ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 04 Desember 2013

Suami Menikah Lagi

T : Suami saya menikah lagi diam-diam pak. Hati saya hancur, apa yg harus saya lakukan..?

J : Lalu apa yg anda inginkan..?

T : Saya ingin melupakan dan tenang

J : Selama anda belum mengikhlaskan dan memaafkan, selama itu pula hati anda akan tersakiti dan tidak tenang. Sesungguhnya ketenangan hati anda, ada di tangan anda. Dan bukan karena faktor luar. Bila hati anda seluas samudra, maka apapun aksi yang datang dari luar, semuanya akan tiada artinya bagi anda.

Saya tahu, wanita mana yang mau dimadu, apalagi diracun...

Poligami ada dan dibolehkan memang sebagai ujian keimanan bagi manusia. Apakah dia lebih mencintai Allah & RasulNya, ataukah dia lebih mencintai dirinya sendiri... dan memperturutkan hawa nafsunya.

Pelajaran ini memang pahit, tetapi tetap harus sering saya sampaikan. Karena memang ini adalah pelajaran keimanan. Demi peningkatan keimanan anda .

Karena diluaran sana, banyak yang pindah agama. Hanya karena tidak setuju dg pasal Poligami dalam Islam. Dan banyak pula ustadz yg menafsirkan dg akal-akalannya, yg intinya juga tetap menentang poligami.

Sekali lagi, hanya ada dua solusi alternatif bagi anda. Cerai atau berdamai dengan hati anda sendiri.

Dan bila anda memilih berdamai dg diri sendiri, tetapi untuk berdamai dg diri sendiri anda tidak bisa melakukannya secara mandiri, silahkan datang ke klinik saya untuk terapi.

RESPON & SILAT GAIB
Ketika ada orang yang memarahi, sinis, ataupun menyakiti hati anda, apa respon anda...?
Biasanya yo langsung hantam balik, betul...?

Nah, benarkah reaksi itu adalah satu-satunya reaksi pilihan yg dapat anda lakukan...???

Reaksi itu biasanya bersifat spontan. Dan sering terjadi membuat kita menyesal setelah melakukannya. Karena kita tahu, bahwa banyak pilihan reaksi yang bisa kita lakukan, tetapi kita lebih memilih bereaksi secara spontan. Sebagai mekanisma self defence alami dari mental kita. Padahal, sering terjadi. Reaksi spontan tersebut malah justru semakin memperunyam masalah. dan membuat kita terjebak pada masalah yg lebih dalam...

Hal ini membuat saya teringat, di awal-awal saya belajar Ilmu Silat Gaib (Ilmu Silat Karomah). Yang mana saya sering melakukan serangan refleks pd orang lain. Bahkan ketika ada orang yang melangkahi tubuh saya ketika sedang tidur, maka seketika itu juga. Saya akan menyerang orang yg melangkahi saya tadi. Padahal saat itu saya sedang tidur pulas lho... Namun Alhamdulillah, sekarang ilmu itu telah terkendali.

Stephen Covey mengatakan bahwa manusia memiliki “freedom of choice” untuk menentukan respon yang diberikan dari suatu peristiwa atau kejadian.

Kebebasan untuk menentukan respon terhadap suatu peristiwa membuat manusia berhak menentukan respon negatif ataukah respon positif, karena apapun pilihannya adalah tanggung jawab diri sendiri. Respon yang kita pilih ditentukan dari keadaan state of mind yang kita miliki, state of mind merupakan kondisi keterkaitan antara mental dan fisik pada manusia.

Bila berada dalam state of mind yang buruk maka seseorang memiliki kemungkinan yang besar untuk memberikan respon yang buruk pula, begitu juga sebaliknya. Dan untuk mendapatkan state of mind yang baik, maka kita dapat mempelajarinya agar dapat menguasai keadaan pikiran dan perasaan diri sendiri.

Kendalikan pikiran anda, dan jangan dikendalikan oleh pikiran...

Kebahagiaan lebih merupakan hasil dari persepsi (state of mind) kita sendiri dan sering tak ada kaitannya dengan harta, status atau jabatan yang kita miliki, pendapat orang lain, perilaku & perlakuan orang lain, provoaksi & provokasi orang lain, atau apapun yang ada di luar diri.

Orang boleh saja menyakiti kita, dan kita bisa memilih untuk sakit hati atau mentertawakan dia. Karena hati adalah milik kita sendiri, kalau sakit hati, yang sakit juga diri sendiri. Lalu mengapa kita harus menanggung sakit atas perbuatan orang lain...??

Berhentilah sejenak. Tarik nafas yang panjang. Lakukan Jeda. Lalu Tertawalah dan bergembiralah, penuhi hati dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Masuki kondisi Resource State. Dan solusi terbaik akan dihadirkan Tuhan di dalam benak kita.

Sebuah peristiwa ataupun kejadian hakikatnya adalah netral adanya, menjadi bermakna positif ataupun negatif. Tergantung kita yang memaknainya. Apakah kita mengendalikan pikiran kita, atau kita dikendalikan oleh pikiran kita. Baca juga artikel saya yg ini : MENGENDALIKAN ATAU DIKENDALIKAN PIKIRAN

Wallahu A'lam..