ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Sabtu, 14 Desember 2013

BLAI SLAMET, Keajaiban dibalik Musibah

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah : 155 - 157)

"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

Sedikit bercerita mengenai kejadian yang menimpa saya pada Hari Kamis, tgl. 12 Desember 2013.... Ternyata ada banyak Hikmah pelajaran dari perjalanan saya dalam kehidupan ini yang terjadi pada hari itu. Dibalik Musibah kecelakaan Lalu Lintas Yang menimpa saya, ada banyak pelajaran yang saya dapat ambil hikmahnya... Dan rangkaian kata-kata yang saya tulis di bawah ini merupakan rangkaian status-status saya di Fcebook yang memberitakan peristiwa itu.

BLAI SLAMET
Saat dalam perjalanan pulang dari kantor surabaya, berangkat naik Motor Vario dari kantor sekitar jam 7 malam. Dalam suasasana hujan yg rintik-rintik dan jalan yg agak licin. Karena habis seharian diguyur hujan. Dan itu memang kebiasaan saya, walaupun hujan deras, saya tetap akan jalan dan tetap tidak mengenakan mantel/jas hujan.

Ketika sampai di Kota Gresik, saya sempatkan untuk mampir ngopi di warkop langganan. Sekedar untuk mengistirahatkan mesin motor dan juga tubuh. Dan sempat pula membuat beberapa status di FB.

Perjalanan kemudian dilanjutkan. Karena Desa saya dari kota gresik masihlah sekitar 35 kilometer lagi...

Ketika sudah sampai di depan Ramayana Gresik. Kecepatanpun motorpun mulai saya naikkan, karena sudah akan keluar dari kota. Namun, baru 10 meter berjalan. Tiba-tiba ada anak kecil yg naik sepeda Gunung menyebrang jalan tanpa tolah toleh dan tidak waspada dengan kondisi jalan...

Dan..... "GUBRAXXXXXX"......
Tabrakanpun terjadi.........

Serta merta orang-orang yg ada di pinggir jalan semburat untuk datang menolong..... dan saya di papah ke pinggir jalan.

Lamat-lamat saya mendengar kata-kata dari beberapa orang....

"Aku wis kroso, arek iki bakale ciloko. Lha wng nyabrang ngawur."
"Wis ojok diseneni, arek iku. Jenenge ae sik arek..."
"Hei... Ojok Lapor Polisi... Gak opo-opo kok..."

Sementara duduk di pinggir jalan di depan Toko Indomaret Tlogo Pojok Gresik. Saya bertanya kepada orang-orang yang berkerumun... dan juga kepada anak tadi... "Kamu tidak apa-apa khan...?"

Dan saya melihat anak itu, tidak tergores dan lecet sedikitpun. Demikian juga sepeda gunung anak itu. tidak ada yg rusak sedikitpun... Semuanya baik-baik saja... Dan ini adalah suatu keajaiban..

Sementara saya merasakan nyeri di kaki dan juga tangan saya...
Dan Pak Wasi' yg tadi memapah saya, memanggilkan becak untuk membawa saya ke puskesmas.. dan sepeda saya juga diamankan dan di bawa ke rumah beliau...

Sesampai di puskesmas, saya langsung mendapat perawatan oleh dokter jaga yg ada di sana. Dan sambil menerima perawatan, saya sempatkan pula memberi kabar pada keluarga yang ada di rumah. Dan agar tidak khawatir, saya sempatkan pula meminta tolong pada perawat untuk memfoto keadaan saya. Dengan demikian keluarga yang di rumah akan tenang dan tidak panik. Karena saya hanya mengalami luka-luka lecet saja...

Selesai dari puskesmas, saya di antarkan oleh tukang becak itu ke tempat sepeda saya di simpan....

Di sana saya check, semuanya aman. Hanya spion kiri yang pecah. Barang bawaan saya juga aman. Laptop dan LCD proyektor juga aman... Dan ini betul-betul suatu keajaiban..

Pak wasi' kemudian memanggil anak yang tadi tertabrak oleh motor saya. Dan dia disuruh meminta maaf pada saya.. Karena kebetulan, anak tadi juga masih orang situ juga. Tetangga pak wasi'...

Si anak diantarkan oleh pamannya meminta maaf pada saya. Tetapi sebelum mereka berkata, sudah saya dahului dengan permintaan maaf dari saya. Bahwa ini semua adalah takdir, saya meminta maaf ini terjadi, karena ini juga salah saya. Dan kamipun bersalaman dengan penuh rasa kekeluargaan.... Dan bahkan sang paman, membantu saya mengeluarkan sepeda dari parkiran. sehingga saya dapat dengan mudah menaikinya. Maklum, kaki saya masihlah terasa nyeri...

