ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 04 Desember 2013

Berilmu Tapi Kosong

Jualan Jimat Pring Pethuk Mematikan Hati. Berilmu Tapi Kosong.
Sesungguhnya mengkaji ayat Kauniyah, termasuk mengkaji filosofi bambu atau pring dan berbagai benda bertuah alamiah lainnya. akan dapat membuka dan menghidupkan hati, serta jiwa seni akan tumbuh dengan subur.... Yang membuat cita rasa spiritual bergerak semakin mendalam, Dapat merasakan langsung akan hadirnya kebesaran serta kekuasaan Tuhan, dan iman semakin meningkat.....

Tetapi bila, duit sudah mengalahkan seni. dan mengkaji pring berubah menjadi makelaran jimat... Maka, hati akan mati, Terlihat berilmu tetapi kosong...

Pring pethuk adalah sebuah ranting atau pohon bambu yang mempunyai dua mata tunas yg saling berhadapan... Dan sesungguhnya khowas atau vibrasi Aura dari pring pethuk bukanlah pada bendanya itu sendiri, tetapi ada di dalam kesadaran kita. Ketika kita telah dapat mensinergikan antara Potensi Pikiran dan Hati..

Dunia Mind Technology adalah dunia yang mengeksplorasi potensi pikiran manusia. dengan mengeksplorasi kekuatan pikirannya. manusia akan dapat meraih kehidupan yang lebih baik sesuai dengan cita-citanya....

Namun mengeksplorasi kekuatan pikiran, bila tidak disinergikan dengan potensi Qolbu/hati, akan membuat kita tersesat jalan.. dan menuhankan pikiran...

Dan sesungguhnya, kekuatan pikiran manusia itu ada batasnya. Dianya hanya mampu memberikan keuntungan serta kesuksesan selama kita masih hidup di dunia saja....

Sedangkan dengan mensinergikannya dengan hati nurani, maka kesuksesan yang kita raih akan bersifat abadi dan melampaui kematian.....

Membaca tulisan saya di atas, bagi yang sedari dulu anti dengan Mind Technology akan merasa besar kepala. dan berkata,"Nah, benar khan kata gw...?"

Dan untuk yg berkomentar demikian, akan saya jawab,"Ya, kamu benar. Dan mungkin sebaiknya kamu mati sekarang juga. Karena dunia ini tidak lagi penting buatmu... hehehehe..."

Mengapa saya bilang begitu...
Ya, karena menurut saya. Orang-orang seperti itu telah lupa. Bahwa Rumah kita di Surga itu membangunnya adalah sekarang, saat masih hidup di dunia. dan bukan nanti setelah mati... dan kita tidak akan sempat membangun rumah surga kita bila rumah dunia kita aja masih belum beres...

Harmony dan sinergi, itulah jalan yang lurus itu....
Bukan melekat di sisi kiri atau sisi duniawi...
dan juga tidak melekat di sisi kanan, atau dimensi spiritual kita....

BERILMU TAPI KOSONG
Ketika ilmu hanya ada di otak dan tidak tembus ke hati, maka walaupun banyak ilmu pengetahuannya. Sesungguhnya semua itu kosong belaka...

Ciri utamanya adalah bila lisan seseorang itu sangat pandai bersilat lidah, dan sama sekali tidak ada emosi yang terlibat di dalamnya.

Emosi tidak berarti marah-marah lho... Tetapi RASA yang menyertai Makna Kata yang terucap. Dan memberi kekuatan pada kata-kata tersebut....

Seperti : Semangat, perduli, cinta kasih, perhatian, harga diri, Harapan, Passion, Hasrat, dll....

Tanpa kekuatan RASA & KARSA, maka Kekuatan CIPTA akan menjadi tumpul dan tiada guna....

Emotional power (kekuatan emosional).
Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).

Emosi adalah bagian dari kekayaan diri yang tidak boleh diabaikan. Dengan adanya emosi, kita dapat memberi makna, warna, dan tekstur dalam kehidupan ini, serta perasaan gembira, sedih, marah, benci, dan kepuasan akan sesuatu.

Emosi adalah energi yang dihasilkan dari perpaduan pikiran dengan perasaan. Informasi diterima otak berupa kata-kata. Kata-kata tersebut diberi makna dan rasa oleh pikiran dan hati. Makna dan rasa itulah yang disebut emosi.

