ZONA KUANTUM NAQS DNA, MEDIA PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN ONLINE

Rabu, 08 Januari 2014

Manajemen Stress & Sukses by Yan Nurindra

Stress itu dapat dipilih, mau dipilihkan oleh dunia luar atau dipilih sendiri? Jika kita terbiasa memilih stress ala kita sendiri, maka sama halnya kita memperkecil kesempatan untuk mengalami stress dari dunia luar. Mau tahu stress ala kita sendiri? Contohnya: kerja keras, berperilaku positif, evaluasi diri terus menerus, dll. dijamin pasti stress, tetapi merupakan stress yang positif dan terkendali alias "EUSTRESS".

Salah satu hal yang paling sulit adalah saat kita berkeinginan mencapai sesuatu hal yang besar, tetapi saat yang bersamaan kita masih berada dalam situasi dan kondisi yang runyam. Disinilah diperlukan kemampuan "perceptual positions" yang tepat, dan upaya memisahkan antara "intention" dan "behaviour".

Lalu intention itu apa ? behaviour itu apa ?
Ya kira2 adalah memisahkan antara keinginan (intention) dan apa yang sedang terjadi pada saat ini (yg pasti lebih ke arah behaviour).

Kita semua, secara alamiah, suatu saat pasti mengalami "lingkaran setan" atas permasalahan yang tengah kita hadapi. Kita nyaris tidak memiliki kemampuan apalagi kemauan untuk "memotong" permasalahan itu. Perlu trik dan pola pikir sederhana utk soal "potong-memotong" ini.

Trik-nya antara lain adalah berusaha menyadari bahwa dunia luar tetap berjalan seperti apa adanya, dengan aturan2nya. Dunia luar tidak mau perduli apapun permasalahan kita.

Salah satu pola pikir sederhana, ketika kita terbelit di suatu permasalahan yang ruwet ujung pangkalnya, adalah kita harus mencoba memahami bahwa dunia luar tetap akan berjalan seperti adanya (plus kewajiban2 yg mungkin mengikat kita). Dunia luar tidak pernah akan memaklumi kita apalagi memberikan dispensasi. (Kartu Kredit tetap ada tanggal jatuh temponya, Rekening PLN tetap harus dibayar, dll.).

Apakah saat kita stress atau depresi, maka PLN mau memberikan dispensasi agar kita boleh telat membayar? Apakah Collection Credit Card mau memberikan penangguhan Due-Date? Apakah SPBU mau memberikan premium gratis untuk kita? Jika jawabannya TIDAK, maka seharusnya selain menikmati "stress", tidak ada alasan apapun selain kita tetap wajib "menghidupkan" sisi kepribadian kita lainnya untuk tetap dapat memenuhi aturan2 dunia luar ini.

Pelatihan Motivasi, Pemberdayaan Diri, tidak akan ada gunanya, jika ujung2nya adalah pengalihan untuk menghindari hukum sukses di dunia riel yang sudah terbukti ribuan tahun, a.l. : tekun, kerja keras, kerja cerdas, kemampuan evaluasi diri, kemampuan manajemen waktu, kemampuan manajemen energi, dsb.

Sehebat-hebatnya ilmu Hipnotis anda, secanggih-canggihnya kemampuan Subtle Energy anda, selengkap-lengkapnya koleksi mantera anda, saya sarankan kalau makan di Warteg tetap bayarlah pakai uang, kalau mau turun dari lantai 5 gunakan lift (jangan lompat), dan jangan menggunakan jalur Bus Way (daripada didenda 500rb).

Menurut saya pribadi 2 hal terpenting yang perlu kita pelihara, adalah
(1). Sehat secara fisik
(2) Sehat secara psikologis.
Dengan kemampuan memelihara 2 hal ini, akan membuat kita mampu mengembangkan hal-hal lainnya dengan lebih mudah.

Menurut saya pribadi, salah satu ilmu tertinggi di dunia adalah prinsip "nggak gitu-gitu amat". Rasionalitas itu ada, tapi ya nggak gitu2 amat, area Non Rasional itu ada, tapi ya nggak gitu-gitu amat. Ketika kita berprinsip "nggak gitu-gitu amat", maka kita akan masuk ke dunia paradoks yang sangat luar biasa dan mempermudah kehidupan. Sangat celaka jika kita sukses melakukan sesuatu, tanpa kita memahami bagaimana sukses itu terjadi. Kenapa? Karena tentu kita tidak akan dapat melakukan suatu antisipasi yg tepat jika terjadi gangguan.

Akhirnya formula penting untuk mencapai SUKSES menurut saya hanya DUA, yaitu :
(1). Kemampuan Asosiasi terus menerus terhadap hal yg tengah kita lakukan, agar kita memiliki energi dan kreativitas yang tiada habisnya
(2). Kemampuan Disosiasi sesekali terhadap hal yang tengah kita lakukan, agar kita dapat mengetahui apakah perjalanan dan proses kita masih di arah BENAR atau bahkah sudah melenceng dan SALAH.

Sekali lagi perlu difahami bahwa Salah satu hal yang paling sulit adalah saat kita berkeinginan mencapai sesuatu hal yang besar, tetapi saat yang bersamaan kita masih berada dalam situasi dan kondisi yang runyam. Disinilah diperlukan kemampuan "perceptual positions" (melihat masalah secara clear) yang tepat, dan upaya memisahkan antara "intention" dan "behaviour" (niat-niat kita dan perilaku-perilaku kita).

Perlu dilakukan manajemen pikiran, tentang :
(1). Saat ini kita berada di mana
(2). Kita akan menuju ke mana
(3). Hal apakah yang akan menghambat perjalanan kita
(4). Hal apakah yang akan mempercepat perjalanan kita
(5). Apakah tahapan-tahapan kecil yang dapat menjadi parameter perjalanan kita.

Selamat menikmati Stress!

Source : Yan Nurindra Facebook Profile

INFO TRAINING MASTER HIPNOTIS, KLIK DI SINI..