ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Selasa, 31 Desember 2013

Kesurupan/Abreaksi Itu Bukan Terapi

Kerendahan hati dan kejujuran pada diri sendiri menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. 
Ikhlas menerima dan Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri...

Sesi Terapi Tahap Kedua, dalam kondisi Trance Sleep untuk melepas akar masalah di alam bawah sadar.
Kesurupan/Abreaksi Itu Bukan Terapi, oleh karena itu sebagai terapist kita tidak perlu lebay dan tidak harus memunculkan fenomena kesurupan saat terapi.

Memberikan sesi terapi apalagi terapi massal ke sahabat BMI Hongkong seperti di SINI.. itu tidak mudah lho.... Karena anak-anak di sini itu sangat mudah mengalami abreaksi atau kalau dalam bahasa tradisional disebut kesurupan....

Bahkan menurut mas Irwan, di Hongkong ini, baru saya yg berani memberikan sesi terapi dalam kondisi Trance sleep (mengakses potensi bawah sadar dalam kondisi Tidur ). Dan sesi ini saya pandang perlu untuk dilakukan karena untuk melepaskan akar masalah yang tersimpan dengan sangat dalam di dalam pikiran bawah sadar. Kita harus membawa klien masuk dengan lebih dalam ke alam bawah sadarnya, di mana sumber permasalahan itu selama ini bersembunyi. Dengan terlepasnya akar masalah ini, maka permasalahan klien akan dapat diselesaikan dengan tuntas. Alias sembuh total dan permanen.

Dan Alhamdulillah, Sesi terapi massal kemarin berlangsung dengan lancar. Tanpa ada satupun yg mengalami kesurupan...

Rahasianya adalah, Vibrasi Gelombang Cinta Kasih yang dipancarkan oleh siswa senior.

Ya, saat sesi terapi massal. semua siswa senior saya instruksikan untuk mengambil posisi melingkari peserta. Dan secara bersama-sama memancarkan vibrasi positif Cinta kasih kepada peserta... Dan efeknya luar biasa.... Semua peserta tidur dengan damai.... dan bangun dalam kondisi dipenuhi ketenangan serta kedamaian yang luar biasa..... hehehehehe.....

KESURUPAN SAAT RUQYAH DAN CARA MENGHINDARINYA
Mengapa saat di ruqyah, seseorang bisa kesurupan, muntah, dll..?
Karena si pasien mengalami Trance atau kesadarannya memasuki area pikiran bawah sadar. Dan karena FrameWork / Kerangka dasar dari Ruqyah adalah adanya kesurupan, muntah, nangis, dll... Maka, si pasien ketika Trance akan mengalami hal yang demikian...

Cara menghindarinya..???
sederhana saja... lakukan breaking Pattern, atau saat anda mulai merasa mengalami perubahan kesadaran, segera tarik nafas yang panjang, dan hembuskan dengan keras, atau batuk berdehem, dll... intinya, jangan sampai anda trance... alihkan pikiran ke hal yang lain...

Dengarkan bacaan ruqyah, seperti biasany anda mendengar bacaan Al-Quran ketika di rumah, atau mendengar tadarus Quran di mesjid... Bukankah sebagai Muslim anda sudah sangat sering mendengar orang membaca Quran..? dan saat itu anda biasa-biasa saja bukan...?

Namun, bila anda ingin memperoleh manfaat dari terapi ruqyah, dan anda sudah percaya dg Niat baik terapisnya.. Sebaiknya ikutin aja dengan baik. Khan anda butuh untuk sembuh... betul..?

TIDAK NGERTI ARTINYA TETAPI TETAP PUNYA EFEK
ini adalah salah status teman kita

Status : Biasanya Jum'atan disini ada kata2 yg kira2 artinya, "NikmatKu apa saja yg sudah engkau dustakan?". Banyak yg ga ngerti artinya tp mengalami bbrpa kejadian sprti ada yg merinding, ada yg gemetaran, ada yg dadanya sesak menahan tangis, ada yg menangis meraung-raung, dll. Ko bisa gitu ya?

Saya Koment : Namanya "Sugesti Telepatic & Vibrasi Resonansi" karena yg baca menghayati maknanya, dan itu teresonansi ke audiens...

Demikian juga dengan beberapa pengamal wirid, dia tidak mengerti makna yg di wirid tetapi powernya masih dapat keluar... Hal itu terjadi karena yang memberi ijazah (Guru), sudah terlebih dahulu memahami & Menghayati kemudian menginduksikannya kepada orang tsb...

SPONTAN MATA KETIGA, KHODAM JIN, KESURUPAN, & RUQYAH.

Ada seorang sahabat yang bertanya via inbox, menanyakan mengenai fenomena orang yg di ikuti oleh khodam jin, dan bahkan sering kesurupan jin setelah mengamalkan amalan wirid tertentu...

Sebenarnya, apakah yang terjadi dan apa solusinya..??

Sebenarnya, yang terjadi adalah terbukanya kemampuan mata ketiga secara spontan sebagai efek dari mengamalkan amalan tersebut.... dan segala fenomena yg dialami itu sebenarnya adalah fenomena yang normal-normal saja, dan juga biasa-biasa saja....

Hanya saja, karena dia kaget dengan kemampuan barunya itu dan tidak mengetahui kunci untuk mengendalikan kemampuannya tersebut. Maka diapun menjadi tidak terkendali....

Solusinya sederhana saja... Belajarlah ilmu Mind Technology... atau tekhnik untuk mengendalikan kekuatan Pikiran & Energi.

Lalu, bagaimana dengan fenomena hilangnya jin khodam tersebut setelah di ruqyah...??

Sebenarnya yang hilang itu bukan Jinnya, tetapi Ego State yang memegang kemampuan mata ketiga itulah yang untuk sementara di lumpuhkan kemampuannya. Sehingga dia tidak lagi mengalami fenomena mistis lagi....

Namun, karena ada bagian diri yang dipasung. Sebagai akibatnya, kepribadiannya akan sedikit tidak normal. Alias akan ada yang hilang dari kepribadiannya. Dan dia secara psikologis tidak akan dapat berkembang dengan sempurna sebagai pribadi yang utuh...

Cth.
Karena Mata Ketiga itu terkait dengan Indra Ke enam, yang juga melingkupi kemampuan untuk berempati dan bersimpati....

Nah, karena Ego State yg memegang kemampuan ini di pasung. Biasanya, dia juga akan sedikit tumpul kepekaan empati serta simpatinya. ....

Dan bahkan ada juga yang merasa agak sedikit plonga-plongo karena seolah-olah ada yang hilang dari dirinya...

Demikianlah sedikit ulasan yg dapat saya sampaikan... Semoga bermanfaat...

Wallahu a'lam..