Pikiran manusia memiliki kemampuan untuk menghasilkan gelombang energi yang luar biasa. Dan Pengaruh emosi akan melipat gandakan kekuatannya hingga jutaan kali lipat. Semua yang kita tarik ke dalam realitas fisik, tercipta berdasarkan pikiran dan kekuatan emosi itu.

Emosi berfungsi sebagai perekat yang menghubungkan Anda dengan orang lain dan memberi arti bagi kehidupan. Sehingga emosi menjadi dasar untuk membangun dan mengembangkan jati diri serta untuk memahami diri maupun orang lain.

Kita perlu memahami diri sendiri secara menyeluruh. Baik itu tentang ciri-ciri diri, pola pikir, kekuatan, dan kelemahan serta reaksi emosi dalam berbagai kondisi, dan mengerti mengapa kita berbeda atau serupa dengan orang lain.

Pembentukan jati diri adalah fokus utama psikososial selama masa remaja. Remaja mulai menunjukkan tanda-tanda pencarian jati diri mereka dengan mencoba versi yang berbeda dari yang mereka miliki sebelumnya .

Seringnya melakukan perubahan merupakan hasil dari sebuah pencarian jati diri yang mungkin tampak membingungkan orangtua.Tapi sebenarnya, itu adalah perilaku mereka yang normal dan sehat. Hanya saja memerlukan dukungan moral dari orangtuanya.

Ketika seseorang sudah mampu melewati fase pembentukan jati diri di masa remaja, ia akan siap menjalani fase kehidupan berikutnya dimana dihadapkan pada tantangan baru, yang memerlukan penguatan maupun pengayaan jati diri selanjutnya.

Jika kita mampu mengendalikan emosi, kita dapat berpikir jernih dan kreatif serta mampu mengelola beragam situasi dan tantangan, berkomunikasi dengan baik pada orang lain, memperlihatkan kepercayaan, empati, dan hidup penuh dengan rasa percaya diri.

Pelatih legendaries football Alabama, Paul Bryant menceritakan kisah menakjubkan dari seorang pemain cadangan muda yang bernama Henry Peterson. Henry adalah pemain cadangan yang belum pernah dipasang dalam pertandingan apapun. Ketika sebuah momen penting tiba, yaitu pertandingan antara Alabama melawan Auburn, Bryant mendapat telepon dari Henry bahwa ayahnya meninggal dunia sehingga ia tidak dapat mengikuti pertandingan tersebut. Bryant mengatakan:” Tidak masalah nak, dalam saat saat sekarang ini sebaiknya engkau berada di dekat keluargamu. Saya turut berdukacita dengan kejadian ini”

Keesokan harinya, Henry menghubungi pelatihnya tersebut dan berkata :” Pak , setelah lama saya merenung, saya tidak ingin mengecewakan tim kita; saya tetap akan hadir hari Sabtu nanti.”

Hari yang dinanti nantikan pun tiba, Henry telah siap lengkap dengan seragam pertandingan lalu mendatangi Bryant sang pelatih dan berkata :” Pak, saya ingin Anda memberikan kesempatan kepada saya untuk bermain dalam pertandingan ini.” Bryant kaget dan berteriak :” Apakah kamu gila? Ini pertandingan yang sangat penting dan selama ini saya belum pernah melibatkan kamu sekalipun dalam pertandingan.”

Setelah terus menerus didesak akhirnya Bryant memberikan kesempatan kepada Henry sebagai “starter”. Henry Peterson mampu mencetak tiga touchdown paruh pertama bahkan sumbangan poin kepada timnya ini mampu mengalahkan seluruh poin yang dikumpulkan oleh seluruh tim Auburn. Setelah paruh pertama berakhir, Bryant merangkul Henry dan berteriak :” Nak, saya tidak tahu apakah mau menciummu atau membunuhmu. Mengapa kamu tidak pernah memperlihatkan permainan yang sedemikian gemilang?” Henry pun menjawab, “Pak, pernahkah Bapak melihat Ayah saya?” Henry pun melanjutkan, “ Ayah saya buta Pak dan hari ini adalah hari ketika untuk pertama kalinya ia melihat saya bermain football.”

Kekuatan emosi jauh melebihi kekuatan logika. Kekuatan Cinta (emosi) mempunyai daya ledak amat dahsyat, jika emosi seseorang dapat disentuh dengan baik maka ia dapat menimbulkan semangat yang amat luar biasa. Dan emosi manusia yang dapat menggerakan motivasi adalah EMOSI CINTA yang TULUS. Jika Anda menggunakan semangat seperti Henry Peterson maka Anda akan memperoleh hasil yang fantastis.