Setelah bersalaman dengan semua yang ada, maka sayapun pamit pulang... Dan melanjutkan perjalanan ke rumah, karena masih ada 35 kilometer lagi yang masih harus saya tempuh untuk sampai ke rumah.....

Dan Alhamdulillah, saya sampai di rumah dengan selamat....

Blai Slamet, adalah istilah jawa yang bermakna walau mendapat musibah. Ternyata kita masih selamat... Dan memang begitulah yg terjadi pada saya semalam.

Walau saya mendapat musibah kecelakaan, tetapi semuanya selamat, urusan juga tidak sampai panjang. Dan sayapun dapat pulang ke rumah dengan selamat..

Alhamdulillah.....

SENSOR KESELAMATAN
Sore tadi saya berbincang santai dengan istri saya, membicarakan keajaiban yang terjadi di balik kecelakaan ringan yang menimpa saya semalam.

Ya, sebenarnya banyak keajaiban dan hikmah pelajaran yang saya temui dalam peristiwa itu...

Salah satunya adalah aktifnya sensor keselamatan sebelum saya berangkat. Yang mana biasanya, laptop dan juga LCD proyektor itu saya bawa di dalam tas ransel. Namun entah kenapa tanpa alasan yang jelas. Laptop dan LCD Proyektor itu saya putuskan untuk dimasukkan ke dalam Tas Besar dan saya taruh di boncengan. Sedangkan tas Ransel saya isi dengan pakaian yang cukup banyak....

Dan karena di boncengan belakang ada tas besar itu, maka tas ransel tidak saya cangklong di belakang, tetapi di depan. Menutupi dada saya...

Nah, seandainya laptop serta proyektor itu yg ada di tas ransel. Kemungkinan besar benda-benda itu akan hancur, atau minimal terjadi keretakan dan juga kerusakan. Karena saya jatuh ke depan alias ndlosor.. hehehe...

Dan karena tas ransel itu penuh berisi pakaian yang empuk... Maka, ketika tubuh saya jatuh dan membentur stir kemudian membentur aspal... Maka, tubuh saya tertahan oleh tas ransel yg empuk tersebut... jadinya aman....

Alhamdulillah...
Ada banyak hikmah dibalik peristiwa....
Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...

Bukan Manusia Sakti.
Tergelitik oleh komentar Mas Zidni Ilman di Facebook yg berkata : "Asli manusia ini Pak, gak pake sakti2an hhaha -D "

Yang mengomentari Foto Narsis saya di Puskesmas tadi..

Dan saya jawab : Betul... hahahahaha...

Dan begitulah memang adanya...
Dan begitulah yg juga saya ajarkan kepada siswa-siswa saya...
Bahwa saya hanyalah manusia biasa, dan bukan manusia sakti....

Dan itu tertuang di dalam metode training saya yg menggunakan pendekatan Client Centered....
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi...
Guru & Murid adalah sama-sama pembelajar di hadapan Allah swt.....

Karena Yang Maha Shakti dan Maha Besar hanyalah Allah swt semata...

LUKAKU LUKAMU
Luka dan lecet di kulit itu adalah biasa, dan mudah dicari obatnya dan mudah untuk dipulihkan.....

Namun bila yang terluka dan lecet adalah pikiran dan hatinya. Sungguh sulit mencari obat yg tepat untuk memulihkannya. Bila orang itu sendiri tidak merasa dan tidak bersedia....

HIDUP ITU PROSES
Itu artinya, apa yang sedang berlaku saat ini di dalam kehidupan kita. Bukanlah hasil akhir, itu bukanlah hasil final.

Itu artinya, bila saat ini kita hidup senang. Itu adalah proses, proses untuk hidup lebih senang lagi atau malah proses untuk jatuh lebih dalam.

Dan itu artinya pula, bila saat ini kita hidup susah. Itu juga proses, proses untuk hidup lebih menderita lagi, atau proses untuk menguatkan kita sehingga meraih keberhasilan dalam hidup...

Semua itu hanyalah proses. Hasil finalnya adalah baru ketahuan nanti di akhir kehidupan, apakah kita di titik akhir hidup kita mengalami Khusnul Khotimah ataukah Su'ul Khotimah... Mati dengan damai, ataukah mati penasaran....

