidh Al-Qarni)

Yang Pasti, Poligami tentu solusi yg lebih baik daripada Kasus Perkosa Kambing di sini : Di Penjara 10 Tahun Karena Perkosa Kambing.

Referensi artikel :
Hidayatullah.com
Fimadani.com
Al Manhaj