Oleh karena itu...
Janganlah terlalu melekat...
Karena hidup itu adalah suatu proses perubahan..
#MorningHakikat

KECELAKAAN HAKIKAT
Terkadang kecelakaan itu bukan karena ketidak hati-hatian kita...
Tetapi pengguna jalan lain yang terkadang jalan tidak fokus, dan membuat kita kelabakan ketika diserobotnya...
Sehingga membuat kita akhirnya mengalami kecelakaan juga....

Hikmahnya,
Kita memang tidak punya kuasa mengendalikan segala sesuatu yang ada di luar diri kita.. Namun, kita mampu dan bisa mengendalikan segala sesuatu yang ada di dalam diri kita sendiri... Termasuk ikhlas menerima ketika musibah itu datang... dan bahkan mampu bersyukur. Karena bisa jadi bila tanpa pertolonganNya. Musibah yang lebih besar dapat menimpa kita. Dan kita sudah terhindar darinya....

Menelusuri lebih jauh bagaimana hikmah dan keajaiban dari musibah itu, perlahan akan merubah persepsi kita terhadap suatu hal yang buruk yang menimpa.

Tak ada sutau hal buruk yang menimpa seseorang melainkan hal itu mengandung hikmah dan keajaiban yang tersembunyi. Hanya saja Karena manusia belum mengoptimalkan fungsi akalnya sehingga membuat seseorang terlalu cepat mengambil kesimpulan negatif (negatif thinking) terhadap tindakan Allah SWT.

Bagi seorang muslim yang selalu berhusnuzzon keapada Allah SWT. Segala sesuatu yang menimpanya di dunia ini baik itu berupa kebaikan ataupun keburukan, itu semua merupakan suatu karunia dari-Nya. Sering kali keburukan yang menimpa seorang, di anggap sebagai tindakan anarkis, tanda kebencian dan murkanya Allah SWT kepada hambanya. Padahal tidak demikian….!!!!

Syaikh Ahmad As-Showi Al-Maliki dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata “shalawatun” dalam surah Al-Baqarah ayat 157 yang telah di sebutkan diatas mengandung makna, “mereka yang bersabar terhadap musibah yang menimpanya tidak akan ada doasa yang tersisa pada dirinya kecuali ampunan Allah SWT. yang terus mengalir”. (lihat syarah tafsir jalalain kariya beliau)

Bagi seorang muslim, terbebas dari dosa merupakan suatu karunia yang sangat agung, bahkan mungkin terbesar dalam hidupnya dan itu semua bisa diraih dengan bersabar atas setiap musibah yang ada.

Bahkan melalui lisan Rasulullah SAW. Allah SWT. mengabarkan kepada hambanya bahwa musibah itu ada, kemudian menimpa setiap hambanya, bukan semata untuk menyakiti hambanya melainkan sebagi bentuk rahman dan rahimnya kepada makhluknya. Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW. bersabda :

ما منْ مسلمٍ يصيْبُه أذًى شوقةٌ فما فوقها إلاّ حطّ الله تعالى به سيّئاته كما تَحُطُّ الشّجرةُ ورقَها (رواه الشيخان)

Artinya : Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu ganguan berupa tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali Allah SWT. Akan menghapus dosa-dosanya (dengan gangguan tersebut) seperti daunan yang jatuh brerguguran dari pohonnya.(HR. Bukhori Muslim)

Begitulah kabar gembira dari Rasulullah SAW. Bagi orang - orang yang tertimpa musibah. Mereka mendapatkan nilai yang sangat agung disisi tuhannya walaupun sesuatu yang menimpanya itu kecil seperti tertusuk duri sekalipun.

Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa, rasa takut, sedih dan yang semisalnya juga merupakan cara Allah SWT. menyelamatkan hambanya dari menumpuknya dosa. Bahkan rasa sakit yang dirasakan seorang pada tubuhnya, itu juga merupakan tahap dan proses penghapusan dosa.

Akhir kata, mari kita renungkan Nasehat Rasulullah SAW berikut ini..

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR Muslim)

Kultivasi atau pemurnian diri, tidak terjadi di ruang meditasi..
Kultivasi Sejati, adalah pembelajaran dari Tuhan di dalam kehidupan kita...
Jadi, Bila Jalan Makrifatullah adalah pilihanmu...
Bersiaplah akan ujian kenaikan tingkat yang setiap saat akan terjadi di dalam kehidupan...

SALAM KESADARAN...